Trenkonstruksi Edc 1

  • Published on
    22-Jul-2015

  • View
    162

  • Download
    1

Embed Size (px)

Transcript

TREN PROYEK 8 Menyusul Dibangun 11 17Ruas E2, E2A, dan NS Secara Berurutan Pengoperasian Tunnel Bendungan Jatigede, Sumedang, Jawa Barat Rencana Pembangunan Menara Ikatan Alumni ITB

TREN SOLUSI 20 Mengendalikan gerusanlokal dan degradasi dasar sungai: Blok Beton Terkunci Menjadi Solusi Yang Ekonomis

TREN UTAMA 22 Strategi PembangunanJalan Di Wilayah DKI Jakarta : Meningkatkan Road Ratio Tanpa Pembebasan Lahan Sebagai Kota Jasa, Konsekuensinya Jakarta Macet Penataan Ruang Akan Tetap Dipertahankan

24 29

TREN KHUSUS 32 Menelisik liku-likupenyesuaian tarif tol: Idealnya Bertahap dan Diperjanjikan Dalam Kontrak4 MEDIA trenKonstruksi - Edisi Oktober - November 2011 www.trenkonstruksi.com

48

11TAMU KITA 38 Maria Goreti,S.Sos,M.Si Kondisi Infrastruktur di Wilayah Perbatasan RI Malaysia Sungguh Menyedihkan

58KOLOM 58 Green City Planning

TREN TEKNOLOGI 40 Hal-Hal Penting yangHarus Diperhatikan dalam Pekerjaan Pondasi Konstruksi Atap dengan Kuda-Kuda Kayu; Mudah, Menarik dan Ekonomis Mengenal Sistem Kerja Penangkal Petir Why We Need Green ICT?

3661 TREN INTERIOR 50 Partisi, MembatasiSekaligus Mempercantik Ruangan

Menuju Pembangunan Kota Yang Berkelanjutan Strategi Meningkatkan Kualitas Pendidikan Konstruksi Di Indonesia

42

ASOSIASI 64 Asosiasi KontraktorIndonesia : Ciptakan Kreativitas dan Inovasi pada sektor Konstruksi di Indonesia!

44 46

MANAJEMEN 52 KeprofesianManajemen Konstruksi

TREN DESAIN 48 Perpaduan DesainRumah Modern Etnikwww.trenkonstruksi.com

INTERNASIONAL 56 Hubungan BilateralIndonesia Cina Semakin Erat

REGULER 6 Editorial 66 Event 68 Info Proyek5

Edisi Oktober - November 2011 - MEDIA trenKonstruksi

Badai Nazarudin Dan Jasa Konstruksiisadari atau tidak kasus Nazarudin dalam kemelut proyek Wisma Atlit Palembang berdampak terhadap bisnis jasa konstruksi di tanah air. Begitu hebatnya badai ini bisa menerjang para pemain jasa konstruksi khususnya pada proyek-proyek di sektor pemerintah. Kalau bisa bertanya pada mereka yang biasa main di proyek pemerintah, mungkin hal ini dianggap sudah biasa. Hanya saja Nazarudin lagi bernasib sial sehingga permainannya diketahui orang lain. Padahal untuk urusan pemasaran proyek di sektor pemerintah bukan tidak mungkin masih ada main mata diantara mereka. Sehingga suap menyuap pun bisa saja tak terelakan. Seandainya sepak terjang Nazarudin tidak tercium aroma tak sedapnya, maka tak akan muncul kasus tersebut. Dampak kasus ini bukan hanya dirasakan oleh mereka yang menang tender, karena bisa saja proyeknya ditunda dengan alasan peninjauan ulang terkait dana yang dibutuhkan. Juga bagi mereka para tenaga pemasaran dalam upaya mendapatkan proyek baru di sektor pemerintah, ikut kena getahnya. Tapi bagi proyek yang sudah jelas dan pasti dananya, tetap berjalan seperti sediakala. Repotnya, proyek yang masih dalam penetapan anggaran dan harus menunggu waktu yang tak tentu karena bisa saja terjadi revisi ulang terkait besaran dana yang dibutuhkan. Lalu bagaimana para penyedia jasa konstruksi, baik itu kontraktor dan konsultan serta para suplayer yang sudah siap tenaga dan sumber daya lainnya untuk melaksanakan proyeknya? Banyaknya proyek yang mandek akibat imbas kasus Nazarudin terkait dengan pengucuran dananya itu bisa berdampak pada sektor lapangan pekerjaan. Banyak proyek berhenti berarti banyak pula tenaga kerja harus menganggur. Belum lagi para supplier dan pabrikan yang sedianya harus memproduksi barang pesanan proyek, kini harus menunggu entah sampai kapan. Kasus Nazarudin nampaknya harus jadi pelajaran semua pihak, untuk lebih berhati-hati bertindak. Manakala langkahnya tidak sesuai prosedur pelelangan atau penetapan pemenang dalam tender, maka bersiaplah berurusan dengan hukum. Dampak paling menyakitkan nampaknya dirasakan orang-orang yang bergerak dalam pemasaranm karena merekalah yang berhadapan langsung dengan para pemilik proyek yang yag notabenen pergerakannya sekarang diawasi ketat oleh institusi pengawas. Pengawasan nampaknya akan makin ketat, karena kasus demi kasus terus muncul entah sampai kapan negeri ini bersih dari persoalan yang justru membuat in efisiensi di segala bidang ini. Kalau mau bersih maka terpenting bagaimna hukum itu bisa membuat mereka menjadi jera melakukan perbuatan yang melanggar hukum. Sudah siapkah kita?

