Spesifikasi Teknis Pekerjaan Konstruksi Mushola

  • Published on
    31-Oct-2015

  • View
    2.265

  • Download
    7

Embed Size (px)

Transcript

<p>B-4</p> <p>1</p> <p>Spesifikasi Teknis </p> <p>SPESIFIKASI TEKNIS</p> <p>PASAL I.01</p> <p>URAIAN UMUM</p> <p>1. Spesifikasi Teknis sedang bentuk bangunan yang dimaksud harus sesuai dengan gambar yang telah ditetapkan dengan Syarat - syarat Teknis sebagaimana tercantum dalam pasal - pasal di bawah ini.</p> <p>2. Pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh Penyedia Jasa adalah Pembangunan Gedung : </p> <p> Pembangunan Mushola Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro Lokasi : Tembalang Semarang3. Pekerjaan Persiapan</p> <p> Persiapan lapangan, penentuan titik referensi, pengadaan air kerja, barak direksi keet (sewa), pembuatan papan nama proyek, andang steger werk sampai dengan pekerjaan administrasi, pengurusan IMB pada lantai 2, bongkaran dan pembersihan lapangan, pengamanan dan mobilisasi pekerjaan.</p> <p>4. Pemberian pekerjaan meliputi :</p> <p> Mendatangkan, pengolahan, pengangkutan semua bahan, pengerahan tenaga kerja, pengadaan semua alatalat bantu dan sebagainya. Yang pada umumnya langsung atau tidak langsung termasuk di dalam usaha penyelesaian dengan baik dan menyerahkan pekerjaan dengan sempurna dan lengkap.</p> <p>Juga di sini dimaksudkan pekerjaanpekerjaan atau bagianbagian pekerjaan yang walaupun tidak disebutkan didalam bestek tetapi masih berada didalam lingkungan pekerjaan haruslah dilaksanakan sesuai petunjuk Direksi.</p> <p>5. Persyaratan Teknis Umum ini meliputi persyaratan dari segi teknis yang secara umum berlaku untuk seluruh bagian pekerjaan dimana persyaratan ini bisa diterapkan untuk pekerjaan Pembangunan Mushola Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro Tembalang Semarang Tahun Anggaran 2012. Lokasi Jl. Prof. Soedharto, SH Tembalang, Semarang. Pekerjaan ini terdiri dari: </p> <p>a.Pembangunan Mushola 2 (dua) lantai.</p> <p>b.Pembangunan R. Pengelola dan R. Rohis.c. Renovasi Akses Bangunan Rektorat dan Laboratorium.Secara rinci adalah sebagai berikut:</p> <p> Pekerjaan persiapan, pembongkaran selasar akses dari bangunan Rektorat dan Laboratorium Pekerjaan tanah Pekerjaan pondasi struktur footplat dan trucuk bambu Pekerjaan pasangan batu dan plesteran Pekerjaan pintu dan jendela Pekerjaan tangga beton Pekerjaan atap beton bertulang Pekerjaan utilitas dan sanitasi</p> <p> Pekerjaan finishing dan arsitektur</p> <p> Pekerjaan elektrikal dalam bangunan-luar bangunan </p> <p> Pekerjaan perpipaan air bersih-air kotor (plumbing)SPESIFIKASI TEKNIS.</p> <p>1). Pekerjaan persiapan:direksi keet, barak pekerja, air kerja, kelengkapan direksi keet, kantor &amp; gudang kantor, pembersihan lapangan.</p> <p>2). Pekerjaan pembongkaran:pembongkaran selasar antara Gedung Dekanat dan Laboratorium untuk akses ke dalam Mushola.</p> <p>3). Pekerjaan pondasi plat setempat &amp; trucuk bambu:Beton K 250 tulangan besi beton dengan trucuk bambu 10 cm berjarak antar bambu 40 cm.</p> <p>4). Pekerjaan beton struktur:Batu gunung pecah mesin/ split, pasir beton, besi SNI, Beton K 250 ready mix perancah/ scafolding, cetakan beton, plat baja, vibrator.