Soft Skill n Hard Skill

  • Published on
    31-Jul-2015

  • View
    41

  • Download
    5

Embed Size (px)

Transcript

Sejauh ini yg uda bisa andre tulis di CV andre: Anggota Himpunan Mahasiswa Tambang ITB (HMT ITB). Anggota Divisi PSDA HMT ITB kepengurusan 2010/2011. Anggota (vokalis) Orkes Semi Dangdut (OSD) HMT ITB kepengurusan 2010/2011. LO tim UNSRI acara ISMC VII HMT ITB Pebruari 2010. Anggota div. acara Wisudaan April 2010 HMT ITB kepengurusan 2010/2011 Anggota div. danus Wisudaan Juli 2010 HMT ITB kepengurusan 2010/2011 Penanggung Jawab (PJ) training for trainer TFT div. PSDA HMT ITB kepengurusan 2010/2011 Komandan lapangan (DanLap) Keamanan Kaderisasi div. PSDA HMT ITB kepengurusan 2010/2011 Komandan lapangan (DanLap) Wisudaan HMT ITB Oktober 2010 kepengurusan 2010/2011 (danlap itu orang yg memimpin suatu acara n berorasi, salah satu niai plus besar di CV)

Nih, andre bilang kalo tambang itb ga perlu liat ip kalo kerja, yang penting aktif, dekat dengan senior : 1. Nih contoh alumni dari tambang itb sekaligus mereka juga alumni st thomas1

Bg Daniel ini satu angkatan muel 2005. Lulus dari tambang ITB 2009 oktober IPK tinggi soalnya 4taun lulus.

Ini bg iwan 2004, lulusnya malah sama ma bg Daniel 2009 oktober.. IPK 2,2 kalo ga salah.. (5taun) Aktif himpunan, n punya julukan macan kampus..

Sekarang mereka sama2 di Freeport tuh.. (andre lebih dekat ma bg iwan daripada bg Daniel karena ga pernah ke him si Daniel)

2. Banyak alumni datang ke bandung Cuma pengen maen ketemu juniornya ke kampus n pasti kalo kami dikampus sering jadi yg kenal deket ma mereka.

Kemaren abis manggung dangdutan ditraktir pizza hut billnya 500rb. ma pendahulu personel dangdutan angkatan 2005 yg lagi cuti datang ke bandung. Bg jerri ma bg danang. Karena ikatan alumni kami kuat.

Setiap ketemu alumni di warung nongkrong bareng ditraktir, trus ngobrol2 ga jelas aja yg penting jadi kenal. Banyak yg bilang gini : kalo mw kerja, udah hubungi aku aja..

Nama andre ma nama temen uda tersebar di milis alumni karena mereka maunya andre ma temen andre ini yg naek kepemimpinan untuk ngurus himpunan. Cuma andre ga mau.. (kalo ada tertera di CV ketua himpunan mhs tambang ITB punya freepass masuk Freeport, ini beneran!! Apalagi kalo Cuma perusahaan laen)

Bg yudi lesmana alumni 2006 (mantan tam-tam dangdut, mantan wakil ketua himpunan kepengurusan 2006 (ada di CVny)) waktu lulus n ngeply kerja, waktu wawancara malah Cuma disuruh nyanyi lagu2 dangdut himpunan kami karena HRD nya mantan alumni tambang ITB juga.

Ini bg doni, alumni taun 2000 lulusnya 2008 (8taun) Dy malah yg nge add andre di fb. (dy yg nyari andre di fb malah) karena uda kenalan n sering ngobrol bareng dy wkt dy maen ke kampus Sekarang kerja di afrika gajinya $18000 USD /bulan Sebelumnya kerja di THIES kontraktor jabatannya terakhirnya chief engineer (diatas superintendent)

3. Orang sukses alumni tambang ITB padahal IPnya hancur

Achmad Ardianto Human Resources Director Mr. Achmad Ardianto joined Antam in 1995. He graduated with a degree in Mining Engineering, Bandung Institute of Technology in 1995 and received a Master of Business Administration from the University of Twente in Netherlands. He had held various key positions at Antam (ANEKA TAMBANG) before being assigned as Deputy Senior Vice President of Operations of UBP Gold (2005 - 26 June 2008). He was 40 years old as of December 31, 2009.