Pemimpin Umum & Redaksi H. Rakhidin Pemimpin Perusahaan M. Danial Iqbal Redaktur Pelaksana Abdullah Baraja Redaksi Rakhidin M. Danial Iqbal Abdullah Baraja Anang Susanto Fadjar Pratikto Kontributor Ir Jonbi MT MSi Ir. Fauzi Buldan Y Ir. Agus B Sutopo Urip Yustono Business Development Vinolia Elfrida Nababan Iklan dan Promosi Basit Juanda Keuangan dan HRD Bilqis Fitria Salsabiela Sirkulasi dan Distribusi Suradji Kreatif Desain dan Teknologi Informasi M. Danial Iqbal tf hi SafAl IG Harnanto Hidayat Ir Imam S Ernawi, MCM, MSc Ir Davy Sukamta Ir. Bachder Djohan B MM Ir. Waskito Pandu, MSc Prof DR Sofia Alisyahbana Ir. Pitoyo Subandio DplHE Prof DR Mashur Irsyam Ir John Pantauw, MSc Harya Mitra Hidayat Prof DR Sarwidi Ir. Anton Satyo Hendriatmo, MSc Ir Victor Sianipar Prof DR Manlian Ronald A S, ST MT Penerbit PT. ADIL MAJU BERSAMA Redaksi dan Tata Usaha Kompleks Perkantoran Warna Warni Jl. HOS Cokroaminoto No. 22/B3 Larangan Tangerang Banten 15154 Telp. +62 21 771 22 336 Fax. +62 21 733 59 89 Email : redaksi@trenkonstruksi.com Web Portal www.trenkonstruksi.com

Rakhidin H. R akhidinPemimpin Redaksi

6

MEDIA trenKonstruksi - Edisi Oktober - November 2011

www.trenkonstruksi.com

tren proyekemanfaa aatan Tol akses Tanjung ruas Ror orotan-Cilincing Pemanfaatan Tol E1 akses Tanjung Priok ruas Rorotan-Cilincing

Menyusul Dibangun Ruas E2, E2A, dan NS Secara BerurutanUntuk meningkatkan kegiatan ekonomi dibutuhkan infrastruktur jalan yang memadai. Dalam memenuhi tuntutan tersebut, pemerintah membangun berbagai ruas jalan tol yang bisa mendukung peningkatan dan pertumbuhan ekonomi. Salah satunya dengan membangun tol akses menuju Pelabuhan Tanjung Priok. Hal tersebut terkait dengan adanya peningkatan kegiatan pelabuhan terbesar ke 24 di dunia itu.