</p> <p>5). Pekerjaan beton bukan struktur/ praktis:Batu gunung pecah mesin/ split, pasir beton, besi beton, beton K 175 beton molen</p> <p>6). Pekerjaan lantai: Lantai : Keramik glazur 40x40cm ; mulia, asia tile, roman. Tangga : Keramik glasur bertekstur 30x30cm ; mulia, asia tile, roman. Keramik Mushola Homogenous Tile 60x60cm; Essenza, Granito, Niro Granite</p> <p>7). Pekerjaan tangga railing &amp; balustrade: Tangga beton</p> <p> Railing pipa hollow 2x4, 5x10 dan 7x7cm</p> <p>8). Pekerjaan dinding &amp; partisi:pasangan bata ringan dan bata merah.</p> <p>9). Pekerjaan pelapis dinding:Plesteran, finishing cat ex. Mowilex, ICI DULUX, Jotun, interior acrylic emulsion dan exterior weather shield.</p> <p>10). Pekerjaan plafond:Gypsum board, calcyboard, alumunium composit panel, rangka metal furing.</p> <p>11). Pekerjaan atap:Atap cor beton K250, atap kubah dome GRC.</p> <p>12). Perlengkapan saniter:Kran dengan merk: American Standard, Toto, Halmar</p> <p>13). Finishing arsitektur:cat ICI DULUX, Mowilex, Jotun, Kaca ASAHI, Daun pintu dan jendela dari Alumunium YKK,Alexindo dan Wood Panel Composite</p> <p>14). Pekerjaan sarana prasarana lingkungan: Jalan berupa paving blok t=8 cm K 300 ex. Aldas, ABC, Waringin Putih Talud pasangan batu belah dan talud rolaag bata merah. Saluran U 20, 30, gorong-gorong beton.</p> <p> Penutup saluran beton, grill besi dan beton. Bak kontrol pasangan batu bata.</p> <p>15). Pekerjaan tata suara:TOA</p> <p>16). Pekerjaan elektrikal dalam bangunan dan luar bangunan: Penarikan Kabel dari MDP ke SDP Pemasangan SDP </p> <p> Jenis Kabel ; NYFGBY, NYY, NYM, Lampu-lampu ; ex PHILIPS, OSRAM, ARTOLITE</p> <p> Jenis ; PLSL, DOWNLIGHT, RM (TGS) Saklar dan kontak-kontak: BROCO, NASIONAL, PANASONIC, CLIPSAL</p> <p>17). Pekerjaan air bersih-air kotor:Pipa-pipa air kotor PVC klas AW; WAVIN, RUCIKAPipa air bersih ; PPR PN 10, VISBO, TORO</p> <p>Pipa Galvanis Medium A </p> <p>Valve-valve; SPINDO, KITZ</p> <p>3. Kecuali disebut di atas secara khusus dalam dokumen-dokumen, lingkup pekerjaan ini adalah sebagai berikut:</p> <p>a. Pengadaan tenaga kerja</p> <p>b. Pengadaan bahan/ material</p> <p>c. Pengadaan peralatan dan alat bantu, sesuai dengan kebutuhan lingkup pekerjaan</p> <p>d. Koordinasi dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom)/ Tim teknis/ Konsultan Pengawas yang berhubungan dengan pekerjaan pada bagian pekerjaan yang disubkontrakkan</p> <p>e. Penjagaan kebersihan, kerapian, dan keamanan area kerja, pengaturan lalu lintasf. Pembuatan as built drawing (gambar terlaksana)</p> <p>g. Persyaratan Teknis Umum ini menjadi satu kesatuan dengan persyaratan Teknis Pelaksanaan pekerjaan dan secara bersama-sama merupakan persyaratan segi teknis bagi seluruh pekerjaan sebagaimana tertulis dalam dokumen-dokumen berikut ini:</p> <p> Gambar-gambar penunjukan pelaksanaan</p> <p> Persyaratan teknis umum/ pelaksanaan pekerjaan/ bahan</p> <p> Rincian volume pekerjaan/ rincian penawaran</p> <p> Dokumen-dokumen pelaksanaan yang lain</p> <p> Bilamana ada bagian dari persyaratan Teknis Umum yang tidak dapat diterapkan pada bagian pekerjaan, maka bagian dari persyaratan Teknis Umum tersebut dengan sendirinya dianggap tidak berlaku.