Statuta Al Irsyad

  • Published on
    12-Oct-2015

  • View
    45

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Statuta Al Irsyad

Transcript

<ul><li><p>hospital by law MUKADIMAH </p><p>Menimbang : Bahwa dalam rangka meningkatkan kinerja Manajemen Rumah Sakit AL-IRSYAD Surabaya, maka dipandang perlu menyusun Statuta Rumah Sakit AL-IRSYAD Surabaya; </p><p>Mengingat : </p><p>1. Undang Undang Nomor 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan; 2. Undang Undang Nomor 29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran; 3. Undang Undang Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit; 4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 290 / Menkes / Per / III / 2008 </p><p>Tentang Persetujuan Tindakan Kedokteran; 5. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 772 Tahun 2002 Tentang </p><p>Hospital Bylaws ( Statuta Rumah Sakit ); 6. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 436 / Menkes / SK / VI / 1993 </p><p>Tentang Standar Pelayanan Rumah Sakit </p><p>MEMUTUSKAN </p><p>Menetapkan : PERATURAN YAYASAN RUMAH SAKIT AL IRSYAD SURABAYA TENTANG STATUTA RUMAH SAKIT AL-IRSYAD SURABAYA. </p><p>BAB I NAMA, TUJUAN, VlSI, DAN STATUTA RUMAH SAKIT </p><p>PASAL 1 </p><p>1. Nama rumah sakit ini adalah Yayasan RUMAH SAKIT AL-IRSYAD SURABAYA, milik Yayasan RS. AL-IRSYAD, yang didirikan berdasarkan akta notaris no. 2 Tahun 2008. </p><p>2. Logo rumah sakit adalah Lambang Rumah Sakit Al Irsyad Surabaya : </p></li><li><p> 1) Bentuk Hati : </p><p>Melambangkan sebuah ikatan Jumiyyah, persatuan kelompok orang yang memiliki cita cita yang sama serta aqidah yang sama, yakni Islam </p><p> 2) Dua sayap disebelah kiri dan kanan : </p><p>Melambangkan bahwa sebagai perhimpunan Al Irsyad ditopang oleh kekuatan kaum muslimin maupun kaum muslimat ( pria dan wanita ) </p><p> 3) Dua Kitab : </p><p>Yang masing masing dengan huruf = QOF sebelah atas dan dengan huruf = HA sebelah bawah, dengan punggung kitab disebelah kanan untuk yang atas dan sebelah kiri untuk yang bawah adalah AL-QURAN dan AL-HADITS ( Sunnah Rasulullah ) sebagai dua sumber pokok hokum islam yang menjadi dasar pegangan perhimpunan </p><p> 4) Perangkaian dua kitab dengan huruf = DHAT </p><p>Melambangkan spesifik bahasa Arab yang tidak dimiliki ejaan bahasa lainnya, sebagai bahasa utama untuk menggali Al-Quran dan Al-Hadist, serta sebagai bahasa persatuan umat Islam </p><p> 5) Sisir : </p><p>Melambangkan AL-MUSAWA atau PERSAMAAN derajat antara manusia sebagaimana diajarkan oleh Islam, Sisir meski panjang gigi giginya berbeda beda, namun tingginya TETAP sama. Prinsip ini bertolak dari Hadist Nabi Muhammad SAW : Al muslimuuna sawaasiyyatun ka asnaanil musyut </p><p> Orang orang Islam itu mempunyai kedudukan yang sama antar sesame seperti ratanya gigi gigi sisir </p><p>Sisir ini memaknai kesamaan dan kebersamaan. </p></li><li><p> 6) Tangan yang menggenggam tangkai penopang sisir : </p><p>Melambangkan bahwa seluruh Irsyadiyyin dan Irsyadiyyat berkewajiban untuk memegang teguh dan menjunjung tinggi prinsip prinsip persamaan tersebut, dimanapun mereka berada </p><p> 7) Obor : </p><p>Melambangkan pelita yang memberi penerangan, bahwa perhimpunan ini memiliki misi dan tujuan