Susunan Kabinet Jokowi - Jk

  • Published on
    16-Jan-2016

  • View
    20

  • Download
    0

DESCRIPTION

sdfgshthtdnd

Transcript

SUSUNAN KABINET JOKOWI M. JUSUF KALLA

Daftar nama menteri Susunan Kabinet Jokowi JK 2014-2019:Presiden Republik Indonesia terpilih, Jokowi (Joko Widodo) telah mengumumkan susunanKabinet Kerjadan nama menteri Jokowi yang akan dipimpinnya bersama Wapres Jusuf Kalla (JK), Minggu (26/10/2014), di halaman Istana Negara, Jakarta. Berikutdaftar nama tiga puluh empatmenteri susunan Kabinet Jokowi JK 2014 terbaru.Setelah sempat tertunda, Presiden Jokowi akhirnya merilis nama-nama menteri yang bakal mengisi formasi Kabinet Kerja untuk periode 2014 hingga 2019 mendatang. Ada 34 nama menteri yang telah diperkenalkan Jokowi dalam pengumuman susunan kabinetnya.Sejumlah nama yang selama ini diprediksi akan menjadi menteri di Kabinet Kerja Jokowi JK ternyata benar, sebut saja Puan Maharani, Tjahjo Kumolo, Ryamizard Ryacudu, Rini Soemarno, Lukman Hakim, Khofifah Indar Parawansa, Anies Baswedan, Marwan Jafar, Ignasius Jonan, dan lain-lain. Berikut susunan Kabinet Kerja Jokowi JK selengkapnya: Presiden : Joko Widodo Wakil Presiden RI: M. Jusuf Kalla Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral:Sudirman Said Menteri Pariwisata:Arief Yahya Menteri Kelautan dan Perikanan:Susi Pudjiastuti Menteri Perhubungan:Ignasius Jonan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman:Indroyono Soesilo Menteri Perencanaan Pembangunan Negara/Kepala Bappenas:Andrinof Chaniago Menteri Sekretaris Negara:Pratikno Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi:Yuddy Chrisnandi Menteri Komunikasi dan Informatika:Rudiantara Menteri Hukum dan HAM:Yasonna H Laoly Menteri Pertahanan:Ryamizard Ryacudu Menteri Luar Negeri:Retno Lestari Priansari Marsudi Menteri Dalam Negeri:Tjahjo Kumolo Menteri Koordinator Bidang Polhukam:Tedjo Edy Purdijatno Menteri Koordinator Bidang Perekonomian:Sofjan Djalil Menteri Keuangan:Bambang Brodjonegoro Menteri BUMN:Rini M Soemarno Menteri Koperasi dan UMKM:Anak Agung Gde Ngurah Puspayoga Menteri Perindustrian:M Saleh Husin Menteri Perdagangan:Rachmat Gobel Menteri Pertanian:Amran Sulaiman Menteri Ketenagakerjaan:Hanif Dhakiri Menteri PU dan Perumahan Rakyat:Basuki Hadi Muljono Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan:Siti Nurbaya Bakar Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN:Ferry Mursyidan Baldan Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan:Puan Maharani Menteri Agama:Lukman Hakim Saefuddin Menteri Kesehatan:Nila F Moeloek Menteri Sosial:Khofifah Indar Parawansa Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak:Yohanan Yambise Menteri Kebudayaan dan Pedidikan Dasar dan Menengah:Anies Baswedan Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi:M Nasir Menteri Pemuda dan Olahraga:Imam Nahrawi Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi:Marwan Jafar

Presiden : Joko Widodo

Pendidikan, Biografi danProfil JokowiPresiden RI ke- 7 yang memiliki nama lengkap Joko Widodo resmi dilantik pada tanggal 20-Oktober-2014 setelah berhasil memenangkan Pilpres 9 Juli 2014. Beliau mengawali karirnya di dunia politik dengan bergabung di PDI Perjuangan (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) pimpinan putri sulung Presiden pertama RI yaitu Megawati Soekarno Putri.

Dalam memimpin Jakartabeliau di dampingi oleh Basuki Tjahja Purnama atau Ahok sebagai wakil setelah memenangkan Pilkada 2012 yang kala itu bersaing dengan Fauzi Bowo.

Joko Widodoterlahir 53 tahun silam atau tepatnya pada tanggal 21 Juni 1961 di Surakarta Jawa Tengah. Setelah menyelesaikan kuliah di Fakultas Kehutanan Univesitas Gajah Mada Jokowi menekuni dunia bisnis Furniture. Sebagai kader PDIP pada tahun 2005 beliau berhasil menjabat sebagai Wali Kota Solo, berkat keberhasilannya dalam memimpin dan merubah wajah kota Solo maka Joko Widodo kembali berhasil memenangkan pemilihan Wali Kota untuk yang kedua kalinya pada 2010 dengan pencapaian suara melebihi 90% maka ia kembali menjabat sebagai Wali Kota Solo dengan di dampingi oleh F.X Hadi Rudyatmo.

Dan dalam masa-masa singkat kepemimpinannya sebagaiGubernur DKI Jakarta Ir. H. Joko Widodokembali menjadi sorotan dan perhatian seluruh masyarakat Indonesia. Beberapa perubahan yang ia lakukan membuat nama beliau semakin mendapatkan tempat di hati warga ibu kota. Namun meskipun masa jabatan Jokowi belum habis, Megawati telah memberikan mandat kepada beliau untuk maju sebagai Calon Presiden 2014. Karena PDIP yakin berkat popularitas serta beliau terus menjadi sorotan media hal tersebut akan membuat sosok danProfil Joko Widodosemakin di kenal oleh masyarakat indonesia.

Setelah pemilu legislatif 9 April 2014, maka secara resmi Joko Widodo maju sebagai Calon Presiden dengan di dampingi H. M Jusuf Kalla sebagai wakilnya. Dan pada pemilu atau pemilihan umum 2014 ini beliau akan bersaing dengan pasangan Prabowo Hatta Rajasa untuk memenangkan kursi ke Presidenan yang akan dilepaskan oleh Susilo Bambang Yudhoyono yang telah menjabat sebagai Presiden Indonesia selama 2 periode.

Nama Istri dan Anak Jokowi Iriana (1963) Istri. Anak Gibran Rakabuming Raka (1988) Anak. Kahiyang Ayu (1991) Anak. Kaesang Pangarep (1995) Anak.

Pendidikan Terakhir Jokowi1. SD Negeri 111 Tirtoyoso.2. SMP Negeri 1 Surakarta.3. SMA Negeri 6 Surakarta.4. Universitas Gajah Mada (Fakultas Kehutanan).

Setelah selesai menjalani masa kuliah di Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada pada tahun 1985 . Kesempatan ini dimanfaatkannya untuk belajar struktur kayu, pemanfaatan, dan teknologinya. Ia berhasil menyelesaikan pendidikannya dengan judul skripsi Studi tentang Pola Konsumsi Kayu Lapis pada Pemakaian Akhir di Kodya Surakarta. Selanjuntnya ia bekerja di BUMN PT Kertas Kraft Aceh di tempatkan di area Hutan Pinus Merkusii di Dataran Tinggi Gayo, Aceh Tengah.

Akan tetapi hal tersebut membuat ia merasa tidak betah dan pulang menyusul istrinya yang sedang hamil tujuh bulan. Jokowi berkeinginan untuk berbisnis di bidang kayu dan bekerja di usaha milik Pakdenya, Miyono, di bawah bendera CV Roda Jati. Maka di tahun 1988, ia mulai membuka usaha sendiri dengan nama CV Rakabu, yang diambil dari nama anak pertamanya. Usahanya sempat berjaya dan juga naik turun karena tertipu pesanan yang akhirnya tidak dibayar. Untuk bisa kembali bangkit setelah mengalami masalah maka beliau meminjam uang sebagai modal kembali sejumlah Rp. 30 juta dari sang Ibu pada pada tahun 1990.

Usaha ini membawanya bertemu Micl Romaknan, yang akhirnya memberinya panggilan yang populer hingga kini, Jokowi. Dengan kejujuran dan kerja kerasnya, ia mendapat kepercayaan dan bisa berkeliling Eropa yang membuka matanya. Pengaturan kota yang baik di Eropa menjadi inspirasinya untuk diterapkan di Solo dan menginspirasinya untuk memasuki dunia politik. Ia ingin menerapkan kepemimpinan manusiawi dan mewujudkan kota yang bersahabat untuk penghuninya.

Adapun beberapa perubahan yang di lakukan oleh Jokowi selama menjabat sebagaiWali Kota Soloyang membuat ia berhasil mendapatkan beberapa kali penghargaan sebagai Wali Kota terbaik adalah sebagai berikut: Rebranding Solo. Mendamaikan Keraton Surakarta. Pembenahan pedagang kaki lima. Pembenahan transportasi umum. Hari bebas kendaraan bermotor. Pembenahan pendidikan dan kesehatan. Solo Techno Park dan Esemka.

Wakil Presiden RI: M. Jusuf Kalla

Joko Widodoakhirnya menetapkan wakil presiden periode 2004-2009,Jusuf Kalla, sebagai pendampingnya.SiapaJusuf Kalla? JK yang masih tercatat sebagai politisiPartai Golkarini lahir di Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, 15 Mei 1942.JK adalah Wakil Presiden ke-10 Indonesia. Saat itu, ia menjabat Ketua UmumPartai Golkar, menggantikan Akbar Tandjung, sejak Desember 2004 hingga 9 Oktober 2009. Jusuf Kallasampai saat ini aktif sebagai Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) pada Munas PMI ke XIX periode 2009-2014 dan Ketua Umum Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI) dalam Muktamar VI DMI untuk periode 2012-2017. Selain itu, suami dari MufidahJusuf Kallaitu juga menjalani bisnis dengan bendera usaha Kalla Group. Bisnis keluarga Kalla itu meliputi beberapa kelompok perusahaan di berbagai bidang industri. Tahun 1968, dia menjadi CEO dari NV Hadji Kalla.

