Teori Tingkah Laku Konsumen

  • Published on
    16-Feb-2016

  • View
    11

  • Download
    3

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Teori Tingkah Laku KonsumenTeori Tingkah Laku KonsumenTeori Tingkah Laku KonsumenTeori Tingkah Laku Konsumen

Transcript

<p> Teori Tingkah laku Konsumen</p> <p>Teori tingkah laku konsumen menjelaskan bagaimana perilaku konsumen dalam menggunakan pendapatannya untuk mendapatkan kepuasan (kegunaan) yang maksimal dari konsumsi produk (barang/jasa).</p> <p> Teori nilai guna (utility) merupakan teori yang lebih dulu dikembangkan untuk menerangkan tingkah laku konsumen dalam memilih barang- barang yang akan dibeli dan dikonsumsinya. Namun dalam perkembangannya teori tersebut memiliki kelemahan, yaitu kurang tepatnya menyatakan kepuasan dalam angka- angka karena kepuasan sendiri merupakan sesuatu yang tidak mudah untuk diukur.</p> <p>Kurva Kepuasan Sama</p> <p> Untuk menggambarkan kurva kepuasan sama perlu dimisalkan bahwa seseorang konsumen hanya akan membeli dan mengkonsumsi dua macam barang saja. Misalnya makanan dan pakaian. Pemisalan- pemisalan lain adalah cita rasa masyarakat tidak berubah dan konsumen bebas untuk menentukan kombinasi barang makanan dan pakaian yang diinginkannya.</p> <p>Tingkat Penggantian Marjinal</p> <p>Tingkat Penggantian Marginal yaitu penggantian yang menggambarkan besarnya pengorbanan ke atas konsumsi sesuatu barang (makanan) untuk menaikkan konsumsi satu barang lainnya (pakaian) dan pada waktu yang sama tetap mempertahankan tingkat kepuasaan yang diperolehnya. </p> <p>Kurva Kepuasan Sama</p> <p>Setiap kurva kepuasan sama menggambarkan suatu tingkat kepuasan tertentu. Kurva yang lebih tinggi menggambarkan tingkat kepuasan yang lebih besar dari kurva yang dibawahnya.</p> <p>Syarat untuk Mencapai Kepuasan Maksimum</p> <p> Dengan diketahui cita rasa konsumen dan berbagai gabungan barang yang dibeli konsumen dapatlah ditunjukkan keadaan dimana konsumen akan mencapai kepuasan maksimum. Seperti di gambar pada grafik di bawah-Apabila perbandingan niali guna berbagai barang adalah sama dengan perbandingan harga barang-barang tertentu.-Apabila nilai guna marjinal untuk setiap rupiah yang dikeluarkan adalah sama dengan setiap unit barang yang dikonsumsi.</p> <p>Akibat Perubahan Pendapatan dan Harga</p> <p>Yang di maksud dengan akibat perubahan pendapatan adalah menunjukan perubahan garis anggaran pengeluaran yang disebabkan oleh berubahnya pendapatan seseorang.Garis Pendapatan Konsumsititik- titik keseimbangan yang diwujudkan oleh perubahan pendapatan dihubungkan maka akan terdapat suatu kurva yang dinamakan garis pendapatan-konsumsi. GARIS HARGA-KONSUMSI</p> <p>Perubahan harga akan mengubah kecondongan garis anggaran pengeluaran.EFEK PENGGANTIAN DAN EFEK PENDAPATAN Konsumen lebih banyak mengkonsumsi barang itu dan mengurangi konsumsi barang lain (efek penggantian) Penurunan harag menambah pendapatan riil konsumen dan kenaikan pendapatan riil ini akan menambah konsumsi berbagai barang (efek pendapatan).</p> <p>VI. Teori Produksi dan Kegiatan Perusahaan</p> <p>1. Bentuk Organisasi Perusahaan</p> <p>a) Perusahaan Perseorangan adalah Perusahaan yang didirika oleh seseorang danmodalnya juga dari orang tersebutb) Firma ( Fa ) adalah Perusahaan yang didirikan dua orang atau lebih , Modal bersama dan tanggung jawabnya tidak terbatas.c) Persekutuan Komander adalah Perusahaan yang didirikan oleh beberapa orang dan anggotanya ada 2 macam , anggota pasif yaitu anggota yang hanya menyertakan modal saja tapi tidak ikutdalam mengelola perusahaan dan anggota aktif disamping menyertakan modal dia juga ikut mengelola perusahaan.d) Perseroan Terbatas adalah Perusahaan yang dimana modalnya berupa saham .PT di bagi menjadi 2 bagian : (1) PT Tertutup , yaitu PT yang menjual sahamnya pada orang tertentu.(2) PT Terbuka , yaitu PT yang menjual sahamnya pada semua orang.e) Koperasi adalah kerjasama dari orang orang yang secara sadar, bebas masuk atau keluar dan bertujuan mempertinggi kesejahteraan bersamaJenis Koperasi :- Koperasi Konsumsi , koperasi yang menyediakan kebutuhan sehari hari.- Koperasi Produksi , koperasi yang bertujuan untuk mengelolah bahan baku menjadi barang jadi- Koperasi Kredit , koperasi yang memberikan pinjaman dana kepada anggotanya.</p> <p>f) Perusahaan Negara , Perusahaan yang didirikan oleh Negara dan modalnya dari Negara.Bentuk Perusahaan Negara ( BUMN ) : Perusahaan Jawatan (PERJAN) Perusahaan Umum (PERUM) Perseroan (PERSERO)</p> <p>2. Perusaaan di tinjau dari sudut ekonomiDidalam teori berbagai jenis perusahaan dipandang sebagai badan usaha yang mempunyai tujuan untuk mencari keuntungan.</p> <p>3. Cara Mencapai Tujuan memaximumkan keuntunganKeuntungan atau Kerugian adalah perbedaan diantara hasil penjualan dan ongkos produksi Keuntungan di peroleh apabila hasil penjualan lebih besar dari ongkos produksi. Kerugian diperoleh apabila hasil penjualan lebih kecil dari ongkos produksi.</p> <p>Fungsi Produksi Menunjukkan sifat hubungan antara faktor-faktor produksi dan tingkat produksi yang dihasilkan, faktor-faktor produksi disebut sebagai input dan jumlah produksi disebut sebagai output.</p> <p>Rumus Fungsi Produksi : Q = F ( K,L,R,T )Q = Jumlah Produksi yang di hasilkan K = Jumlah Stok ModalR = Kekayaan alamL = Jumlah Tenaga kerjaT = Tingkat Teknologi</p> <p>TEORI ONGKOS PRODUKSIOngkos produksi dapat didefinisikan sebagai semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh factor-faktor produksi dan bahan-bahan mentah yang akan digunakan untuk menciptakan barang-barang yang diproduksikan perusahaan tersebut.Jenis Ongkos produksi jangka pendek1. Ongkos Total adalah keseluruhan jumlah ongkos produksi yang dikeluarkan.2. Ongkos Tetap adalah ongkos yang tidak terpengaruh oleh jumlah produksi.3. Ongkos Tetap rata rata di peroleh dari ongkos tetap total dibagi jumlah produksi.4. Ongkos Berubah Total adalah Ongkos yang terpengaruh dengan jumlah produksi.5. Ongkos Berubah Rata rata diperoleh dari Ongkos Berubah total di bagi jumlah produksi6. Ongkos Total Rata rata diperoleh dari Ongkos total dibagi Jumlah produksi.7. Ongkos Marginal adalah kenaikan ongkos produksi yang di keluarkan untuk menambah produksi sebanyak 1 unit.</p>