Welding HW1

  • Published on
    09-Oct-2015

  • View
    82

  • Download
    9

Embed Size (px)

Transcript

40

BAHAN PELATIHAN PROSES PENGELASAN OXY-ACETYLENE

Oleh :Riswanda

DosenPOLITEKNIK NEGERI BANDUNG(Politeknik ITB)JURUSAN TEKNIK MESIN2009BAB IPENDAHULUAN

Tujuan Pembelajaran UmumMengenal jenis-jenis gas yang digunakan pada proses las oxy-acetylene, dan melakukan aktivitas sesuai standar kesehatan dan keselamatan kerja (K3).Tujuan Pembelajaran KhususAdapun tujuan khusus dari bab ini antara lain :a. Mengenal dan menyebutkan jenis-jenis gas yang digunakan pada proses las oxy-acetyleneb. Memahami pentingnya arti keselamatan kerja.c. Menyebutkan perangkat atau peralatan keselamatan kerja di area oxy-acetylene welding.d. Menggunakan peralatan sesuai kesehatan dan keselamatan kerja (K3).

1.1. Latar Belakang

Proses pembakaran oxy-acetylene menghasilkan api dengan panas sekitar 3200 Celcius. Api ini cukup panas untuk melebur kebanyakan logam yang digunakan di pabrik-pabrik pekerjaan logam.[1] Karena dikerjakan secara manual, operator las harus mampu memasang atau mengistal, menggunakan peralatan dengan benar serta mengatur dan memilih jenis api. Diperlukan juga pengetahuan tentang jenis-jenis gas, bahan logam yang akan dilas, peralatan, serta prosedur pengelasan yang benar dan aman.Las Oxy-Acetylene (las asetilin) adalah proses pengelasan secara manual, dimana permukaan logam yang akan disambung mengalami pemanasan sampai temperatur cair oleh nyala api (flame) yaitu pembakaran C2H2 dan O2, dengan atau tanpa logam pengisi (filler metal), dimana proses penyambungan tanpa penekanan. Dilihat pada aplikasi hasil las oxy-acetylene cukup baik untuk pengelasan baja karbon, terutama lembaran logam (sheet metal) dan pipa-pipa berdinding tipis. Hampir semua jenis logam ferrous dan non ferrous dapat dilas dengan las oxy-acetylene.[ 2 ]Disamping gas acetylene dipakai juga gas-gas lain diantaranya hydrogen, gas alam, propane, untuk logamlogam dengan titik cair rendah. Pada proses pembakaran gas-gas tersebut diperlukan adanya oxygen. Oxygen ini didapatkan dari udara dimana udara sendiri mengandung oxygen (21%), juga mengandung nitrogen (78%), argon (0,9 %), neon, hydrogen, carbon dioksida, dan unsur lain yang membentuk gas.[ 3 ]

1.2. Pembuatan Gas Oksigen

Secara teknis, oksigen di dapat dari udara yang dicairkan. Kemudian dengan cara elektrolisa, campuran udara dan air dipisahkan oleh oksigen. Masalah yang sulit adalah antara Nitrogen dan Oksigen . Nitrogen titik didihnya lebih besar, dan titik didih kedua gas tersebut hanya berbeda 13 0C saja. (Oksigen = -183 0C dan Nitrogen = -196 0C), sehingga perlu pemurnian oksigen secara berulang-ulang. Kemurnian yang dapat dicapai sampai 99,5 % kemudian dimamfatkan (ditekan) dalam tangki-tangki baja dengan tekanan kerja antara 15-30 atm.[3 ] Keuntungan pemakaian oksigen antara lain, dalam keadaan cair dapat dipertahankan pada tangki penyimpan sehingga mudah pada saat pengangkutan. Pada saat dibutuhkan dengan menggunakan alat (Gasificator), oksigen cair dapat dijadikan gas, dengan tekanan yang besar kemudian oksigen gas tersebut disimpan pada botol-botol baja. Tekanan pada botol-botol baja dibagi berdasarkan kelas. Kelas medium tekanannya sampai 15 atm dan kelas tekanan tinggi sampai dengan 165 atm. Untuk mengetahui kemurnian oksigen, alat yang dipakai adalah Oxygen Purity Test Apparatus, dengan prinsip kerja antara lain mereaksikan oksigen dengan larutan ammonia (NH4OH) + CU CL2 , sisa yang tidak larut adalah Nitrogen dan Argon.[ 4 ]

