Taman Nasional

  • Published on
    16-Oct-2015

  • View
    32

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

asd

Transcript

<p>Macam-Macam Taman Nasional di Dunia Diajukan sebagai salah satu syarat ujian akhir SMA</p> <p> Nama Siswa : Novita Suwardi</p> <p> No.Induk : Jurusan : IPS Program : Regular</p> <p> SMA Jubilee</p> <p> Jalan. Sunter Jaya I,Kel.Sunter Agung</p> <p> Jakarta Utara 14350,Indonesia</p> <p> 2012/2013 Halaman Pernyataan Orisinalitas</p> <p> Karya tulis ini adalah hasil karya saya sendiri dan semua sumber baik yang dikutip maupun yang dirujuk telah saya nyatakan dengan benar.</p> <p>Nama : Novita SuwardiNIS : Tanda tangan Tanggal : Halaman PengesahanKarya tulis ini diajukan oleh :</p> <p>Nama : Novita SuwardiNIS : Jurusan : IPSJudul Karya Tulis : Macam-Macam Taman Nasional di DuniaTelah selesai diperiksa dan sudah disetujui oleh guru pembimbing dan diterima sebagaibagian persyaratan ujian akhir dalam sistem SKS pada Program Regular Jurusan Ilmu Pengetahuan Sejarah SMA Jubilee.</p> <p> Dewan Pemeriksa</p> <p>Pembimbing Karya Tulis : Pembimbing Materi : Kepala Sekolah : Budiman M.Si</p> <p>Ditetapkan di : Jakarta</p> <p>Tanggal</p> <p>Kata PengantarPertama-tama kami ingin mengucapkan puji dan syukur kepada Tuhan yang Maha Esa yang telah memberkati kami sehingga karya tulis ini dapat diselesaikan.Kami juga ingin mengucapkan terima kasih bagi seluruh pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan karya tulis ini dan berbagai sumber yang telah kami pakai sebagai data dan fakta pada karya tulis ini.</p> <p>Kami mengakui bahwa kami adalah manusia yang mempunyai keterbatasan dalam berbagai hal.Oleh karena itu tidak ada hal yang dapat diselesaikan dengan sangat sempurna.Begitu pula dengan karya tulis ini yang telah kami selesaikan.Tidak semua hal dapat kami deskripsikan dengan sempurna dalam karya tulis ini.Kami melakukannya semaksimal mungkin dengan kemampuan yang kami miliki.Di mana kami juga memiliki keterbatasan kemampuan.</p> <p>Maka dari itu seperti yang telah dijelaskan bahwa kami memiliki keterbatasan dan juga kekurangan, kami bersedia menerima kritik dan saran dari pembaca yang budiman.</p> <p>Kami akan menerima semua kritik dan saran tersebut sebagai batu loncatan yang dapat memperbaiki karya tulis kami di masa datang.Sehingga semoga karya tulis berikutnya dan karya tulis lain dapat diselesaikan dengan hasil yang lebih baik.</p> <p>Dengan menyelesaikan karya tulis ini kami mengharapkan banyak manfaat yang dapat dipetik dan diambil dari karya ini</p> <p>Jakarta,11 Oktober 2012DAFTAR ISIHalaman Pernyataan Orisinalitas . iHalaman Pengesahan ii</p> <p>Kata Pengantar .. iiiDaftar Isi ....................................................................................................................... iv</p> <p>Bab I Pendahuluan ......................................................................................................... 1</p> <p>1.1 Latar Belakang .................................................................................................... 2</p> <p>1.2 Tujuan .................................................................................................................. 3</p> <p>1.3 Pembahasan Masalah .......................................................................................... 4</p> <p>1.4 Perumusan Masalah ............................................................................................ 5</p> <p>Bab II Pembahasan .......................................................................................................... 