Success Study to Reach Your Best Career

  • Published on
    02-Aug-2015

  • View
    32

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Best Book for your next challange

Transcript

<p>i</p> <p>Menjadi Pembelajar yang Efektif Menggapai Kualitas Pribadi yang Diminati Semua Organisasi</p> <p>Yogyakarta | 2011ii</p> <p>Menyajikan Berbagai Metode Menyiapkan diri Menghadapi ujian skripsi, Mengefektifkan waktu dan moment kelulusan serta mempersiapkan memasuki Dunia kerja. Berisi Petunjuk Mempersiapkan proses penulisan Skripsi, Presentasi Ujian Skripsi, Menyiapkan Lamaran Kerja dan Menghadapi Interview Meningkatkan Percaya Diri, Bersikap Positif, Asertif, Merencanakan karir dan mengoptimalkan Potensi</p> <p>Edisi 3 (revisi), 2011 Edisi 2, 2006 Edisi 1, 2005</p> <p>Untuk Ibunda, Misnani Saparwi, Istriku, Dwiyani Retno Wahyuni Dan Putri Kecilku, Yumna Haura Parahita Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita</p> <p>iii</p> <p>Untaian Harapan</p> <p>Inilah negeri dengan jumlah penduduk sekitar seperempat milyar, dengan segala potensi, yang tidak kalah dengan negara-negara lain. Potensi kekayaan alam, kekayaan intelektual dan tentu saja, besarnya jumlah penduduk. Belum lagi soft skill yang dimiliki berupa keinginan berprestasi dengan kemauan bekerja keras sekalipun dinilai dan dihargai dengan kompensasi yang seadanya, ini sesungguhnya bukan menunjukkan kebodohan sebuah bangsa, tetapi, sikap dasar yang baik, tidak transaksional dan pamrih. Dengan kata lain seharusnya itu menjadi nilai tambah Sumber Daya Manusia (SDM) asal negeri ini, namun kini bangsa ini belum berhasil dalam mengoptimalkan potensi tersebut. Sudah menjadi isue publik, ketika pertambahan jumlah penduduk yang tidak disertai dengan upaya menciptakan lapangan kerja yang memadai selalu menimbulkan permasalahan sosial dan kependudukan. Dampak paling terlihat adalah adanya jurang pemisah antara masyarakat yang hidup dalam kemapanan dengan masyarakat tidak mampu. Kecemburuan sosial dituding sebagai pemicu munculnya kriminalitas, hal ini disebabkan tidak terpenuhinya kebutuhan dasar sebagian masyarakat. Perasaan tidak aman yang berlangsung dalam jangka panjang menyebabkan terjadinya perubahan pola pikir, pola sikap dan pola tindakan, sehingga terbentuklah masyarakat yang berupaya meraih yang paling mudah agar terpenuhinya kebutuhan dasar dengan berpikir jangka pendek. Masyarakat yang memeras keringatnya untuk memenuhi tuntutan hidup, yaitu kebutuhan yang harus dipenuhi saat ini juga. Ada yang mengatakan, ini adalah dampak dari liberalisme atau kapitalisme dimana pemilik kekayaan menjadi subyek, dan orang tidak mampulah objek dari mekanisme tersebut. Lalu, apa solusinya? Bagaimana caranya menghindari agar kita tidak terseret kepada arus kapitalisme yang sudah meng-global di seluruh dunia? Bahkan, tidak ada satu tempat dimuka bumi ini yang tidak akan pernah bisa lari dari kapitalisme. Jawabannya hanya satu, harus dilampaui dan</p> <p>iv</p> <p>ditaklukkan. Keadaan ini menuntut agar anda menjadi pribadi yang berkualitas dan kompetitif. Seluruh keputusan sepenuhnya ada di dalam diri anda. Menjadi kompetitif Kapitalisme adalah suatu mekanisme, tujuannya adalah berkompetisi menghasilkan keuntungan seoptimal mungkin. Ia tidak punya ujung cerita, tetapi pribadia yang terlibat didalamnya harus memegang kendali, agar dapat mengambil hal-hal positif atau manfaat didalam ketidakpastian tersebut. Jika anda mampu mengambil hal positif, dan tumbuh menjadi pribadi yang berkualitas, tidak ada alasan untuk menghindari? Ia memaksa kita untuk berkompetisi secara ketat, dan output dari kompetisi ini adalah lahirnya pribadi-pribadi yang kompetitif dan memiliki kualitas. Belajar dari sejarah negeri ini, orde lama dan dilanjutkan dengan orde baru gagal dalam menciptakan kompetisi. Justru seolah mengadopsi borok dari