Unsur-Unsur Budaya

  • Published on
    15-Oct-2015

  • View
    116

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Makalah mengenai Unsur-Unsur Budaya.Makalah unsur Budaya

Transcript

<ul><li><p>5/25/2018 Unsur-Unsur Budaya</p><p> 1/48</p><p>BAB I</p><p>PENDAHULUAN</p><p>1.1 LATAR BELAKANG</p><p>Setiap masyarakat (manusia) selama hidup pasti mengalami</p><p>perubahan-perubahan, yang dapat berupa perubahan yang tidak menarik</p><p>dalam arti kurang mencolok. Ada pula perubahan-perubahan yang</p><p>pengaruhnya terbatas maupun yang luas, serta ada pula perubahan-</p><p>perubahan yang lambat sekali, tetapi ada juga yang berjalan dengan cepat.</p><p>Perubahan-perubahan hanya akan dapat ditemukan oleh seseorang yang</p><p>sempat meneliti susunan dan kehidupan suatu masyarakat pada suatu</p><p>waktu dan membandingkannya dengan susunan dan kehidupan masyarakat</p><p>tersebut pada waktu yang lampau.</p><p>Modernitas dan aspirasi-aspirasi modernitas mungkin merupakan</p><p>persoalan menarik yang dewasa ini merupakan gejala umum di dunia ini.</p><p>ebanyakan masyarakat di dunia ini terkait pada jaringan modernitas, baik</p><p>yang baru memasukinya, maupun sedang meneruskan tradisi modernitas.</p><p>Secara historis, modernisasi merupakan suatu proses perubahan yang</p><p>menuju pada tipe sistem-sistem sosial, ekonomi, dan politik yang telah</p><p>berkembang di !ropa "arat dan Amerika #tara pada abad ke-$% sampai</p><p>abad ke-$&amp;. Sistem sosial yang baru ini kemudian menyebar ke negara-</p><p>negara !ropa lainnya serta juga ke negara-negara Amerika Selatan, Asia,</p><p>dan A'rika pada abad ke-$&amp; dan ini.</p></li><li><p>5/25/2018 Unsur-Unsur Budaya</p><p> 2/48</p><p>1.2 RUANG LINGKUP PEMBAHASAN</p><p>#ntuk memperjelas ruang lingkup pembahasan, maka masalah yang</p><p>akan dibahas pada pembahasan makalah ini adalah mengenai Perubahan</p><p>Sosial dan Modernitas.</p><p>1.3 TUJUAN PEMBAHASAN</p><p>Adapun beberapa tujuan pembahasan yang kami harapkan yaitu</p><p>sebagai berikut*</p><p>A. +apat mengerti apa yang dimaksud dengan Perubahan Sosial dan</p><p>Modernitas,</p><p>". +apat memahami 'aktor-'aktor terjadinya Perubahan Sosial dan</p><p>Modernitas,</p><p>. +apat memahami bentuk-bentuk Perubahan Sosial dan Modernitas.</p></li><li><p>5/25/2018 Unsur-Unsur Budaya</p><p> 3/48</p><p>BAB II</p><p>PEMBAHASAN</p><p>2.1 PENGERTIAN PERUBAHAN SOSIAL</p><p>Perubahan sosial adalah perubahan pada lembaga-lembaga</p><p>kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, yang memengaruhi sistem</p><p>sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap-sikap, pola-pola perilaku</p><p>di antara kelompok-kelompok masyarakat.</p><p>Menurut MacIver, perubahan sosial dikatakannya sebagai</p><p>perubahan-perubahan dalam hubungan sosial (social relationships) atau</p><p>sebagai perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium) hubungan sosial.</p><p>Menurut Gillin an Gillin mengatakan perubahan sosial sebagai</p><p>suatu ariasi dari cara-cara hidup yang telah diterima, baik karena</p><p>perubahan-perubahan kondisi geogra'is, kebudayaan materiil, komposisi</p><p>penduduk, ideologi maupun karena adanya di'usi ataupun penemuan-</p><p>penemuan baru dalam masyarakat. Secara singkat Samuel oenig</p><p>mengatrakan bahwa perubahan sosial menunjuk pada modi'ikasi-</p><p>modi'ikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia yang terjadi</p><p>karena sebab-sebab intern maupun sebab-sebab ekstern.