6</p> <p> 2.1 </p> <p> 2.2 Luas dan Penyebaran Hutan Bakau 2.3 Lingkungan Fisik dan Zonasi Hutan Bakau 2.4 Bentuk-bentuk Adaptasi Hutan Bakau 2.5 Fungsi dan Peranan Hutan Bakau (Mangrove) dalam EkosistemBab IPendahuluan1.1 Latar Belakang </p> <p>Di Negara kita masih banyak orang yang tidak mengetahui tentang apa itu Taman Nasional. Hal ini dikarenakan minimnya informasi yang sampai ke masyarakat luas, bahkan masyarakat yang berbatasan dengan Taman Nasional itu sendiri pun masih banyak yang tidak mengerti arti Taman Nasional, fungsi dan juga manfaatnya. Sangat sedikit sekali orang yang perduli akan keindahan taman nasional yang dimiliki oleh masing masing negara, tanpa mereka sadari Taman Nasional merupakan anugrah indah yang diciptakan oleh Maha pencipta yang apabila kita kembangkan dan lestarikan akan semakin terlihat indah dan terlihat menawan. 1.1 Ruang Lingkup Pembahasan</p> <p>Berpijak pada latar belakang tersebut, penulis tertarik untuk membahas tentang macam macam taman nasional di dunia. Banyak taman nasional yang jarang diketahui oleh orang-lain Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis ingin memberikan penjelasan dan pengetahuan tentang macam macam taman nasional1.3 Rumusan Masalah</p> <p>- Bagaimana cara kita melestarikan dan menjaga taman nasional yang dimiliki oleh masing-masing negara? - Apa dampak buruk apabila kita tidak melestarikan dan menjaga taman nasional?1.4 Tujuan Penulisan </p> <p>Penulis memilih Judul Macam-Macam Taman Nasional di Dunia karena ingin Membahas tentang macam-macam taman nasional yang ada didunia dan untuk melengkapi ketentuan untuk mengikuti Ujian Nasional. 1.5 Manfaat Penulisan</p> <p>Manfaat penulisan karya tulis ini adalah Membahas,member pengetahuan serta menyadarkan masyarakat bahwa kita harus menjaga dan melestarikan taman nasional yang sudah kita milikiBab IILandasan Teoritis 2.1 Definisi Taman NasionalTaman nasional merupakan sesuatu yang sangat berharga, karena di dalamnya kita bisa melihat banyak keindahan alam flora dan fauna yang khas dari suatu negara. maka tak heran jika negara-negara di dunia ini berusaha untuk memugar dan mempercantik taman nasional yang mereka miliki, disamping usaha dari pemerintah, keindahan alami juga ikut mempengaruhi tingkat keindahan taman nasional tersebut. </p> <p>Taman Nasional (National Park) merupakan kawasan yang dilindungi oleh pemerintah dari perkembangan manusia dan polusi. Menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, Taman Nasional didefinisikan sebagai kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata dan rekreasi alam.</p> <p>Taman Nasional juga dilindungi olehWorld Conservation UnionKategori II (IUCN;International Union for Conservation of Nature and Natural Resources).BAB IIIPEMBAHASAN</p> <p>3.1 Macam-Macam Negara yang memiliki Taman Nasional</p> <p>3.1.1 Amerika</p> <p>Amerika siapa yang tidak kenal negara maju seperti amerika ini, Amerika juga dikenal dengan lingkungannya yang tidak jarang turis dari berbagai negara datang hanya untuk berlibur dan menikmati indahnya objek-objek wisata yang dimiliki oleh negara iniKekhasan negara Amerika membuat turis merasa nyaman berada disana, dan tidak sedikit turis dari negara lain menepat di negara amerika yang indahAmerika mempunyai banyak keunikan keragaman y</p> <p>2.3 Lingkungan Fisik dan Zonasi Hutan Bakau</p> <p>Jenis-jenis tumbuhan hutan bakau ini bereaksi berbeda terhadap variasi-variasi lingkungan fisik di atas,sehingga memunculkan zona-zona vegetasi tertentu.Beberapa faktor lingkungan fisik tersebut adalah :1. Jenis tanah</p> <p>Sebagai wilayah pengendapan, substrat di pesisir bisa sangat berbeda.Yang paling umum adalah hutan bakau tumbuh di atas lumpur tanah liat bercampur dengan bahan organik.Akan tetapi di beberapa tempat, bahan organik ini sedemikian banyak proporsinya; bahkan ada pula hutan bakau yang tumbuh di atas tanah bergambut.