teori pembelajaran

  • View
    238

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Teori Pembelajaran adalah

Transcript

Teori Pembelajaran1. 2. 3. 4. 5. 6. Pandangan psikologi daya Pandangan psikologi tanggapan Pandangan psikologi naturalisme Pandangan psikologi asosiasi Pandangan psikologi conditioning Pandangan psikologi gestalt

Teori-Teori pembelajaran, antara lain: 1. Pandangan Psikologi Daya (Wolf, Tetens dan Kant a. Psikologi Daya menganalogikan jiwa dan jasmani b. Psikologi Daya Berpandangan bahwa inti belajar terletak pada ulangan c. Daya-daya jiwa jasmanimenurut psikologi daya haruslah sama halnya seperti daya-daya jasmani, yakni untuk memperkuat daya-daya harus melatihnya pula dengan cara mengerjakan sesuatu berulang-ulang. 2. Pandangan Psikologi Tanggapan (John Reidrich Herbert-Jerman) a. Herbert berpendapat bahwa isi yang sederhana/terkecil jiwa adalah tanggapan (verstellung), jadi jiwa berisi tanggapan-tanggapan. b. Kekuatan tanggapan itu dapat diperhitungkan secara ilmu pasti dan tergantung pada dua hal, yaitu: 1) jelas atau tidaknya pada waktu pertama kali oleh manusia, jadi makin jelas makin besar kekuatannya, dan sebaliknya. 2) Frekuensinya (sering tidaknya) tanggapan tersebut masuk ke dalam alam kesadaran, berarti semakin sering makin bertambah kekuatannya dan sebaliknya. c. Ada beberapa prinsip dalam teori tanggapan, yaitu: 1) menganalisa hidup jiwa sebagaimana matematik 2) mencari unsur kecil seperti dilakukan dalam matematika dimana terdapat atom. 3) unsur terkecil di dalam jiwa adalah tanggapan 4) jiwa terdiri dari kumpulan tanggapan yang tidak selalu disadari oleh seseorang 5) tanggapan yang tidak disadari tidak hilang akan tetapi tersimpan dalam ketidaksadaran dan bisa dimunculkan kembali ke alam sadar. 6) tanggapan yang paling kuat berpengaruh ke tingkah laku, hal ini tergantung pada: a) jelas tidaknya tanggapan b) sering tidaknya tanggapan berada dalam kesadaran. d. Aplikasi konsep ini dalam pembelajaran: 1) menyampaikan tanggapan sejelas mungkin agar dapat berperan dalam tingkah laku siswa. 2) Memasukkan tanggapan sesering mungkin dan berulang-ulang ke dalam kesadaran, caranya:

a) Cara pertama dapat dilakukan dengan menganalisa hal yang akan diajarkan menjadi unsur yang sederhana, dan ini deberikan sedikit demi sedikit kepada si terdidik, sebab yang sederhana itu jelas dan mudah. b) Cara kedua dilakukan dengan mengulang-ulang sesering mungkin memasukkan tanggapan ke dalam kesadaran. Dari uraian tersebut dapat diketahui pentingnya ulangan seperti yang dikemukakan Psikologi daya. 3. Psikologi Naturalisme (Jean Jaques Rousseau) a. Teori ini menyatakan bahwa setiap anak lahir mempunyai potensi atau kekuatan yang harus dikembangkan. b. Terlalu banyak diatur dan diberi, biarkan mereka mencari dan menemukan sendiri, sebab anak dapat berkembang sendiri 4. Psikologi Asosiasi (Edward L. Torndike) a. teori ini menyatakan bahwa yang menjadi darar belajarnialah asosiasi antara kesan panca indra dengan dorongan untuk bertindak. b. Asosiasi disebutnya connecting atau bond, karena prinsipnya yang demikian maka teori ini disebut connectionism atau bond psychology. c. Apabila diganbarkan, maka proses tersebut adalah: R 1 ------ tidak tepat, adakan R 2 ------ tidak tepat, adakan S R 3 ------ tidak tepat, adakan R 4 ------ tepat, diulang Catatan: S = stimulus/problem R = Respon d. Torndike berpendapat bahwa proses belajar ditentukan oleh hukum belajar, yakni: 1) Hukum Kesiapan (Law of Readiness) Hukum kesiapan untuk melakukan tindakan sebagai dasar dari belajar, tanpa adanya kesiapan akan berpengaruh terhadap proses dan hasil belajarn individu. 2) Hukum Latihan (Law of Exercise) Belajar memerlukan banyak latihan atau ulangan-ulangan. Suatu kecakapan akan dikuasai apabila seseorang banyak berlatih. Hukum ini mengandung dua pengertian, yaitu: a) Law of Use, yaitu latihan atau penggunaannya akan memperkuat hubngan. b) Law of Disucse, yakni apabila tidak pernah latihan, makin lama hubungan stimulus dan respon makin lemah. 3) Hukum Kepuasan (Law of effect) Hukum ini menyebutkan bahwa reaksi terhadap situasi atau kepuasan akan kepuasan (berhasil) memperkuat hubungan antara stimulus dan respon, sedangkan yang mengecewakan tidak berhasil memperlemah hubungan antara stimulus dan respon. 5. Psikologi Conditioning (Petrovich Pavlov)