Di bawah kepemimpinannya, NV Hadji Kalla berkembang dari sekadar bisnis ekspor-impor, meluas ke bidang-bidang perhotelan, konstruksi, penjualan kendaraan, perkapalan, real estat, transportasi, peternakan udang, kelapa sawit, dan telekomunikasi. Bukan kali ini saja JK menjadi peserta pilpres. Pada 2009 lalu, setelah pada pemilu sebelumnya berduet dengan Susilo Bambang Yudhoyono, JK menjadi capres. Ia maju didampingi Ketua UmumPartai HanuraWiranto. Namun, ia kalah dari pasangan SBY dan Boediono. Dia mulai duduk di pemerintahan sebagai menteri perdagangan, meski tak sampai satu tahun, yaitu sejak Oktober 1999 hingga Agustus 2000. Pada 2001 hingga 2004, ia dipercaya Presiden Megawati Soekarnoputri sebagai Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan (Menko Kesra).

Selain aktif di bidang politik, serta bisnis industri dan sosial, JK juga terkenal sebagai tokoh jitu dalam menyelesaikan konflik di Indonesia. Tangan dinginnya dipercaya mampu memadamkan konflik. JK adalah sosok yang berperan dalam penyelesaian kerusuhan sosial di Poso (Sulawesi Tengah) pada 2001 dan 2002, serta Ambon (Maluku) pada 2002. Dia juga yang menjadi juru damai antara pemerintah dan Gerakan Aceh Merdeka, 2005 lalu. JK juga sempat turun langsung meredakan kerusuhan di Kalianda, Lampung, 2012. Atas perannya menjadi penengah di antara pihak-pihak yang berkonflik itu, dia mendapat gelar kehormatan doktor honoris causa (HC) bidang perdamaian dari Soka University, Jepang, pada 2 Februari 2009. Gelar yang sama untuk bidang yang sama juga disematkan padanya oleh Universitas Syah Kuala, Aceh, September 2011.

Dia juga diberi gelar doktor HC oleh Universiti Malaya, Malaysia, pada 2007; doktor HC bidang pendidikan kewirausahaan dari Universitas Pendidikan Indonesia pada 2011; doktor HC bidang ekonomi politik Universitas Hasanuddin, Makasar, 2011. Kemudian, doktor HC di bidang pemikiran ekonomi dan bisnis dari Universitas Brawijaya, Malang, pada 2011; serta doktor HC bidang kepemimpinan dari Universitas Indonesia pada 9 Februari 2013. Adapun riwayat pendidikan JK adalah lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin dan The European Institute of Business Administration, Perancis.

Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral:Sudirman Said

Sudirman Said terpilih menjadiMenteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Menteri ESDM)Kabinet Kerja Jokowi JK 2014-2019.Pria yang dikenal sebagai tokoh anti korupsi ini menjadi salah satu menteri yang akan turut bekerja di kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Berikut ini profil dan biodata Sudirman Said.Lahir di Brebes, Jawa Tengah, pada tanggal 16 April 1963, Sudirman Said cukup matang di ranah pertambangan. Karirnya sebagai pekerja rehabilitasi kawasan bencana, eksekutif di industri minyak dan gas, serta direktur utama perusahaan senjata nasional, membuat Jokowi jatuh hati pada tokoh berusia 51 tahun ini dan menunjuk Sudirman Said sebagai Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral RI.Sudirman Said merupakan alumni Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) lulusan 1990 di mana kini ia menjabat sebagai Ketua Umum Ikanas Keuangan-STAN untuk periode 2013-2016. Untuk gelar master di Bidang Administrasi Bisnis, Sudirman Said memperolehnya dari George Washington University, Washington DC, Amerika Serikat, pada tahun 1994.Citra sebagai tokoh anti korupsi telah melekat pada dirinya. Sudirman Said adalah salah seorang pendiri Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) dan Indonesia Institute for Corporate Governance (IICG). Ia juga pernah ditunjuk sebagai penanggung jawab sementara Rektor Universitas Paramadina ketika Nurcholish Madjid (Cak Nur, Alm.) terbaring karena sakit.Karir Sudirman Said di bidang energi dan sumberdaya mineral pun cukup mentereng. Ia pernah dipercaya sebagai Staf Ahli Direktur Utama PT Pertamina, Direktur Umum dan Sumber Daya Manusia Pertamina, hingga Koordinator Restrukturisasi Aset dan Anak Usaha Pertamina.Ia juga sempat menjabat sebagai Direktur Human Capital PT Petrosea Tbk dan Wakil Direktur Utama PT Petrosea, lalu Direktur Utama PT Pindad yang bergerak di bidang persenjataan atas rekomendasi Menteri BUMN saat itu, Dahlan Iskan. Sudirman Said pernah pula menjadi Executive Director APEC CEO Summit 2013 yang digelar pada 1-8 Oktober 2013 di Bali.

Menteri Pariwisata:Arief Yahya

Ir. Arief Yahya, M.Sc. telah dipiliholeh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mendudukiposisi Menpardi kabinetpemerintahannya bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Berikut ini akan dibahas mengenai profil singkat dan biodata Arief Yahya, Menteri Pariwisata Kabinet Kerja Jokowi JK 2014-2019.Sebelum dipercaya untuk mengemban jabatan sebagai Menteri Pariwisata Republik Indonesia, putera daerah Banyuwangi, Jawa Timur, ini adalah CEO PT Telekomunikasi Indonesia. Arief Yahya menjabat sebagai CEO PT Telkom sejak tanggal 11 Mei 2014 untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan oleh Rinaldi Firmansyah.Arief Yahya lahir di Banyuwangi pada tanggal 2 Maret 1961 dan di wilayah paling timur di Pulau Jawa itulah ia menghabiskan masa kecil hingga remajanya. Selepas lulus dari SMA/SMPP 1 Banyuwangi, Arief Yahya pergi ke barat untuk melanjutkan studi di Institut Teknologi Bandung.jurusan Teknik Elektro.Ia sempat mengenyam pendidikan di Universitas Surrey, Inggris, untuk program Telematics atau Software & Telecommunications). Setelah itu, Arief Yahya pulang ke tanah air untuk menempuh program doktoral di Universitas Padjadjaran Bandung dan akhirnya bergabung dengan Telkom.Selama berkarir di Telkom, Arief Yahya telah mengukir banyak prestasi, sebut saja The Best Kandatel (Kantor Daerah Telekomunikasi), Pemasaran Telepon Terbaik Telkom Jakarta, hingga meraih penghargaan Gema Telkom Award sebanyak 2 kali.Selain itu, ia juga mendapatkan penghargaan atas keberhasilan kecepatan Recovery Fastel akibat bencana banjir di Kawasan Segitiga Emas Jakarta untuk Telkom Jakarta Barat tahun 2002, Kandatel Terbaik Malcolm Baldrige National Quality Award, Kepala Divisi Regional (Kadivre) Terbaik The Best Sponsor.Kemudian, Zero Accident Award Penghargaan Kecelakaan Kerja Nihil 2003 dari Menakertrans, Penghargaan Management War Room Terbaik 2003, The Best Jalur Komando Award dari Panglima Daerah VI Kalimantan, Divre Terbaik Rocky of The Year 2003, dan masih banyak lagi prestasi yang pernah ditorehkan oleh Arief Yahya.Lama di bidang telekomunikasi, lantas apa alasan Jokowi menempatkan Arief Yahya sebagai Menteri Pariwisata? Ternyata, keandalan Arief Yahya di bidang marketing menjadi dasar utamanya. Jokowi berharap Arief Yahya bisa mengembangkan dan mengenalkan pariwisata Indonesia ke mancanegara dengan maksimal.

Menteri Kelautan dan Perikanan:Susi Pudjiastuti

Susi PujiastutiPemilik Maskapai Susi Air: Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumkan susunanmenteriyang akan bekerja di bawah kabinetnya. Salah satu nama terpilih adalah Susi Pudjiastuti yang dipercaya menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan IndonesiaKabinet Kerja Jokowi JK 2014-2019.Inilah profil dan biodata Susi Pudjiastuti.Susi Pudjiastuti adalah potret perempuan pekerja keras yang merintis upaya dari titik terbawah. Beliau (Susi Pudjiastuti) memulai usaha dari jualan ikan di TPI (Tempat Pelelangan Ikan), ungkap Presiden Jokowi saat memperkenalkan sosok Susi Pudjiastuti.Ya, wanita yang lahir pada tanggal 15 Januari 1965 ini pernah bekerja di tempat pelelangan ikan di Pantai Pangandaran, Jawa Barat, yang juga menjadi tanah kelahirannya, saat masih remaja. Bahkan, saat itu Susi Pudjiastuti memilih droup-out dari SMA demi menekuni pekerjaannya.Berkat keuletan dan ketekunannya, Susi Pudjiastuti menjelma menjadi pengusaha ekspor ikan dengan omzet milyaran rupiah tiap bulan. Ia memegang peranan sebagai Presiden Direktur PT ASI Pudjiastuti Marine Product, eksportir hasil-hasil perikanan yang mencapai pasar Asia dan Amerika.Istri dari lelaki Jerman bernama Christian von Strombeck ini juga pendiri maskapai penerbangan Susi Air. Susi Pudjiastuti juga membuka sekolah pilot bernama Susi Flying School melalui PT ASI Pudjiastuti Flying School.Anak perempuan juragan sapi bernama Haji Ahmad Karlan dan Hajjah Suwuh Lasminah yang berasal dari Jawa Tengah ini telah menerima banyak penghargaan, di antarnya adalah Pelopor Wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat tahun 2004, Young Entrepreneur of the Year dari Ernst and Young Indonesia tahun 2005, Primaniyarta Award for Best Small & Medium Enterprise Exporter 2005 dari Presiden RI.Kemudian, Metro TV Award for Economics, Inspiring Woman 2005, Eagle Award 2006 dari Metro TV, Indonesia Berprestasi Award dari PT Exelcomindo, Sofyan Ilyas Award dari Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2009, dan masih banyak yang lainnya.