</p><p>Menurut Sel! S!e"ar#an, perubahan-perubahan pada lembaga-</p><p>lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, yang</p><p>memengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap,</p><p>dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.</p><p>ekanan pada de'inisi tersebut terletak pada lembaga-lembaga</p><p>/</p></li><li><p>5/25/2018 Unsur-Unsur Budaya</p><p> 4/48</p><p>kemasyarakatan sebagai himpunan pokok manusia, yang kemudian</p><p>memengaruhi segi-segi struktur masyarakat lainnya.</p><p>Mac0erlebih suka membedakan antara utilitarian elementsdengan</p><p>cultural elementsyang didasarkan pada kepentingan-kepentingan manusia</p><p>yang primer dan sekunder. Utilitarian elements disebutnya civilization.</p><p>Artinya, semua mekanisme dan organisasi yang dibuat manusia dalam</p><p>upaya menguasai kondisi-kondisi kehidupannya, termasuk di dalamnya</p><p>sistem-sistem organisasi sosial, teknik, dan alat-alat material. Pesawat</p><p>telepon, jalan kereta api, sekolah, hukum, dan seterusnyadimasukkan ke</p><p>dalam golongan tersebut.</p><p>Culture menurut Mac0er adalah ekspresi jiwa yang terwujud dalam</p><p>cara-cara hidup dan berpikir, pergaulan hidup, seni kesusastraan, agama,</p><p>rekreasi dan hiburan. Sebuah potret, noel, drama, 'ilm, permainan,</p><p>'ilsa'at dan sebagainya, termasuk culture, karena hal-hal itu secara</p><p>langsung memenuhi kebutuhan manusia. +engan pernyataannya itu,</p><p>Mac0er mengeluarkan unsur materiil dari ruang lingkup culture.</p><p>1erth dan Mills mencoba untuk membuat suatu model yang</p><p>mencakup enam pertanyaan atau masalah pokok yang menyangkut</p><p>perubahan sosial, yakni*</p><p>$. Apakah yang berubah2</p><p>. "agaimana hal itu berubah2</p><p>/. emanakah tujuan dari perubahan itu2</p><p>3. "agaimana kecepatan perubahan tersebut2</p><p>4. Mengapa terjadi perubahan2</p><p>3</p></li><li><p>5/25/2018 Unsur-Unsur Budaya</p><p> 5/48</p><p>5. 6aktor-'aktor penting manakah yang ada di dalam perubahan2</p><p>Menurut . ". "ottomore ($&amp;%* &amp;%) perubahan sosial merupakan</p><p>7a change in social structure (including here changes in the si8e o'</p><p>society), on in particular social institutions, or in the relationship between</p><p>institutions.</p><p>9awaban terhadap pertanyaan yang menyangkut cara, arah, dan</p><p>kecepatan perubahan memerlukan deskripsi dan pena'siran historis.</p><p>ontohnya*</p><p>$. Perubahan kependudukan.</p><p>. Menungkanya pembagian kerja pada masyarakat-masyarakat</p><p>industrial.</p><p>/. Perubahan pada keluarga dan peranannya, dst.</p><p>Pembicaraan mengenai arah perubahan tidak selalu menyangkut</p><p>penilaian-penilaian, berkurangnya jumlah anggota keluarga, misalnya,</p><p>merupakan suatu 'akta sejarah pada masyarakat-masyarakat barat. Akan</p><p>tetapi dalam peristiwa-peristiwa lain di mana arah perubahan tidak terlalu</p><p>jelas, mungkin terjadi pena'siran-pena'siran atau penilaian-penilaian</p><p>tertentu.