Tugas Orto

  • View
    15

  • Download
    9

Embed Size (px)

DESCRIPTION

orto

Transcript

REFERATDIAGNOSIS ORTOPEDI

Dosen Pembimbingdr Bambang ATK, Sp.OT

Disusun Oleh :\ Khozatin Zuni Firmawati G4A013099Danny Amanati AisyaG4A014037

SMF ILMU PENYAKIT BEDAH ORTHOPEDIRSUD PROF. DR MARGONO SOEKARJOFAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU ILMU KESEHATANUNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANPURWOKERTO2015

DIAGNOSIS ORTOPEDIOrtopedi bersangkutan dengan tulang, sendi, otot, tendon, dan saraf, system skeletal dan yang menghasilkan gerakan. Kondisi - kondisi yang dapat mempengaruhi struktur tersebut adalah :a. Kelainan kongenital dan tumbuh kembangb. Arthritis dan rheumatic disorderc. Endokrin dan metabolic disorderd. Tumor dan lesi yang mirip dengan tumore. Gangguan sensorik dan kelemahan ototf. Cedera dan cedera mekanikDiagnosis ortopedi dapat didapatkan mulai dari anamnesis yang terstruktur dari pasien, pemeriksaan fisik, gambaran organ dan jaringan. 1. AnamnesisSetiap tanda atau keluhan ditanyakan tentang :a. Kapan keluhan tersebut munculb. Keluhan muncul secara tiba tiba atau bertahapc. Keluhan muncul secara spontan atau karena kejadian tertentud. Apakah ada perubahan dari awal sakit sampai saat inie. Apa yang dapat memperberat keluhan f. Apa yang dapat memperingan keluhanBiasanya pasien mengeluhkan karena terjadi cedera, rasa nyeri, kaku, bengkak, deformitas, instability, kelemahan, perubahan sensibilitas, dan kehilangan fungsi dari organ tersebut. a. NyeriRasa nyeri merupakan keluhan yang sering dikleuhkan. Tingkat rasa nyeri dari yang nyeri ringan, sedang, berat biasanya dirasakan secara subjektif oleh pasien. Oleh karena itu dilakukan grading rasa nyeri, yaitu :a) Grade I (ringan)Rasa nyeri pada grade I biasanya diabaikan.b) Grade II (sedang)Rasa nyeri pada grade II sudah mulai mengganggu fungsi dan mulai memerlukan pengobatan.c) Grade III (berat)Rasa nyeri muncu setiap waktu. d) Grade IV (yang menyiksa)Nyeri terdiri dari dua, yaitu :a) Nyeri menjalarNyeri yang timbul pada atau dekat dengan kulit dapat terlokalisasi dengan benar. Tetapi, nyeri yang berasal dari organ yang dalam biasanya menyebar dan tidak terduga,contohnya penyakit pada pinggang dapat bermanifestasi rasa nyeri pada lutut. Hal itu terjadi karena korteks serebri tidak mampu membedakan antara pesan sensorik pada tempat embriologis. b) Nyeri otonomNyeri dapat timbul pada saraf otonom yang myertai pembuluh darah perifer. Nyeri otonom ini lebih samar, biasanya menyebar dan bersama dengan kelainan vasomotor. b. KekakuanKekakuan dapat secara generalized ( gangguan sistemik seperti RA, ankylosing spondilitis) atau lokal pada sendi tertentu. Pasien biasanya tidak dapat membedakan lokasi rasa kaku pada saat bergerak. Keterbatasan gerakan tidak dapat diasumsikan sampai pemeriksaan fisik. c. BengkakBengkak bias terjadi pada jaringan lunak, sendi dan tulang. Ini penting untuk menentukan apakah pada pembengkakan diikuti dengan cedera, yang muncul dengan cepat (hematoma atau hemarthrosis) atau perlahan (inflamasi jarngan lunak, effusi sendi atau tumor), nyeri (inflamasi akut infeksi atau tumor), bengkak secara konstan atau hilang timbul apakah terus membesar. d. DeformitasKelainan bentuk biasanya seperti kelainan pada kurvatura tulang belakang, bentuk jari kaki seperti burung dara, kelainan sendi, dan kaki datar. Kelainan pada tulang tunggal atau pada sendi dapat .e. KelemahanKelemahan biasanaya merupakan tanda penyakit kronis. Kelemahan pada otot biasanya dapat disebabkan karena kelainan pada saraf atau pada otot tersebut. Perlu ditanyakan apakah ada gerakan tubuh yang terganggu untuk menentukan diagnosis atau tempat lesi. f. KetidakseimbanganPasien mengeluhkan bahwa sendinya pergi, ini menandakan adanya kelemahan pada otot atau defisiensi pada ligament karena rupture atau lemah. Perlu ditanyakan adanya riwayat cedera pada pasien. g. Perubahan sensibilitasKesemutan atau mati rasa menandakan adanya gangguan pada fungsi saraf atau karena penekanan saraf oleh struktur yang disekitarnya (prolaps diskus intervertebralis), iskemik local, neuropati perifer. Kita dapat menanyakan hal apa yang dapat memperberat atau memperingan, yang memicu perubahan postur. h. Hilang fungsiRiwayat penyakitPasien biasanya lupa apda penyakit atau kejadian yang terjadi sebelumnya. Perlu ditanyakan riwayat kelainan pada masa kecil cedera, pengobatan yang telah dijalani sebelumnya (jenis obat, khususnya kortikosteroid), dan konsumsi alkohol.