Menteri Perhubungan:Ignasius Jonan

Seperti yang telah diprediksi banyak pihak sebelumnya, nama Ignasius Jonan termasuk dalamdaftar menteriyang akan bekerja di pemerintahan Kabinet Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla. Inilah profil dan biodata Ignasius Jonan, Menteri Perhubungan IndonesiaKabinet Kerja Jokowi JK2014-2019.Ignasius Jonan adalah sosok yang sudah tidak asing di bidang perhubungan di tanah air. Jabatan terakhir yang disandang lelaki berusia 51 tahun ini adalah Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang diembannya sejak tahun 2009. Di bawah pimpinan Ignasius Jonan, masyarakat dapat melihat dan merasakan peningkatan pelayanan PT KAI.Kita tahu semuanya bahwa dia (Ignasius Jonan) adalah Dirut PT Kereta Api Indonesia kemudian profesional yang berpengalaman dalam pengelolaan sektor transportasi publik, ujar Presiden Jokowi saat mengumumkan nama Ignasius Jonan sebagai Menteri Perhubungan RI.Lahir di Singapura pada tanggal 21 Juni 1963, Ignasius Jonan adalah lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Jurusan Akuntansi, Universitas Airlangga Surabaya. Kemudian, ia melanjutkan studinya ke Fletcher School, Tufts University, Amerika Serikat.Ignasius Jonan sempat merintis karir di bidang lain sebelum berkiprah di PT KAI. Ia menjabat sebagai Direktur Citibank/Citigroup dari tahun 1999 hingga 2001, kemudian mengampu jabatan selaku Direktur Utama PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) dari tahun 2001 hingga 2006 dan berlanjut sebagai Managing Director hingga 2009.Mengenai penunjukannya sebagai Menteri Perhubungan oleh Presiden Jokowi, Ignasius Jonan hanya mengatakan biasa saja. Yang jelas, ia berjanji untuk bekerja maksimal demi lebih baiknya transportasi di Indonesia. Biasa saja. Karena ini bekerja, bukan jabatannya, ujarnya.BiodataSingkatNama:Ignasius JonanTempat, Tanggal Lahir:Singapura, 21 Juni 1963Pendidikan:Universitas Airlangga Surabaya, Tufts University ASJabatan Terakhir:Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI)Jabatan Terkini:Menteri Perhubungan Republik Indonesia

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman:Indroyono Soesilo

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia -yang merupakan kementerian baru- saat ini adalah Dr. Ir. Dwisuryo Indroyono Soesilo, M.Sc seperti yang telah diumumkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Inilah profil dan biodata Menteri Koordinator Bidang KemaritimanKabinet Kerja Jokowi JK 2014-2019, Indroyono Soesilo.Sebelum dipercaya untuk menjabat sebagai menteri di Kabinet Jokowi-JK, Indroyono Soesilo adalah Kepala Badan Riset Kelautan dan Perikanan Departemen Kelautan dan Perikanan, dan Direktur Sumber Daya Perikanan dan Aquakultur Food and Agriculture Organization (FAO), salah satu badan yang bernaung di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).Indroyono Soesilo lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 27 Maret 1955. Ia meraih gelar S1 di Fakultas Teknik Geologi Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1979, kemudian S2 di Universitas Michigan Amerika Serikat tahun 1981, S3 di Universitas Lowa Amerika Serikat tahun 1987, dan mengikuti Program Khusus di Remote Sensing Satellite Ground Station Management Training, Kanada, pada 1992.Karir suami dari Dr. Ir. Nining Sri Astuti, MA ini sangat panjang. Dari mengabdi untuk almaternya di ITB, lalu menjadi pegawai Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), pengajar dosen luar biasa Kursus Staf Senior TNI-AD Seskoad Bandung, juga pernah menjadi research asistant dan teaching assistant di Department of Geology, University of Iowa, AS.Selain mengajar di ITB, Indroyono Soesilo juga pernah menjadi dosen Program Pascasarjana di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Universitas Trisakti Jakarta, dan Universitas Indonesia. Tahun 1999, ia menjabat sebagai Dirjen Penyerasian Riset dan Eksplorasi Laut di Departemen Kelautan dan Perikanan.Penghargaan yang pernah diterima Indroyono Soesilo sangat banyak. Di level nasional, ia menerima anugerah Adhicipta Rekayasa Persatuan Insinyur Indonesia (1993), Satya Lencana Pembangunan RI (1995), Satya Lencana Karya Satya X (1999), dan Bintang Ajasa Utama (1999).Sedangkan penghargaan dari luar negeri yang pernah diterimnya antara lain Worldwide Permina Foundation Award USA (1980), Indonesian Cultural Foundation Award USA (1981), Isabel-Demple Foundation Award USA (1984), Scientific Research Honor Society USA (1987), hingga Whos Who of The World (1998).

Menteri Perencanaan Pembangunan Negara/Kepala Bappenas:Andrinof Chaniago

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) telah menunjuk Andrinof Chaniago sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Negara/Kepala Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) untuk periode 2014-2019 dalamKabinet Kerja Jokowi-JK.Berikut ini profil dan biodata Andrinof Chaniago.Andrinof Chaniago dilahirkan di Padang pada 3 November 1962. Setelah merampungkan sekolahnya di Sumatera Barat, ia kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI). Gelar Master Perencanaan dan Kebijakan Publik diperolehnya dari Fakultas Ekonomi di perguruan tinggi yang sama. Ia juga menuntut ilmu di Fu Hsing Kang College, Taipei, Taiwan.Sebelum menjabat sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Negara/Kepala Bappenas di Kabinet Kerja Jokowi-JK, Andrinof Chaniago adalah Ketua Umum Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia, serta pendiri sekaligus Direktur Eksekutif Cirus Surveyors Group.Andrinof Chaniago juga dikenal sebagai orang yang menggagas Visi Indonesia 2033, suatu gerakan yang mencetuskan konsep pembangunan Indonesia menuju negara maju pada tahun 2033 mendatang. Tak hanya itu, pria berusia 51 tahun ini juga tercatat sebagai pengajar di Program Pascasarjana Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia Jakarta.Karya tulis yang dihasilkan Andrinof Chaniago cukup banyak, antara lain Dampak Kenaikan Harga BBM pada Kelompok Masyarakat Near Poor Komuter di Bodetabek (2006), Upaya Inovasi Sistem Rekrutmen CPNS Pasca-Orde Baru (2006), Profesionalitas dan Netralitas Birokrasi: Menuju Daya Saing Ekonomi Daerah (2007), dan lain-lain.Menteri Sekretaris Negara:Pratikno

Profil dan biodata Pratikno yang terpilihsebagai Menteri Sekretaris Negara Indonesia diKabinet Kerja Jokowi-JKperiode 2014-2019 membuktikan janji pemerintahan baru yang membuka diri untuk para profesional. Rektor UGM ini sudah bekerja dalam tim tiga yang membantu Joko Widodo untuk merampungkanbentuk kabinet.Jika para menteri lain dalam Kabinet Jokowi JK baru bekerja setelah pelantikan, lain lagi Pratikno yang disebut-sebut sudah berkiprah di pemerintahan baru beberapa hari sebelumnya. Disampaikan oleh Andi Widjajanto, mantan Deputi Tim Transisi, Mensesneg yang baru sudah bekerja sejak Kamis (23/10). Dialah yang mempersiapkan semua pelantikan.Pratikno memiliki prestasi akademikyang spektakuler. Pria berusia 52 tahun ini mendapatkan gelar profesor bidang Ilmu Politik dari UGM.Dilansirdetik, ia juga mendapatkan gelar master Development Administration dari Birmingham University, Inggris (1991). Juga, helar Doktoral bidang Political Science dari Flinders University, Australia (1997). Pada 2009 lalu ia juga pernah menjadi moderator debat pilpres.Kedekatan Pratikno dengan Jokowi tidak perlu dipertanyakan lagi. Bersama Andrinof Chaniago (UI) dan Cornelis Lay (UGM) ia termasuk dalam tim tiga yang menyelesaikan kerja Tim Transisi. Ia konon juga banyak membantu sang presiden dalam kampanye pemilu lalu.Dalam perkenalan kepada rakyat Indonesia Minggu (26/10) lalu, Joko Widodo menyebut, Beliau (Pratikno) anak desa yang juga sama dengan saya, masuk kota. Sekarang anak desa masuk Jakarta.Bukan anak desa biasa. Ditempa pengalaman hidup yang istimewa, rektor UGM sejak 2012 ini kini akan semakin besar dalam memberikan sumbangsih untuk Indonesia. Tugas pertama juga sudah dikerjakan Pratikno, yaitu menyiapkan sidang kabinet pertama yang akan dilangsungkan hari ini, Senin, 27 Oktober 2014.Satu visi dengan Jokowi, peran Pratikno diyakini akan sangat besar untuk Kabinet Kerja yang banyak diharapkan rakyat ini.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi:Yuddy Chrisnandi

Yuddy Chrisnandi menjadi salah satu tokoh muda yang terpilih sebagaimenteri di pemerintahanPresiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Siapakah dia? Simak profil dan biodata Yuddy Chrisnandi, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Indonesia Kabinet Kerja Jokowi JK 2014-2019, berikut ini.Lelaki muda asal Bandung, Jawa Barat, ini merupakan salah seorang menteri yang diambil dari unsur partai politik. Ya, Yuddy Chrisnandi adalah Ketua DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Ia juga pernah dipercaya untuk mengampu posisi sebagai Ketua Bidang Pemenangan Pemilu (BAPPILU) periode 2010-2015.Meskipun orang parpol, namun pria kelahiran 29 Mei 1968 ini bukannya tanpa kemampuan dan pengalaman. Yuddy Chrisnandi tercatat sebagai pengajar di sejumlah perguruan tinggi, seperti Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Satya Darma Singaraja Bali, STIE Latifah Al Mubarokah Tasikmalaya, Universitas Trisakti Jakarta, Universitas Indonesia, dan Universitas Nasional Jakarta.Sebelum bergabung dengan Hanura, peraih gelar doktor dari Program Pascasarjana Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia pada tahun 2004 ini adalah politisi Partai Golkar. Bahkan, Yuddy Chrisnandi sempat bersaing memperebutkan posisi Ketua Umum Partai Golkar pada tahun 2009.Riwayat pendidikan tinggi Yuddy Chrisnandi antara lain: meraih gelar S1 dari Fakultas Ekonomi Universitas Padjajaran Bandung, gelar S2 diterimanya dari Universitas Indonesia pada bidang ilmu ekonomi, dan di perguruan tinggi yang sama, Yuddy Chrisnandi mendapatkan gelar S3 pada bidang ilmu politik.

