Upaya Meningkatkan Kemampuan Writing Skill Melalui Peelap. Ptk

  • Published on
    11-Jul-2015

  • View
    1.805

  • Download
    7

Embed Size (px)

Transcript

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Tujuan yang terpenting dari pengajaran bahasa adalah pembelajar(siswa) menjadi terampil dalam menggunakan bahasa yang merupakan kumpulan kata yang dirangkai secara baik dan benar melalui ketrampilan mendengarkan , berbicara, membaca maupun menulis. Kualitas bahasa seseorang dapat dilihat dari writing skill. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa writing skill siswa kelas VII A SMPN 5 Depok Sleman tahun pelajaran 2007/2008 belum memuaskan. Ini terbukti dari hasil test aspek writing skill masih sangat rendah, yakni rata-rata nilai masih kurang dari 6. Rendahnya writing skill oleh siswa kelas VII A SMP N 5 Depok tersebut kemungkinan disebabkan oleh adanya beberapa faktor antara lain: 1) kurang bervariasinya metode atau teknik yang digunakan atau diterapkan oleh guru, 2) kurangnya media pembelajaran yang sesuai dan menarik bagi siswa , 3) kurangnya kampetensi guru dalam melaksanakan pembelajaran khususnya yang menyangkut skill tersebut, 4) rendahnya motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran yang kurang menarik menurut mereka, 5) lemahnya kemampuan siswa dalam menulis. Sebagaimana diutarakan diatas bahwa salah satu kemungkinan penyebab rendahnya kemampuan menulis atau writing skill siswa adalah kurang variatifnya metode dan teknik pembelajaran yang diterapkan. Oleh karena itu, salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan writing skill siswa kelas VII A SMPN 5 Depok Tahun Pelajaran 2007/2008 adalah dengan cara memperbaiki metoda atau teknik pembelajaran

dengan metode dan teknik yang variatif, dan menarik bagi siswa yang melibatkan siswa dalam kegiatan kelompok sehingga dengan demikian motivasi belajar siswa akan terbangun dan berkembang dengan baik. Teknik yang diasumsikan dapat disenangi oleh siswa adalah Peer activities, yang meliputi Punctuation a Text, Running Dictation, dan Peer Assessment. Dengan teknik ini diharapkan memberi kontribusi yang postif dalam rangka meningkatkan kualitas writing skill di kelas VII A, karena pembelajaran menulis dengan teknik dalam peer activities mengaplikasikan metode yang kreatif, dan mendorong siswa bekerja dalam kelompok sehingga siswa mempunyai kesempatan untuk mengekpresikan ide di dalam kelompok dan siswa berkesempatan saling memperoleh masukan ketika bekerja bersama, sehingga siswa tidak akan merasa cepat bosan dan tertekan .

B. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan masalah yang telah diutarakan di depan , maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimanakah upaya untuk meningkatkan writing skill siswa kelas VII A SMPN 5 Depok Sleman tahun pelajaran 2007/2008. 2) Bagaimanakah mengoptimalkan kinerja guru dalam meningkatkan kemampuan writing skill siswa dengan menggunakan peer activities.

C. TUJUAN PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk: 1) Mendiskripsikan peningkatan writing skill siswa kelas VII A SMPN 5 Depok menggunakan peer activities. 2) Mendiskripsikan kinerja guru dalam meningkatkan writing skill siswa menggunakan peer activities.

D. MANFAAT PENELITIAN 1. Bagi Siswa a. Siswa dapat menggunakan teknik belajar menulis dengan peer activities. b. Siswa dapat menambah wawasan, meningkatkan prestasi belajar menggunakan teknik atau kegiatan peer activities. 2. Bagi Guru a. Guru dapat meningkatkan ketrampilan mengajarnya dengan menggunakan peer activities. b. Guru dapat menambah wawasan tentang proses belajar yang inovatif dan produktif dan menggunakan kermacam macam teknik mengajar dengan menggunakan peer activities. 3. Bagi Sekolah a. Sekolah dapat meningkatkan SDM dalam hal ini guru. b. Sekolah dapat meningkatkan dan atau memperbaiki praktek pembelajaran yang semestinya dilakukan oleh guru serta dapat mengembangkan kurikulum di tingkat kelas maupun sekolah.