1.3. Pembuatan Gas Asetilin (acetylene)

Secara komersial asetilin (C2H2) untuk kebutuhan Industri (proses pengelasan), diperoleh dengan mereaksikan kalsium karbid dengan air. Jadi asitelin adalah gas hidro karbon yang diperoleh dari unsur-unsur kapur , karbon dan air dengan reaksi sebagai berikut : Ca O + 3 C Ca C2 + Co 108 k.kal/g.mole. (jadi pembakaran kapur dengan karbon tanpa udara). Asetilin tidak berbau dan tidak berwarna, sedangkan dalam perdagangan ada bau khusus karena ada kotoran belerang dan phosphor.[ 3 ]Asetilin murni mudah meledak karena factor-faktor tekanan dan temperature. Tetapi faktor-faktor lain yang mempengaruhi expobility dari asetiline adalah adanya kotoran-kotoran , katalisator, kelembaban, sumber-sumber penyalaan, ukuran dan bentuk tangki . Karena alasan-alasan tersebut diatas, pada aseitilin generator dibatasi , tekanan asetilin maksimum 5 atm. Karena asetilin diatas tekanan 2 atm dapat meledak. Untuk mengatasinya jika asetilin disimpan didalam botol bertekanan lebih besar dari 2 atm, harus dilarutkan pada aseton cair. Caranya antara lain dengan melapisi dinding dalam botol penyimpanan dengan asbes ferrous dan dicelupkan dengan acetone cair.[ 4 ]

2.4. Keselamatan kerja (safety)

Pakailah selalu pakaian safety yang benar, atau yang disebut APD (alat pelindung diri), antara lain : overall, safety shoes, Kaca mata, sarung tangan, dan lain-lain. Resiko (bahaya-bahaya) yang mungkin timbul sehubungan dengan proses las oxy-acetylene ini antara lain: Kebakaran Ledakan Luka bakar Sesak nafasa. KebakaranKarena pada pengelasan dapat dicapai panas yang sangat tinggi, resiko kebakaran pun sangat mungkin terjadi. Barang-barang yang pada kondisi normal tidak potensial terbakar dapat cepat berubah bila terkena panas yang tinggi. Juga, selama pekerjaan ini percik api dari proses pengelasan dapat memicu terjadinya kebakaran, sehingga dapat menyalakan bahan-bahan atau barang-barang di dekatnya, adapun pemicu terjadinya kebakaran antara lain : Bahan mudah terbakar di dekat proses pengelasan Dari kebocoran gas asetilin Uap dari bahan-bahan yang mudah terbakar Tumpahan oli bekas, serta Prosedur kerja yang salah

b. LedakanBila diperhatikan aturan kerja yang baik serta penggunaan alat-alat dengan benar, proses oxy-acetylene ini cukup aman, tetapi bahaya ledakan akan mungkin terjadi dan ini menjadi tanggungjawab juru las (welder) untuk memastikan bahwa semua peralatan dalam keadaan aman, resiko ledakan bisa terjadi dari beberapa kemungkinan antara lain : Nyala balik karena peralatan sudah rusak atau proses kerja yang salah Tekanan tinggi oksigen terhadap olic. Luka bakarLuka bakar memang dapat terjadi, tetapi dengan peralatan safety yang benar kejadian tersebut hampir selalu dapat dihindari, luka bakar dapat terjadi antara lain : Logam panas, (benda kerja, filler) Percikan api Meja las.