</p> <p> Bilamana ada bagian dari persyaratan Teknis Umum yang belum tercantum di gambar maupun syarat teknis atau sebaliknya pada bagian pekerjaan ini, maka bagian dari persyaratan Teknis Umum tersebut dengan sendirinya saling melengkapi.Referensi</p> <p>1. Seluruh pekerjaan harus dilaksanakan dengan mengikuti dan memenuhi persyaratan-persyaratan teknis yang tertera dalam persyaratan Normalisasi Indonesia (NI), Standar Nasional Indonesia (SNI) dan peraturan-peraturan Nasional maupun Peraturan-peraturan setempat lainnya yang berlaku atau jenis-jenis pekerjaan yang bersangkutan antara lain:</p> <p> Standar Normalisasi Indonesia SNI 03-1750-1990</p> <p> Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971;NI-2</p> <p> Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia 1961;NI-5</p> <p> Pedoman Peraturan Plumbing Indonesia 1974</p> <p> Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL)1987</p> <p> SPLN</p> <p> Pedoman perencanaan untuk struktur beton bertulang biasa dan struktur tembok bertulang untuk gedung 1983</p> <p> Pedoman beton 1989 (SKBI-1.4.53.1988)</p> <p> Tata cara perhitungan Struktur beton untuk bangunan gedung (SK SNI T-15-1991-03)</p> <p> Peraturan perencanaan tahan gempa Indonesia untuk gedung 1983</p> <p> Petunjuk perencanaan struktur bangunan untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan rumah dan gedung (SKBI-2.3.5.3. 1987 UDC : 699.81:624.04)</p> <p> Peraturan umum untuk bahan bangunan di Indonesia NI-3(1970)</p> <p> Persyataran umum bahan bangunan di Indonesia (PUBI-1982)</p> <p> PPI =Pedoman Perpipaan Indonesia</p> <p> Peraturan-peraturan umum untuk pemeriksaan bahan bangunan Indonesia (PUBB) 1956</p> <p> Peraturan-peraturan yang dikeluarkan oleh jawatan keselamatan kerja</p> <p> Peraturan semen Portland Indonesia NI -8 (1972)</p> <p> Mutu dan cara uji sement porlant (SII 0013-81)</p> <p> Agregat halus (SII 0404-80)</p> <p> Agregat kasar(SII 0079-79/0087-75/0075-75)</p> <p> Baja tulangan beton (SII 0136-84)</p> <p> Air (AVGNOR P18-303 dan NZS-3121/1974)</p> <p> Jaringan kawat baja las untuk tulangan beton (SII 0784-83)</p> <p> Kayu (SII 0458-81)</p> <p> Keramik ; NI-129 (SII-0023-81)</p> <p> Glass Block (SII 0189/78)</p> <p> Cat; NI-4</p> <p> Standard Nasional Indonesia 03-6197-2000</p> <p> Petunjuk dari pabrik produk/ pembuat peralatan</p> <p> Peraturan pembangunan Pemerintah Daerah setempat</p> <p> Petunjuk-petunjuk dan peringatan-peringatan lisan maupun tertulis yang diberikan Pengguna Jasa/ Konsultan Pengawas/ Tim Teknis. Dan lain sebagainya yang dianggap berhubungan dengan bagian-bagian pekerja</p> <p> Untuk pekerjaan-pekerjaan yang belum termasuk dalam standar-standar yang disebut di atas, maupun standar-standar nasional lainnya, maka diberlakukan standar-standar internasional yang berlaku untuk pekerjaan-pekerjan tersebut atau setidak-tidaknya berlaku standar-standar persyaratan teknis dari Negara asal pembuat bahan/ produk yang bersangkutan dan produk yang