What is Ecological Restoration?

  • Published on
    12-Dec-2016

  • View
    214

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

Slide 1

RESTORASI

HUTAN

.RESTORASI HUTAN

Pemahaman struktur hutan dan fungsi hutan sangat penting karena kerusakan hutan biasanya berkaitan dengan struktur dan fungsi hutan.

Hutan yang rusak mempunyai struktur tegakan yang berbeda dengan kondisi awalnya, sehingga fungsi hutan tersebut akan terganggu.

Struktur hutan berkaitan erat dengan fungsi hutan, suatu struktur hutan akan membentuk hutan yang memiliki fungsi yang berbeda-beda, yaitu konsevasi, produksi atau lindung.

Kegiatan restorasi hutan ditujukan untuk memulihkan kembali struktur tegakan seperti kondisi awalnya sehingga kawasan hutan tersebut dapat menjalankan fungsinya seperti fungsi awalnya. Parameter struktur tegakan a.l. : kekayaan jenis, kerapatan, distribusi, dominasi, asosiasi, crown density.

Restorasi hutan biasanya berupa kegiatan reklamasi (melibatkan kegiatan civil engineering, berhubungan dengan pemulihan kondisi tanah) dan revegetasi (mengembalikan pohon, shrub, dll).

Restorasi dapat didefinisikan sebagai upaya memperbaiki atau memulihkan kondisi lahan yang rusak dengan membentuk struktur dan fungsinya sesuai (mendekati) dengan kondisi awal.

Diunduh dari: http://wahyukdephut.wordpress.com/2010/02/23/konsep-restorasi/.. 28/12/2012

.PENANAMAN-HUTAN KEMBALI

. Empat strategi penanaman hutan kembali tersebut adalah:

Membiarkan wilayah hutan tidak terganggu agar proses regenerasi alami dapat berlangsung (untuk wilayah hutan yang memiliki keragaman hayati dan tutupan vegetasi baik).

Membantu regenerasi alami (memotong jenis tumbuhan pengganggu tertentu agar jenis-jenis pohon penting dapat tumbuh).

Penanaman dengan pengayaan (ketika kelompok jenis tertentu telah hilang, jenis pohon tertentu akan ditanam agar tercipta habitat yang lebih beragam).

Penanaman jenis kunci (metode ini dikembangkan oleh FORRU untuk wilayah yang rusak parah dimana beberapa jenis kunci tertentu dipilih dan ditanam karena pohon-pohon ini dapat menarik berbagai jenis satwa penyebar biji-bijian.

Diunduh dari: http://harapanrainforest.org/id/restorasi-hutan.. 28/12/2012

.

. Pada saat ini, tim restorasi hutan telah terlibat dalam berbagai tugas meliputi:

Pengembangan keterampilan dan kapasitas yang diperlukan di masa mendatang.

Melaksanakan inventarisasi jenis pohon dan mencatat kelimpahannya di dalam kawasan Harapan Rainforest. Pemantauan fenologi (waktu berbunga dan berbuah) berbagai jenis pohon di wilayah hutan berbeda. Penggumpulan biji-bijian untuk diitanam di fasilitas pembibitan. Perawatan dan pemantauan biji dan benih yang ditumbuhkan di fasilitas pembibitan. Penanaman bibit dari fasilitas pembibitan pada plot tertentu dalam kawasan.

Diunduh dari: http://harapanrainforest.org/id/restorasi-hutan.. 28/12/2012

.RESTORASI EKOSISTEM HUTAN

Pemerintah Indonesia mencanangkan pengelolaan kawasan hutan melalui skema restorasi ekosistem hutan seluas 3,3 juta hektar. Ada empat strategi besar dalam konsep restorasi ekosistem hutan tersebut:

Memilih tanaman yang mudah dan cepat tumbuh pada lahan kritis, memiliki struktur tajuk yang baik sebagai penahan air hujan dan mengembalikan unsur hara tanah yang sudah ktitis.

Strategi ke dua, setelah terealisasi melakukan penanaman tanaman asli pada kawasan yang direstorasi. Artinya, tanaman asli pada kawasan yang direstorasi ditanam kembali dan itu akan lebih mudah sebab kondisi lahan sudah tidak kritis lagi maka tingkat keberhasilan tumbuhnya tanaman asli cenderung berhasil.

Strategi ke tiga, setelah tanaman asli tumbuh maka harus membiarkan wilayah restorasi ekosistem hutan tidak diganggu apa lagi ditebang agar proses regenerasi alami dapat berlangsung normal sehingga nantinya memiliki keragaman hayati dan tutupan vegetasi baik.