mekanisme kapitalis, yaitu penguasa sebagai pengelola aset negara tampil sebagai subjek penyalahgunaan dengan menimbun kekayaan (secara kotor), disisi lain menutup rapat-rapat pintu kompetisi dengan terali besi. Dan yang lebih mengherankan, dengan lantang sang penguasa menuding, Kapitalisme menyengsarakan rakyat, singkirkan dari negeri ini, inilah stigma yang sampai sekarang senantiasa kita ketahui, bahwa kapitalisme adalah mekanisme yang diciptakan oleh barat untuk menyengsarakan bangsa ini. Masa reformasi yang beriringan dengan era informasi dan pergantian milenium, di negeri ini ditandai dengan terbukanya akses informasi secara luas. Dengan sendirinya mekanisme kompetisi akan mengalir dengan sendirinya ke dalam sendi-sendi organisasi dan kehidupan bangsa ini. Seperti apa yang dikatakan oleh John Naisbitt penulis buku Megatrend 2000, di era informasi paradigma lama akan terkikis habis dan akan digantikan oleh paradigma baru yang lebih melihat kepada output dari sarat-nya kompetisi antara satu dengan lainnya. Di era baru inilah akan muncul pemimpin yang merupakan output dari kompetisi yang ketat, dengan kompetensi dan kecerdasan yang telah tertempa dengan didukung soft skill dan potensi diatas rata-rata.</p> <p>v</p> <p>Buku ini sebagai pedoman bagi mahasiswa maupun fresh graduate yang dalam proses mempersiapkan ujian akhir studi yang gemilang dan merencanakan awal karir menuju masa depan yang penuh tantangan. Mudah-mudahan buku ini dapat memberikan motivasi dan inspirasi bagi pembaca, untuk memulai penulisan skripsi dan mempersiapkan untuk menata karir sebaik mungkin. Kritik, saran, tukar fikiran dari pembaca demi kemajuan anak bangsa selalu kami nantikan. Atas perhatiannya diucapkan terima kasih.</p> <p>Yogyakarta, 01 April 2011 Hormat kami,</p> <p>Joko Hariyono, ST, M.Eng.</p> <p>vi</p> <p>Daftar IsiKata Pengantar Daftar Isi Prakata 1. Akhir Studi yang Sukses 2. Ujian Tesis dan Kelulusan 3. Menyiapkan Karir Terbaik 4. Meraih Pekerjaan Impian Penutup Tentang Penulis</p> <p>vii</p> <p>PrakataUbahlah Pikiran Anda, dan Anda akan mengubah Dunia (Norman Vincent Peale)</p> <p>Dalam setiap perjalanan, umumnya terdapat tempat yang ingin dituju. Demikian juga ketika anda memutuskan untuk kuliah, tentu the end of story yang ingin anda peroleh adalah lulus. Harapannya adalah lulus dengan nilai cumlaude dalam waktu sesingkat mungkin. Tujuan dan harapan adalah dua hal yang berbeda, saya ingin mendefinisikan tujuan kepada anda adalah hal (tempat, level, posisi dll) yang ingin atau akan dicapai, dengan kata lain atas kuasa Tuhan jika tidak ada aral yang melintang mampu kita capai. Sedangkan harapan terkait dengan pilihan untuk menjalani proses, misalnya bagaimana merencanakan day to day yang dilewati, mengatasi permasalahan, dengan siapa anda perlu berteman dan berbagi, apa yang perlu dipelajari untuk diketahui lebih jauh dan sebagainya. Ada sebagian dari kita yang agak kesulitan agar tetap optimis mencapai tujuan. Begitu mengikuti awal perkuliahan sudah berfikir, sepertinya aku salah ambil jurusan. Memasuki tahun berikutnya, susah banget dapat nilai baik, akhirnya mengambil kesimpulan, kalau aku melanjutkan pasti percuma, karena gak bakal lulus. Ada dua hikmah yang bisa diperoleh : 1. Hikmah pertama, perlu disadari bahwa tujuan adalah hak yang akan diperoleh dari sebuah niat melakukan aktivitas, sebagaimana kita berniat pergi ke Jakarta besok pagi maka ketika niat tidak berubah, misalnya dari stasiun tugu jogja kita memilih Kereta Api, lebih kurang 10 jam kemudian kita berhak sampai di Jakarta. Demikian juga halnya, bagi seorang petani jagung ketika ia menanam biji jagung maka secara hukum alam beberapa bulan berikutnya suatu keniscayaan ia berhak memanen jagung.