ditentukan pabrik pembuatnya.2. Dalam hal dimana ada bagian pekerjaan yang persyaratan teknis umum/ khususnya maupun salah satu dari ketentuan yang di sebutkan dalam pasal 01 Ayat 2 point a dan b di atas, maka bagian pekerjaan tersebut penyedia jasa harus mengajukan salah satu dari persyaratan-persyaratan berikut ini:</p> <p>a. Standar/ normal/ kode/ pedoman yang bisa diterapkan pada bagian pekerjaan bersangkutan yang diterbitkan oleh instansi/ institusi/ Asosiasi profesi/ Asosiasi produsen/ lembaga pengujian atau badan-badan lain yang berwenang/ berkepentingan atau badan-badan yang bersifat internasional ataupun nasional dari negara lain, sejauh bahwa atau hal tersebut diperoleh persetujuan dari PPKom/ Tim Teknik/ Konsultan Pengawas.b. Brosur teknik dari produsen yang didukung oleh sertifikat dari lembaga penguji yang diakui secara nasional/ internasional.PASAL I. 02. </p> <p>TEMPAT PROYEK</p> <p>Pekerjaan ini dilaksanakan/ dilakukan di kompleks Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro Tembalang Semarang, Jl. Prof. Soedharto, SH Tembalang Semarang. </p> <p>B.SYARATSYARAT TEKNIS PELAKSANAAN PEKERJAANPASAL I.03. </p> <p>PEKERJAAN PERSIAPAN</p> <p>3.1. Direksi Keet</p> <p>1. Bangunan sementara</p> <p>Sebelum penyedia jasa memulai pelaksanaan pekerjaan ini diharuskan menyediakan dan mendirikan Direksi Keet berupa bangunan sementara yang terdiri 1 (satu) lantai 4x12m2.</p> <p>2. Kelengkapan Direksi KeetSebagai kelengkapan Direksi keet guna penyelesaiaan administrasi di lapangan, maka sebelum pelaksanaan pekerjaan ini dimulai Kontraktor harus terlebih dahulu melengkapi peralatan-peralatan antara lain:</p> <p> 1 (satu) buah meja kursi, kursi rapat 12 (dua belas) buah</p> <p> 1 (satu) white board (1,20 x 2,40) dan peralatannya</p> <p> 1 (satu) rak almari buku (sederhana)</p> <p> 1 (satu) meja kursi/ meja tulis dan kursi</p> <p> 1 (satu) stel meja dan kursi tamu</p> <p> 1 (satu) set kelengkapan PPPK (P3K)</p> <p> 1 (satu) unit komputer dan printer</p> <p>Selesai pelaksanaan kegiatan ini (Serah Terima ke II) semua peralatan/ kelengkapan tersebut pada ayat ini menjadi milik Penyedia Jasa, dengan sedemikian pembiayaan tidak perlu ditawarkan.</p> <p>Alat-alat yang harus senantiasa tersedia di kegiatan untuk setiap saat yang dapat dipergunakan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom)/ Tim Teknis/ Konsultan Pengawas adalah:</p> <p> 1 (satu) buah kamera</p> <p> 1 (satu) unit komputer dan printer</p> <p>3.1. Kantor dan Gudang Kontraktor</p> <p>Dalam pelaksanaan pekerjaan ini kontraktor dapat membuat kantor, barak-barak untuk pekerja atau gudang tempat penyimpanan bahan (boukeet), yang sebelumnya telah mendapat persetujuan dari Pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom)/ Tim Teknis/ Konsultan Pengawas berkaitan dengan konstruksi atau penempatannya.</p> <p>Semua bouket perlengkapan Kontraktor dan sebagainya, pada waktu pekerjaan berakhir (serah terima kedua) harus dibongkar. Segala biaya atas pekerjaan tersebut adalah beban kontraktor.