Teori Proses Dan Aplikasi

  • Published on
    24-Jun-2015

  • View
    153

  • Download
    5

Embed Size (px)

Transcript

<p>Teori Proses Dan AplikasiDiajukan untuk melengkapi Program Perkuliahan S1</p> <p>Oleh: M. Ichsan Arshady Rezi Adriadi Ardiatma Budiman Iqbal Tawaka Jurida 064010150 064010108 064010109 054010074 064010296</p> <p>JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PASUNDAN BANDUNG 2010</p> <p>KATA PENGANTAR</p> <p>Bismillahirrahmaanirrahiim Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan. Makalah ini disususun untuk memenuhi salah satu kelulusan mata kuliah Perilaku Organisasi pada Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Pasundan Bandung yang berjudul TEORI PROSES dan APLIKASI. Dalam menyelesaikan laporan kuliah Maka pada kesempatan ini penulis ingin mengungkapkan rasa hormat dan terima kasih kepada Ibu dan Bapak selaku kedua orang tua yang telah memberikan doa yang tulus, serta motivasi baik moril maupun materil. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan kuliah ini, masih banyak kekurangan, maka untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan laporan kuliah ini, dan penulis berharap semoga laporan kuliah praktek kerja ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya. Amien. Wassallamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. September 2010, Bandung</p> <p>Penyusun</p> <p>1.</p> <p>PERILAKU KEORGANISASIAN</p> <p>A.</p> <p>Pengertian Organisasi</p> <p>y</p> <p>Money (1974): organisasi adalah bentuk perserikatan manusia untuk mencapai suatu tujuan bersama.</p> <p>y</p> <p>Davis (1951): organisasi adalah sesuatu kelompok orang-orang yang sedang bekerja ke arah tujuan bersama di bawah kepemimpinan.</p> <p>y</p> <p>Millet (1954): organisasi adalah orang-orang yang bekerjasama dan mengandung ciri-ciri hubungan-hubungan manusia yang timbul dalam aktivitas kelompok.</p> <p>y</p> <p>Grifith (1959):organisasi adalah seluruh orangorang yang melaksanakan fungsi-fungsi yang berbeda tetapi saling berhubungan dan dikoordinasikan agar supaya sebuah tugas atau lebih dapat diselesaikan.</p> <p>y</p> <p>Massie (1964): organisasi merupakan struktur dan proses kelompok orang yang bekerjasama yang membagi tugas-tugasnya diantara para anggota, menetapkan hubungan, dan menyatukan aktivitasaktivitasnya ke arah tujuan bersama.</p> <p>What does organization mean? y y y y Sekumpulan orang. Berinteraksi/Bekerjasama. Tujuan bersama. Koordinasi.</p> <p>B. Unsur-Unsur Organisasi</p> <p>1. Organisasi memiliki anggota. Anggota merupakan asset terbesar yang dimiliki oleh suatu organisasi atau institusi. 2. Terdapat pola hubungan. Pola hubungan berupa aturan-aturan, nilai-nilai yang berlaku dalam berinteraksi antara anggota satu dengan lainnya. 3. Organisasi selalu berada dalam kontekas lingkungan. Organisasi akan menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya (termasuk outputnya). 4. Organisasi memiliki tujuan. Tujuan menjadi acuan dalam melakukan aktivitas bersama.</p> <p>5. Pemanfaatan teknologi. Teknologi merupakan sarana bantu yang dapat mepercepat atau memperlancar berjalannya proses-proses yang berlangsung dalam organisasi.</p> <p>C. Asas-asas Organisasi</p> <p>1. Tujuan organisasi harus dirumuskan dengan jelas. Tujuan ini yang akan memandu setiap orang dalam organisasi. Semakin jelas tujuan yang akan diraih maka semakin mudah pula organisasi menentukan langkah yang tepat. 2. Departemenisasi. Penyusunan bagian-bagian yang akan menjalankan tugas-tugas sesuai bidang tertentu. Dapat dilakukan dengan mengelompokkan tugas-tugas sejenis. 3. Pembagian kerja. Setelah dilakukan departemenisasi perlu pengisian aktifitas kerja sesuai dengan bidangnya masing-masing. 4. Koordinasi. Koordinasi dimaksudkan untuk mencapai keselarasan dalam organisasi. 