Strategi ke empat, membantu regenerasi alami tanaman asli dengan cara memotong jenis tumbuhan pengganggu tertentu agar jenis-jenis pohon penting dapat tumbuh dengan baik. Melakukan penanaman dengan pengayaan jenis tanaman tertentu yang telah hilang, jenis tanaman atau pohon tertentu yang telah hilang harus ditanam termasuk mendatangkan satwa (hewan) yang selama ini ada di kawasan yang direstorasi sehingga tercipta habitat yang lebih beragam.

Diunduh dari: http://hutan-tersisa.blogspot.com/2011/08/restorasi-hutan.html.. 28/12/2012

.HPH RESTORASI EKOSISTEM

Menhut telah menerbitkan surat keputusan pencadangan hak pengusahaan hutan (HPH) restorasi ekosistem seluas 2,5 juta hektar sebagai bagian sistem inovasi kehutanan tahun 2010-2014.

HPH restorasi ekosistem DIHARAPKAN menjadi solusi penurunan emisi gas rumah kaca dari sektor kehutanan, sekaligus menciptakan lapangan kerja dan usaha. Jadi, business for environment dapat direalisasikan, untuk pangan atau energi.

HPH restorasi ekosistem merupakan bentuk bisnis kehutanan yang unik karena investor tidak boleh mengambil hasil hutan kayu. Pemerintah memberi konsesi satu kawasan hutan terdegradasi kepada investor yang akan membenahi kerusakan dengan menanami tanaman asli lokal lalu mengambil keuntungan dari hasil hutan bukan kayu, seperti air, madu, dan ekowisata.

Kemenhut telah menerima permohonan 40 unit HPH restorasi ekosistem seluas 3.942.512 hektar. Sejauh ini, Kemenhut telah menerbitkan 3 unit HPH ekosistem restorasi seluas 185.005 hektar yang berlokasi di Jambi (46.385 hektar), Sumatera Selatan (52.170 hektar), dan Kalimantan Timur (86.450 hektar).

Kemhut tengah memproses penerbitan surat keputusan untuk 4 unit lainnya seluas 251.960 hektar dan telah menilai kesiapan 2 unit seluas 246.755 hektar. Sebenarnya, banyak investor ingin memperoleh HPH restorasi ekosistem, tetapi pemerintah ha rus menolak permohonan 22 unit seluas 2.638.535 hektar karena tidak memenuhi kriteria.

HPH restorasi harus menjadi program unggulan Kemenhut. Program ini menunjukkan kondisi hutan alam Indonesia yang harus dipulihkan kembali.

Akan tetapi, inovasi ini bukan hal mudah. Kemenhut harus memberi insentif khusus untuk mendukung kesinambungan investasi HPH restorasi.

Perlu juga inovasi membangun HPH restorasi berbasis masyarakat.

Diunduh dari: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/09/28/22461455/2.5.Juta.Hektar.Hutan.Produksi.untuk.Restorasi.. 28/12/2012

KONSEP RESTORASI HUTAN TERPADU

Kawasan hutan yang dapat dimohon untuk areal restorasi ekosistem diutamakan pada hutan produksi yang tidak produktif dan dicadangkan atau ditunjuk oleh menteri kehutanan.

Salah satu bentuk pemulihan ekosistem hutan hingga berfungsi sebagaimana mestinya di hutan alam produksi adalah melalui Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Restorasi Ekosistem (IUPHHK-RE).IUPHHK-RE merupakan izin usaha yang diberikan untuk membangun kawasan dalam hutan alam pada hutan produksi yang memiliki ekosistem penting sehingga dapat dipertahankan fungsi dan keterwakilannya.Izin usaha restorasi ini, dilakukan untuk mempertahankan fungsi hutan sehingga terpelihara keberadaannya disamping mengoptimalkan jasa lingkungan dan jasa kawasan pada areal restorasi. Kawasan hutan yang dapat dimohon untuk areal restorasi ekosistem diutamakan pada hutan produksi yang tidak produktif dan dicadangkan atau ditunjuk oleh menteri kehutanan.

Read more: IUPHHK-RE: Konsep Restorasi Hutan Terpadu

Diunduh dari: http://wartapedia.com/lingkungan/konservasi/7343-iuphhk-re-konsep-restorasi-hutan-terpadu.html.. 28/12/2012

.

Restorasi ekosistem adalah upaya untuk mengembalikan unsur hayati (flora dan fauna) serta unsur non hayati (tanah dan air) pada suatu kawasan dengan jenis asli, sehingga tercapai keseimbangan hayati dan ekosistemnya.