untuk memberi penerangan kepada masyarakat tentang ajaran islam yang benar sebagaimana diajarkan oleh Al-Quran dan Al-Hadits </p><p> 8) Bulan Sabit : </p><p>Melambangkan Kesehatan Islam </p><p>3. Tujuan Rumah Sakit AL-IRSYAD Surabaya adalah untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan pada masyarakat melalui peningkatan kepuasan pelanggan, peningkatan mutu yang berkesinambungan, efisiensi, serta pendidikan dan pelatihan dibidang kesehatan. </p><p>4. Visi mewujudkan Rumah Sakit AL-IRSYAD Surabaya sebagai Rumah Sakit dengan standar mutu pelayanan yang setaraf Internasional dan Islami disertai tekad untuk memenuhi kepuasaan pasien / masyarakat </p><p>1. Misi Rumah Sakit AL-IRSYAD Surabaya adalah : </p><p>1) Membantu pemerintahan dan masyarakat dalam bidang kesehatan dan kesejahteraan umum </p><p>2) Mewujudkan pelayanan kesehatan secara professional dan Islami </p><p>3) Mengutamakan pelayanan social masyarakat </p><p>4) Memberikan pelayanan yang terbaik kepada semua lapisan masyarakat </p><p>1. Dokumen ini adalah Statuta Rumah Sakit AL-IRSYAD Surabaya yang selanjutnya disingkat sebagai statuta RS. AL-IRSYAD Surabaya. </p><p>BAB II KETENTUAN UMUM </p><p>PASAL 2 </p></li><li><p> Dalam statuta ini yang dimaksud dengan: </p><p>PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN adalah UU No 23 tahun 1992 tentang kesehatan serta peraturan dan ketentuan lain yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan yang berlaku di Indonesia. </p><p>ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA adalah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Yayasan RS. AL-IRSYAD Surabaya dalam versi terakhir. </p><p>STATUTA adalah aturan dasar yang mengatur tata cara penyelenggaraan rumah sakit oleh PENGURUS YAYASAN dan DIREKTUR RUMAH SAKIT yang ditetapkan oleh PENGURUS YAYASAN dan ditandatangani oleh ketua, sekretaris dan bendahara Pengurus Yayasan. </p><p>PENGURUS YAYASAN adalah sekelompok orang yang ditunjuk Yayasan Rumah Sakit AL-IRSYAD Surabaya untuk membuat berbagai kebijakan dalam rangka penyelenggaraan Rumah Sakit AL-IRSYAD Surabaya. </p><p>KETUA adalah Ketua PENGURUS YAYASAN. </p><p>DIREKTUR RUMAH SAKIT (CHIEF EXECUTIF OFFICER) adalah seseorang yang ditunjuk oleh PENGURUS YAYASAN untuk menjabat posisi tersebut sebagaimana ditetapkan dalam statuta iniuntuk melaksanakan kebijakan PENGURUS YAYASAN dan dalam hal yang bersangkutan tidak ada maka pengertian ini juga meliputi orang-orang yang akan ditunjuk oleh PENGURUS YAYASAN untuk bertindak dalam jabatan tersebut untuk sementara waktu. </p><p>KOMITE MEDIS adalah suatu Komite yang terdiri dan Staf Medis Rumah Sakit AL-IRSYAD Surabaya dan merupakan perwakilan dan seluruh profesi medis di rumah sakit Rumah Sakit AL-IRSYAD Surabaya. </p><p> STAF RUMAH SAKIT adalah seseorang yang diangkat untuk membantu Direktur Rumah Sakit AL-IRSYAD Surabaya sesuai dengan bidang tugasnya. </p></li><li><p>RAPAT RUTIN adalah setiap rapat terjadwal yang diselenggarakan oleh PENGURUS YAYASAN yang bukan termasuk rapat tahunan dan rapat khusus. </p><p>RAPAT TAHUNAN adalah rapat yang diselenggarakan oleh PENGURUS YAYASAN setiap tahun. </p><p>RAPAT KHUSUS adalah rapat yang diselenggarakan oleh PENGURUS YAYASAN