5. Pelimpahan wewenang. Pelimpahan kewenangan dari pejabat yang lebih tinggi ke pejabat yang lebih rendah atau antar pejabat yang setara. 6. Rentang kendali (span of control). Merupakan jumlah bawahan yang dipimpin dengan baik oleh seorang pemimpin di atasnya. 7. Jenjang organisasi/hiraki. Menunjukkan adanya tingkatan-tingkatan yang perlu dilewati dalam menentukan sebuah keputusan. 8. Kesatuan perintah. Masing-masing pejabat dalam hirarki yang berlaku hanya bertanggungjawab kepada satu atasan tertentu dan hanya menerima perintah darinya. 9. Fleksibilitas. Organisasi semestinya menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya. Perubahan tersebut antara lain mencakup revisi tujuan, teknologi, SDM yang spesialis, dll. 10. Berkesinambungan. Organisasi setelah dibentuk diharapkan terus beroperasi dan memenuhi kebutuhan stakeholders-nya. 11. Keseimbangan. Bagian atau satuan dalam organisasi yang memiliki peran yang sama pentingnya harus ditempatkan pada level yang sama pula.</p> <p>D. Jenis Organisasi Menurut Blau dan Scott: 1. Organisasi saling menguntungkan, 2. Organsiasi perusahaan, 3. Organisasi pengabdian, 4. Organisasi pemerintah</p> <p>Herbeert Hicks: 1. Organisasi formal:mempunyai struktur yang dinyatakan dengan baik yang dapat menggambarkan hubungan wewenang, kekuasaan, akuntabilitas dan tanggung jawab, 2. Organisasi informal:disusun secara bebas, flexible, tak pasti, dan spontan.</p> <p>Talcot Parson: 1. Organisasi ekonomi, 2. Organsasi politik, 3. Organisasi integratif, 4. Organisasi pemeliharaan.</p> <p>Jenis Organisasi Menurut Parson. 1. Organisasi ekonomi: organisasi yang melakukan aktivitas memproduksi dan mendistribusikan barang dan jasa. 2. Organisasi politik: organisasi yang melakukan aktivitas utama untuk mencapai pembagian kekuasaan dalam masyarakat 3. Organisasi integratif: organisasi yang melakukan aktivitas guna memberikan pelayanan social kepada masyarakat. 4. Organisasi pemeliharaan: organisasi yang melakukan aktivitas memelihara kebudayaan, pendidikan dan kesenian.</p> <p>2. Teori Perilaku dan Efektifitas Organisasi</p> <p>Beberapa Teori Organisasi : 4 Prinsip scientific manajemen (Fayol) dalam pengembangan organisasi:</p> <p>1. Penggantian metode pekerjaan secara ilmiah, 2. Selekasi dan pelatihan secara ilmiah, 3. Kerjasama antara manajemen dan pekerja dilakukan dengan metode ilmiah, 4. Pembagian tanggung jawab yang merata.</p> <p>Max Weber : model struktural sebagai alat yang efisien bagi organisasi : adanya pembagian kerja, hirarki wewenang yang jelas, prosedur seleksi formal, peraturan rinci, hubungan formal.</p> <p>1. Organisasi modern/contemporary cenderung memakai pendekatan dan metode ilmiah dan penggunaan teknologi. 2. Contoh: banyak corporasi besar yang awalnya dikelola kekeluargaan karena semakin banyak persaingan lalu dikelola secara professional: a) Toyota Company mengganti managing director-nya dengan orang profesional, b) 3. Bakri Brothers.</p> <p>Organisasi tradisional dengan anggota sedikit masih mungkin dikelola secara tradisional dan ikatan hubungan social.</p> <p>Doglas McGregor: Teori X--Teori Y (Manusia perlu dipertahankan pada suatu tingkat keseimbangan).</p> <p>Teori X y y y y Pegawai pada dasarnya tidak menyukai pekerjaan/berusaha menghindarinya. Sehingga harus pegawai perlu untuk dikendalikan/dipaksa/ancaman hukuman. Pegawai cenderung mengelak tanggung jawab/mencari pengarahan formal. Pegawai cenderung mencari rasa aman, sedikit ambisi.</p> <p>Doglas McGregor: Teori X--Teori Y Teori Y y y y Pegawai melihat pekerjaan seperti hal-hal biasa (beristirahat, bermain). Menentukan arahnya sendiri, mengendalikan diri dan merasa terikat dengan tujuan. Kreatifitas, kemampuan untuk berinisiatif, mengambil keputusan untuk kemajuan organisasi.