Menteri Komunikasi dan Informatika:Rudiantara

Rudiantararesmi terpilihsebagai Menteri Menkominfo (Komunikasi dan Informasi) dalamKabinet Kerja Jokowi JKperiode 2014-2019. Pria berusia 55 tahun tersebut merupakan salah satu profesional dalam kabinet baru yang telah malang melintang di dunia industri telekomunikasi sejak 1986.Ketika mengumumkan susunan menteridalam kabinetnyapada Minggu (26/10), Jokowi mengungkapkan sosok Rudiantara sebagai CEO profesional yang telah memajukan sektor teknologi informasi publik di Indonesia.Bukan tanpa alasan. Rudiantara pernah menjabat posisi penting di Telkomsel dan XL Axiata. Pengalamannya tidak terbatas hanya dalam dunia IT. Rudiantara pernah berkecimpung sebagai wakil direktur utama PLN dan wakil direktur utama Semen Gresik. Kini, pria kelahiran Bogor tersebut masih merangkap jabatan di beberapa perusahaan seperti Telkom dan Indosat.Tugas berat menanti Rudiantara sebagai Menkominfo. Ia harusberpacu dengan waktuuntuk membawa Indonesia tidak lagi tertinggal dengan negara lain.Dilansir olehKompassetidaknya ada dua tantangan utama baginya. Pertama, meningkatkan infrastruktur dan kecepatan internet di Indonesia; dan yang berikutnya, membereskan masalah tata kelola frekuensi di Indonesia. Rudiantara juga perlu membenahi masalah infrastruktur telekomunikasi wilayah Indonesia bagian Timur yang cukup ada di belakang.Dengan modal latar belakang profesional yang kuat, Rudiantara diprediksi mampu memberikan yang terbaik sebagai Menteri Komunikasi dan Informasi. Berikut profil singkat pria yang diyakini memiliki filosofi yang sama dengan Presiden Jokowi ini.Nama:RudiantaraTempat/Tanggal Lahir: Bogor, 3 Mei 1959Pendidikan Terakhir: Magister Ilmu Administrasi IPPMJabatan Terakhir :Komisaris PT Indosat Tbk

Menteri Hukum dan HAM:Yasonna H Laoly

Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia saat ini dijabat oleh Yasonna Laoly sesuai dengan yang telah diumumkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) pada tanggal 27 Oktober 2014 lalu. Inilah profil dan biodata Yasonna H Laoly, Menteri Hukum dan HAMKabinet Kerja Jokowi JK2014-2019.Yasonna Hamonangan Laoly dilahirkan di Sorkam, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada tanggal 27 Mei 1953. Meskipun lebih dikenal sebagai politisi dari PDIP, namun Yasonna Laoly punya latar belakang di bidang hukum. Ia merupakan lulusan Fakultas Hukum dari Universitas Sumatera Utara (USU) tahun 1978 dan melanjutkan studinya ke Virginia Commonwealth University sertameraih penghargaan Outstanding Graduate Student Award.Tahun 1983, Yasonna H Laoly berkesempatan mengikuti Internship in Higher Education Administration Roanoke College di Salem, Virginia, Amerika Serikat. Sebelas tahun kemudian, suami Eliaye Widya Ketaren ini meraih gelar doktor dari North Carolina University.Terpilihnya Yasonna H Laoly sebagai Menteri Hukum dan HAM memperoleh apresiasi positif dari banyak pihak. Mantan Wakil Ketua Komisi III DPR-RI yang juga politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Almuzzammil Yusuf, misalnya, menilai Yasonna H Laoly sebagai sosok yang berdedikasi.Saya mengenal Pak Yasonna H Laoly cukup lama. Beliau mantan Anggota Komisi III DPR RI pada periode 2004-2009 yang vokal dan berdedikasi tinggi, kata Almuzzammil Yusuf.Menteri Pertahanan:Ryamizard Ryacudu

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) akhirnya mempercayakan posisi Menteri Pertahanan kepada Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu. Berikut ini profil dan biodata Ryamizard Ryacudu yang baru saja ditunjuk sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia 2014-2019Kabinet Kerja Jokowi JK.Ryamizard Ryacudu memulai karir militernya dari Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) lulus tahun 1974, kemudian mengikuti pendidikan khusus Suscapa selama satu tahun dari 1985 hingga 1986, dan pada tahun 1991 lulus dari Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad).Menantu tokoh militer nasional sekaligus mantan Wakil Presiden Try Sutrisno ini dikenal sebagai sosok berkarakter tegas dan disiplin yang sudah kenyang pengalaman di kancah kemiliteran. Ryamizard Ryacudu pernah mengampu jabatan sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada tahun 2002 hingga 2005.Sebelumnya, pria kelahiran Palembang, Sumatera Selatan, pada 21 April 1950 ini menjabat sebagai Pangdam V/Brawijaya (14 Januari 1999 hingga 4 November 1999), Pangdam Jaya/Jayakarta (4 November 1999 hingga 1 Agustus 2000), dan Panglima Komando Strategis Angkatan Darat atau Pangkostrad (1 Agustus 2000 hingga 4 Juni 2002).Sebagai Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu telah memiliki gambaran mengenai apa yang akan dilakukannya selama menjabat nanti, Pertahanan itu kan darat laut udara. Fisik dan non fisik. Itu garis besar saya. Jadi kan berkaitan semua. Jadi ya saling dukung. Maritim mendukung pertahanan juga dong. Kalau maritim tidak mendukung pertahanan ya bolong begitu.Menteri Luar Negeri:Retno Lestari Priansari Marsudi

Profil dan biodata Retno Lestari Priansariyang ditunjuk sebagai Menlu (Menteri Luar Negeri) Indonesia 2014-2019 dalamkabinet kerja Jokowi JKmemiliki sejarah tersendiri. Retno merupakan Menteri Luar Negeriperempuan pertama di negara ini. Latar belakang sebagai diplomat kenyang pengalaman adalah modal besar bagi istri Agus Marsudi tersebut.Retno Lestari Priansari telah memiliki rentang karier yang luar biasa sebelum ditunjuk masuk dalamkabinet Jokowi JK. Ia adalah dubes karir termuda dalam sejarah Indonesia, dan terakhir menjabat sebagai duta besar untuk kerajaan Belanda. Dalam keseharian, Retno dikenal sebagai pribadi yang energik, tegas, dan ramah.Lulusan termuda Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) UGM pada 1985 ini berasal dari almamater yang sama dengan Jokowi. Bahkan sebelum merampungkan kuliah, Retno sudah direkrut oleh Departemen Luar Negeri berkatprestasi akademikyang cemerlang.Retno pernah terlibat sebagai Tim Pencarian Fakta (TPF) dalam kasus meninggalnya aktivis HAM, Munir. Selain itu dikutp olehVIVAnews, Retno juga berpengalaman sebagai utusan khusus presiden untuk masalah Aceh (2004) dan Moratorium Utang (2005).Ia juga pernah menjabat sebagai duta besar untuk Norwegia dan Islandia. Ia juga pernah mencicipi jabatan sebagai Direktur Jenderal Amerika dan Eropa selama empat tahun sejak 2008.Seperti halnya menteri-menteri lain dalam Kabinet Kerja Jokowi-JK, Retno Lestari Priansari diyakini memiliki filosofi yang klop dengan presiden. Ia dikenal terbuka dengan perubahan. Retno juga memiliki konsep bahwadiplomasi Indonesiadi tingkat internasional akan lebih mengutamakan diplomasi ekonomi.Berikut ini profil singkat Retno Lestari Priansari.Nama :Retno Lestari Priansari MarsudiTempat/ Tanggal Lahir: Semarang, Jawa Tengah, 27 November 1962Pendidikan Terakhir: Magister dari Haagsche Hooge School Den HaagJabatan Terakhir:Duta Besar RI di Den Haag, Belanda

Menteri Dalam Negeri:Tjahjo Kumolo

Satu lagi tokoh partai politik yang dipercaya Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) untuk mengampu tugas sebagai menteri, yaitu Tjahjo Kumolo yang sebelumnya adalah Sekjen DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Ini dia profil dan biodata Tjahjo Kumolo, Menteri Dalam Negeri (Mendagri)Kabinet Kerja Jokowi JK2014-2019.Tjahjo Kumolo merupakan salah satu tokoh sentral di PDIP dan dikenal cukup dekat dengan sang ketua umum, Megawati Soekarnoputri. Lahir di kota yang sama dengan Jokowi, yakni Solo, pria berkacamata ini merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia periode 2009-2014 dari partai moncong putih.Saat masih menjadi anggota DPR-RI, politisi kelahiran tanggal 1 Desember 1957 ini juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PDIP. Tjahjo Kumolo tercatat sebagai sebagai anggota Komisi I DPR-RI yang membawahi bidang pertahanan, luar negeri, dan informasi.Meskipun lahir di Solo, namun Tjahjo Kumolo menghabiskan masa kecil dan remajanya di Semarang. Ia menempuh bangku SD, SMP, hingga SMA di ibukota Provinsi Jawa Tengah itu, juga saat tercatat sebagai peraih gelar sarjana dari Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang pada 1985.Pada tahun 1994, Tjahjo Kumolo lulus dari Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Jakarta. Sebelum itu, ia sudah berkecimpung di kancah politik bersama Golkar sejak tahun 1987 hingga akhirnya Tjahjo Kumolo pindah ke PDIP pada tahun 1999 dan menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh di partai tersebut hingga kini.