diluar jadwal rapat rutin untuk mengambil putusan hal-hal yang dianggap khusus. </p><p>DOKTER adalah seorang staf medis yang memiliki ijin praktek dibidang kedokteran sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Pemerintah No 32 tahun 1996 tentang Staf Kesehatan dan yang telah terikat perjanjian dengan Rumah Sakit AL-IRSYAD Surabaya dan oleh karenanya diberi kewenangan untuk melakukan tindakan medis di Rumah Sakit AL-IRSYAD Surabaya. </p><p>DOKTER PURNAWAKTU adalah dokter umum atau dokter spesialis yang memberikan pelayanan medis rawat inap dan rawat jalan secara purna waktu di Rumah Sakit AL-IRSYAD Surabaya dengan jam kerja yaitu hari Senin sampai dengan sabtu sesuai dengan shift tugasnya </p><p>DOKTER PARUH WAKTU adalah dokter umum atau dokter spesialis yang memberikan pelayanan medis rawat inap dan rawat jalan pada waktu tertentu yang disepakati bersama oleh dokter dan Direktur Rumah Sakit. Dokter paruh waktu wajib mencantumkan Rumah Sakit AL-IRSYAD Surabaya sebagai tempat praktek dalam salah satu Surat Ijin Praktek. </p><p>DOKTER TAMU adalah dokter umum atau dokter spesialis yang memberikan pelayanan medis rawat inap dan tindakan medis di Rumah Sakit AL-IRSYAD Surabaya berdasarkan Surat Tugas yang diminta oleh Direktur Rumah Sakit kepada Dinas Kesehatan. </p><p>BAB III PENGURUS YAYASAN </p><p>PASAL 3 </p><p>(1) Pengangkatan dan pemberhentian anggota PENGURUS YAYASAN ditetapkan oleh YAYASAN RS. AL-IRSYAD Surabaya dengan suatu surat keputusan pengangkatan dan pemberhentian. </p><p>(2) PENGURUS YAYASAN bertanggungjawab kepada Pembina </p></li><li><p>(3) Pemilihan ketua diselenggarakan oleh Yayasan RS. AL-IRSYAD sesuai dengan tatacara yang ditetapkan oleh statuta ini </p><p>(4) PENGURUS YAYASAN akan memilih seorang ketua dan wakil ketua dari antara para anggotanya pada setiap rapat khusus untuk memimpin kegiatan PENGURUS YAYASAN dalam jangka waktu disepakati hingga masa pemilihan berikutnya, atau terpilihnya ketua berikutnya. </p><p>(5)Dalam hal terjadi kekosongan jabatan ketua ditengah suatu masa kepengurusan maka PENGURUS YAYASAN RS. AL-IRSYAD mengangkat seorang ketua untuk sisa masa jabatan hingga saat pemilihan ketua berikutnya. </p><p>(6) PENGURUS YAYASAN mempunyai tugas sebagai berikut: </p><p>a. Menetapkan visi, misi, tujuan, dan masterplan rumah sakit </p><p>b. Menetapkan kebijakan rumah sakit dalam arti yang seluas-luasnya. </p><p>c. Memilih dan menetapkan Direktur Rumah Sakit </p><p>d. Menetapkan Staf rumah sakit yang diusulkan oleh DIREKTUR RUMAH SAKIT </p><p>e. Melaksanakan tindakan yang dapat memiliki dampak luas terhadap kelangsungan hidup rumah sakit. </p><p>f. Memantau kualitas pelayanan rumah sakit. </p><p>g. Menjaga citra rumah sakit. </p><p>(7) PENGURUS YAYASAN bertanggungjawab atas : </p><p>1. Penetapan kebijakan dasar rumah sakit dan melakukan pemantauan atas penyelenggaraan rumah sakit dalam arti yang luas. </p><p>2. Pemantauan atas penyelenggaraan rumah sakit dalam arti yang luas. </p><p>PASAL 4 KETUA </p><p>Tugas ketua adalah: </p><p>1. Memimpin semua pertemuan PENGURUS YAYASAN. </p></li><li><p>2. Memutuskan berbagai hal yang berkaitan prosedur dan tata cara dengan setiap rapat PENGURUS YAYASAN yang tidak diatur dalam