</p> <p>Perilaku Organisasi y Perilaku organisasi: merupakan penelaahaan perilaku, sikap dan prestasi manusia/individu dalam suatu kerangka organisasi. y Menggunakan teori, metode, prinisp berbagai disiplin ilmu: psikologi, sosiologi, antropologi budaya, dll. y Hal yang dipelajari: persepsi, nilai-nilai, kapasitas belajar, tindakan individu ketika bekerja di dalam kelompok/organisasi. y Efektivitas Organisasi y Organisasi perlu diukur kinerja/performance-nya dengan konsep: (1) efisiensi dan (2) efektifitas. y Efisiensi: melakukan pekerjaan dengan benar (doing thing right)/mengacu pada ukuran penggunaan sumberdaya yang langka. y Efektifitas: melakukan pekerjaan yang benar (doing the right things)penilaian berkaitan dengan prestasi individu, kelompok dan organisasi.</p> <p>Tiga macam perspektif kefeketifan organisasi :</p> <p>A. Kefektifan individu, proses evaluasi kinerja individu secara rutin, dijadikan dasar bagi promosi, kenaikan gaji, dll. Sebab keefektifan individu: kemampuan, keahlian, pengetahuan, sikap, motivasi, stress B. Keefektifan kelompok.: kontribusi individu bagi kelompok. Sebab keefektifan kel: kepaduan, kepemimpinan, struktur, status, peranan dan norma-norma C. Keefektifan organisasi: akumulasi individu dan kefektifan kelompok. Sebab keefektifan organisasi: lingkungan, teknologi, pilihan strategis, struktur, proses, kebudayaan.</p> <p>Manajemen Perilaku</p> <p>1. Strategi Media Visual untuk menunjang kemampuan berkomunikasi dan sosial. 2. Ciptakan lingkungan (belajar) yang lebih terstruktur. 3. Instruksi langsung yang positif dan asertif untuk meningkatkan perilaku yang diinginkan. 4. Tetapkan batasan/aturan. 5. Penguat perilaku1. Strategi Media Visual Individu ASD memiliki masalah dengan kemampuan KOMUNIKASI dan SOSIAL. Masalah perilaku sering kali timbul karena mereka memiliki masalah dalam memproses dan memahami informasi atau kejadian sosial atau menyampaikan apa yang diinginkan. Gunakan media VISUAL untuk membantu individu memahami pesan, suatu kejadian, mengutarakan keinginan, perasaan memahami suatu konsep . pesan, kejadian, keinginan, perasaan, konsep. 2. Lingkungan yang terstruktur - Lingkungan fisik yang terstruktur; - Ciptakan rutin; - Gunakan media visual; - Jadwal. 3. Instruksi langsung yang positif dan Asertif - Hargaiiindividu yang andaaajakbbicara(mengejek, menjelek-jelekan individu) - Tenang dan terkendali. - Dekati individu</p> <p>- Dapatkanpperhatianiindividutterlebih dahulu - Tegasddankkonsisten(bukan galak-galak) - Gunakan kalimat positif (hindari kata jangan atau bukan kalimat Tanya. - Jangan member pertanyaan yang tidak dapatd didijawab oleh si individu. - Kalimat yang yang spesifik namun tidak rumit - Ya tehnik - Jangan terjebak dalam argumentasi anak - TehnikTehnikKasetKasetrusakrusak - Katakan sesuatu yang mungkin dilakukan (hindari ancaman) 4. Tetapkan batasan/aturan - Sedapat mungkin melibatkan individu - Perilaku yang diharapkan haruslah tertulis/tergambar dengan jelas disesuaikan dengn kemampuan anak - Aturan harus spesifik - Lebih sedikit leih baik. - Sertakan penguat perilaku/konsekuensi 5. Penguat Perilaku - Penguat Positif untuk meningkatkan ,perilaku yang diinginkan.i - Beri perhatian pujian, senyuman, tepukan di bahu, duduk bersama individu. Perilaku. - Gunakan apa yang disukai stiker, mainan, bersepeda, komputer,dsb.. - Penguat Negatif untuk memunculkan perilaku yang diinginkan.</p> <p>Teori Harapan (Expectancy)</p> <p>Teori harapan ini dikemukakan oleh Victor H. Vroom yang menyatakan bahwa kekuatan yang memotivasi seseorang untuk bekerja giat dalam mengerjakan pekerjaannya tergantung dari hubungan timbal balik antara apa yang ia inginkan dan butuhkan dari hasil pekerjaan itu. Berapa besar ia yakin perusahaannya akan memberikan pemuasan bagi keinginannya sebagai imbalan atas usaha yang dilakukannya itu. Bila keyakinan yang diharapkan cukup besar untuk memperoleh kepuasannya maka ia akan bekerja keras pula dan sebaliknya (Hasibuan, 1996).