Slide Pros

  • Published on
    24-Jul-2015

  • View
    124

  • Download
    2

Embed Size (px)

Transcript

<p>Laporan perkembangan perawatan</p> <p>Perawatan pada pasien yang telah lama Kehilangan Seluruh Gigi dengan pembuatan Gigi Tiruan Penuh</p> <p>Nama : Mitra Jordan P NIM : J111 07 022 Penguji : 1. Dr. drg. Edy machmud, Sp.Pros (K) 2. drg. Iman Soedjarwo, M.Kes</p> <p>PENDAHULUANGigi tiruan mampu memenuhi syarat-syarat keberhasilan sebuah gigi tiruan, mampu mempertahankan kesehatan jaringan mulut yang masih tinggal Kebutuhan penggunaan gigi tiruan meningkat pada kelompok usia lanjut karena mengalami perubahanperubahan fisiologis dalam rongga mulutnya termasuk kehilangan gigi Resorbsi tulang alveolar pasien yang sudah lama kehilangan gigi sehingga mengakibatkan linggir alveolar menjadi datar atau jaringan lunak sekitarnya yang flabby</p> <p>TUJUANTujuan penulisan laporan ini adalah untuk membahas perawatan pada pasien yang telah lama mengalami kehilangan seluruh gigi dan prosedur perawatannya.</p> <p>LAPORAN KASUSSeorang wanita berusia 69 dengan edentulous total rahang atas dan rahang bawah tahun datang ke RSGMP Halimah Dg.Sikati Universitas Hasanuddin, Makassar. Pasien memiliki keluhan gigi tiruan penuh rahang bawah yang telah lama patah dan ingin dibuatkan gigi tiruan yang baru.</p> <p>Kunjungan PertamaANAMNESIS Keluhan utama : pasien telah 6 tahun memakai gigi tiruan penuh dan kurang lebih 1 tahun yang lalu gigi tiruan bawahnya patah dan ingin dibuatkan gigi tiruan yang baru pemeriksaan ekstraoral Pemeriksaan intraoral Informed concent</p> <p>Gambar. Edentulous total rahang atas dan bawah</p> <p>Gambar. Rekam medis pasien</p> <p>Gambar . Informed concent</p> <p>Pencetakan pendahuluanPencetakan sendok cetak sediaan tak bergigi no. 2 rahang atas dan rahang bawah dan bahan cetak yang digunakan adalah irreversible hydrocolloid untuk mendapatkan cetakan anatomis rahang pasien dan dicor model studi</p> <p>Pembuatan sendok cetak individual dan border moulding Sendok cetak dibuat dari bahan shellac dan pembuatan sendok cetak ini harus sampai batas 2 mm di atas batas jaringan bergerak dan tak bergerak, dibuatkan lubang pada permukaan sendok Kunjungan kedua, dilakukan border moulding dengan menggunakan bahan green stick compound, tetapi terlebih dahulu dilakukan try-in sendok cetak individual</p> <p>Gambar. Hasil Border Moulding</p> <p>Pencetakan fisiologis Kunjungan ketiga dilakukan pencetakan fisiologis dengan menggunakan sendok cetak individual yang telah selesai dilakukan border moulding. Bahan yang digunakan untuk pencetakan fisiologis adalah polyvinyl siloxane Setelah selesai, cetakan tersebut dicor dengan gips keras sehingga diperoleh model induk (master cast)</p> <p>Gambar. Hasil cetakan fisiologis</p> <p> Setelah diperoleh model kerja maka dilakukan pembuatan basis dan bite rim rahang atas dan bawah dari menggunakan bahan modelling wax. Kunjungan keempat dilakukan try-in galengan gigit rahang atas dan bawahpenentuan tinggi bite rim rahang atas, labial fullness, anterior plane, antero-posterior plane, serta penentuan garis bantu seperti garis median, low lip line, high lip line, dan garis kaninus dan dilakukan penentuan kesejajaran</p> <p>Gambar. Penentuan kesejajaran pada bidang anteriordan anterior-posterior</p> <p>PEMBAHASAN Setelah informasi tentang tiap pasien terkumpul, harus dibuat rekam medis dan disimpan. Informasi yang didapat akan berguna bagi penentuan metode perawatan, informasi ini dapat digunakan untuk menetukan biaya perawatan yang masih dalam batas wajar, yang akan ditarik dari pasien Tujuan pembuatan GTP adalah untuk memenuhi kebutuhan estetik, fonetik, dukungan oklusal, untuk pengunyahan, kenyamanan dan kesehatan jaringan pendukung. Hal hal yang perlu dipertimbangkan dalam pembuatan GTP: dukungan, stabilitas, retensi.</p> <p> Karena pada pasien ini telah lama kehilangan seluruh gigi, maka dalam penegakkan diagnosis secara umu yang perlu diamati adalah umur pasien, kesehatan umum pasien, pelatihan social, keluhankeluhan pasien terutama keluhan saat memakai gigi tiruan sebelumnya, dukungan bibir, ketebalan bibir, panajgn bibir, kesempurnaan bentuk bibir, profil dan kontur wajah, tonus jaringan wajah, panjang wajah, dapat juga dilakukan pemeriksaan radiografis, pada pemeriksaan intra oral Sejumlah faktor biomekanis mempengaruhi pemilihan metode yang akan digunakan dan kesulitan-kesulitan yang akan dihadapi dalam pelayanan gigi tiruan lengkap</p> <p>Secara umum, basis untuk oklusal rims / basis kontrol estetika harus:5 Adaptasi baik dan sesuai saat dipasang pada master cast. Stabil, pada model cetak dan mulut pasien. Bebas dari celah atau proyeksi permukaan pada permukaan cetakan. Ketebalan sisa ridge tidak lebih dari 1 mm untuk mencegah basis mengganggu penempatan gigi gigi tiruan. Ketebalan 2 mm di daerah postdam dari gigi tiruan rahang atas (dan 2 mm pada sayap lingual gigi tiruan rahang bawah) untuk memberikan kekakuan. Mudah dikeluarkan dari model cetak. Halus dan bulat sehingga memperoleh kontur dari master cast. Dibuat pada bahan yang dimensinya stabil pada suhu dalam rongga mulut. Bebas pada frenulum / perlekatan otot, karena ini akan mempengaruhi stabilitas dari tepi / gigi tiruan.</p> <p>Setelah tanggul gigitan rahang atas dan bawah telah dibuat, maka dilakukan uji coba tanggul gigitan rahang atas dan bawah. Untuk uji coba tanggul gigitan rahang atas dengan pedoman : Adaptasi landasan Dukungan bibir dan pipi Bidang orientasi</p> <p>KESIMPULAN Perawatan pada pasien yang telah kehilangan seluruh gigi dapat dilakukan dengan penbuatan gigi tiruan penuh lepasan karena dengan pemakaian GTP diharapkan dapat memenuhi kebutuhan estetik pasien, fonetik, dukungan oklusal, untuk pengunyahan, kenyamanan dan kesehatan jaringan pendukung dokter harus sangat teliti saat melakukan anamnesis sehingga didapatkan perawatan yang tepat bagi pasien. Keberhasilan dalam pembuatan gigi tiruan ini membutuhkan kerjasama yang baik antara dokter gigi, pasien, dan teknisi</p>