alan tol akses pelabuhan Tanjung Priok, dibangun secara bertahap dan kini baru merampungkan tahap pertama di ruas Rorotan-Cilincing (Seksi E1) pada minggu ketiga April 2011. Pembukaan pemanfaatan jalan ini dilakukan oleh Menteri Pekerjaan Umum Ir. Djoko Kirmanto Dipl HE dan dihadiri antara lain oleh para pejabat teras Kementerian PU, Walikota Jakarta Utara, Unsur pimpinan Pemda DKI Jakarta lainnya, dan para tokoh agama serta masyarakat setempat. Green Construction Dalam sambutannya, Djoko Kirmanto menegaskan, bahwa Indonesia masih tertinggal dalam menyediakan infrastruktur dibanding dengan negara-negara lain. Sesuai survei yang dilakukan oleh lembaga internasional, Indonesia menempati urutan ke-84 dari 133 negara. Ini membuktikan bahwa Indonesia masih harus kerja keras untuk terus membangun jalan di seluruh penjuru tanah air, tentu saja disesuaikan dengan kemampuan yang dimilikinya. Lebih lanjut Djoko menegaskan lagi, bahwa bicara infrastruktur tidak melulu soal jalan. Namun juga men-

cakup fasilitas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lainnya, seperti, air, listrik, telepon, dan lainnya. Infrastruktur jalan menduduki porsi sangat strategis dalam mendo-rong pertumbuhan disegala aspek.

Untuk itu, pemerintah melakukan pembenahan termasuk membangun jalan baru guna mendukung pertumbuhan ekonomi. Salah satu ruas yang cukup vital adalah jalan tol akses pelabuhan Tanjung Priok (Seksi E1).

Nampak jalan tol Seksi E1 Akses Tanjung Priok yang mulai dioperasikan sementara tanpa tarif oleh Menteri Pekerjaan Umum Ir Djoko Kirmanto DiplHE

Konstruksi Flyover pada jalan tol ruas RorotanCilincing standar internasional yang dikerjakan SMCC - PT Hutama Karya JO

Saat ini, tol akses Tanjung Priok Seksi E1 memang belum ditentukan tarifnya dan masih digratiskan sampai aturan penentuan tarif dibuat oleh pemerintah. Insya Allah dalam waktu dekat pember-lakukan tarif untuk tol Seksi E1 akses Tanjung Priok segera dilaksanakan, ungkap Djoko. Mengenai besarnya tarif sesuai hasil penggodokan tim di BPJT kemungkinan ditentukan

8

MEDIA trenKonstruksi - Edisi Oktober - November 2011

www.trenkonstruksi.com

Nampak Menteri Pekerjaan Umum Ir. Djoko Kirmanto menekan tombol dimulainya pemanfaatan jalan tol akses Tanjung Priok Seksi E1

sebesar Rp 2.000,-. Sedangkan untuk ruas lainnya seperti E2, E2A, dan NS kini sudah masuk dalam penentuan pemenang tender. Khusus untuk seksi NS, ujar menteri, sudah dimulai persiapan pekerjaan fisiknya. Dalam kaitan itu, menteri mengajak semua pihak, baik dari jajaran PU, Pemda DKI, masyarakat sekitar, pemerintah Jepang, JICA, para kontraktor, dan konsultan untuk memiliki semangat yang sama, yaitu semata-mata untuk menyelesaikan proyek ini sesuai dengan waktu yang ditentukan. Saya mengharap semua pihak agar selalu berfikiran positif dalam kaitan pelaksanaan proyek dan ketika ada problem segera diselesaikan dengan musyawarah mufakat agar lebih lancar pelaksanaan proyeknya, tegasnya. Diakui, dalam pelaksanaan proyek

E1 bisa dijadikan contoh dan akan dijadikan SOP untuk acuan proyek lainnya. Di samping itu, ujarnya, masalah green building atau green construction menjadi fokus dari tim proyek untuk diterapkan semaksimal mungkin. Walau sekecil apapun yang kita laksanakan di proyek selalu mengacu pada green construction, maka sudah menjadi awal sangat baik untuk peduli terhadap lingkungan, ungkapnya. Dalam akhir sambutannya, Djoko mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, baik dari jajaran PPK, Satker, Staf Proyek, pihak pemberi pinjaman, kontraktor SMCC yang JO dengan PT Hutama Karya dan para konsultan serta kepada seluruh masyarakat yang telah mendukung secara penuh atas pelaksanaan proyek ini. Semoga di proyekpro