</p> <p>Teori harapan itu didasarkan atas:</p> <p>a) Harapan (Expectancy) adalah suatu kesempatan yang diberikan akan terjadi karena perilaku. Harapan nol menunjukkan bahwa tidak ada kemungkinan sesuatu hasil akan muncul sesudah prilaku atau tindakan tertentu dilakukan. Harapan ini dinyatakan dalam kemungkinan (Probabilitas).</p> <p>b) Nilai (Valence) adalah akibat dari perilaku tertentu mempunyai nilai atau martabat tertentu (daya atau nilai motivasi) bagi setiap individu yang bersangkutan. Suatu hasil mempunyai valensi positif apabila disiplin dan lebih disegani, tetapi sebaliknya mempunyai valensi negatif jika tidak disiplin dan tidak disegani. Suatu hasil mempunyai nilai (valensi) nol, jika orang acuh tak acuh untuk mendapatkannya.</p> <p>c) Pertautan (instrumentality) adalah persepsi dari individu bahwa hasil tingkat pertama akan dihubungkan dengan hasil tingkat kedua. Victor Vroom mengemukakan bahwa pertautan dapat mempunyai nilai yang berkisar nol dan minus satu. Hasil valensi minus satu (-1) menunjukkan persepsi bahwa tercapainya tingkat kedua adalah pasti tanpa hasil tingkat pertama. Dan tidak mungkin timbul dengan tercapainya hasil tingkat pertama (+1) menunjukkan bahawa hasil tingkat pertama itu perlu dan sudah cukup untuk menimbulkan hasil</p> <p>tingkat kedua, karena hal ini menggambarkan suatu gabungan (asosiasi) maka instrumentality dapat dipikirkan sebagai pertautan (korelasi).</p> <p>d) Motivasi adalah menilai besarnya dan arahnya semua kekuatan yang mempengaruhi perilaku individu. Tindakan yang didorong oleh kekuatan yang paling besar adalah tindakan yang paling mungkin dilakukan.</p> <p>e) Ability (kemampuan) adalah menunjukkan potensi orang untuk melaksanakan pekerjaan. Kemampuan ini mungkin dimanfaatkan sepenuhnya atau mungkin juga tidak. Kemampuan ini berhubungan erat dengan daya pikir dan daya fisik yang dimiliki seseorang untuk melaksanakan pekerjaan.</p> <p>Prinsip-prinsip teori harapan:</p> <p>(1)</p> <p>P = F (M x A), Perfomance (P = prestasi) adalah fungsi (F) perkalian</p> <p>antara motivasi (M) dengan kekuatan dan kemampuan (A).</p> <p>(2)</p> <p>M = F (V1 x XE), motivasi adalah (F) perkalian antara valensi (V1)</p> <p>dari setiap perolehan tingkat pertama (V1) dan expectancy (E = harapan) bahwa perilaku tertentu akan diikuti oleh suatu perolehan tingkat pertama, jika harapan itu rendah maka motivasinya kecil.</p> <p>(3)</p> <p>V1 = F (V2 x I), valensi yang berhubungan dengan berbagai macam</p> <p>perolehan tingkat pertama (V1), merupakan fungsi (F) perkalian antara jumlah valensiyang melekat pada semua perolehan tingkat kedua (V2) dan instrumentality (I) atau pertautan antara pencapaian perolehan tingkat kedua.</p> <p>Keterangan:</p> <p>P = Perfomance</p> <p>M = Motivation</p> <p>A = Ability</p> <p>V = Valence/nilai</p> <p>E = Expectancy</p> <p>I = Instrumentality</p> <p>Kritik Terhadap Teori Harapany</p> <p>Ruang lingkup terhadap teori ini terlalu luas karena komunikasi non-verbal adalah area yang sangat luas.</p> <p>y</p> <p>Kemungkinan pengujian merupakan kemampuan teori ini untuk dapat dibuktikan kebenaran atau kesalahannya kenyataannya teori ini hanya sebatas memprediksi respon terhadap pelanggaran norma-norma suatu hubungan.</p> <p>Teori Keadilan Rawls mengemukakan suatu ide dalam bukunya A Theory of Justice bahwa teori keadilan merupakan suatu metode untuk mempelajari dan menghasilkan keadilan. Ada prosedurprosedur berfikir untuk menghasilkan keadilan. Teori Rawls didasarkan atas dua prinsip yaitu Ia melihat tentang Equal Right dan juga Economic Equality. Dalam Equal Right dikatakannya harus diatur dalam tataran leksikal, yaitu different principles bekerja jika prinsip pertama bekerja atau dengan kata lain prinsip perbedaan akan bekerja jika basic right tidak ada yang dicabut (tidak ada pelanggaran HAM) dan menin...</p>