</p> <p>Substrat yang lain adalah lumpur dengan kandungan pasir yang tinggi, atau bahkan dominan pecahan karang, di pantai-pantai yang berdekatan dengan terumbu karang.2. Terpaan ombak</p> <p>Bagian luar atau bagian depan hutan bakau yang berhadapan dengan laut terbuka sering harus mengalami terpaan ombak yang keras dan aliran air yang kuat. Tidak seperti bagian dalamnya yang lebih tenang.Yang agak serupa adalah bagian-bagian hutan yang berhadapan langsung dengan aliran air sungai, yakni yang terletak di tepi sungai. Perbedaannya, salinitas di bagian ini tidak begitu tinggi, terutama di bagian-bagian yang agak jauh dari muara. Hutan bakau juga merupakan salah satu perisai alam yang menahan laju ombak besar..3. Penggenangan oleh air pasang</p> <p> Bagian luar juga mengalami genangan air pasang yang paling lama dibandingkan bagian yang lainnya; bahkan terkadang terus menerus terendam. Pada pihak lain, bagian-bagian di pedalaman hutan mungkin hanya terendam air laut manakala terjadi pasang tertinggi sekali dua kali dalam sebulan.</p> <p>Menghadapi variasi-variasi kondisi lingkungan seperti ini, secara alami terbentuk zonasi vegetasi mangrove; yang biasanya berlapis-lapis mulai dari bagian terluar yang terpapar gelombang laut, hingga ke pedalaman yang relatif kering.</p> <p>Jenis-jenis bakau (Rhizophora spp.) biasanya tumbuh di bagian terluar yang kerap digempur ombak. Bakau Rhizophora apiculata dan R. mucronata tumbuh di atas tanah lumpur. Sedangkan bakau R. stylosa dan perepat (Sonneratia alba) tumbuh di atas pasir berlumpur. Pada bagian laut yang lebih tenang hidup api-api hitam (Avicennia alba) di zona terluar atau zona pionir ini.Di bagian lebih ke dalam, yang masih tergenang pasang tinggi, biasa ditemui campuran bakau R. mucronata dengan jenis-jenis kendeka (Bruguiera spp.), kaboa (Aegiceras corniculata) dan lain-lain.</p> <p>Sedangkan di dekat tepi sungai, yang lebih tawar airnya, biasa ditemui nipah (Nypa fruticans), pidada (Sonneratia caseolaris) dan bintaro (Cerbera spp.).Pada bagian yang lebih kering di pedalaman hutan didapatkan nirih (Xylocarpus spp.), teruntum (Lumnitzera racemosa), dungun (Heritiera littoralis) dan kayu buta-buta (Excoecaria agallocha).2.4 Bentuk-bentuk Adaptasi Hutan Bakau</p> <p>Menghadapi lingkungan yang ekstrim di hutan bakau,tumbuhan beradaptasi dengan berbagai cara.Secara fisik, kebanyakan vegetasi mangrove menumbuhkan organ khas untuk bertahan hidup. Seperti aneka bentuk akar dan kelenjar garam di daun. Namun ada pula bentuk-bentuk adaptasi fisiologis.Pohon-pohon bakau (Rhizophora spp.), yang biasanya tumbuh di zona terluar,mengembangkan akar tunjang (stilt root) untuk bertahan dari ganasnya gelombang.Jenis-jenis api-api (Avicennia spp.) dan pidada (Sonneratia spp.) menumbuhkan akar napas (pneumatophore) yang muncul dari pekatnya lumpur untuk mengambil oksigen dari udara. Pohon kendeka (Bruguiera spp.) mempunyai akar lutut (knee root), sementara pohon-pohon nirih (Xylocarpus spp.) berakar papan yang memanjang berkelok-kelok; keduanya untuk menunjang tegaknya pohon di atas lumpur, sambil pula mendapatkan udara bagi pernapasannya. Ditambah pula kebanyakan jenis-jenis vegetasi mangrove memiliki lentisel, lubang pori pada pepagan untuk bernapas.Untuk mengatasi salinitas yang tinggi, api-api mengeluarkan kelebihan garam melalui kelenjar di bawah daunnya.Sementara jenis yang lain, seperti Rhizophora mangle, mengembangkan sistem perakaran yang hampir tak tertembus air garam.Air yang terserap telah hampir-hampir tawar, sekitar 90-97% dari kandungan garam di air laut tak mampu melewati saringan akar ini.Garam yang sempat terkandung di tubuh tumbuhan, diakumulasikan di daun tua dan akan terbuang bersama gugurnya daun.