Menteri Koordinator Bidang Polhukam:Tedjo Edy Purdijatno

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menunjuk Tedjo Edhy Purdijatno sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia. Berikut ini profil dan biodata Tedjo Edy Purdijatno, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Polhukam Indonesia 2014-2019Kabinet Kerja Jokowi JK.Laksamana (Purn.) Tedjo Edy Purdijatno memiliki latar belakang yang panjang di TNI Angkatan Laut meskipun pada akhirnya ia bergabung dengan Partai Nasional Demokrat (NasDem). Selama puluhan tahun, pria kelahiran Magelang, Jawa Tengah, pada 20 September 1952 ini malang-melintang menjalankan tugasnya di dinas Angkatan Laut. Pada 2008, ia dipercaya untuk menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Laut.Seabrek penghargaan pun pernah diterima oleh bapak empat anak ini di sepanjang karirnya. Dari Bintang Dharma, Bintang Yudha Dharma Pratama, Bintang Yudha Dharma Naraya, Bintang Jalasena Utama, Bintang Jalasena Pratama, Bintang Jalasena Naraya, Bintang Kartika Eka Paksi Utama, Bintang Swa Buana Paksa Utama, Bintang Bhayangkara Utama.Kemudian penghargaan Satya Lencana Gom IX/Raksaka Dharma, Satya Lencana Kesetiaan VII, Satya Lencana Kesetiaan XVI, Satya Lencana Kesetiaan XXIV, Satya Lencana Dwidya Sistha, Satya Lencana Kebaktian Sosial, juga Satya Lencana Dharma Nusa.Tak hanya dari pemerintah RI, Tedjo Edy Purdijatno juga pernah memperoleh penghargaan dari beberapa negara tetangga, seperti Pingat Jasa Gemilang dari pemerintah Singapura, Grand Cross Knight to The Order of Crown of Thailand dari pemerintah Thailand, serta Panglima Gagah Angkatan Tentra (Kehormatan) dari pemerintah Malaysia.Menteri Koordinator Bidang Perekonomian:Sofjan Djalil

Sofjan Djalil menjadi salah satu orang lama yang tampaknya masih dipercaya oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk turut bekerja di pemerintahan Indonesia Baru dalam lima tahun ke depan. Ini dia profil dan biodata Sofyan Djalil, Menteri Koordinator atau Menko Bidang Perekonomian 2014-2019Kabinet Kerja Jokowi JK.Dr. Sofyan A. Djalil, SH, MA, MALD bukanlah nama baru di perjalanan pemerintahan negeri ini. Pria kelahiran Aceh apada 23 September 1953 ini pernah menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika serta Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Indonesia di Kabinet Indonesia Bersatu pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).Suami Ratna Megawangi serta bapak empat orang anak ini meraih gelar S1 dari Universitas Indonesia pada program studi Hukum Bisnis (1984), lalu meraih gelar Master of Arts (M.A) dari The Graduate School of Arts and Sciences, Tufts University, Medford, Massachusetts, Amerika Serikat (1989).Gelar Master of Arts in Law and Diplomacy (M.A.L.D) diterimanya dari The Fletcher School of Law and Diplomacy, Tufts University, Medford, Massachusetts, Amerika Serikat, pada tahun 1991. Dua tahun kemudian Sofyan Djalil meraih gelar Doctor of Philosophy (Ph.D) dari perguruan tinggi yang sama.Selain dikenal sebagai pakar ekonomi, mantan aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII) ini juga telah cukup lama mengabdikan diri sebagai dosen di sejumlah perguruan tinggi dan instansi, seperti Universitas Padjadjaran, Universitas Indonesia, Universitas Sahid, Lembaga Manajemen Keuangan dan Akuntansi (LMKA), Yayasan Pengembangan Insan Pasar Modal (Yuppies), LM-Gika, Equitas Institute, dan lain-lain.Menteri Keuangan:Bambang Brodjonegoro

Kabinet Kerja Jokowi JK2014-2019 telah mempercayakan kepada Bambang Brodjonegoro untuk menjabat sebagai Menteri Keuangan selama lima tahun ke depan. Ingin tahu profil dan biodata Bambang Brodjonegoro selaku Menkeu Republik Indonesia yang baru? Simak tulisan ringkas berikut ini.Nama dan gelar lengkapnya adalah Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, S.E., M.UP., Ph.D. Dilahirkan di Jakarta pada tanggal 3 Oktober 2014 atau saat ini berusia 48 tahun. Usianya terbilang masih cukup muda untuk seorang yang telah memperoleh seabrek gelar serta memiliki segudang pengalaman dan prestasi.Bambang Brodjonegoro sebelumnya adalah Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia pada Kabinet Indonesia Bersatu II pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presiden Boedhiono. Oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Bambang Brodjonegoro dinilai layak untuk menjabat sebagai Menkeu periode 2014-2019.Riwayat pendidikan Menkeu penerus Muhammad Chatib Basri ini antara lain Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (S1), kemudian menempuh program magister dan doktoral di University of Illinois di Urbana-Champaign, Amerika Serikat.Selain aktif di berbagai lembaga, terutama di bidang ekonomi maupun sosial, ia juga telah meraih banyak penghargaan dan beasiswa, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Sebut saja Mahasiswa Berprestasi Universitas Indonesia tahun 1989, Academic Scholarship awarded by the Indonesian Government (Agustus 1991-Desember 1995).Kemudian Visiting Fellow dari The Institute of East Asian Studies, Thammasat University, Thailand (Maret 1999), Visiting Fellow dari The Institute of Southeast Asian Studies, Singapura (Maret-Juni 1999), Eisenhower Fellowships dalam program The Single Region Program-Southeast Asia di Amerika Serikat (September-November 2002).Mantan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini juga pernah mendapatkan Visiting Fellow dalam program The Indonesia Project-Australian National University (ANU) di Canberra, Australia, (Desember 2004), dan memperoleh penghargaan World Bank Research Fellowship Award.

Menteri BUMN:Rini M Soemarno

Rini Soemarnoresmi ditunjuk sebagai menteri BUMN Indonesia dalam Kabinet KerjaJokowi JKperiode 2014-2019. Perempuan yang diklaim dekat dengen Megawati Soekarno Putri, Ketua PDI-P inikaya pengalamansebagai CEO berbagai perusahaan terkemuka.Menjadi menteri bukanlah hal baru bagi Rini Mariani Soemarno. Ia pernah menjabat sebagaiMenteriPerindustrian dan Perdagangan (Menperindag) Kabinet Gotong Royong yang diusung Megawati pada periode 2001-2004. Kini, Rini hadir kembali dengan pujian setinggi langit dari Jokowi.Dalamperkenalan kabinetnyaMinggu (26/10) lalu Joko Widodo berkomentar, Beliau (Rini) profesional. Kaya pegalaman sebagai CEO di perusahaan besar. Pekerja keras, ketua Tim Transisi, pernah menjadi Menteri Perindustiran dan Perdagangan. Saya menilai ia adalah pekerja yang cepat saya ralat, super cepat, lincah sekali.Rini Soemarno terpilih sebagai salah satu dari 18 menteri kalangan profesional. Lulusan Wellesley College, Massachusetts tercatat sebagai menteri Kabinet Kerja terkaya dengan harta Rp 48.07 miliar. Pengalamannya luar biasa, termasuk menjadi presiden direktur PT Astra Internasional pada 1998-2000.Rini tidak hanya mendapatkan dukungan dari Jokowi. Ia juga dipuji Dahlan Iskan, sosok yang posisinya digantikan Rini pada pemerintahan baru. Disampaikan oleh Dahlan kepada MetroTVNews, Pengganti saya harus bisa menjaga BUMN dari intervensi politik. Juga menjaga dari campur tangan pihak luar dan asing.Tantangan sebagai menteri di wilayah basah akan dijawab Rini Soemarno lima tahun mendatang. Suara-suara sumbang terhadapnya, termasuk dari kalangan pendukung Jokowi, semestinya akan dijawab dengan prestasi. Jika tidak, nilai minus tidak hanya dialamatkan pada Rini, tetapi Jokowi dan Megawati Soekarno Putri.Nama Lengkap :Rini Mariani SoemarnoTempat/ Tanggal Lahir :AS, 9 Juni 1958Agama: IslamPendidikan: Fakultas Ekonomi, Wellesly College Massachusetts, USA (1981)Karier Utama:Direktur Utama PT Astra International, Jakarta (1998-2000)Presiden Direktur PT Kanzen Motor Indonesia (2005)Menteri Perindustrian dan Perdagangan Kabinet Gotong Royong (2001-2004)

Menteri Koperasi dan UMKM:Anak Agung Gde Ngurah Puspayoga

Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga adalah Menteri Koperasi dan UMKM Indonesia yang baru saja ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk mengisiKabinet Kerja Jokowi JK2014-2019. Berikut ini profil dan biodata Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga.Sebelum menjabat sebagai Menteri Koperasi dan UMKM Republik Indonesia, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga adalah Walikota Denpasar untuk periode 2000-2005 dan 2005-2008, kemudian terpilih sebagai Wakil Gubernur Bali untuk periode 2008 hingga 2013 mendampingi I Made Mangku Pastika.Setelah selesai masa baktinya sebagai Wakil Gubernur, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga maju sebagai calon Gubernur Bali untuk periode 2013-2018 berpasangan dengan Ketua DPRD Kabupaten Buleleng 2009-2014, Dewa Nyoman Sukrawan, namun gagal terpilih dan kalah tipis dari pasangan I Made Mangku Pastika dan Ketut Sudikerta.Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga lahir di Denpasar, Bali, pada tanggal 7 Juli 1965. Saat ini, tokoh yang pada pemilihan Gubernur-Wakil Gubenur Bali diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini adalah lulusan Universitas Ngurah Rai pada tahun 1991.Pria berusia 49 tahun ini merintis karir politiknya dari PDIP dan masih setia sampaikini. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga pernah menjabat sebagai Ketua PDIP Desa Denpasar Timur pada tahun 1982, Wakil Ketua DPC PDIP periode 1995 hingga 1997, dan Ketua PDIP Denpasar pada periode 1997 hingga 2000.Menteri Perindustrian:M Saleh Husin

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) telah menunjuk Saleh Husin, SE, M.Si. menjabat sebagai salah satu menteri di kabinet pemerintahan untuk lima tahun ke depan. Inilah profil dan biodata Saleh Husin, Menteri Perindustrian Republik Indonesia 2014-2019Kabinet Kerja Jokowi JK.Saleh Husin adalah putera daerah Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang lahir pada tanggal 16 September 1963. Ia berasal dari keluarga miskin yang hidupnya jauh dari kemewahan. Ayah Saleh Husin bekerja sebagai nelayan, sedangkan ibunya adalah pembuat dan penjual roti kecil-kecilan.Kondisi inilah yang membuat Saleh Husin untuk bersekolah setinggi mungkin demi memperbaiki nasib keluarga. Lulus dari bangku SMA, tahun 1982 ia mendaftar masuk AKABRI dan lulus tes, namun gagal di ujian terakhir karena ada gangguan pada matanya. Dua tahun kemudian, ia mencoba tes masuk militer lagi tapi kembali gagal.Hingga akhirnya, Saleh Husin memutuskan untuk merintis bisnis sendiri dan itulah awal dari kegemilangan karirnya. Ia mencapai sukses setapak demi setapak dan akhirnya menjabat sebagai direktur di PT. Ades Alfindo Putra Setia, sebuah perusahaan di Jakarta dengan pamor yang cukup besar.Saleh Husin adalah meraih gelar sarjana dari Fakultas Ekonomi Universitas Khrisnadwipayana Jakarta pada tahun 1996. Kemudian ia melanjutkan S2 di program Magister Administrasi Publik di perguruan tinggi yang sama dan lulus pada tahun 2007.Selain itu, Saleh Husin juga mengikuti pendidikan di sejumlah lembaga non formal, seperti English Course di Universitas Oregon, Eugene, Amerika Serikat pada tahun 1992, Kursus Reguler Angkatan (KRA) XXXIX Lemhannas pada tahun 2006, dan kursus public speaking serta belajar pendidikan kepribadian kepada John Robert Power.Saleh Husin turut terjun ke dunia politik. Ia bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN) pada tahun 2001. Hingga akhirnya, Saleh Husin dikenal sebagai politisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) sampai saat ini.