2

a. Teori ini disebut teori conditioning, karena menyatakan bahwa proses belajar terjadi karena proses persyaratan. b. Perbuatan belajar adalah perbuatan berwujud rentetan respon atau gerak reflek yang sifatnya mekanistis. 6. Psikologi Gestalt ( Kohler, Kurt, Koffka, Kurt Lewin) a. Psikologi gestalt menekankan keseluruhan dan keterpaduan, belajar harus dimulai dari keseluruhan, baru kemudian kepada bagian-bagian. b. Dalam penga,atan itu terdapat satu hukum pragnans dan empat hukum tambahan yang tunduk pada hukum pokok. c. Hukum ini menyebutkan bahwa segala kejadian berarah ke keadaan pragnans, yaitu suatu keadaan yang seimbang, suatu gestalt yang baik, yang mencakup sifat-sifat keteraturan, kesederhanaan, kestabilan, dsb. Empat hukum tambahan tersebut adalah: 1) hukum keterdelatan, menyebutkan bahwa yang terdekat merupakan gestalt. 2) Hukum ketertutupan, menyebutkan bahwa yang tertutup merupakan gestalt 3) Hukum kesamaan, menyebutkan bahwa yang sama merupakan gestalt 4) Hukum kontinuitas menyebutkan bahwa yang kontinu merupakan gestalt Teori gestalt berpendapat bahwa dalam proses belajar yang terpenting bukanlah ulangan, akan tetapi pengertian (insight) d. Pola pembelajarannya sebagai berikut: 1) Beajar merupakan kegiatan baik fisik maupun mental untuk mencapai tujuan 2) Kegiatan itu berupa pemecahan masalah dengan terlebih dahulu melihat keseluruhan masalahnya untuk kemudian memahami hubungan antara keseluruhan dengan bagian-bagian. 3) Jika telah diperoleh pemecahan masalah yang berupa pemahaman, maka hal ini diulang, agar pemahamannya lebih mendalam. 4) Hasil belajar tersebut tidak terbatas, pada situasi dimana hasil itu diperoleh, tetapi tidak dipergunakan dalam situasi-situasi lain (dapat ditransfer). e. Ciri-ciri belajar menurut teori ini adalah: 1) lebih mementingkan keseluruhan daripada agian-bagian 2) prosesnya bersifat dinamis, artinya orang yang belajar berperan aktif di dalamnya (berusaha menyelidiki dan menemukan) 3) suatu yang penting adalah memperoleh pemahaman, ulangan tidak berperan pokok, ia diperlukan agar pemahaman semakin mendalam. 4) Hasil belajar lehih banyak ditentukan faktor-faktor intern orang belajar daripada faktor ekstern.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun RPP adalah:PANDUAN PENGEMBANGAN RENCANA PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (RPP) I. Pendahuluan

3

Dalam rangka mengimplementasikan pogram pembelajaran yang sudah dituangkan di dalam silabus, guru harus menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP merupakan pegangan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas, laboratorium, dan/atau lapangan untuk setiap Kompetensi dasar. Oleh karena itu, apa yang tertuang di dalam RPP memuat hal-hal yang langsung berkait dengan aktivitas pembelajaran dalam upaya pencapaian penguasaan suatu Kompetensi Dasar. Dalam menyusun RPP guru harus mencantumkan Standar Kompetensi yang memayungi Kompetensi Dasar yang akan disusun dalam RPP-nya. Di dalam RPP secara rinci harus dimuat Tujuan Pembelajaran,Materi Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Langkah-langkah Kegiatan pembelajaran, Sumber Belajar, dan Penilaian II. Langkah-langkah Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) A. Mencantumkan identitas Nama sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Alokasi Waktu Catatan: RPP disusun untuk satu Kompetensi Dasar. Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, dan Indikator dikutip dari silabus yang disusun oleh satuan pendidikan Alokasi waktu diperhitungkan untuk pencapaian satu kompetensi dasar yang bersangkutan, yang dinyatakan dalam jam pelajaran dan banyaknya pertemuan. Oleh karena itu, waktu untuk mencapai suatu kompetensi dasar dapat diperhitungkan dalam satu atau beberapa kali pertemuan bergantung pada karakteristik kompetensi dasarnya. B. Mencantumkan Tujuan Pembelajaran Tujuan Pembelajaran berisi penguasaan kompetensi yang operasional yang ditargetkan/dicapai dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. Tujuan pembelajaran dirumuskan dalam bentuk pernyataan yang operasional dari kompetensi dasar. Apabila rumusan kompetensi dasar sudah operasional, rumusan tersebutlah yang dijadikan dasar dalam merumuskan tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran dapat terdiri atas sebuah tujuan atau beberapa tujuan. C. Mencantumkan Materi Pembelajaran Materi pembelajaran adalah materi yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Materi pembelajaran dikembangkan dengan mengacu pada materi pokok yang ada dalam silabus.

4

D. Mencantumkan Metode Pembelajaran Metode dapat diartikan benar-benar sebagai metode, tetapi dapat pula diartikan sebagai model atau pendekatan pembelajaran, bergantung pada karakteristik pendekatan dan/atau strategi yang dipilih. E. Mencantumkan Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Untuk mencapai suatu kompetensi dasar harus dicantumkan langkah-langkah kegiatan setiap pertemuan. Pada dasarnya, langkah-langkah kegiatan memuat unsur kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Akan tetapi, dimungkinkan dalam seluruh rangkaian kegiatan, sesuai dengan karakteristik model yang dipilih, menggunakan urutan sintaks sesuai dengan modelnya. Oleh karena itu, kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup tidak harus ada dalam setiap pertemuan. F. Mencantumkan Sumber Belajar Pemilihan sumber belajar mengacu pada perumusan yang ada dalam silabus yang dikembangkan oleh satuan pendidikan. Sumber belajar mencakup sumber rujukan, lingkungan, media, narasumber, alat, dan bahan. Sumber belajar dituliskan secara lebih operasional. Misalnya, sumber belajar dalam silabus dituliskan buku referens, dalam RPP harus dicantumkan judul buku teks tersebut, pengarang, dan halaman yang diacu. G. Mencantumkan Penilaian Penilaian dijabarkan at