skenario 2 B5

  • Published on
    12-Sep-2015

  • View
    216

  • Download
    3

Embed Size (px)

DESCRIPTION

m

Transcript

<p>Perdarahan Post Partum et causa Atonia Uteri</p> <p>Perdarahan Post Partum et causa Atonia UteriB5Rumusan MasalahSeorang perempuan berusia 28 tahun baru melahirkan, persalinan lancar namun berada dalam keadaan kurang sadar dan pucat. </p> <p>Hipotesis Perempuan yang baru melahirkan dengan penurunan kesadaran dan pucat mengalami perdarahan post partum et causa atonia uteri.</p> <p>Analisis masalah</p> <p>Anamnesis IdentitasKeluhan utamaRiwayat perkahwinanRiwayat kehamilanRiwayat penyakit keluargaRiwayat penyakit dahuluRiwayat sosialPemeriksaan FisikKeadaan umum, kesadaran, TTVPemeriksaan inspekuloPalpasi uterus - kontraksi uterus dan tinggi fundus uterus setelah melahirkan. Plasenta dan ketuban apakah lengkap atau tidak. Eksplorasi kavum uteri - sisa plasenta, ketuban, robekan pada rahim dan plasenta suksenturiata</p> <p>Pemeriksaan penunjang CBCWorking diagnosisPerdarahan post partum Perdarahan post partum dini/primer (early postpartum hemorrhage) Perdarahan post partum sekunder(late postpartum hemorrhage). </p> <p>Differensial DiagnosisRetensio plasentaRobekan jalan lahir</p> <p>Etiologi PPP primerPPP sekunderToneTissue TraumaThrombin Sisa plasentaEpidemiologi Angka kejadian berkisar antara 5% sampai 15%. Berdasarkan penyebabnya diperoleh sebaran sebagai berikut:Atonia uteri 5060 %Sisa plasenta 2324 %Retensio plasenta 1617 %Laserasi jalan lahir 45 %Kelainan darah 0,50,8 %</p> <p>Patofisiologi Selama masa kehamilan banyak sekali sinus-sinus darah terbentuk di bawah plasenta. Setelah persalinan otot uterus berkontraksi, gerakannya menutup pembuluh darah, dan mencegah kehilangan banyak darah. Bila terdapat jaringan dalam uterus atau bila ototnya terlampau teregang, uterus tidak dapat berkontraksi dengan sempurna dan mengakibatkan hemoragie atau perdarahan. Oleh karena itu, plasenta tertahan, inversi uterus, dan tumor dapat menyebabkan perdarahan postpartum serius.</p> <p>Ketika terdapat laserasi (robekan) servik atau vagina yang merupakan tempat darah mengalir, tidak ada kontraksi uterus yang dapat menghentikan hemoragie atau perdarahan. Setelah persalinan dokter menginpeksi jalan lahir dengan ketat untuk mengetahui adanya laserasi. Bila didapati hal tersebut, maka keadaan diperbaiki dengan cepat. Kadang-kadang pembuluh darah yang masih terbuka tidak terlihat dan masih mengakibatan hemoragi lanjutan.</p> <p>Tanda dan Gejala Klinisnyeri pada suprasimfisis dan regio lumbal. syok, pusing, lemas, pandangan gelap, mual, muntah, keringat banyak, menggigil, meracau, mengantuk dan menguap. Tanda yang bisa dilihat adalah flaby uterine dimana uterus lembek, melebar dan tidak bereaksi terhadap rangsangan. Volume Kehilangan Darah (cc)Tekanan Darah(sistolik)Gejala dan TandaDerajat Syok500-1000 NormalPalpitasi, takikardia, pusingTerkompensasi1000-1500Penurunan ringan (80-100mmHg)Lemah, takikardia, berkeringatRingan1500-2000Penurunan sedang (70-80mmHg)Gelisah, pucat, oliguriaSedang2000-3000Penurunan tajam (50-70mmHg)Pingsan, hipoksia, anuriaBerat Penatalaksanaan Non-surgicalSurgical UterotonicBimanual uterine compressionInternal uterine tamponadeligasi arteria uterina atau arteria ovarikaoperasi ransel B Lynchangiographic arterial embolizationhisterektomi supravaginal atau histerektomi total abdominal</p> <p>ObatDosis dan Cara PemberianOksitosinPitogin Dosis awal : IV : Infus 20 unit dalam 1 L NaCl 60 tetes/menit, IM : 1 unitDosis lanjutan : IV : Infus 20 unit dalam 1 L NaCl 40 tetes/menitDosis max/hari : Tidak lebih dari 3 L cairan (60 unit)Kontraindikasi : Tidak boleh diberikan bolus/IV cepatErgometrinMetherginDosis awal : IM atau IV : 0,2 mg perlahanDosis lanjutan : IM : 0,2 mg ulang setelah 15 menit, jika masih diperlukan : 0,2 mg IM/IV tiap 2-4 jamDosis max/hari : Total 1 mg atau 5 dosisKontraindikasi : preeklampsia, gagal jantung, hipertensiMisoprostolGastrulCytotecDosis awal : Oral : 600 mcg (3 tablet), per rektal : 400 mcg (2 tablet)Dosis lanjutan : Per rektal : 400 mcg 2-4 jam setelah dosis 1Dosis max/hari : Total 1200 mcg atau 3 dosisKontraindikasi : nyeri kontraksi, asma</p> <p>Bimanual uterine compression</p> <p>Internal uterine tamponade</p> <p>B-Lynch procedureKomplikasi Syok hipovolemikInfeksiSindroma SheehanPrognosis Prognosis baik dengan penanganan yang cepat dan tepatKesimpulan Perdarahan post partum adalah perdarahan lebih dari 500 cc yang terjadi setelah bayi lahir pervaginam atau lebih dari 1000 cc setelah persalinan abdominal. Penyebabnya bisa karena atonia uteri, retensio plasenta, dan robekan jalan lahir. Penanganan untuk mengatasi PPP adalah dengan kompressi bimanual, pemasangan tampon dan obat uterotonika. Jika gagal bisa dilakukan intervensi bedah dengan ligasi arteria uterina atau arteria ovarika, operasi ransel B Lynch, angiographic arterial embolization dan histerektomi</p>