tumbuh kembang infant

  • View
    297

  • Download
    5

Embed Size (px)

DESCRIPTION

for nursing student

Transcript

BAB II

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Dalam ilmu kesehatan anak istilah pertumbuhan dan perkembangan menyangkut semua aspek kemajuan yang dicapai oleh jazad manusia dari konsepsi sampai dewasa.Pertumbuhan berarti bertambah besar dalam aspek fisis akibat multiplikasi sel dan bertambahnya jumlah zat interseluler. Oleh karena itu pertumbuhan dapat diukur dalam sentimeter atau incih dan dalam kilogram atau pound. Selain itu dapat pula diukur dalam keseimbangan metabolik, yaitu retensi kalsium dan nitrogen oleh badan. Perkembangan digunakan untuk menunjukkan bertambahnya keterampilan dan fungsi kompleks. Seseorang berkembang dalam pengaturan neuromoskuler, berkembang dalam mempergunakan tangan kanannya dan terbentuk pula kepribadiannya. Maturasi dan diferensiasi sering dipergunakan sebagai sinonim untuk perkembangan.Pertumbuhan fisis, sebagai pertumbuhan badan sebagai keseluruhan, Kroman menganjurkan 2 macam pemeriksaan pada anak, yaitu:1. Pemeriksaan kesehatan medis (medical health examination)2. Pemeriksaan kesehatan perkembangan (development health examination).

Pemeriksaan yang disebut pertama di atas menilai kondisi anak dari ada tidaknya penyakit, pemeriksaan yang disebut kedua dimaksudkan untuk menilai pertumbuhan fisis dan kedewasaannya dalam mental dan emosi.B. RUMUSAN MASALAH

1. Apa yang dimaksud dengan konsep pertumbuhan dan perkembangan ?2. Faktor apa yang mempengaruhi Tumbuh Kembang pada infant?3. Apa saja Refleks Primitif yang dimiliki bayi ?4. Seperti apa bentuk permainan untuk bayi ?5. Bagaimana cara berkomunikasi pada bayi ?6. Apa saja teori perkembangan menurut para ahli ?

C. TUJUAN

1. Untuk mengetahui konsep pertumbuhan dan perkembangan.2. Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi Tumbuh Kembang pada infant.3. Untuk mengetahui Refleks Primitif yang dimiliki bayi4. Untuk mengetahui permainan apa yang diperuntukan untuk bayi.5. Untuk mengetahui cara berkomunikasi pada bayi.6. Untuk mengetahui teori perkembangan menurut para ahli. BAB II

PEMBAHASAN

KONSEP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGANA. DefinisiPertumbuhan

1.Pertumbuhan adalah berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar, jumlah, ukuran atau dimensi tingkat sel atau organ yang bisa diukur. (Soetjiningsih, 1995)

2.Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran fisik (anatomi) dan struktur tubuh dalam arti sebagian atau seluruhnya karena adanya multiplikasi (bertambah banyak) sel-sel dan juga karena bertambah besarnya sel. (IDAI, 2002)

3.Pertumbuhan sebagai suatu peningkatan jumlah dan ukuran. (Whaley and Wong)Perkembangan1. Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur sebagai hasil dari proses pematangan. (Soetjiningsih, 1995)

2. Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan dan struktur / fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur, dapat diperkirakan dan diramalkansebagai hasil dari proses diferensiasi sel, jaringan tubuh, organ-organ dan sistemnya yang terorganisasi. (IDAI, 2002)

3. Perkembangan menitik beratkan pada perubahan yang terjadi secara bertahap dari tingkat yang paling rendah ke tingkat yang paling tinggi dan kompleks melalui proses maturasi dan pembelajaran terhadap perkembangan emosi, social dan intelektual anak. (Whaley and Wong).

B. Faktor yang Mempengaruhi Tumbuh KembangProses pertumbuhan dan perkembangan anak, tidak selamanya berjalan sesuai yang diharapkan. Hal ini disebabkan karena banyak faktor yang mempengaruhinya, baik faktor yang dapat diubah/dimodifikasi yaitu faktor keturunan, maupun faktor yang tidak dapat diubah/dimodifikasi yaitu faktor lingkungan. Apabila ada faktor lingkungan yang menyebabkan gangguan terhadap proses tumbuh kembang anak, maka faktor tersebut perlu diubah (dimodifikasi).

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak tersebut adalah sebagai berikut:

faktor keturunan (herediter)

1. seks

kecepatan pertumbuhan dan perkembangan pada seorang anak wanita berbeda dengan anak laki-laki2. ras

anak keturunan bangsa Eropa lebih tinggi dan besar dibandingkan dengan anak keturunan bangsa Asia.

Faktor lingkungan

Lingkungan Eksternal

1. Kebudayaan

kebudayaan suatu daerah akan mempengaruhi kepercayaan adat kebiasaan dan tingkah laku dalam merawat dan mendidik anak.

2. Status Sosial Ekonomi Keluarga

keadaan sosial ekonomi keluarga dapat mempengaruhi pola asuhan terhadap anak. Misalnya orang tua yang mempunyai pendidikan cukup mudah menerima dan menerapkan ide-ide utuk pemberian asuhan terhadap anak

3. Nutrisi

untuk tumbuh kembang, anak memerlukan nutrisi yang adekuat yang didapat dari makan yang bergizi. Kekurangan nutrisi dapat diakibatkan karena pemasukan nutrisi yang kurang baik kualitas maupun kuantitas, aktivitas fisik yang terlalu aktif, penyakit-penyakit fisik yang menyebabkan nafsu makan berkurang, gangguan absorpsi usus serata keadaan emosi yang menyebabkan berkurangnya nafsu makan.