</p><p>ecepatan perubahan sejak lama menjadi pusat perubahan para</p><p>sosiolog, hal mana biasanya dikaitkan dengan akselerasi sosial dan</p><p>perubahan kebudayaan pada 8aman modern. :gburn misalnya, merupakan</p><p>salah seorang sosiolog yang pertama-tama meneliti gejala tersebut secara</p><p>sistematis dan kemudian mengadakan studi secara kuantitati' terhadap</p><p>4</p></li><li><p>5/25/2018 Unsur-Unsur Budaya</p><p> 6/48</p><p>kecepatan perubahan, terutama dalam situasi terjadinya penemuan-</p><p>penemuan baru di bidang teknologi. Menurut "ottomore*</p><p>7the hypothesis o' cultural lag is concerned with major disharmony</p><p>between the rapid growth o' technology, and the slower trans'ormation o'</p><p>'amilial, political and other institutions and o' traditional belie's and</p><p>attitudes (religions, moral, etc);</p><p>Morris 1insberg menganalisa 'aktor-'aktor*</p><p>$. einginan-keinginan secara sadar dan keputusan para peribadi.</p><p>. Sikap-tindak pribadi dipengaruhi oleh kondisi-kondisi yang berubah.</p><p>/. Perubahan struktural dan halangan struktural.</p><p>3. Pengaruh-pengaruh eksternal.</p><p>4. Pribadi-pribadi dan kelompok-kelompok yang menonjol.</p><p>5. #nsur-unsur yang bergabung menjadi satu.</p><p>%. Peristiwa-peristiwa tertentu.</p></li><li><p>5/25/2018 Unsur-Unsur Budaya</p><p> 7/48</p><p>. on'lik antar golongan mungkin mendorong terjadinya perubahan</p><p>dan penemuan-penemuan baru.</p><p>/. Adanya atau kemungkinan terjadinya kon'lik antar generasi.</p><p>2.2 TEORI PERUBAHAN SOSIAL</p><p>Para ahli 'ilsa'at, sejarah, ekonomi, dan sosiologi telah mencoba</p><p>untuk merumuskan prinsip-prinsip atau hukum-hukum perubahan-</p><p>perubahan sosial. "anuak yang berpendapat bahwa kecenderungan</p><p>terjadinya perubahan-perubahan sosial merupakan gejala wajar yang</p><p>timbul dari pergaulan hidup manusia.</p><p>Ahli lain berpendapat bahwa perubahan sosial terjadi karena adanya</p><p>perubahan dalam unsur-unsur yang mempertahankan keseimbangan</p><p>masyarakat, seperti misalnya perubahan dalam unsur-unsur geogra'is,</p><p>biologis, ekonomis, atau kebudayaan. emudian, ada pula yang</p><p>berpendapat bahwa perubahan-perubahan sosial bersi'at periodik dan non-</p><p>periodik. Pendapat-pendapat tersebut pada umumnya menyatakan bahwa</p><p>perubahan merupakan lingkaran kejadian-kejadian.</p><p>Pitirim A. Sorokin berpendapat bahwa segenap usaha untuk</p><p>mengemukakan adanya suatu kecenderungan yang tertentu dan tetap</p><p>dalam perubahan-perubahan sosial tidak akan berhasil baik. +ia</p><p>meragukan kebenaran akan adanya lingkaran-lingkaran perubahan sosial</p><p>tersebut. Akan tetapi, perubahan-perubahan tetap ada dan yang paling</p><p>penting adalah lingkaran terjadinya gejala-gejala sosial harus dipelajari</p><p>%</p></li><li><p>5/25/2018 Unsur-Unsur Budaya</p><p> 8/48</p><p>karena dengan jalan tersebut barulah akan dapat diperoleh suatu</p><p>generalisasi.</p><p>"eberapa sosiolog berpendapat bahwa ada kondisi-kondisi sosial</p><p>primer yang menyebabkan terjadinya perubahan. Misalnya kondisi-kondisi</p><p>ekonomis, teknologis, geogra'is, atau biologis menyebabkan terjadinya</p><p>perubahan-perubahan pada aspek-aspek kehidupan sosial lainnya (=illiam</p><p>6. :gburn menekankan pada kondisi teknologis). Sebaliknya ada pula</p><p>yang mengatakan bahwa semua kondisi tersebut sama pentingnya, satu</p><p>atau semua akan menelorkan perubahan-perubahan sosial.</p><p>2.3 BENTUK$BENTUK PERUBAHAN SOSIAL</p><p>A. Per%&amp;a'an La"&amp;a( an Per%&amp;a'an )e*a(</p><p>Perubahan-perubahan yang memerlukan waktu lama, dan rentetan-</p><p>rentetan perubahan kecil yang saling mengikuti dengan lambat dinamakan</p><p>eolusi. Pada eolusi perubahan terjadi dengan sendirinya tanpa rencana</p><p>atau kehendak tertentu. Perubahan tersebut terjadi karena usaha-usaha</p><p>masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan keperluan-keperluan,</p><p>keadaan-keadaan, dan kondisi-kondisi baru, yang timbul sejalan dengan</p><p>pertumbungan masyarakat. Ada bermacam-macam teori tentang eolusi,</p><p>yang pada umumnya dapat digolongkan ke dalam beberapa kategori</p><p>sebagai berikut.