(dy uda pernah datang sebagai pembicara waktu kami bikin acara ulang tahun himpunan, Dy datang ga dibayar tp karena dy itu alumni kami.. dy ngomong sendiri IPK nya kelaut tapi senjatanya CV ketua himpunan mahasiswa tambang ITB)

Posted by zikri on April 22, 2010 in Campus | Subscribe Soft skills itu apa sih?? Bedanya soft skills dan hard skills apa? Lalu bagaimana cara mengasah soft skills?

Dunia kerja percaya bahwa sumber daya manusia yang unggul adalah mereka yang tidak hanya memiliki kemahiran hard skill saja tetapi juga piawai dalam aspek soft skill-nya. Dunia pendidikanpun mengungkapkan bahwa berdasarkan penelitian di Harvard University Amerika Serikat ternyata kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis (hard skill) saja, tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill). Penelitian ini mengungkapkan, kesuksesan hanya ditentukan sekitar 20% oleh hard skill dan sisanya 80% oleh soft skill (Direktorat Pendidikan ITB, 2005). Apa yang membuat seseorang sukses? IP nyaris 4,00? Tampang keren? Calon Mertua Kaya? Keberuntungan? Hasil penelitian menunjukkan bahwa IP hanya menduduki peringkat 17 dari 20 kualitas lulusan perguruan tinggi yang diharapkan dunia kerja.

Soft skill adalah kemampuan seseorang untuk bisa beradaptasi dan berkomunikasi dengan baik pada lingkungan dimana dia berada. Ini penting, karena banyak para lulusan penguruan tinggi ketika diminta berbicara, menyampaikan ide atau gagasan serta mempresentasikan karyanya, tidak siap (Pramudi, 2008). Soft skill adalah kemampuan tak terlihat yang diperlukan untuk sukses (Ditdik ITB, 2005). Soft skill sebenarnya merupakan pengembangan dari konsep yang selama ini dikenal dengan istilah kecerdasan emosional (emotional quotient). Soft skill sendiri diartikan sebagai kemampuan diluar kemampuan teknis dan akademis, yang lebih mengutamakan kemampuan intrapersonal dan interpersonal. Intra-personal skill: ketrampilan seseorang dalam mengatur dirinya sendiri untuk pengembangan kerja secara optimal. Inter-personal skill: ketrampilan seseorang dalam hubungan dengan orang lain untuk pengembangan kerja secara optimal (UBB, 2008). Soft skill adalah sebuah istilah dalam sosiologi tentang EQ (Emotional Quotient) seseorang, yang dapat dikategorikan /klusterkan menjadi kehidupan sosial, komunikasi, bertutur bahasa, kebiasan, keramahan, optimasi. Soft skills berbeda dengan hard skills yang menekankan kepada IQ, artinya penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi dan ketrampilan teknis yang berhubungan dengan bidang ilmunya. (Karmilasari, 2008). Contoh perbedaan soft skills dan hard skills bisa dilihat di gambar di bawah ini:

Wakil Rektor ITB menyatakan bahwa pendidikan yang diberikan di ruang kuliah pada umumnya lebih difokuskan kepada kemampuan analitis (hard skills). Sedangkan pendidikan yang lebih bersifat kemampuan interaksi sosial (soft skills) dan pendidikan kepribadian harus dilakukan pada waktu dan kesempatan tersendiri. Menurut Dede (2008), kampus itu memang tempat untuk menimba dua kemampuan yaitu soft skill dan hard skill, atau bisa dikatakan sebagai proses memanusiakan manusia dan memanusiakan homo sapiens yang memiliki faham homo homini lupus. Saya sering mengistilahkan bahwa kampus adalah KOTAK PEMANUSIA. Jadi kalo udah lulus kuliah itu harus jadi MANUSIA. dalam pengertian bahwa manusia yang di maksud adalah manusia yang homo homini socius, manusia yang memiliki budaya dan beretika (Dede, 2008). Ringkasnya seperti uraian di bawah ini: HARDSKILL (Kemampuan TEKNIS) kemampuan yang kita miliki atau dipelajari baik di kelas maupun di laboratorium, mereka yang belajar dengan rajin, giat, dan tekun akan memperoleh kemampuan teknis yang baik, dicerminkan salah satunya dengan nilai atau IP (indeks prestasi) yang tinggi. Sifatnya visible karena ada benda yang dapat membuktikannya seperti ijazah,srtifikat, dsb. SOFTSKILL (Kemampuan NON-TEKNIS) kemampuan seseorang untuk bisa bersosialisasi dan berkomunikasi dengan baik pada lingkungan dimana dia berada. Sifatnya invisible. Atribut dari softskill ini seperti, sikap baik seperti integritas, inisiatif, motivasi, etika, kerja sama dalam tim, kepemimpinan, kemauan belajar, komitmen, mendengarkan, tangguh, fleksibel, komunikasi lisan, jujur, berargumen logis, kemampuan beradaptasi, pemecahan masalah dan lainnya. (Wartawarga, 2009) Menurut orang-orang sukses sih persentasenya 80% Soft skill dan 20% Hard skill Akan tetapi realisasi yang terjadi pada sebagian besar perguruan tinggi di Indonesia ini adalah 10% Soft skill dan 90% Hard skill. wah-wahjauh sekali perbedaannya ya.. Perguruan tinggi memandang lulusan yang mempunyai kompetensi tinggi adalah mereka yang lulus dengan nilai tinggi. Sedangkan, dunia kerja menganggap bahwa lulusan yang high competence adalah mereka yang mempunyai kemampuan teknis dan sikap yang baik. Nah ini dia,kalau menurut saya..antara hard skill dan soft skill, yamemang tidak bisa dipisahkan untuk menuju kesuksesan karir seseorang. 60% Hard skill dan 40% Soft skill. (menurut pendapat saya

ya..mungkin saja berbeda dengan anda). Tapi, alangkah baiknya jika kedua elemen ini seimbang dan proporsional (Wartawarga, 2009).

Lulusan Perguruan Tinggi Butuh "Soft Skill"PARA pengguna tenaga kerja kerap mengeluhkan lulusan perguruan tinggi (PT) yang berkualitas setengah hati. Bagaimana tidak kecewa, kalau lulusan yang dicetak ternyata kurang tangguh, tidak jujur, cepat bosan, tidak bisa bekerja teamwork, sampai minim kemampuan berkomunikasi lisan dan menulis laporan dengan baik. Mengapa itu bisa terjadi? Tahun 2001, pihak rektorat ITB pernah menggelar pertemuan dengan berbagai stakeholders penyedia kerja dan pengguna lulusan ITB. Pihak rektorat ITB saat itu menyampaikan imbauan agar perusahaan tidak memotong pelamar kerja semata-mata berdasarkan indeks prestasi (kriteria IP > 2,75). Pertemuan dengan sedikitnya 10 mitra industri itu kemudian membuahkan masukan balik terhadap ITB. Salah satu respons datang dari perusahaan Schlumberger, yang menyatakan bahwa lulusan ITB kurang tekun meniti karier, sehingga rata-rata memiliki progress career yang kurang baik. Dari 75% intake 20-an tahun lalu, hanya 38% yang mencapai posisi manajer ke atas. Meski punya karakteristik positif, yaitu tingkat intelegensia relatif tinggi, namun boleh dibilang masih kurang dalam sisi kerja keras dan dedikasi. Dalam dunia kerja, komentar tentang kualitas para sarjana semacam, "pintar sih, tapi kok tidak bisa bekerja sama dengan orang lain" atau "jago bikin perancangan, tapi sayangnya tidak bisa meyakinkan ide hebat itu pada orang la