Riwayat pada keluargaRiwayat keluarga dapat menentukan apakah penyakit tersebut merupakan penyakit keturunan atau bukan.

Kehidupan sosialPerlu ditanyakan tentang pekerjaan, sehari hari mengendarai apa, rekreasi, lingkungan rumah, dan yang menunjang baik dari keluarga atau teman. 2. PemeriksaanPemeriksaan fisik dimulai dari postur tubuh dan cara berjalan. Melakukakn pemeriksaan pada bentuk tubuh yang normal dan yang tidak (dibandingkan). LookKulit (skar atau perubahan warna kulit). Skar menunjukkan riwayat pada dahulu, bekas operasi. Warna kulit menunjukkan pigmentasi atau status vascular (sianosis, inflamasi). Benuk kulit apakah terdapat pembengkakan atau atrofi. Posisi Feel. Kulit apakah hangat atau dingin, lembab atau kering, rangsang sensibilitas apakah normal. Jaringan lunak apakah terdapat benjolan, apabila ada bagaimana pulsasinya. Tulang dan sendi apakah normal, penebalan synovium, atau cairan sendi yang berlebihan. Nyeri tekan ketika kita memeriksa nyeri tekan pada pasien maka kita harus melihat ekspresi wajah dari pasien Move Setiap aktivitas terdapat gerakan yang berbeda-beda, sperti :a) Gearakan aktifGerakan aktif untuk menilai tingkat mobilitas apakah gerakan tersebut dapat menimbulkan rasa sakit atau tidak. Gerakan aktif juga untuk mebilai kekuatan otot.b) Gearakan pasifROM mulai diukur dari sudut nol derajat, berdasarkan konvensi, netral atau letak anatomis sendi tersebut. Untuk akurasi dapat menggunakan alat goniometer. Ketika melakukan test gerakan dapat diperiksa juga apakah ada krepitasi atau tidak. c) Gerakan abnormald) Gerakan provokatif

Terminology gerakana. Fleksi/ekstensi. Merupakan gerakan pada bidang sagital.

b. adduksi/ abduksi. Merupakan gerakan pada bidang koronal.

c. Pronasi, supinasi, gerakan rotatori hanya digunakan untuk gerakan lengan bawah dan kaki.

d. Sirkumduksi

Kekuan sendi Istlah kekakuan menunjukkan adanya suatu keterbatasan, kekakuan dapat dibagi menjadi tidak ada gerakan, keterbatasan pergerakan, atau hanya satu atau dua gerakan yang terbatas. a. Tidak ada gerakanb. Keterbatasan pada semua gerakanc. Satu atau dua gerakan yang terbatas

Kelemahan sendi Sendi pada anak anak lebih mobile daripada sendi pada orang dewasa, kelainan sendi pada anak anak biasanya terjadi karena diturunkan oleh orang tuanya dengan angka kejadian 5% dari populasi normal. Gejala yang ditemukan adalah lutut dan siku hiperekstensi, posisi tangan dan kaki abnormal. Selain itu, biasanya pasien merasakan atralgia.