\3.2. Sarana Kerja</p> <p>1. Kontraktor wajib memasukkan identifikasi tempat kerja untuk semua pekerjaan yang dilakukan di luar lapangan sebelum pemasangan peralatan yang dimiliki serta jadwal kerjanya.</p> <p>2. Semua sarana kerja yang digunakan harus benar-benar baik dan memenuhi persyaratan kerja sehingga memudahkan dan melancarkan pekerjaan.</p> <p>3. Penyediaan tempat penyimpanan bahan/ material di lapangan harus aman dari segala kerusakan/ kehilangan, dan hal-hal yang dapat mengganggu pekerjaan lain yang sedang berjalan.</p> <p>4. Kecuali ditentukan lain, kontraktor harus menyediakan akomodasi dan fasilitas-fasilitas lain yang dianggap perlu misalnya, air minum, toilet yang memenuhi syarat-syarat kesehatan dan fasilitas kesehatan lainnya seperti penyediaan perlengkapan PPPK.</p> <p>5. Segala biaya atas pekerjaan tersebut adalah beban kontraktor.</p> <p>3.3. Pengaturan Jam Kerja dan Pengerahan Tenaga Kerja</p> <p>1. Kontraktor harus dapat mengatur sedemikian rupa dalam hal pengerahan tenaga kerja, pengaturan jam kerja maupun penempatan bahan hendaknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Pihak Pejabat Pembuat Komitmen/ Tim Teknis/ Konsultan Pengawas. Khususnya dalam pengerahan tenaga kerja dan pengaturan jam kerja, dalam pelaksanaannya harus sesuai dengan peraturan perburuhan yang berlaku.</p> <p>2. Kontraktor harus membatasi daerah operasinya disekitar tempat pekerjaan dengan pagar pembatas tertutup (seng) dan harus mencegah sedemikian rupa supaya para pekerjanya tidak melanggar wilayah bangunan-bangunan lain yang berdekatan, dan harus melarang siapapun yang tidak berkepentingan ingin memasuki tempat pekerjaan.</p> <p>3. Untuk pekerjaan ini kontraktor harus menambah jam kerja/ lembur dan menambah jumlah tenaga kerja dikarenakan waktu yang mendesak.</p> <p>4. Kontraktor harus menjaga kebersihan, keamanan, dan ketertiban lingkungan Karena berada di kawasan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro Tembalang Semarang yang masih beroperasi.</p> <p>3.4. Pekerjaan Penyediaan Air dan daya Listrik untuk Bekerja</p> <p>1. Air untuk bekerja harus disediakan oleh Pemilik/ Owner dengan menyambung air dari Gedung Dekanat atau Laboratorium. Kebutuhan atas penyambungan dan biaya air kerja menjadi tanggung jawab kontraktor.2. Listrik untuk bekerja harus disediakan Pemilik/ Owner dan diperoleh dari sambungan sementara dari Gedung Dekanat atau Laboratorium selama masa pembangunan, atau penggunaan diesel dengan tipe silence untuk pembangkit tenaga listrik hanya diperkenankan untuk penggunaan sementara atas persetujuan Pihak Pejabat Pembuat Komitmen/ Tim Teknis/ Konsultan Pengawas dan biaya genzet/ diesel menjadi tanggung jawab kontraktor. Daya listrik ini juga disediakan untuk suplai Kantor Direksi Lapangan.</p> <p>3. Segala biaya atas pemakaian daya listrik dan air diluar suplai dari Gedung Dekanat dan Laboratorium adalah beban Kontraktor.</p> <p>3.5. Pengukuran dan Pemasangan Bouwplank1. Pengukuran Tapak Kembali</p> <p>a. Kontraktor diwajibkan mengadakan pengukuran dan penggambaran kembali lokasi pembangunan dengan dilengkapi keterangan-keterangan mengenai peil ketinggian tanah, letak pohon, letak batas-batas tanah dengan alat-alat y...</p>