Stainless Steel Crown Kelompok 8

  • Published on
    05-Aug-2015

  • View
    443

  • Download
    52

Embed Size (px)

Transcript

<p>STAINLESS STEEL CROWN ( SCC) KELOMPOK 8</p> <p>Stainless Steel CrownStainless Steel Crown (SSC) adalah suatu paduan logam dental (alloy) nikarat yang dapat digunakan untuk bahan tambal sementara maupun tetap berbentuk anatomi gigi dan mudah dibentuk untuk diadaptasikan pada gigi yang mengalami kerusakan yang luas seperti: karies fraktur mahkota hipoplasia email restorasi setelah perawatan saraf</p> <p>Sifat-sifat yang menguntungkan pada SSC :Semakin</p> <p>besar gaya yang menimpa, akan semakin menambah kekerasan bahan, Semakin tinggi kandungan Chrome , semakin kurang korosi.</p> <p>Komposisi SSC terdiri dari: 18% Chromium, 8% Nikel (disebut alloy 18-8) dengan kandungan karbon sebesar 0,8-20%.1,2 2 Jenis SSC :Festooned</p> <p>adalah metal crown yang sudah dibentuk menurut anatomis gigi, baik kontour oklusal, bukal / lingual, proksimal dan tepi servikal Unfestooned adalah metal crown yang telah dibentuk permukaan oklusal saja sedangkan bagian bukal / lingual dan servikal harus dibentuk dengan tang khusus. Kedua macam bentuk mahkota harus dimanipulasi agar tetap baik marginalnya.</p> <p>a : Bentuk unfestooned, tepi servikal mahkota belum digunting. b : Bentuk festooned tepi servikal sudah digunting dan dibentuk cembung. c : Bentuk festooned tepi servikal sudah digunting sesuai dengan servikal gigi.</p> <p>Kriteria Pemilihan SSCMahkota</p> <p>harus pas fittingnya dengan friksi ringan dan harus dapat dilepas dengan tekanan jari. Pasien dengan gigi yang lebih besar atau lebih kecil dari yang normal mungkin memerlukan penggunaan mahkota yang berbeda ukurannya. Misalnya, SSC molar permanen mungkin diperlukan untuk molar 2 desidui yang besar. Demikian pula, SSC molar 2 desidui mungkin harus digunakan pada gigi molar 1 permanen yang kecil. Periksa bagian servikal SSC pada sebelah distal and mesial menggunakan sonde dan kaca mulut. SSC harus kontak dengan gigi bersebelahan and ujung sonde harus tidak bisa melewati antara margin SSC dan gigi berdekatan.</p> <p>Alat armamentarium: </p> <p>Crown-contouring pliers (contour) Crown crimping pliers Mirror Spatula Plastic instrument Pinset Ekskavator Heatless stone (polishing) Burlew wheel (polishing)</p> <p>Langkah langkah pemasangan SSC1)Pemilihan ukuran SSC SSC dipilih sesuai jarak mesio-distal gigi susu sebelum preparasi Jika jarak mesio-distal dari gigi yang akan dipreparasi sudah tidak dapat diukur, dapat diambil jarak gigi tetangga sebelah mesial ke gigi tetangga sebelah distal dari gigi yang dipreparasi. Jika gigi tetangga tidak ada, dapat diambil ukuran dari gigi yang kontra lateral pada satu rahang. Ukuran crown yang dipilih harus cukup besar untuk disisipkan diantara gigi di bawah gingival margin dan sedikit bisa berotasi</p> <p>2) Pemotongan SSC Letakkan SSC yang sudah dipilih di atas gigi yang telah dipreparasi. Tekan SSC ke arah gingiva : - jika terlalu besar atau kecil, SSC tidak dapat memasuki sulkus gingiva. - Periksa apakah tepi SSC pada daerah aproksimal sudah baik. Tentukan kelebihan SSC,di buang dengan stone bur atau potong dengan gunting. SSC coba lagi dan perhatikan oklusi gigi geligi. - jika gingiva terlihat pucat berarti SSC masih kepanjangan dan perlu pemotongan bagian servikalnya.