DEFORMITASKata deformitas dapat diterapkan pada orang, tulang atau sendi. Pendeknya postur merupakan jenis cacat; mungkin karena pendek pada bagian anggota gerak tubuh atau pada badan, atau keduanya. Tulang sendiri juga dapat mengalami abnormal pendek; hal ini jarang terjadi pada anggota gerak atas, tetapi anggota gerak bawah.Jika badan tampak tidak lurus, hal tersebut penting untuk ditentukan apakah kelainan tersebut pada tulang atau sendi.Sendi dapat mengalami posisi yang tidak wajar baik karena tidak bisa sejajar atau karena gerakan yang belum maksimal. Pada cacat lebih umum disebut dengan istilah khusus.

Varus dan valgus Merupakan nama ilmiah untuk mengganti kata "kaki berbentuk O" dan "kaki berbentuk X" dengan "genu varum" dan "genu valgum". Tapi istilah tersebut tidak dapat digunakan untuk kelainan bentuk siku, pinggul atau jempol kaki; dan, selain itu, untuk formalitas dibenarkan oleh kebutuhan untuk kejelasan dan konsistensi. Varus berarti bahwa bagian distal sendi bergeser menuju garis tengah, sedangkan valgus menjauh dari itu.Kifosis dan lordosis Dilihat dari samping, tulang belakang memiliki serangkaian kurva - cembung posterior di daerah dorsal (kifosis), cembung anterior di daerah servikal (leher) dan daerah lumbar (lordosis). Kelengkungan berlebihan merupakan deformitas kifosis atau lordosis (juga kadang-kadang disebut sebagai hiperkifosis dan hiperlordosis).Skoliosis Dilihat dari belakang, tulang belakang normal adalah lurus. Setiap kelengkungan pada bidang koronal disebut skoliosisDeformitas postural Deformitas postural adalah salah satu yang pasien bisa membenarkan dengan usaha; misalnya, kifosis postural karena merosot bahu, atau sciatic "scoliosis" karena kram/kejang pada otot paravertebral.Deformitas struktural Deformitas yang terjadi akibat dari perubahan permanen dalam struktur anatomi yang tidak dapat dengan sukarela diperbaiki. Hal ini penting untuk membedakan skoliosis postural dengan struktural (tetap) scoliosis. yang pertama adalah non-progresif, jinak dan tidak membutuhkan perawatan sendiri; yang terakhir ini biasanya progresif dan mungkin memerlukan pengobatan.Deformitas yang tetap Istilah ini ambigu. Tampaknya berarti bahwa sendi terdeformasi dan bergerak. Tidak begitu - itu berarti bahwa satu gerakan tertentu tidak dapat diselesaikan. Dengan demikian, jika lutut dapat melenturkan penuh tetapi tidak dapat memperpanjang sepenuhnya dapat dikatakan memiliki "deformitas tetap fleksi".Deformitas sendiAda empat penyebab dasar deformitas sendi:1. Kontraktur dari jaringan lunak di atasnya. Ini terlihat biasanya ketika ada bekas luka yang parah di seluruh aspek fleksor sendi (misalnya bekas luka bakar) atau setelah fibrosis otot dan kontraktur.2. Ketidakseimbangan otot. Kelemahan otot tidak seimbang atau spastisitas akan mengakibatkan deformitas sendi yang kemudian akan terjadi poliomyelitis dan kelumpuhan otak. Tendon pecah juga dapat menyebabkan deformitas.3. Dislokasi. Jika sendi disartikulasi tidak dapat diasumsikan pada posisi normal.4. Kerusakan sendi. Trauma, infeks