Menteri Perdagangan:Rachmat Gobel

Nama Rachmat Gobel sudah sangat dikenal sebagai salah satu pengusaha tersukses di Indonesia. Kini, Rahmat Gobel telah dipercaya untuk menjabat sebagai Menteri Perdagangan Republik IndonesiaKabinet Kerja Jokowi JK 2014-2019.Berikut ini profil dan biodata Mendag RI terbaru pilihan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla tersebut.Lahir di Jakarta pada tanggal 3 September 1962, Rachmat Gobel adalah pemilik perusahaan besar bernama Panasonic Gobel Group (dulu bernama National Gobel Group) yang memilikijejaring usaha yang cukup besar.Rachmat Gobel memperoleh gelar Sarjana Ilmu Perdagangan Internasional dari Chuo University, Tokyo, Jepang, pada tahun 1987. Di perguruan tinggi yang sama, ia juga menerima gelar sebagai Doktor Kehormatan pada tahun 2014.Sebelumnya, di tahun 2002, ia mendapat gelar serupa dari Takushoku University, Tokyo, Jepang. Rachmat Gobel juga pernah mengikuti pelatihan di Matsushita Electric Industrial Co., Ltd., di Osaka, Jepang pada tahun 1988.Tak hanya sibuk di perusahannya, Rachmat Gobel juga aktif di berbagai lembaga lain, termasuk Komite Inovasi Nasional, Majelis Wali Amanat (Board of Trustees) Millenium Challenge Account Indonesia (MWA MCA-Indonesia),Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), DPN APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia), Tim HLNS (Hutang Luar Negeri Swasta).Kemudian, METI (Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia), FGABEL (Federasi Asosiasi-asosiasi Industri Berbasis Telematika & Elektronika), GABEL (Gabungan Perusahaan Industri Elektronika), PMI (Palang Merah Indonesia), PERSADA (Persatuan Alumni dari Jepang), PPIJ (Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Jepang), dan lainnya.Seabrek penghargaan pernah diterima Rachmat Gobel. Beberapa di antaranya adalah Anugerah Dharma Cipta Karsa, ANTARA Achievement Award, Tokoh Standardisasi Indonesia, Special Achievement Award for Extraordinary Leadership and Personal Commitment to Energy Saving and Industry, The Jewel of Muslim World Award.Selanjutnya adalah Anugerah Olah-raga Indonesia, Man of the Year- Seputar Indonesia Award, Asian Productivity Organization Regional Award, ANTARA Award, Perekayasa Utama Kehormatan dalam Bidang Teknologi Manufaktur, Competency Award dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi, Bakti Koperasi dan Pengusaha Kecil, dan masih banyak lagi.

Menteri Pertanian:Amran Sulaiman

Satu lagi sosok profesional muda yang masuk dalamKabinet Kerja Jokowi JK.Adalah Amran Sulaiman yang telah ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri Pertanian Republik Indonesia untuk periode 2014-2019. Inilah profil dan biodata lelaki 46 tahun yang bergelar adatAndi Amran Sulaiman ini.Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP., dilahirkan di Bone, Sulawesi Selatan, pada tanggal 27 April 1968. Sebelum dipercaya untuk menjabat sebagai menteri pertanian, pria yang memiliki darah keturunan dari Raja Bone ini dikenal sebagai sosok petani muda yang sukses, juga seorang praktisi pemikir dan wirausahawan yang berhasil.Koordinator Tim Sahabat Rakyat untuk Indonesia Timur ini merampungkan SD, SMP, dan SMA di tanah kelahirannya. Tahun 1988, Amran Sulaiman menempuh kuliah S1 di Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin Makassar dan lulus pada tahun 1993. Di perguruan tinggi yang sama, ia meraih gelar master dan doktor dalam bidang Ilm Pertanian.Amran Sulaiman diyakini merupakan sosok yang tepat untuk menjabat sebagai Menteri Pertanian. Penerima Tanda Kehormatan Satyalancana Pembangunan di Bidang Wirausaha Pertanian dari Presiden Republik Indonesia pada tahun 2007 ini dikenal sebagai seorang pekerja keras, ulet, dan berprestasi.Presiden Jokowi percaya, Amran Sulaiman mampu menjalankan tugasnya dengan baik di bidangnya dalam pemerintahan lima tahun ke depan. Beliau ini praktisi, pemikir dan wirausahawan muda bidang pertanian. Petani muda yang berhasil bangun modal wirausaha bidang pertanian, kata Jokowi saat memperkenalkan Amran Sulaiman sebagai Menteri Pertanian RI.Menteri Ketenagakerjaan:Hanif Dhakiri

Muhammad Hanif Dhakiri menjadi salah satu tokoh profesional muda dengan latar belakang partai politik yang dipilih oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) untuk menjabat sebagai menteri. Ini profil dan biodata Hanif Dhakiri, Menteri Ketenagakerjaan Indonesia 2014-2019Kabinet Kerja Jokowi JK.Dilahirkan di Salatiga, Jawa Tengah, pada 6 Juni Maret 1972, Hanif Dhakiri sebelumnya adalah anggota DPR RI periode 2009-2014 dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Lelaki 42 tahun ini merupakan salah satu kader awal PKB yang bergabung sejak tahun 1998 silam. Sebelum menjadi menteri, Hanif Dhakiri adalah Sekjen PKB.Hanif Dhakiri telah aktif di organisasi sejak usia belia. Ia berkiprah di gerakan pemuda yang bernaung di bawah Nahdlatul Ulama (NU), yaitu Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Ia juga pernah menjadi Ketua Umum Dewan Koordinasi Nasional Gerakan Pemuda Partai Kebangkitan Bangsa (DKN Garda Bangsa).Aktif di ranah pergerakan mahasiswa membuat lulusan IAIN Salatiga (S1) dan Universitas Indonesia (S2) ini cukup paham dengan bidang ketenagakerjaan, khususnya buruh. Hanif Dhakiri pernah memimpin Lembaga Studi dan Advokasi Buruh (LSAB) Pengurus Besar (PB) PMII pada 1997 hingga 2000.Tak hanya itu, Hanif Dhakiri juga pernah menjadi staf Menteri Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, Erman Soeparno, untuk mengurusi masalah perburuhan. Kelas buruh kita harus menjadi skilled labour. Para pekerja kita harus menguasai alih teknologi. Ini modal membangun keunggulan produksi nasional, tandasnya.Ia telah menulis beberapa buku, antara lain: Menggagas Fiqh Perburuhan (1999); Paulo Freire, Islam, dan Pembebasan (2000); Post-Tradisionalisme Islam (2000); Politik Melayani Basis (2001); Menjadi Politisi Manajer (2001); Kiai Kampung dan Demokrasi Lokal (2007); Mengapa Memilih PKB? (2008); 41 Warisan Kebesaran Gus Dur (2011); NU: Jimat NKRI, Jimat Indonesia; Pedoman Berpolitik Warga NU (2013), dan lain-lain.

Menteri PU dan Perumahan Rakyat:Basuki Hadi Muljono

Menteri Pekerjaan Umum (PU) dan Perumahan RakyatKabinet Kerja Jokowi JK 2014-2019dijabat oleh Basuki Hadi Muljono. Inilah profil dan biodata Basuki Hadi Muljono, Menteri PU dan Perumahan Rakyat yang akan membantu kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).Dilahirkan di Solo pada 5 November 1954, Basuki Hadi Muljono menghabiskan masa kecil dan remajanya dengan berpindah-pindah tempat. Hal itu karena tuntutan pekerjaan sang ayah sebagai anggota TNI Angkatan Darat (AD).Basuki Hadi Muljono menempuh S1 di jurusan Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan lulus pada 1979. Kemudian, ia meraih gelar Magister (S2) dan Doktor (S3) Teknik Sipil dari Colorado State University, Amerika Serikat, pada bidang pengairan.Pada 2005 hingga 2007, Basuki Hadi Muljono menjabat sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum. Selanjutnya hingga tahun 2013, lulusan SMA Negeri 5 Surabaya ini tercatat sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum.Sebelum dilantik menjadi Menteri Pekerjaan Umum (PU) dan Perumahan Rakyat, ia adalah Direktur Jenderal Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum. Basuki Hadi Muljono sempat menjadi Komisaris Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk .Selain itu, ia juga anggota tim penanggulangan lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, sejak tahun 2006.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan:Siti Nurbaya Bakar

Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc adalah salah seorang profesional dari partai politik yang bergabung di Kabinet Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK). Simak profil dan biodata Siti Nurbaya Bakar, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia 2014-2019Kabinet Kerja Jokowi JK,berikut ini.Terlahir dari keluarga Betawi asli di Jakarta pada tanggal 28 Juli 1965, Siti Nurbaya Bakar, adalah kader kebanggaan Partai Nasional Demokrat (NasDem) yang menempati posisi sebagai Ketua Dewan Perwakilan Pusat (DPP) parpol pimpinan Surya Paloh tersebut.Latar belakang akademis Siti Nurbaya Bakar sebagai lulusan Institut Pertanian Bogor (ITB) sekaligus selaku staf pengajar di salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia itu membuat Jokowi dan JK memberinya mandat untuk menjalankan tugas sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia periode 2014 hingga 2019.Setelah lulus dari ITB pada tahun 1979, wanita yang kini berusia 49 tahun ini melanjutkan studinya ke International Institute for Aerospace Survey and Earth Sciences (ITC), Enschede, Belanda, dan meraih gelar master pada tahun 1988. Satu dasawarsa kemudian, yaitu tahun 1998, Siti Nurbaya Bakar merampungkan jenjang S3 di ITB.Riwayat Siti Nurbaya Bakar di pemerintahan cukup panjang, yakni Kepala Seksi Penelitian Fisik Bappeda Lampug (1983-1985), Kepala Seksi Pengairan Bappeda Lampung (1985-1988), Kasubid Analisis Statistik Bappeda Lampung (1981-1983), Kepala Seksi Tata Ruang Bappeda Lampung (1988-1990), Kepala Bidang Penelitian , Bappeda Lampung (1990-1995), dan Wakil Ketua Bappeda Tingkat I Pemda Lampung (1996-1998).Setelah itu, ia menjabat sebagai Kepala Biro Perencanaan Depdagri (1998-2001), Tenaga Pengajar Perguruan Tinggi di Lingkungan Kopertis Wilayah III (2001-Sekarang), Pelaksana Manajemen STPDN (2003-2004), Sekjen Depdagri (2001-2005), Dewan Komisaris PUSRI (2011-Sekarang), Sekjen DPD RI (2006-2013), dan Ketua Komite Investasi dan Manajemen Resiko PUSRI (2013).Beberapa anugerah yang pernah diterimanya antara lain Bintang Jasa Utama (2011), Bintang Satya Lencana Wirakarya (2010), Bintang Jasa Satya Lencana Wirakarya (2004), Penghargaan Dewan Pers Nasional untuk Partisipasi Pejabat (2004), PNS Teladan Nasional (2004), Penghargaan Penerapan Informasi Teknologi (2003), Penghargaan Nasional dalam Aplikasi Sistem Informasi Geografi (1993), dan masih banyak lagi.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN:Ferry Mursyidan Baldan

Ferry M Baldanmasuk dalamKabinet Kerja Jokowi JKsebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia periode 2014-2019. Ferry merupakan representasi profesional partai dari Nasdem (Nasional Demokrat). Pengalamannya penuh dalam urusan politik bersama Golkar.Seiring dengan kemunculan Nasdem sebagaipartai barudi Pemilu 2014, nama Ferry Baldan tercantum sebagai politisi senior partai yang dibangun oleh taipan media Surya Paloh tersebut. Lahir pada 16 Juni 1961, Ferry sudah berkiprah di parlemen sejak lama.Ferry Mursyidan Baldan pernah mewakili organisasi pemuda/mahasiswa sebagai anggota MPR RI periode 1992-1997.Kecemerlangannya bertambah ketika mengenakan baju Golkar di DPR. Ia kerap terlibat dalam desain UU terkait pemerintahan dan politik pemilu. Ferry tercatat sebagai Ketua PansusRUU PemiluLegislatif yang menghasilkan UU Pemilu 2004.Keberhasilan Nasdem meraup tujuh persen suara di Pemilu 2014 adalah berkat skenario cerdas yang disusun Ferry. Meskipun demikian, mantan aktivis HMI ini terlihat cukup bersahaja. Kala dipuji sebagai aktor paling penting Nasional Demokrat, Ferry Baldan hanya berkata, Itu kerja kolektif di NasDem. Ini bukan peran person to person.Kini penggemar Manchester United ini duduk diposisi empuk menteridalam kabinet Jokowi JK. Tantangannya tidak ringan. Kecerdasan Ferry Baldan akan diuji ketika bertarung melawan para mafia tanah, orang-orang yang menguasai dan menjual tanah kepada pihak tertentu dengan harga selangit.Ketua LPP3I Zulfi Syarif Koto mengungkapkan kepada Kompas, Mafia tanah ini sudah menggumpal. Mereka akan menjadi musuh nomor satu Pak Ferry.Nama Lengkap: Ferry Mursyidan BaldanTempat/Tanggal Lahir:Jakarta, 16 Juni 1961Pendidikan:Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran

Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan:Puan Maharani

Puan Maharani, anakMegawati Soekarno Putri ternyata terpilihsebagai menteri Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan diKabinet Kerja Jokowi JKperiode 2014-2019. Sebagai cucu proklamator kemerdekaan Indonesia, Soekarno, Puan mendapatkan beban yang tak sedikit untuk membuktikan kapasitas dengan duduk di posisi pembantu presiden dalam pemerintahan baru.Sosok Puan Maharani sudah melejit dalam beberapa tahun terakhir dan bukan tidak mungkin akan menjadi suksesor sang ibu sebagai ketua umum PDI-P di kemudian hari. Sarjana Ilmu Komunikasi UI ini juga menjabat sebagaiKetua FraksiPDI-P di DPR periode 2014 hingga 2019.Pengalaman yang mematangkan kemampuan Puansebagai politikus. Ia terlibat sangat dalam di Pemilu 2014 lalu yang membantu PDI-P kembali menjadi partai penguasa setelah 10 tahun berstatus oposisi. Pada pemilihan legislatif lalu, partai berlambang banteng moncong putih itu meraup suara terbanyak, melebihi Golkar.Bicara popularitas, Puan Maharani juga memilikinya. Sebagai anggota DPR, ia termasuk dalam deretan orang yang memperoleh suara terbanyak dalam dua pemilu terakhir, tahun 2009 dan 2014. Tahun ini, sendirian Puan mendapatkan kenaikan pemilih lebih dari 120 ribu suara yang membuka jalan baginya melenggang mulus ke Senayan.Kabinet Jokowi JK tidak bisa lepas dari kritik. Termasuk ketika Puan Maharani yang orang parpol dan berada dalam lingkaran dalam Megawati bisa menjabat sebagai menteri. Namun, sang putri mahkota sudah menjawab keraguan itu dengan berkata, (saya masuk sebagai menteri) Bukan karena anak, karena keluarga, atau titipan.Menteri Agama:Lukman Hakim Saefuddin

Lukman Hakim Saefuddin menjadi satu-satunya menteri dari pemerintahan sebelumnya yang dipertahankan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla di kabinet terbaru untuk lima tahun ke depan. Inilah profil & biodata Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Agama Republik IndonesiaKabinet Kerja Jokowi JK2014-2019.Lahir di Jakarta tanggal 25 November 1962, Lukman Hakim Saifuddin menghabiskan masa kecil hingga remajanya di ibukota. Setelah lulus dari SMP Negeri 11 Jakarta, ia berguru ke Pesantren Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur. Selepas itu, ia kembali ke Jakarta untuk menempuh kuliah S1 di Universitas Islam As-Syafiiyah.Suami dari Trisna Willy dan bapak tiga orang anak ini ditunjuk sebagai Menteri Agama oleh presiden RI sebelumnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pada tanggal 9 Juni 2014 untuk menggantikan Suryadharma Ali yang tersangkut kasus korupsi haji.Kinerja Lukman Hakim Saifuddin yang cukup baik dalam waktu yang relatif singkat di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II membuat Presiden Jokowi menunjuk kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu untuk kembali mengampu jabatan sebagai Menteri Agama.Untuk diketahui, Lukman Hakim adalah putera dari Menteri Agama RI ke-9, yakni Saifuddin Zuhri. Sebelum menjabat sebagai menteri, ia pernah menjadi anggota DPR RI periode 1999-2004, 2004-2009, dan 2009-2014 dari PPP. Selain itu, tokoh Nahdlatul Ulama (NU) ini juga tercatat sebagai Wakil Ketua MPR RI periode 2009-2014.Menteri Kesehatan:Nila F Moeloek

Nila F Moeloekresmi ditunjuksebagai menteri kesehatan Republik Indonesia dalamKabinet Kerja Jokowi JKuntuk periode 2014-2019. Lima tahun lalu Nila nyaris menjadi menteri yang sama di kabinet Indonesia Bersatu II. Kini, utusan khusus presiden RI untuk MDGs ini memangku jabatan besar dalampemerintahan baru.Soal pengalaman sosok Nila Moeloek sudah tidak diragukan lagi. Perempuan berusia 61 tahun tersebut disebut presiden Jokowi sebagai sosokkaya pengalaman. Nila adalah istri dr. Farid Anfasa Moelok, Menteri Kesehatan di era presiden B.J. Habibie pada 1997 hingga 1999.Ia juga aktif mengajar di program doktor pasca sarjana Fakultas Kedokteran UI. Dalam lima tahun terakhir, ia juga berkiprah besar untuk MDGs (Millenium Development Goals).MDGs disebutkan olehTribunnewsmengemban berbagai tugas global yang demikian vital. Berbagai masalah seperti kemiskinan absolut, belumterjangkaunya pendidikan, kesenjangan gender, penyebaran HIV/AIDS dan penyakit menular lain, hingga kerusakan lingkungan hanya beberapa dari sekian yang terus dicari solusinya.Nila Moelek sendiri mengungkapkan kepadaKompasbahwa dirinya akan berfokus membela tenaga kesehatan. Selain itu ia juga menyatakan kesehatan berperanan sangant penting bagi negara, Bagaimana kita mengurangi kemiskinan sangat terkait dengan kesehatan. Maka MDGs itu hulunya kesehatan.Berikut ini profil Nila F Moeloek, menteri kesehatan di kabinet Jokowi JK.Nama:Nila Djuwita Anfasa MoeloekTempat/ Tanggal Lahir:Jakarta, 11 April 1949Pendidikan Terakhir: Doktor bidang Kedokteran Universitas IndonesiaJabatan Terakhir :Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

Menteri Sosial:Khofifah Indar Parawansa

Khofifah Indar Parawansa kembali mengabdi di dalam pemerintahan setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilihnya untuk bertugas sebagai Menteri Sosial padaKabinet Kerja Jokowi JK2014-2019. Inilah profil dan biodata Mensos Republik Indonesia yang baru, Khofifah Indar Parawansa.Perempuan tangguh dan murah senyum yang satu ini memang bukan nama yang asing di jagat perpolitikan di Indonesia. Khofifah Indar Parawansa pernah menjabat sebagai Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan pada tahun 1999 hingga 2001.Ibu empat orang anak ini menghabiskan hampir seluruh masa studinya di Surabaya, dari SD, SMP, SMA, hingga kuliah di Universitas Airlangga (1984-1991) dan S2 di Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Surabaya (1984-1989). Sampai kemudian, ia hijrah ke Jakarta untuk menempuh program Strata II di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (1993-1997).Karir politik wanita asli Surabaya kelahiran 19 Mei 1965 ini sangat panjang. Dari menjabat sebagai pimpinan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPR RI (1992-1997), Pimpinan Komisi VIII DPR RI (1995-1997), Anggota Komisi II DPR RI (1997-1998), hingga Wakil Ketua DPR RI (1999)Khofifah Indar Parawansa juga pernah menjadi Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa MPR RI (1999), Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (1999-2001), Ketua Komisi VII DPR RI (2004-2006), Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa MPR RI (2004- 2006), Anggota Komisi VII DPR RI (2006), dan kini kembali ke kabinet sebagai Menteri Sosial di Kabinet Kerja Jokowi-JK untuk periode 2014 sampai 2019.Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak:Yohanan Yambise