</p> <p>viii</p> <p>2. Hikmah kedua adalah, perlu adanya motivasi untuk mencapai hasil optimal ketika memetik tujuan. Ketika ia menebar benih jagung, ia memiliki harapan agar nanti hasil panennya adalah jagung terbaik, untuk mewujudkan harapan itu tentu perlu dibarengi usaha mulai dari pemilihan bibit yang unggul, penyiraman dan pemupukan rutin, penyiangan dari gulma serta menghalau hama dan sebagainya. Di ujung cerita, petani memperoleh haknya panen jagung dan harapannya dapat terwujud yaitu jagung yang dipanen memiliki kulaitas terbaik. Jika anda seorang mahasiswa yang masih ragu apakah dapat</p> <p>menyelesaikan studi secara gemilang maka ada dua hal yang mesti anda fikirkan kembali. 1. Bagaimana anda memandang kelulusan sebagai tujuan dalam proses studi anda? Jika anda masih ragu dapat menyelesaikannya kuliah, pasti anda gagal dalam memotivasi untuk berprestasi. Artinya, jika fokus anda hanya pada hal pertama, yang penting lulus, dengan sendirinya energi anda hanya untuk mencapai tujuan. Hal kedua yaitu motivasi dan harapan untuk lulus dengan nilai tinggi menjadi hal yang memberatkan. Dengan kata lain, dapat lulus saja sudah sangat bersyukur. 2. Sebaliknya, jika anda berfokus pada hal kedua, Saya harus dapat lulus dengan hasil baik, maka dengan sendirinya hal pertama akan terlampaui, dan anda akan mengerahkan seluruh potensi yang dimiliki untuk mewujudkan harapan tersebut.</p> <p>Jadi, lulus adalah hak maka berfokuslah pada keputusan anda untuk cepat lulus dengan nilai cumlaude.</p> <p>ix</p> <p>Dari sekian banyak tahapan proses studi yang harus dilewati, cerita menarik tentang moment kelulusan atau wisuda, adalah ending dari pencapaian tujuan selama bertahun-tahun di bangku kuliah. Lulus seperti menutup periode penempaan untuk menjadi seorang sarjana yang memiliki pengetahuan dan pemahaman baru dalam bidang keilmuan tertentu. Disamping itu, nilai sejarah dari gelar yang diperoleh meninggalkan banyak perasaan suka, duka, pahit serasa empedu, manis seperti madu, bahagia, nervous, stress, surprised dan berbagai kisah yang dilaluinya. Dibalik kebahagiaan momen wisuda, bisa jadi saat menulis skripsi atau tesis bisa jadi sebagai halang rintang terakhir yang mesti dilalui sebelum menjadi calon wisudawan. Ada yang mengatakan, penulisan karya ilmiah ini seolah menjadi summary dari perjalanan pendidikan sesorang, kualitasnya cukup dipertimbangkan sebagai boarding pass seorang fresh graduate untuk memasuki dunia kerja. Buku ini akan membantu menjawab, apa saja yang mesti dipersiapkan agar dapat menghasilkan karya ilmiah berkualitas dan mampu melewati akhir studi yang gemilang? Hal-hal apa yang dapat menjadi inspirasi dan membangkitkan gairah untuk menyelesaikan studi? Kapan waktu yang tepat untuk hunting job, namun fokus penulisan tidak terganggu? Periode akhir studi dan persiapan memasuki dunia kerja adalah merupakan masa transisi, terkadang ini menjadi pintu gerbang seorang sarjana untuk menatap masa depan seperti apa yang diinginkan. Bahkan ada yang mengatakan, kesesuaian karakter seseorang dengan perusahaan pertama yang menerimanya bekerja, menjadi kunci sukses karir sesorang dimasa mendatang. Jadi, anda perlu melewati masa transisi ini dengan baik dan memperoleh masa depan gemilang.</p> <p>x</p> <p>Bagian 1</p> <p>AKHIR STUDI YANG SUKSES</p> <p>Happy ending adalah dambaan bagi setiap orang. Mari kita lihat salah satu metode untuk merujuk pada tujuan akhir pada buku The seven habits of highly effective people karya Steven R. Covey. Cobalah anda menenangkan diri dalam keheningan dan memejamkan mata, lalu berimajinasilah bahwa anda sedang menyaksikan prosesi pemakaman. Amatilah satu persatu orang yang hadir serta ucapan kesan terakhir dari orang-orang yang hadir. Lalu anda berjalan mendekati peti jenazah, dan anda menyadari bahwa yang terbaring di dalamnya adalah jasad anda. Imajinasi itu akan membimbing anda agar memiliki harapan, ingin seperti apa anda nantinya dikenang