</p> <p>Pada pihak yang lain, mengingat sukarnya memperoleh air tawar, vegetasi mangrove harus berupaya mempertahankan kandungan air di dalam tubuhnya. Padahal lingkungan lautan tropika yang panas mendorong tingginya penguapan. Beberapa jenis tumbuhan hutan bakau mampu mengatur bukaan mulut daun (stomata) dan arah hadap permukaan daun di siang hari terik, sehingga mengurangi evaporasi dari daun.</p> <p>1. Perkembangbiakan :</p> <p>Adaptasi lain yang penting diperlihatkan dalam hal perkembang biakan jenis. Lingkungan yang keras di hutan bakau hampir tidak memungkinkan jenis biji-bijian berkecambah dengan normal di atas lumpurnya. Selain kondisi kimiawinya yang ekstrem, kondisi fisik berupa lumpur dan pasang-surut air laut membuat biji sukar mempertahankan daya hidupnya.Hampir semua jenis flora hutan bakau memiliki biji atau buah yang dapat mengapung, sehingga dapat tersebar dengan mengikuti arus air. Selain itu, banyak dari jenis-jenis mangrove yang bersifat vivipar: yakni biji atau benihnya telah berkecambah sebelum buahnya gugur dari pohon.Contoh yang paling dikenal barangkali adalah perkecambahan buah-buah bakau (Rhizophora), tengar (Ceriops) atau kendeka (Bruguiera). Buah pohon-pohon ini telah berkecambah dan mengeluarkan akar panjang serupa tombak manakala masih bergantung pada tangkainya. Ketika rontok dan jatuh, buah-buah ini dapat langsung menancap di lumpur di tempat jatuhnya, atau terbawa air pasang, tersangkut dan tumbuh pada bagian lain dari hutan. Kemungkinan lain, terbawa arus laut dan melancong ke tempat-tempat jauh.</p> <p>Buah nipah (Nypa fruticans) telah muncul pucuknya sementara masih melekat di tandannya. Sementara buah api-api, kaboa (Aegiceras), jeruju (Acanthus) dan beberapa lainnya telah pula berkecambah di pohon, meski tak nampak dari sebelah luarnya. Keistimewaan-keistimewaan ini tak pelak lagi meningkatkan keberhasilan hidup dari anak-anak semai pohon-pohon itu. Anak semai semacam ini disebut dengan istilah propagul.</p> <p>Propagul-propagul seperti ini dapat terbawa oleh arus dan ombak laut hingga berkilometer-kilometer jauhnya, bahkan mungkin menyeberangi laut atau selat bersama kumpulan sampah-sampah laut lainnya.Propagul dapat tidur (dormant) berhari-hari bahkan berbulan, selama perjalanan sampai tiba di lokasi yang cocok. Jika akan tumbuh menetap, beberapa jenis propagul dapat mengubah perbandingan bobot bagian-bagian tubuhnya, sehingga bagian akar mulai tenggelam dan propagul mengambang vertikal di air. Ini memudahkannya untuk tersangkut dan menancap di dasar air dangkal yang berlumpur.2. Suksesi hutan bakau :</p> <p>Tumbuh dan berkembangnya suatu hutan dikenal dengan istilah suksesi hutan (forest succession atau sere).Hutan bakau merupakan suatu contoh suksesi hutan di lahan basah (disebut hydrosere).Dengan adanya proses suksesi ini, perlu diketahui bahwa zonasi hutan bakau pada uraian di atas tidaklah kekal, melainkan secara perlahan-lahan bergeser.Suksesi dimulai dengan terbentuknya suatu paparan lumpur (mudflat) yang dapat berfungsi sebagai substrat hutan bakau.Hingga pada suatu saat substrat baru ini diinvasi oleh propagul-propagul vegetasi mangrove, dan mulailah terbentuk vegetasi pionir hutan bakau</p> <p>Tumbuh...</p>