Yohana Susana Yembise adalah perempuan Papua pertama yang menjabat sebagai menteri di Indonesia. Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mempercayakan salah satu jabatan menteri kepada Yohanan Yambise. Berikut ini profil dan biodata Yohana Yembise, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2014-2019Kabinet Kerja Jokowi JK.Wanita berusia 56 tahun ini sebelumnya dikenal sebagai seorang profesor di Universitas Cenderawasih Jayapura. Yohanan Yambise juga menjadi guru besar perempuan pertama dari tanah Papua.Lahir di Manokwari, Papua, pada 1 Oktober 1958, Yohanan Yambise menempuh SD di Jayapura, kemudian SMP dan SMA di Nabire, kemudian memperoleh gelar sarjana dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Kependidikan (FKIP) Universitas Cenderawasih di bidang Bahasa Inggris.Tahun 1992, Yohanan Yambise memperoleh beasiswa dari Regional Language Center (RELC), SEAMEO Singapura, untuk memperdalam ilmu linguistik terapan. Dua tahun berselang, ibu dari tiga anak ini meraih gelar master dari Departemen Pendidikan Simon Fraser University di Kanada. Tahun 2001, ia menempuh pendidikan doktoral di Universitas Newcastle, Inggris, dan lima tahun kemudian Yohanan Yambise meraih gelar Ph.D.Yohanan Yambise cukup lama mengabdi di almamaternya, dari asisten dosen, dosen tetap, hingga Kepala Laboratorium Bahasa di Universitas Cenderawasih. Seabrek kiprahnya bersama sejumlah lembaga dari dalam maupun luar negeri pun turut menambah pengalaman dan kapabilitas wanita yang pernah mencalonkan diri sebagai Bupati Biak Numfor pada tahun 2013 ini.

Menteri Kebudayaan dan Pedidikan Dasar dan Menengah:Anies Baswedan

Anies Baswedan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) telah mengumumkan daftar menteri yang akan mengisi susunan kabinet pemerintahan lima tahun ke depan. Salah satu nama yang terpilih sebagai menteri diKabinet Kerja Jokowi JK 2014-2019adalah Anies Baswedan yang menjabat sebagai Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah RI.Nama Anies Baswedan sebenarnya sudah cukup lama menjadi salah satu tokoh yang diprediksi akan mengisi Kabinet Kerja Jokowi-JK. Tokoh intelektual dan akademisi yang sempat mengikuti Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat ini juga dikenal sebagai salah satu pilar di balik kesuksesan Jokowi-JK memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.Anies Rasyid Baswedan Ph.D. dilahirkan di Kuningan, Jawa Barat, pada tanggal 7 Mei 1969. Saat ini, cucu dari pejuang kemerdekaan Indonesia, Abdurrahman Baswedan, dan putera pasangan Rasyid Baswedan-Aliyah Rasyid ini berusia 45 tahun. Pada tahun 2007, Anies Baswedan dilantik sebagai Rektor Universitas Paramadina dan menjadi rektor termuda di Indonesia pada usia 38 tahun.Suami Fery Farhati Ganis dan bapak 4 orang anak ini cukup lama menghabiskan masa kecil danremajanya di Yogyakarta hingga lulus sarjana. Saat duduk di bangku SMA Negeri 2 Yogyakarta. ia terpilihuntuk mengikuti program pertukaran pelajar selama setahun di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat.Anies Baswedan menempuh S1 di Fakultas Ekonomi, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, lulus tahun 1995, dan sangat kenyang pengalaman di dunia organisasi mahasiswa. Ia juga pernah memperoleh beasiswa dari JAL Foundation untuk mengikuti kuliah musim panas di Sophia University, Tokyo, Jepang.Sempat bekerja di Pusat Antar Universitas Studi Ekonomi UGM, Anies Baswedan meraih gelar master dari School of Public Affairs, University of Maryland, College Park, pada tahun 1997. Dua tahun kemudian, tokoh yang terkenal sebagai penggagas dan penggerak gerakan Turun Tangan inimemperoleh gelar doktor dari Northern Illinois University. Anies Baswedan menempuh kuliah S2 dan S3 di luar negeri dari beasiswa.Karir intelektual Anies Baswedan sangat panjang. Dari peneliti Pusat Antar-Universitas Studi Ekonomi UGM, Manajer Riset IPC, Inc. di Chicago Amerika Serikat, Kemitraan untuk Reformasi Tata Kelola Pemerintahan, Direktur Riset Indonesian Institute Center, Rektor Universitas Paramadina, Ketua Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar , dan lain-lain.

Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi:M Nasir

Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia untuk lima tahun ke depan dijabat oleh Muhammad Nasir sesuai yang telah diumumkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Simakprofil dan biodataM Nasir, Menristek & Dikti di Kabinet Kerja Jokowi JK 2014-2019.M. Nasir sebelumnya dikenal sebagai pakar anggaran sekaligus Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Ia akan memimpin kementerian baru yang merupakan gabungan dari Kementerian Riset dan Teknologi yang dipadukan dengan Ditjen Pendidikan Tinggi.Lahir di Ngawi, Jawa Timur, pada tanggal 27 Juni 1960, M Nasir meraih gelar sarjana dari Universitas Diponegoro, lalu merampungkan program S2 di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta sebelum akhirnya menggamit gelar doktor dari University of Science di Penang, Malaysia.M. Nasir pernah menjabat sebagai Pembantu Rektor II dan Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Ia terpilih sebagai Rektor Undip pada 9 September 2014 dan baru akan dilantik tanggal 18 Desember 2014 mendatang. Namun, sebelum itu terlaksana, Jokowi telah menunjuknya sebagai Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi di Kabinet Kerja untuk periode 2014-2019.Sebagai Menteri Ristek dan Dikti pertama dalam sejarah pemerintahan di Indonesia, ayah dari empat orang anak ini bertekad untuk menjadikan riset pendidikan tinggi negeri ini mampu bersaing dengan bangsa-bangsa maju di dunia.Menteri Pemuda dan Olahraga:Imam Nahrawi

Imam Nahrawiresmi ditunjuk menjadiMenteri Pemuda dan Olahraga Indonesia dalamKabinet Kerja Jokowi JKperiode 2014-2019. Sekjen PKB ini masuk sebagai profesional partai yang dijanjikan Joko Widodo. Dengan adanya agenda Asian Games 2018 dan berbagai masalah olahraga nasional, apakah Nahrawi mampumengemban tugasMenpora?Imam Nahrawi lebih dikenal dengan sepak terjangnya didunia politik. Ia sudah dua periode menjadi anggota MPR RI secara beruntun. Pengalaman organisasinya cukup matang. Nahrawi pernah berstatus Ketua Umum PMII Jawa Timur dan Ketua Umum DKN Garda Bangsa.Banyak harapan yang disematkan pada Nahrawi. Misalnya dari E.F Hamidi, Sekjen KONI. Dikatakannya kepadaAntara, Kami berharap menteri Menporadapat mampu belajardengan cepat mengenai perkembangan pemuda dan olahraga ke depan. Serta harus cepat bekerja.Secara tersirat, Imam Nahrawi kurang memiliki pengalaman berarti dalam pembinaan olahraga daerah dan nasional. Oleh karenanya, target Indonesia berprestasi di Asian Games 2018 kala ia menjadi Menpora, dianggap sesuatu yang kurang relevan.Legenda Tenis, Yayuk Basuki yang sekarang menjadi anggota DPR mengungkapkan kegelisahannya atas penunjukan Nahrawi. Disebutkannya, Aku no comment deh, pesimis aja. Sepertinya pemimpin kita tidak serius ingin memperbaiki olah raga.Tantangan besar bagi Imam Nahrawi tidak hanya datang dari ajang Asian Games semata. Banyak cabang olahraga yang sedang mengalami kemunduran. Jika tidak, prestasi yang stagnan.Kebijakan yang tepat bisa mengubah pesimisme publik pada sosok Menpora yang baru. Namun jika gagal, suara miring bahwa Nahrawi masuk hanya untuk memenuhi kuota parpol bisa terdengar lantang.Nama:H. Imam Nahrawi, S.AgTempat/ Tanggal Lahir:Bangkalan, 8 Juli 1973, JawaTimurPendidikan SDN Bandung Bangkalan tahun 1980-1986 SMPN Konang Bangkalan tahun 1986-1989 MAN Bangkalan tahun 1989-1991 IAIN Sunan Ampel Surabaya tahun 1998

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi:Marwan Jafar

H. Marwan Jafar, S.E., S.H., BBA terpilih sebagai salah satu sosok yang akan bekerja sama dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) untuk menjalankan pemerintahan. Inilahprofil dan biodataMarwan Jafar yang telah ditunjuk sebagai Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi 2014-2019 Kabinet Kerja Jokowi JK.Menteri yang satu ini berasal dari unsur partai politik dan mantan aktivis mahasiswa. Marwan Jafar adalah Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di DPR-RI. Tak hanya itu, ia pernah menjadi Wakil Ketua Lembaga Perekonomian Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) dan mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).Usianya masih cukup muda, 43 tahun. Marwan Jafar dilahirkan pada tanggal 12 Maret 1971 di Pati, Jawa Tengah. Ia meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Islam Indonesia Yogyakarta sekaligus Sarjana Ekonomi dari Ekonomi Universitas Gajayana Malang pada tahun yang sama, yaitu 1998. Program S2 ia tempuh di Universitas Kebangsaan Malaysia dan lulus tahun 2008.Sebelum terjun ke politik, Marwan Jafar sempat merintis karir di bidang lain, termasuk menjadi konsultan hukum di Rusdiono & Partners Law Firm, Direktur PT. Madu Buana Abadi, Marketing Manager PT. Sentra Mekanindo, Direktur dan Komisaris PT. Wahana Sarana Jati, Direktur PT. Wahana Sarana Jati, serta Senior Partners di Marwan & Sidabutar Partners Law Firm.