statuta ini atau dalam peraturan rumah sakit. </p><p>3. Bekerjasama dengan DIREKTUR RUMAH SAKIT untuk menangani berbagai hal mendesak yang seharusnya ditetapkan oleh putusan rapat PENGURUS YAYASAN dalam hal rapat PENGURUS YAYASAN belum sempat diselenggarakan, dan memberikan wewenang pada DIREKTUR RUMAH SAKIT untuk mengambil segala tindakan yang perlu sesuai dengan situasi saat itu. </p><p>4. Melaporkan setiap tugas yang telah ditetapkan oieh PENGURUS YAYASAN rapat berikutnya. </p><p>PASAL 5 RAPAT RUTIN PENGURUS YAYASAN </p><p>(1) Rapat rutin PENGURUS YAYASAN dilaksanakan paling sedikit empat kali dalam setahun dengan interval yang tetap pada waktu dan tempat yang ditetapkan oleh PENGURUS YAYASAN. </p><p>(2) DIREKTUR RUMAH SAKlT menyampaikan undangan kepada setiap anggota sebagaimana tercantum dalam pasal 9 untuk menghadiri rapat rutin paling lambat tiga hari sebelum rapat tersebut dilaksanakan. </p><p>(3) Rapat rutin dihadiri oleh DIREKTUR RUMAH SAKIT dan Staf rumah sakit lainnya yang ditentukan oleh PENGURUS YAYASAN dari waktu kewaktu. </p><p>(4) Setiap undangan rapat yang disampaikan oleh DIREKTUR RUMAH SAKIT sebagaimana diatur dalam ayat (2) harus melampirkan: </p><p>a. Satu salinan agenda </p><p>b. Satu salinan risalah rapat rutin yang lalu </p><p>c. Satu salinan risalah rapat khusus yang lalu </p><p>PASAL 6 </p><p>RAPAT KHUSUS PENGURUS YAYASAN </p><p>(1) DIREKTUR RUMAH SAKIT mengundang rapatkhusus PENGURUS YAYASAN dalam hal: </p><p>(a) diperintahkan oleh ketua; atau </p></li><li><p>(b) permintaan yang diajukan oleh paling sedikit dua anggota PENGURUS YAYASAN dalam waktu dua puluh empat jam sebelumnya. </p><p>(2) Undangan rapat khusus harus disampaikan oleh DIREKTUR RUMAH SAKIT kepada peserta rapat paling lambat dua puluh empat jam sebelum rapat tersebut diselenggarakan. </p><p>(3) Undangan rapat khusus harus mencantumkan tujuan pertemuan secara spesifik. </p><p>PASAL 7 </p><p>RAPAT TAHUNAN PENGURUS YAYASAN </p><p>(1)Rapat tahunan diselenggarakan sekali dalam satu tahun kalender yang jadwalnya disesuaikan dengan kesepakatan pengurus </p><p>(2) PENGURUS YAYASAN dan DIREKTUR RUMAH SAKIT menyiapkan laporan umum keadaan rumah sakit termasuk laporan keuangan yang telah diaudit untuk dilaporkan dalam Rapat lengkap / pleno Yayasan. </p><p>(3) DIREKTUR RUMAH SAKIT menyampaikan undangan tertulis kepada para anggota PENGURUS YAYASAN dan undangan lain paling sedikit 7 (tujuh) hari sebelum rapat diselenggarakan. </p><p>PASAL 8 UNDANGANRAPAT </p><p>Setiap rapat PENGURUS YAYASAN dinyatakan sah hanya bila undangan telah disampaikan secara tertulis dan tercatat kecuali seluruh anggota PENGURUS YAYASAN yang berhak memberikan suara menolak undangan tersebut. </p><p> PASAL 9 </p><p>PESERTA RAPAT </p><p>Setiap rapat rutin PENGURUS YAYASAN selain dihadiri oleh anggota PENGURUS YAYASAN dan DIREKTUR RUMAH SAKIT juga dihadiri oleh Staf Manajemen yang ditentukan oleh PENGURUS YAYASAN. </p></li><li><p>PASAL 10 PEJABAT KETUA </p><p> Dalam hal Ketua berhalangan hadir dalam suatu rapat maka, dalam hal kuorum telah tercapai, anggota PENGURUS YAYASAN memilih pejabat ketua untuk memimpin rapat. </p><p>PASAL 11 KUORUM </p><p>(1)Rapat PENGURUS YAYASAN hanya dapat dilaksanakan bila