d. Sesak Nafas/terkana asapSesak nafas dapat disebabkan oleh: Ventilasi yang minim sehingga asap/gas tidak dapat keluar Asap dari material yang digunakan, misalnya material induk, bahan-bahan yang dipakai batang filler, flux dan lapisan permukaan. kekurangan oksigen pada daerah kerja.Tanda-tanda terkana asap antara lain : Mengantuk Pusing Gelisah/bimbang, dsb.Jika masalah diatas terjadi tindakan yang harus dilakukan antara lain : Bawa korban ke luar (ketempat udara terbuka) Bawa ke dokter untuk mendapatkan pertolongan Jangan memasuki daerah di tempat korban terkena kecelakaan karena anda dapat mengalami nasib yang sama Pastikan blower nyala

Standar keamananDalam melakukan pekerjaan mengelas, sebaiknya mengikuti standar keamanan yang telah ditetapkan oleh American National Standard, mengenai pengelasan dan pemotongan logam. [ 1 ]

Gambar 1.1 Contoh label kesehatan dan keselamatan kerja

Ingat : Jangan meninggalkan peralatan dalam keadaan menyala dan tanpa pengawasan. Jangan menggunakan tekanan gas melebihi batas keamanan. Jangan menggunakan peralatan untuk apapun selain untuk pekerjaan yang dimaksudkan. Jangan menempatkan tabung silinder tidak pada tempatnya, (yakinkan dalam posisi kokoh/terikat). Jangan membiarkan ada sesuatu yang membentur tabung oksigen maupun asetilin. Jangan menggunakan peralatan yang sudah rusak.

2.4.1. Alat-alat kesehatan dan keselamatan kejaUntuk memenuhi standar kesehatan dan keselamatan kerja diatas, serta menghasilkan kerja yang optimal maka perlu peralatan-peralatan antara lain : Kacamata las Sarung tangan Apron/jaket las Kaca mata bening Safety shoes Masker Pemadam kebakaran

a. Kaca mata las Untuk melindungi mata, dari percikan-percikan pada saat melakukan proses las oxy-acetylene dan benda -benda panas lainnya. Juga untuk melindungi muka operator las (welder) terhadap percikan, dan letupan-letupan yang biasa terjadi akibat percampuran gas yang tidak sempurna, maka juru las wajib menggunakan kaca mata las sesuai dengan ukuran kegelapan (untuk proses las oxy-acetylene no. 5).(a) Sederhana (b) Dengan pengaman muka

Gambar 1.2 Kacamata las

b. Sarung tangan kulitPekerjaan mengelas dan juga memotong logam selalu berhubungan dengan panas, kontak dengan benda panas sering terjadi yaitu pada saat pengelasan benda kerja hasil proses pengelasan maupun pemotongan. Untuk melindungi tangan dari benda panas tersebut maka operator las harus menggunakan sarung tangan. (b) Panjang

Pendek Gambar 1.3 Sarung tanganc. Apron/Jaket lasUntuk melindungi kulit dan organ-organ tubuh pada bagian badan operator dari percikan-percikan api las pada saat proses pengelasan dan pemotongan benda kerja serta pancaran sinar las yang mempunyai intensitas tinggi maka pada bagian badan perlu dilindungi dengan menggunakan jaket las atau apron.

Gambar 1.4 Jaket las

d. Kaca mata pengaman (safety glasses)Untuk Melindungi mata pada saat membersihkan kampuh las serta terak hasil dari pemotongan yang menggunakan palu terak maupun proses gerinda pada waktu perbaikan hasil las dan persiapan, maka diwajibkan operator las menggunakan kaca mata bening.

Gambar 1.5 Kacamata bening.

e. Safety ShoesUntuk melindungi kaki juru las (welder) terhadap benda-benda panas dan benda tajam yang ada dilantai maupun percikan api las dari atas pada saat melakukan pengelasan dan pemotongan, maka di wajibkan menggunakan sepatu khusus keselamatan kerja (safety shoes).

Gambar 1.6 Safety Shoes

f. Masker (pelindung pernapasan)Ketika