BAB II KAJIAN TEORI

A. KAJIAN PUSTAKA

1. Teori Mengajar Definisi tentang belajar sekarang ini telah mengalami proses perkembangan dari waktu ke waktu, sehingga tidak ada satu definisipun yang tepat dapat mencakup semua pengertian. Kamus Besar Bahasa Indonesia (1985: 14) mengatakan bahwa

mengajar adalah memberi pelajaran, atau melatih, sedangkan pembelajaran adalah proses atau cara menjadikan orang atau makhluk hidup belajar. Sedangkan Brown (1987: 7) menyatakan bahwa mengajar tidak dapat dipisahkan dengan belajar.

Sementara Slamento (1995: 32) menyatakan bahwa mengajar adalah aktiovitas untuk membantu, mebimbing, seseoarng untuk mencapai dan atau mengembangkan ketrampilan, sikap, idealisme, dan apresiasi ilmu pengatahuan. Secara ringkas mengajar dapat didefinisikan sebagai aktifitas untuk memfasilitasi belajar dengan cara membimbing siswa untuk merubah dan meningkatkan ilmu pengetahuannya, ketrampilannya, serta sikap dan perilakunya.

2. Teori Belajar Setiap orang pasti memiliki pengalaman belajar sendiri-sendiri yang kadang berbeda satu dengan lainnya. Pembelajaran seseoarng pada hakekatnya dimulai sejak seseorang berada dalam kandungan ibunya. Seseorang pada masa bayinya akan belajar mengenal lingkungannya, yang paling dekat yaitu ibunya yang senantiasa memberikan

perlindungan dan kenyamanan kepaadnya. Kemudian meningkat usianya dai akn belajar berbicara, berjalan, berkomunikasi dengan lingkungannya dan sebagainya. Sejalan dangan usia dan pertumbuhannya, kebutuhanpun meningkat. Kamus Besar Bahasa Indonesia menyatakan bahwa belajar adalah 1) berusaha memperoelh kepandaian, 2) berlatih,3) merubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman. Berdasarkan penertian di atas, dapat diismpulkan bahwa seseorang yang mengetahui sesuatu atau dapat melakukan sesuatu setelah menadpatkan pengalaman atau latihan tertentu berarti suatu perubahan telah terjadi pada dirinya. Dalam hal ini suah terjadi kegiatan belajar.

3. Teori tentang Writing Definisi tentang menulis cukup banyak diantaranya White (1981:2) menyatakan bahwa menulis bukanlah suatu kegiatan yang alamiah. Semua orang harus diajar bagaimana untuk menulis. Bell dan Burnaby (1984)menyatakan bahwa menulis adalah suatu kegiatan kognitif yang luar biasa kompleks, dimana penulis diminta untuk mendemonstrasikan suatu kontrol dari sejumlah variabel secara simultan. Pada tingkat kalimat hal ini mencakup kontrol isi, format, struktur kalimat, kosakata, tanda baca, ejaan dan susunan huruf. Berdasarkan pengertian di atas dapat dikatakan bahwa kemampuan menulis itu harus dipelajari, tidak dapat diperoleh dengan sendirinya. Dan menulis adalah aktifitas yang kompleks, sehingga perlu berlatih untuk bisa mewujudkannya.

Menulis adalah sebuah kegiatan bekerjasama. Meskipun tiap orang bisa menulis sendiri, tetapi keterlibatan orang lain akan memberikan banyak manfaat, karena apa yang tidak terpikirkan oleh seseorang tetapi terpikirkan oleh anggota yang lain. Dan menulis dengan bekerjasama memberikan akan menghadirkan suasana yang

menyenangkan dan juga akan

ide lebih luas daripada jika menulis

sendiri. Keterlibatan beberapa orang akan lebih memberi review dan evaluasi terhadap hasil tulisan kelompok, sehingga hasil tulisan menjadi lebih baik. Menulis secara bekerja sama seluruh waktu atau hanya sebentar melakukannya.(Jeremy Harmer. 2001) akan memotivasi siswa untuk

4. Teori tentang Peer Activities. Teori tentang peer activity dinyatakan oleh Brown and Hudson (1998) bahwa kegiatan teman sebaya (Peer activity) adalah kegiatan atau aktifitas yang dilakukan dari dan untuk teman sebaya. Teman sebaya disini berarti teman sekelas atau teman setingkat. Keterlibatan anak dalam kegiatan bersama teman sebaya dalam pembelajaran akan sangat membantu keberhasilan belajar karena di dalam kelompok ini siswa mendapatkan assessment atau penilaian secara langsung dan terus terang. Siswa akan mendapatkan kebanggaan bersama karena keberhasilannya, dan akan menerima evaluasi yang tidak menyenangkan sekalipun dengan tidak merasa frustasi karena itu adalah hasil kerja kelompok mereka tidak sendiri. Dan teman sebaya adalah tidak mengancam, tidak menakutkan, tidak seperti ketika mereka dievaluasi oleh gurunya.

