Spesifikasi Overlay Runway

  • Published on
    16-Jan-2016

  • View
    225

  • Download
    29

Embed Size (px)

DESCRIPTION

teknik sipil

Transcript

RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT

PEKERJAAN PEKERJAAN PELAPISAN RUNWAY , APRON DAN TAXIWAYSPESIFIKASI TEKNIS

TAHUN ANGGARAN 2015KEMENTERIAN PERHUBUNGAN

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

DIREKTORAT BANDAR UDARABAB I

PERSYARATAN UMUM1. PEKERJAAN PERSIAPAN1.1 Direksi Keet

Penyedia barang dan jasa diwajibkan membuat Direksi Keet dengan luas sekitar 30 m dan gudang-gudang bahan. Lokasi Direksi Keet harus disetujui oleh Direksi Teknis di lapangan. Spesifikasi pembuatan Direksi Keet harus disesuaikan dengan gambar rencana dan disetujui oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis di lapangan.Direksi Keet terdiri dari pondasi batako, dinding triplek, rangka kayu borneo, atap seng gelombang dan lantai diplester.Perlengkapan pada Direksi Keet terdiri dari beberapa set meja, kursi tamu, papan tulis/ white board, filing kabinet, gambar rencana, time schedule, grafik cuaca, buku tamu, buku harian dan mingguan standar.1.2 LaboratoriumLaboratorium digunakan sebagai pengendalian mutu dalam pelaksanaan proyek atau uji kualitas. Uji kualitas ini bertujuan untuk membuktikan kesesuaian batas minimal nilai ukur (parameter) dari bahan yang akan dan telah / sedang dilaksanakan termasuk bahan maupun campuran bahan yang telah terpasang, yang dituangkan melalui dokumen spesifikasi teknis pekerjaan.

Laboratorium pengujian bahan, meliputi uji kualitas material di bidang aspal, beton dan tanah. Pelaksana harus membangun laboratorium dan menyiapkan staff, tenaga laboratorium dan peralatan pengujian laboratorium sesuai dengan pekerjaan yang ada di kontrak.

Bangunan laboratorium disesuaikan dengan kondisi dilapangan dengan mempertimbangkan semua material yang akan di tes.

Semua biaya yang dikeluarkan dalam penyediaan laboratorium / test laboratorium sudah termasuk dalam biaya proyek.

1.3 Pemasangan Patok dan PengukuranA. Persyaratan umum untuk pengukuran dan persiapan kerja.

1) perlindungan terhadap titik acuan (reference point) / marka yang diperlukan;

2) melakukan semua pekerjaan dengan hati-hati dalam rangka melindungi / mempertahankan semua benchmarks, monumen dan titik acuan lain;

3) apabila ternyata ada reference marks or point tergeser atau terganggu maka penyedia barang dan jasa harus melaporkan ke Konsultan Pengawas serta Direksi Teknis dan secara hati-hati memasang kembali sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. B. Persyaratan umum

1) Yang menjadi lingkup pekerjaan pengukuran meliputi Tranverse Survey, Center Line Survey, Profile leveling cross section survey and existing services survey pada lokasi yang menjadi lingkup pekerjaan di bawah kontrak untuk persiapan pelaksanaan pekerjaan lebih lanjut. Semua hasil pengukuran dan informasi ketinggian harus di transfer dalam bentuk gambar dan disampaikan ke Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis untuk mendapatkan persetujuan. Apabila hasil pengukuran dan gambar sudah betul / akurat dan memuaskan, Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis serta penyedia barang dan jasa akan menanda tangani gambar tersebut, dimana gambar tersebut harus menjadi acuan pelaksanaan konstruksi;

2) pelaksanaan pengukuran harus dilaksanakan oleh personil yang mendapat kendali langsung dari tenaga ahli pengukuran (geodetic engineer) dan mendapat persetujuan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis.C. Benchmarks existing

1) Sistem koordinat X dan Y sesuai dengan gambar rencana;

2) Terdapat beberapa Benchmarks di lokasi proyek seperti yang terdapat pada gambar rencana yang dapat dipakai sebagai acuan.D. Metoda pengukuran

Penyedia barang dan jasa harus menyampaikan proposal metoda pelaksanaan pengukuran dimana metoda tersebut harus dilaksanakan mengikuti standar internasional. Pelaksanaan pengukuran belum dapat dimulai sebelum proposal metoda pelaksanaan tersebut disetujui oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. Penyedia barang dan jasa harus memperhatikan hal-hal di bawah ini selama melakukan pelaksanaan pengukuran, yaitu :

1) Tranverse Survey

a) Semua ukuran harus dimulai dan berakhir pada benchmark yang pertama

-triangle survey adopting a tranverse method harus digunakan untuk menentukan titik awal untuk setiap pengukuran area;