4. Penyimpangan dari keadaan normal

disebabkan karena adanya penyakit atau kecelakaan yang dapat menggangu proses pertumbuhan dan perkembangan anak.

5. Olahraga

olahraga dapat meningkatkan sirkulasi, aktivitas fisiologi, dan menstimulasi terhadap perkembangan otot-otot.

6. Urutan anak dalam keluarganya

kelahiran anak pertama menjadi pusat perhatian keluarga, sehingga semua kebutuhan terpenuhi baik fisik, ekonomi, maupun sosial.

Lingkungan Internal

1. Intelegensi

pada umumnya anak yang mempunyai intelegensi tinggi, perkembangannya akan lebih baik jika dibandingkan dengan yang mempunyai intelegensi kurang.

2. Hormon

ada tiga hormon yang mempengaruhi pertumbuhan anak yaitu:

somatotropin, hormon yang mempengaruhi jumlah sel untuk merangsang sel otak pada masa pertumbuhan, berkuragnya hormon ini dapat menyebabkan gigantisme; hormon tiroid, mempengaruhi pertumbuhan, kurangnya hormon ini dapat menyebabkan kreatinisme; hormon gonadotropin, merangsang testosteron dan merangsang perkembangan seks laki-laki dan memproduksi spermatozoa. Sedangkan estrogen merangsang perkembangan seks sekunder wanitadan produksi sel telur.kekurangan hormon gonadotropin ini dapat menyebabkan terhambatnya perkembangan seks.

3. Emosi

hubungan yang hangat dengan ornag lain seperti ayah, ibu, saudara, teman sebaya serta guru akan memberi pengaruh pada perkembangan emosi, sosial dan intelektual anak. Pada saat anakberinteraksi dengan keluarga maka kan mempengaruhi interaksi anak di luar rumah. Apabila kebutuhan emosi anak tidak dapat terpenuhiC. Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Umur 0 1 tahun

Ciri-ciri pertumbuhan dan perkembangan dilihat dari segi fisik, sosial, intelektual dan emosional anak usia 0 1 tahun. Pertumbuhan dan perkembangan anak usia 0 1 tahun dibagi menjadi 2 tahapan, yaitu :

1. Masa neonatus ( 0 4 minggu )Masa neonatus pada saat pengguntingan tali pusat. Pada saat ini anak tidak lagi merupakan parasit, terapi telah menjadi individu yang terpisah dan berdiri sendiri. Masa ini ditandai dengan penyesuaian terhadap lingkungan baru diluar rahim ibu. Masa ini disebut mas plateau dimana perkembangan individu tidak terlihat kemajuan perkembangan yang nyata. Empat penyesuaian utama yang harus dilakukan sebelum anak dapat memperolah kemajuan dalam perkembangan yaitu : perubahan suhu dalam rahim ibu dengan suhu lingkungan, perubahan pernafasan dimana sebelum lahir janin bernafas melalui placenta, setelah lahir melalui paru-parunya sendiri, menghisap dan menelan sebagai cara untuk memperoleh makanan untuk menggantikan cara menerima makanan dari placenta melalui tali pusat, dan cara pembuangan melalui organ-organ sekresi yang sebelumnya terjadi melalui tali pusat dan placenta. Keempat penyesuaian tersebut terlihat nyata dengan menurunnya berat fisiologi selama minggu pertama.

Pada hari pertama dan minggu kedua dari kelahiran bayi, berat badan akan turun karena bayi mulai kehilangan cairan melalui BAB / BAK, keringat, uap air melalui pernafasan, sedangkan masukan cairan tidak mencukupi, sebab ASI masih kurang. Turunnya berat badan disebut penurunan berat badan fisiologis tetapi tidak boleh lebih dari 10 % dari berat badan lahir. Pada usia ini neonatus lebih banyak tidur daripada terbangun.

2. Masa bayi (4 minggu 1 tahun)

pada masa ini disebut periode vital artinya bahwa periode ini mempunyai makna mempertahankan hidupnya untuk dapat melaksanakan perkembangan selanjutnya. Dua tahun pertama dalam kehidupan bayi merupakan masa yang paling penting bagi perkembangan otaknya. Pada saat ini terjadi apa yang disebut sebagai belajar untuk belajar (learning tolearn) secara maksimal. Oleh para ahli dikatakan bahwa makin banyak rangsangan yang tepat diberikan kepada bayi pada saat yang tepat pula, akan makin besar pula kemungkinan bayi untuk menjadi lebih cerdas. Perkembangan kognitif terdiri dari dua tahap yaitu mengumpulkan informasi dan belajar untuk belajar, misalnya melalui pengalaman, bayi mengetahui bahwa celotehnya mendatangkan reaksi yang menyenangkan, maka iapun akan lebih senang mengeluarkan bunyi-bunyian itu.

Pertumbuhan gigi pada bayi sudah mulai menampakkan diri saat bayi berumur 3 bulan. Namun, pada kebanyakan anak, gigi pertama rata-rata muncul di usia 6 bulan. Gigi yang dikenal dengan gigi susu ini, terakhir tumbuh ketika balita berumur 2-3 tahun. Pada usia ini, biasanya jumlah giginya sudah lengkap, yaitu 20 buah.Setelah melewati masa balita, atau sejak dia berumur antara 6-7 tahun, gigi susunya akan tanggal secara bertahap dan digantikan oleh gigi tetap. D. Pertumbuhan Fisik Bayi Pertumbuhan fisik pada masa bayi merupakan pertumbuhan cepat dalam proses kehidupan manusia. Hal ini dapat diketahui dari hasil dari pengukuran berat badan, panjang bad