</p><p>1. Unilinear theories of evolution</p><p>eori ini pada pokoknya berpendapat bahwa manusia dan</p><p>masyarakat (termasuk kebudayaannya) mengalami perkembangan sesuai</p></li><li><p>5/25/2018 Unsur-Unsur Budaya</p><p> 9/48</p><p>dengan tahap-tahap tertentu, bermula dari bentuk yang sederhana,</p><p>kemudian bentuk yang kompleks sampai pada tahap yang sempurna.</p><p>emudian bentuk yang kompleks sampai pada tahap yang sempurna.</p><p>Pelopor-pelopor teori tersebut antara lain August omte, &gt;erbert</p><p>Spencer, dan lain-lain. Suatu ariasi dari teori tersebut adalah Cylical</p><p>theories, yang dipelopori ?il'redo Pareto, yang berpendapat bahwa</p><p>masyarakat dan kebudayaan mempunyai tahap-tahap perkembangan yang</p><p>merupakan lingkaran, di mana suatu tahap tertentu dapat dilalui berulang-</p><p>ulang. ermasuk pendukung teori ini adalah Pitirim A. Sokirin yang</p><p>pernah pula mengemukakan teori dinamika sosial dan kebudayaan.</p><p>Sorokin menyatakan bahwa masyarakat berkembang melalui tahap-tahap</p><p>yang masing-masing didasarkan pada suatu sistem kebenaran. +alam</p><p>tahap pertama dasarnya kepercayaan, tahap kedua dasarnya adalah indra</p><p>manusia, dan tahap terakhir dasarnya adalah kebenaran.</p><p>2. Universal theory of evolution</p><p>eori ini menyatakan bahwa perkembangan masyarakat tidaklah</p><p>perlu melalui tahap-tahap tertentu yang tetap. eori ini mengemukakan</p><p>bahwa kebudayaan manusia telah mengikuti suatu garis eolusi yang</p><p>tertentu. Prinsip-prinsip teori ini diuraikan oleh &gt;erbert Spencer yang</p><p>antara lain mengatakan bahwa masyarakat merupakan hasil perkembangan</p><p>dari kelompok homogen ke kelompok yang heterogen, baik si'at maupun</p><p>susunannya.</p><p>3. Multilined theories of evolution</p><p>&amp;</p></li><li><p>5/25/2018 Unsur-Unsur Budaya</p><p> 10/48</p><p>eori ini lebih menekanakn pada penelitian-penelitian terhadap</p><p>tahap-tahap perkembangan tertentu dalam eolusi masyarakat, misalnya,</p><p>mengadakan penelitian perihal pengaruh perubahan sistem pencaharian</p><p>dari sestem berburu ke pertanian, terhadap sistem kekeluargaan dalam</p><p>masyarakat yang bersangkutan dan seterusnya.</p><p>+ewasa ini agak sulit untuk menentukan apakah suatu masyarakat</p><p>berkembang melalui tahap-tahap tertentu. @agi pula sangat sukar untuk</p><p>dipastikan apakah tahap yang terlah dicapai dewasa ini meruapakan tahap</p><p>terakhir. Sebaliknya juga sulit untuk menentukan ke arah mana masyarakat</p><p>akan berkembang, apakah pasti menuju ke bentuk kehidupan sosial yang</p><p>lebih sempurna apabila dibandingkan dengan keadaan dewasa ini, atau</p><p>bahkan sebaliknya oleh karena itu para sosiolog telah banuak yang</p><p>meninggalkan teori-teori eolusi.</p><p>Sementara itu, perubahan-perubahan sosial yang berlangsung dengan</p><p>cepat dan menyangkut dasar-dasar atau sendi-sendi pokok kehidupan</p><p>masyarakat (yaitu lembaga-lembaga kemasyarakatan) la8imnya dinamakan</p><p>7reolusi;. #nsur-unsur pokok reolusi adalah adanya perubahan yang</p><p>cepat, dan perubahan tersebut mengenai dasar-dasar atau sendi-sendi</p><p>pokok kehidupan masyarakat.