5. Teori tentang Running Dictation Running Dictation adalah suatu kegiatan dimana siswa mendikte secara cepat. Siswa dibagi dalam kelompok dan tiap tiap kelompok mengirim wakilnya untuk membaca teks yang disiapkan guru kemudian kembali ke kelompoknya untuk mendiktekannya, demikian bergiliran kalimat demi kalimat sampai selesai. Jika memungkinkan siswa disuruh untuk memberi judul dari teks tersebut atau menuliskan teks itu tentang apa.

6. Teori tentang Puntuating a text Punctuating a text adalah suatu kegiatan memberi tanda baca pada suatu teks yang belum bertanda baca. Tanda baca seperti: huruf kapital, koma, titik, tanda seru, apostropy dan tanda baca yang lain. Siswa bekerja dalam kelompok dan berdiskusi bagaimana memberi tanda baca pada teks yang diberikan. Akan lebih menarik jika teks diberikan diiringi dengan rekaman atau dibacakan oleh guru sebagai rambu-rambu memberi tanda baca.

B.

HIPOTESIS TINDAKAN Hipotesis penelitian tindakan kelas (PTK) yang akan dilakukan ini adalah: Jika peer activities digunakan atau diterapkan dalam pembelajaran writing, diharapkan terjadi peningkatan writing skill (kemampuan menulis) terhadap siswa dan peningkatan kinerja guru.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

A.

Setting Penelitian Yang dimaksud setting dalam penelitian ini adalah tempat, dan obyek yang digunakan untuk melaksanakan penelitian. Penelitian Tindakan Kelas (PTK)ini dilaksanakan di SMPN 5 Depok, sebagai subyek penelitian adalah siswa kelas VII A sebanyak 36 siswa yang terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan dengan karakteristik memiliki nilai ulangan menulis terendah dan merupakan kelas teramai dibandingkan dengan kelas lainnya. SMP N 5 Depok berada di daerah perbatasan dengan kota Yogyakarta dan merupakan daerah transisi atau peralihan, yaitu peralihan antara wilayah yang secara geografis merupakan pedesaan dengan wilayah yang secara geografis merupakan perkotaan. Peneliti terdiri dari 2 orang guru mata pelajaran Bahasa Inggris di SMP N 5 Depok , Sleman.

B.

Prosedur Penelitian 1. Perencanaan Dalam tahap perencanaan telah dilakukan kehiatan sebagai berikut: a. Mengidentifikasi masalah melalui: 1) angket motivasi menulis 2) angket aktivitas menulis 3) tes kemampuan menulis

b. Menyimpulkan keadaan motivasi, aktivitas, dan kemampuan siswa dalam menyelesaikan tugas menulis. c. Mendiskusikan alternatif tindakan yang akan dilakukan dan yang akan diterapkan adalah teknik peer activities. d. Menyiapkan rancangan pembelajaran seperti materi, media, dan waktu

pelaksanaan. Waktu pelaksanaan penelitian minimal 5 kali pertemuan.

2. Implementasi a. Pelaksanaan: 1) Pra Penelitian, dilaksanakan : Kamis, tanggal 19 Juli 2007 2) Pelaksanaan Penelitian: * Siklus I * Siklus II * Siklus III * Evaluasi b. : Senin, 23 Juli 2007 : Senin, 30 Juli 2007 : Senin, 6 Agustus 2007 : Senin, 13 Agustus 2007

Implementasi Tindakan adalah penerapan teknik peer activities dalam

pembelajaran menulis. Secara umum langkah kegiatan belajar mengajarnya adalah sebagai berikut: 1) Guru mengawali KBM: doa, presensi siswa, dan membangkitkan minat siswa untuk belajar. 2) Siswa mendengarkan petunjuk guru. 3) Siswa belajar dalam kelompok 4) Siswa memberi assessmen 5) Siswa menjawab pertanyaan guru