</p> <p>3) Pembentukan SSC Tempatkan tang dengan paruh cembung sebelah dalam dan paruh cekung sebelah luar mahkota yang akan dibentuk.Bagian</p> <p>bukal dan lingual serta servikal dibentuk dengan konfigurasi yang sesuai dengan giginya. Bagian servikal harus benar menempel pada posisi gigi untuk mendapatkan retensi yang maksimal.</p> <p>4) Penghalusan SSC Permukaan kasar akan mengiritasi gingiva dan memudahkan penumpukan plak. Untuk tindakan ini daerah margin SSC diasah ke arah gigi supaya pinggirnya tidak mengiritasi gingiva, kemudian pinggir dihaluskan dan dilicinkan dengan stone bur atau rubber wheel.</p> <p>5)Pemasangan SSC Setelah gigi selesai dipreparasi, SSC dipersiapkan, gigi dikeringkan dan diisolasi dengan gulungan kapas. Saliva ejektor dipasang agar gigi tetap kering dan bebas dari saliva. Gunakan adhesif semen misalnya polikarboksilat dialirkan ke dinding sebelah dalam SSC hingga hampir penuh. Pasang SSC dari lingual ke bukal, tekan dengan jari sampai posisi yang tepat kemudian pasien disuruh menggigit dengan wooden blade diletakkan di atas gigi tersebut.</p> <p>Jika</p> <p>semen telah mengeras, bersihkan semua kelebihan bahan terutama pada celah gingiva dan daerah interdental papil dengan menggunakan skeler. Semen yang berlebihan dapat mengakibatkan inflamasi gingiva dan ketidaknyamanan. diinstruksikan untuk diet setengah lunak selama satu hari dan dianjurkan untuk membersihkan celah gingiva dan daerah interdental papil dengan dental floss.</p> <p> Pasien</p> <p>Kesalahan Semasa Pemasangan SSCBeberapa kesilapan yang sering dilakukan operator semasa memasang SSC, antaranya: Destruksi yang tidak perlu pada jaringan keras semasa persiapan Tiada feather edge pada lingkar gigi Kegagalan untuk menumpulkan semua sudut garis yang bisa menyulitkan perletakan SSC yang benar Salah memilih ukuran mahkota SSC Irisan proksimal dibuat paralel antara satu sama lain Reduksi struktur gigi berlebihan (dapat menyebabkan SSC overseat di daerah tersebut) Rotasi dari mahkota, yang mungkin disebabkan oleh: Ledges pada persiapan yang bisa menyulitkan perletakan SSC Reduksi gigi salah Salah memilih ukuran mahkota SSC gigi terlebih direduksi SSC terlebih dipangkas</p> <p>SSC</p> <p>tampak menjurus ke tepi jika: gingiva menjadi pucat apabila SSC terlalu panjang</p> <p>Jaringan</p> <p>Keuntungan Penggunaan SSCKeutungan SSC berbanding dengan restorasi amalgam, antaranya: Lebih murah Waktu rawatan yang singkat Perlindungan gigi dari kerusakan lebih lanjut Ketersediaan dari berbagai ukuran mahkota Daya tahan SSC Ketahanan terhadap tarnish Tiadanya penggunaan merkuri Kemampuan untuk mendapatkan kembali dimensi vertikal serta mempertahankan oklusi Pemeliharaan bentuk morfologi gigi untuk menjaga kesehatan jaringan gingiva Gigi desidui yang direstorasi dengan SSC cenderung kurang memerlukan pengobatan lanjut</p> <p>Kerugian Pengunaan SSCBeberapa kelemahan utama termasuknya: Tampak kurang estetis. Permukaan oklusal mungkin menjadi haus. Gingivitis sering terjadi pada daerah margin SSC yang defektif.</p> <p>Kesimpulan</p> <p>Stainless Steel merupakan bagian dari dental material yang banyak digunakan pada sebahagian besar dari alat-alat kedokteran gigi. SSC menjadi bahan restorasi pilihan dalam perawatan gigi sulung dengan kerusakan gigi yang luas karena dapat menutupi seluruh mahkota gigi dan membentuk kembali bentuk anatomi gigi serta lebih tahan lama dibandingkan restorasi lainnya. Preparasi dianggap cukup bila sewaktu mencoba SSC sudah berhasil baik. Pasien diinstruksikan untuk diet dan dianjurkan untuk membersihkan celah gingiva dan daerah interdental papil dengan dental floss.</p> <p>TERIMA KASIH</p>