-sudut horizontal harus diukur tiga kali untuk kedua arah jarum jam dan berlawanan jalur jam dan sudut yang dipakai adalah rata-rata dari enam pembacaan;

b) Pengukuran jarak harus dilakukan dua kali. Rata-rata dari dua pengukuran yang diambil sebagai ukuran jarak. Hal ini apabila dua ukuran tersebut tidak berbeda melebihi dari toleransi standard;

c) Kesalahan angular and linier akhir tidak boleh melebihi ketentuan-ketentuan standar.2) Levelling Survey

a) Levelling Survey harus dimulai dan berakhir pada bench mark yang permanen;

b) Toleransi kesalahan akhir tidak boleh melebihi dari 10 D dalam satuan mm, dimana D adalah jarak loop (loop distance) dalam km;

c) Akurasi peralatan harus dalam batas-batas toleransi spesifikasi produsen / pabrik peralatan.3) Centerline Survey and Profil Levelling

a) Penyedia barang dan jasa harus memasang patok, paku untuk memudahkan penentuan lokasi dari titik awal dan levelling pada setiap interval 20 m sepanjang center line dari area pengukuran;

b) Semua elevasi dari titik-titik ini dan titik-titik yang mengalami perubahan elevasi, tepi perkerasan dan bangunan sepanjang Cross Section Levelling harus tercatat.4) Cross Section Levelling

a) Cross Section Levelling harus dilaksanakan tegak lurus terhadap arah center line yang telah ditentukan untuk setiap pengukuran kawasan pada setiap interval 3 m sepanjang center line;

b) Sepanjang arah tegak lurus center line elevasi / level harus diukur setiap interval 5 m dan setiap perubahan titik/point, tepi perkerasan, struktur lain seperti drainase, pagar dan lain-lain.5) Penyusunan Data dan Pembuatan Peta (Compiling and Mapping)

a) Data pengukuran lapangan harus disusun dan diproses dengan cara yang akan dijelaskan berikut ini;

b)Data pengukuran selanjutnya diketik dan ditanda tangani oleh pengawas lapangan (field supervisor) yang harus berisi item-item di bawah ini :

Nama dan koordinat dari benchmark yang digunakan sebagai titik acuan (referensi acuan) untuk pertalian dan titik utama (linkage and principal points);

Perhitungan ketidakcocokan evaluasi antara elevasi point utama awal dan elevasi point utama akhir;

Nama dan tipe peralatan yang dipakai;

Ukuran panjang poligon; Metoda perhitungan sudut dan koreksi poligon; Lokasi peta dan uraian benchmark harus disampaikan dalam gambar;

Semua sketsa lapangan dan hasil perhitungan;

Koordinat dan elevasi dari titik kritis/utama dan kemiringan elevasi pada titik pertemuan selama pelaksanaan survey lapangan, termasuk titik awal dan titik akhir pada area survey;

Hasil pengukuran harus diproses untuk menunjukan semua level, kontur setiap 25 cm interval dan data lapangan dan diplot pada gambar dengan ukuran A1 dengan skala sebagai berikut :

Layout Plan Skala 1 : 1000

Profil Skala Vertikal 1 : 100, Horizontal 1 : 1000

Potongan Melintang Skala 1 : 100 untuk vertikal dan horizontal.E. Benchmarks SementaraSetiap interval 500 m harus dibuatkan benchmarks sementara. Lokasi dan konstruksi benchmarks sementara harus mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis.F. Persyaratan Gambar Topografi1) Selama satu minggu sesudah pelaksanaan pengukuran selesai. Penyedia barang dan jasa harus sudah menyampaikan gambar blue print tiga set ke Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis untuk pengecekan dan persetujuan / approval;

2) Setelah mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis, Penyedia barang dan jasa harus menyampaikan gambar topografi hasil pengukuran ke Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis sebanyak 5 (lima) set blue print dan 1 (satu) set asli kalkir;

3) Lima set blue print gambar topografi harus dijilid dengan rapi dengan cover yang mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis.G. Penyedia barang dan jasa harus menyediakan patok dari kayu kaso ukuran 4/6 cm, tinggi 200 cm atau sesuai kebutuhan, dicat warna putih dan hitam, tiap satu km dibutuhkan 80 buah patok.H. Pengukuran dilakukan Penyedia barang dan jasa bersama Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis, dari mulai Sta. awal sampai Sta. akhir.1.4 Papan Nama Proyek

Penyedia barang dan jasa harus menyediakan papan nama proyek berukuran 120 x 80 cm yang terbuat dari triplek, diberi rangka kayu kaso ukuran 4/6 cm, dan tiang dengan ukuran 5/7 cm dicat dengan warna yang sesuai dengan gambar rencana dan diberi penamaan sesuai informasi dari Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. 2. PENGUJIAN LAPANGAN

1.1 Umum

A. Penyedia barang dan jasa harus menyelenggarakan pengujian bahan-bahan dan keterampilan untuk pengendalian mutu yang dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi dan menurut perintah Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis;

B. Pengujian untuk persetujuan material dan komposisi campuran akan dilaksanakan oleh laboratorium independen yang sesuai dengan pengaturan oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. Pengujian khusus di laboratorium pusat harus juga dilaksanakan bila diminta demikian oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis;

C. Penyedia barang dan jasa harus menyediakan laboratorium lapangan untuk kebutuhan pengujian lapangan.

1.2 Pemenuhan Terhadap Spesifikasi

Semua pengujian harus memenuhi seperangkat standar di dalam spesifikasi. Bilamana hasil pengujian tidak memuaskan, Penyedia barang dan jasa harus melakukan pekerjaan-pekerjaan perbaikan dan peningkatannya jika diperlukan oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis, dan harus melengkapi pengujian-pengujian untuk menunjukkan terpenuhinya spesifikasi.

1.3 Pengukuran dan P