</p><p>Suatu reolusi dapat berlangsung dengan didahului oleh suatu</p><p>pemberontakan (revolt, rebellion) yang kemudian menjelma menjadi</p><p>reolusi. Pemberontakan para petani di "anten pada $</p></li><li><p>5/25/2018 Unsur-Unsur Budaya</p><p> 11/48</p><p>suatu reolusi dapat terjadi, harus dipenuhi syarat-syarat tertentu, antara</p><p>lain sebagai berikut.</p><p>$. &gt;arus ada keinginan umum untuk mengadakan suatu perubahan. +i</p><p>dalam masyarakat, harus ada perasaan tidak puas terhadap keadaan</p><p>dan suatu keinginan untuk mencapai perbaikan dengan perubahan</p><p>keadaan tersebut.</p><p>. Adanya seorang pemimpin atau sekelompk orang yang dianggap</p><p>mampu memimpin masyarakat tersebut.</p><p>/. Adanya pemimpin dapat menampung keinginan-keinginan</p><p>masyarakat untuk kemudian merumuskan serta menegaskan rasa</p><p>tidak puas tadi menjadi program dan arah gerakan.</p><p>3. Pemimpin tersebut harus dapat menunjukkan suatu tujuan pada</p><p>masyarakat. Artinya tujuan tersebut terutama bersi'at konkret dan</p><p>dapat dilihat oleh masyarakat.</p><p>4. &gt;arus ada 7momentum;, yaitu saat dimana segala keadaan dan</p><p>'aktor sudah tepat dan baik untuk memulai suatu gerakan. Apabila</p><p>7momentum; keliru, reolusi bisa gagal.</p><p>B. Per%&amp;a'an Kecil an Per%&amp;a'an Be+ar</p><p>Perubahan kecil merupakan perubahan yang terjadi pada unsur-unsur</p><p>struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau berarti bagi</p><p>masyarakat. Perubahan mode pakaian, misalnya, tak akan membawa</p><p>pengaruh apa-apa bagi masyarakat secara keseluruhan karena tidak</p><p>mengakibatkan perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga</p><p>kemasyarakatan. Sebaliknya, suatu proses industrialisasi yang berlangsung</p><p>$$</p></li><li><p>5/25/2018 Unsur-Unsur Budaya</p><p> 12/48</p><p>pada masyarakat agraris, misalnya, merupakan perubahan yang akan</p><p>membawa pengaruh besar pada masyarakat.</p><p>epadatan penduduk di pulau 9awa, misalnya, telah melahirkan</p><p>berbagai perubahan dengan pengaruh yang besar. Areal tanah yang dapat</p><p>dusahakan menjadi lebih sempit penganggran tersamar kian tampak di</p><p>desa-desa. Mereka yang tidak mempunyai tanah menjadi buruh tani pada</p><p>waktu panen. Sejalan dengan itu, terjadi pula proses indiidualisasi milih</p><p>tanah. &gt;ak-hak ulayat desa semakin luntuk karena areal tanah tidak</p><p>seimbang dengan kepadatan penduduk.</p><p>). Per%&amp;a'an ,an- Die'enai (Intended-Change) a(a% Per%&amp;a'an</p><p>,an- Direncanaan (Planned-Change)</p><p>Perubahan yang dikehendaki atau direncanakan merupakan</p><p>perubahan yang diperkirakan atau yang telah direncanakan terlebih dahulu</p><p>oleh pihak-pihak yang hendak mengadakan perubahan di dalam</p><p>masyarakat. Pihak-pihak yang menghendaki perubahan dinamakan agent</p><p>of change, yaitu seseorang atau sekelompok orang yang mendapat</p><p>kepercayaan masyarakat sebagai pemimpin satu atau lebih lembaga-</p><p>lembaga kemasyarakatan.</p><p>gent of changememimpin masyarakat dalam mengubah sistem</p><p>sosial. +alam melaksanakannya, agent of change langsung tersangkut</p><p>dalam tekanan-tekanan untuk mengadakan perubahan. "ahkan mungkin</p><p>menyiapkan pula perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga</p><p>kemasyarakatan lainnya. Suatu perubahan yang dikehendaki atau yang</p><p>$</p></li><li><p>5/25/2018 Unsur-Unsur Budaya</p><p> 13/48</p><p>direncanakan selalu berada di bawah pengendalian...</p></li></ul>