oleh orang-orang yang anda tinggalkan. Sebagai gambaran tentang pengalaman menjalani akhir studi, saya pernah membuat penelitian sederhana dengan mengumpulkan pendapat secara acak kepada beberapa objek penelitian meliputi mahasiswa, calon wisudawan dan alumni. Pertanyaan dalam wawancara yang saya kemukakan untuk menggali kesan tentang akhir studi, meliputi menemukan judul, proses penulisan skripsi, ujian skripsi, pasca kelulusan ujian skripsi, wisuda dan persiapan memasuki dunia kerja. Kesimpulan tentang kesan yang saya peroleh diantaranya adalah, mayoritas (lebih dari 70%) mahasiswa yang sedang aktif studi di kelas bersikap skeptis dan cenderung belum ingin membicarakan skripsi karena ingin focus di kelas, merasakan menulis skripsi bergantung peneyerapan studi di kelas dan saat ini dianggap sebagai beban yang berat. Tanggapan dari mahasiswa semester akhir yang sedang melakukan penelitian dan penulisan skripsi, merasakan seolah skripsi menjadi sesuatu yang tidak pernah lepas dari fikiran. Ketika bangun dari tidur, sedang makan, sedang berkendara bahkan terkadang terbawa sampai kedalam mimpi. Tekanan dan stress karena deadline dirasakan hal yang lumrah.</p> <p>1</p> <p>2</p> <p>Berbeda dengan tanggapan calon peserta wisuda, menulis skripsi dirasakan sebagai pengalaman yang sangat berharga, penuh kesan dan tantangan, terlebih ketika melalui kelulusan ujian skripsi. Ada sebagian responden yang ingin mengulang menulis penelitian tesis untuk jenjang yang lebih tinggi, karena butuh pendalaman lebih lanjut. Namun ada juga yang merasakan moment yang berat untuk dapat melewati masa transisi ini dan bersyukur melaluinya serta tidak ingin mengulang alias kapok. Ada yang perlu dicermati dari jawaban pada beberapa alumnus, setelah mereka meninggalkan almamaternya. Salah satu komentarnya adalah, Ternyata skripsi saya dulu adalah masalah yang sederhana jika dibandingkan dengan pengetahuan dan pengalaman yang saya peroleh selama bekerja. Kalau misalnya harus mengerjakan skripsi semacam itu lagi, mungkin tidak sampai 1 bulan sudah ujian skripsi. Padahal, dulu waktu mengerjakan skripsi itu berdarah-darah dan butuh waktu hamper 6 bulan. Meskipun kelihatannya sedikit angkuh, tapi pasti ada dasarnya. Itulah skripsi menurut mereka. Bagaimana menurut anda? Ada yang mengatakan, cara kita memandang sesuatu akan menentukan keberhasilan kita menghadapinya. Besar kecilnya kesulitan, beratnya permasalahan, rumitnya perkara sesungguhnya hanya ada di alam fikiran kita, sedangkan keadaan di sekitar kita tidak ada yang berubah. Kemampuan proaktif untuk membalik hirarki, menyederhanakan masalah dan menelusuri kerumitan menentukan bagaimana kualitas anda mempersiapkan menulis skripsi yang berkualitas.</p> <p>Seperti Naik Kelas Suatu hari sewaktu saya duduk di kelas 1 Sekolah Dasar, saya mempunyai mimpi buruk dalam kehidupan saya. Sewaktu kecil keluarga kami tinggal dilingkungan kompleks perumahan perusahaan perkebunan di Lampung Tengah. Letaknya terpencil dan terisolasi dari dunia luar. Kami tinggal disana karena ayah saya adalah karyawan di perusahaan tersebut dan warga penduduknya tidak begitu banyak sehingga saling kenal satu sama lain.</p> <p>3</p> <p>Suatu hari ketika saya dan beberapa teman sedang bermain sepakbola di halaman rumah kami, datang seorang anak yang belum kami kenal menyaksikan permainan kami. Anak baru itu bernama Tommy, yang kebetulan orang tuanya baru pindah bekerja diperusahaan tersebut, dan bertetangga dengan rumah ayah saya. Nama lengkapnya saya lupa, ia dua tahun lebih tua dari saya. Tommy seolah menjadi awal mimpi buruk kami, karena Tommy memilih bermain dalam kelompok kami dibandingkan dengan kelompok lain yang seusianya. Tommy mendominasi setiap permainan kami. Perawakannya tinggi dan besar, sikapnya semena-mena serta sering memaki-maki kami jika tidak mengikuti...</p>