6) Siswa mempresentasikan hasil kerja kelompok 7) Penutup/ refleksi 3. Monitoring a. Monitoring dilaksanakan pada setiap tatap muka dan sebagai wujud dari pelaksanaan tindakan b. Yang melaksanakan monitoring adalah peneliti sekaligus sebagai pengajar, kolaborator, dan pendamping c. d. Pedoman obervasi, angket dan tes Obyek yang diamati adalah proses pembelajaran (KBM)menulis dengan teknik peer activities. Dengan demikian diharapkan data tentang motivasi menulis, aktivitas menulis, dan kemampuan menulis dapat dipantau. 4. Refleksi Kegiatan ini dilakukan oleh peneliti dan koaborator. Adapun bentuk kegiatan berupa mengamati dan mendiskusiksn hasil observasi dan monitoring. Selanjutnya disimpulkan apakah tindakan telah berhasil atau belum.

C.

Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan (1) wawancara, (2) catatan lapangan, (3) jurnal guru, (4) pedoman observasi, (5) angket, (6) tes kemampuan.

D.

Teknik Analisis Data Dalam penelitian tindakan kelas teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif.

E.

Kriteria Keberhasilan Tindakan Penelitian ini dapat dikatakan berhasil jika, a. Motivasi menulis siswa meningkat. b. Aktivitas menulis siswa baik c. Kemampuan menulis siswa meningkat. Yang menjadi indikator penelitian ini adalah jika siswa tuntas mengikuti pembelajaran menulis secara individu telah mencapai nilai 75% dan secara klasikal mencapai 85%. Motivasi dan aktivitas menulis tinggi dan sangat tinggi secara klasilkal mencapai 75%. Kriteria penilaian kemampuan menulis dengan peer activities: No 1. 2. 3. Aspek yang dinilai 1 Kemampuan menyalin Tanda baca Pemberian assessment 2 Skor 3 Keterangan 4 5

Skor maksimum masing-masing aspek 5 Nilai akhir: No(1+2+3)x20:3= Kriteria observasi terhadap motivasi dan aktivitas No 1. Aspek yang dinilai Minat Skor 1 2 Keterangan 3

2.

Aktivitas Skor3= minat dan aktivitas tinggi Skor2= minat dan aktivitas sedang Skor1= minat dan aktivitas rendah

F.

Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: a. Hasil observasi, angket, dan wawancara motivasi dan aktivitas belajar siswa, dengan indikator: 1) motivasi /aktivitas tinggi, apabila skor 3 2) motivasi /aktivitas sedang apabila skor 2 3) motivasi/ aktivitas rendah apabila skor1 b. Tes, berupa Pre Tes dan Pos Tes yang akan digunakan sebagai umpan balik untuk memberikan perlakuan atau intervensi. Sebagai indikator nilai tes adalah: 1) Baik apabila nilai tes siswa 80-100 2) Cukup apabila nilai tes siswa 75-79, 3) Kurang baik apabila nilai tes siswa < 75 c. Catatan Harian Peneliti, berupa catatan tentang kejadian kejadian atau perubahan yang dijumpai selama kegiatan pembelajaran di kelas. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

A.

Hasil Penelitian

1. Pelaksanaan Pra Penelitian

Sebelum diadakan penelitian yaitu pada hari KAmis, 19 Juli 2007 guru memberikan angket kepada siswa untuk mengetahui minat dan aktivitas siswa dalam menulis. Memberikan pre-test untuk mengetahui hasil belajar menyimak dengan memberikan tugas menyalin kartu ucapan. Berdasarkan hasil angket dan hasil pre-test kelas VII A , diperlukan tindakan untuk meningkatkan motivasi , aktivitas dan hasil belajar menulis. Guru bersama kolaborator membuat rencana pembelajaran dengan menggunakan teknik peer activities sebagai berikut. 2. Pelaksanaan Siklus I a. Perencanaan 1) Menentukan materi pokok pembelajaran 2) Membuat skenario pembelajaran dengan teknik running dictation dalam peer activities 3) Menyiapkan media pembelajaran : Kartu ucapan 4) Menyiapkan instrumen penelitian. b. Implementasi Tindakan Hari/Tanggal Pelaksanaan Kelas : Senin, 23 Juli 2007 : VII A jam ke 4-5 (80menit)

Implementasi tindakan berdasarkan skenario pembelajaran yang telah di...