kuorum tercapai. </p><p>(2) Kuorum dianggap tercapai bila dihadiri oleh paling sedikit dua per tiga dan seluruh anggota yang mempunyai hak suara. </p><p>(3) Dalam hal kuorum tidak tercapai dalam waktu setengah jam dan waktu rapat yang telah ditentukan maka rapat ditangguhkan untuk dilanjutkan pada suatu tempat pada waktu dan hari yang sama minggu berikutnya. </p><p>(4) Dalam hal kuorum tidak juga tercapai dalam waktu setengah jam dan waktu rapat yang telah ditentukan pada minggu berikutnya maka rapat segera dilanjutkan dan segala keputusan yang terdapat dalam risalah rapat disahkan dalam rapat PENGURUS YAYASAN berikutnya. </p><p>PASAL 12 RISALAH RAPAT </p><p>(1)Penyelenggaraan setiap risalah rapat PENGURUS YAYASAN menjadi tanggungjawab DIREKTUR RUMAH SAKIT. </p><p>(2) Risalah rapat PENGURUS YAYASAN disahkan dalam rapat berikutnya dan segala putusan dalam risalah rapat tersebut tidak boleh dilaksanakan sebelum disahkan dalam rapat berikutnya. </p><p>PASAL 13 PENGAMBILAN PUTUSAN RAPAT </p><p> Kecuali telah diatur dalam statuta ini, maka: </p><p>(1) Pengambilan putusan rapat diupayakan meaIui musyawarah dan mufakat </p></li><li><p>(2) Dalam hal tidak tercapai mufakat, maka putusan diambil melalui pemungutan suara dengan tata cara sebagai berikut: </p><p>1. Setiap masalah yang diputuskan melalui pemungutan suara dalam rapat PENGURUS YAYASAN ditentukan dengan mengangkat tangan, atau bila dikehendaki oeh para anggota PENGURUS YAYASAN , pemungutan suara dapat dilakukan dengan amplop tertutup. </p><p>2. Putusan rapat komite didasarkan pada suara terbanyak setelah dilakukan pemungutan suara. </p><p>3. Dalam hal jumlah suara yang diperoleh adalah sama maka ketua berwenang </p><p>untuk menyelenggarakan pemungutan suara yang kedua kalinya. </p><p>1. Suara yang diperhitungkan hanyalah berasal dan anggota PENGURUS YAYASAN yang hadir pada rapat tersebut. </p><p>PASAL 14 PEMBATALAN PUTUSAN RAPAT </p><p> (1) PENGURUS YAYASAN dapat merubah atau membatalkan setiap keputusan yang diambil pada rapat rutin atau rapat khusus sebelumnya dengan syarat bahwa usul perubahan atau pembatalan tersebut dicantumkan dalam pemberitahuan atau undangan rapat sebagaimana yang ditentukan dalam statuta ini. (2) dalam hat usul perubahan atau pembatatan putusan PENGURUS YAYASANtidak diterima dalam rapat tersebut maka usulan tersebut tidak dapat diajukan lagi dalam kurun waktu tiga bulan terhitung sejak saat ditolaknya usulan tersebut. </p><p>BAB IV DIREKTUR DAN STAFF MEDIK </p><p>PASAL 15 DIREKTUR RUMAH SAKIT </p><p>(1) PENGURUS YAYASAN akan mengangkat seorang DIREKTUR RUMAH SAKIT yang bertanggungjawab kepada PENGURUS YAYASAN dalam hal pengelolaan dan pengawasan rumah sakit beserta fasilitasnya, personil dan sumber daya terkait, agar tetap sesuai dengan kebijakan dan pengarahan dari PENGURUS YAYASAN. </p><p>(2) DIREKTUR RUMAH SAKIT dipilih dan ditetapkan oleh PENGURUS YAYASAN. </p></li><li><p>(3) DIREKTUR RUMAH SAKIT bertugas untuk mengangkat Wakil Direktur yang dinilai telah memenuhi syarat untuk itu. </p><p>(4) Tugas pokok, fungsi, wewenang, dan tanggungjawab Wakil Direktur ditentukan oleh PENGURUS YAYASAN dan diperinci dalam suatu uraian tugas secara tertulis. </p><p>(5) T...</p></li></ul>