. IUPHHK restorasi ekosistem dalam hutan alam adalah izin usaha yang diberikan untuk membangun kawasan dalam hutan alam pada hutan produksi yang memiliki ekosistem penting sehingga dapat dipertahankan fungsi dan keterwakilannya melalui kegiatan pemeliharaan, perlindungan dan pemulihan ekosistem hutan termasuk penanaman, pengayaan, penjarangan, penangkaran satwa, pelepasliaran flora dan fauna untuk mengembalikan unsur hayati (flora dan fauna) serta unsur non hayati (tanah, iklim dan topografi) pada suatu kawasan kepada jenis yang asli, sehingga tercapai keseimbangan hayati dan ekosistemnya.

Sistem silvikultur adalah sistem budidaya hutan atau sistem teknik bercocok tanaman hutan mulai dari memilih benih atau bibit, menyemai, menanam, memelihara tanaman dan memanen.

Diunduh dari: http://kehutanan.kalbarprov.go.id/joomla15/index.php?option=com.. 28/12/2012

.

Restorasi hutan merupakan proses pengkondisian ekosistem (tanah, vegetasi, dan kehidupan liar) untuk mencapai pola dan profil yang serupa dengan kondisi pada saat sebelum terganggu komposisi, struktur, dan fungsinya.

Restorasi dilakukan sebagai upaya untuk memaksimalkan konservasi karagaman hayati dan fungsi ekosistem.

Pohon yang sesuai harus memiliki beberapa kriteria yang sesuai, yaitu semai dapat beradaptasi dengan mudah di tempat terbuka, merupakan spesies yang dapat tumbuh dengan cepat, serta spesies yang dapat berkompetisi dengan rumput liar dan jenis-jenis gulma lainnya.

Diunduh dari: .. 28/12/2012

.. Hutan Harapan, Pionir Restorasi Hutan Di Dunia

Hutan Harapan merupakan hutan restorasi pertama di Indonesia dan juga pionir restorasi hutan di dunia. Restorasi merupakan upaya untuk mengembalikan kondisi hutan yang sudah rusak menjadi hutan lebat seperti sedia kala. Hal ini membutuhkan waktu sedikitnya 30 sampai 60 tahun. Selama periode tersebut tidak dilakukan penebangan pohon.

Setelah melalui survey dan proses yang panjang selama 10 tahun, akhirnya PT Restorasi Ekosistem Indonesia (PT REKI) mendapatkan hak konsesi penuh untuk mengelola Hutan Harapan seluas sekitar 100.000 hektar (ha).

Untuk melakukan restorasi ekosistem hutan memang tidak gampang, sampai saat ini usaha restorasi belum bisa menghasilkan keuntungan, di sisi lain banyak kendala besar yang menghadang di depan mata, seperti para perambah hutan, illegal logging, kondisi hutan dan lahan kritis yang rusak parah, dan diperlukan biaya operasional yang sangat besar serta komitmen yang tinggi, papar Doktor Biologi lulusan Jerman ini.

Menteri kehutanan, Zulkifli Hasan, menyatakan bahwa pihaknya telah menargetkan 300.000 ha untuk izin restorasi hutan produksi dan tak produktif tahun 2010 ini. Target itu, kata dia, menjadi bagian dari Rencana Strategis Kementerian Kehutanan 2010-2014 yang ditargetkan 2,5 juta ha.

Diunduh dari: http://vetonews.com/index.php?option=com_content&view=article&id=6907:hutan-h.. 28/12/2012

Forest restoration

. Forest restoration is defined as actions to re-instate ecological processes, which accelerate recovery of forest structure, ecological functioning and biodiversity levels towards those typical of climax forest[1] i.e. the end-stage of natural forest succession. Climax forests are relatively stable ecosystems that have developed the maximum biomass, structural complexity and species diversity that are possible within the limits imposed by climate and soil and without continued disturbance from humans (more explanation here). Climax forest is therefore the target ecosystem, which defines the ultimate aim of forest restoration. Since climate is a major factor that determines climax forest composition, global climate change may result in changing restoration aims.[2]

Forest restoration is a specialized form of reforestation, but it differs from conventional tree plantations in that its primary goals are biodiversity recovery and environmental protection

Diunduh dari: http://en.wikipedia.org/wiki/Forest_restoration .. 28/12/2012

.

. Scope

Forest restoration may include simply protecting remnant vegetation (fire prevention, cattle exclusion etc.) or more active interventions to accelerate natural regeneration,[5] as well as tree planting and/or sowing seeds (direct seeding) of species characteristic of the target ecosystem. Tree species planted (or encouraged to establish) are those that are typical of, or provide a critical ecological function in, the target ecosystem. However, wherever people live in or near restoration sites, restoration projects often include economic species amongst the planted trees, to yield subsistence or cash-generating products.

Forest restoration is an inclusive process, which depends on collaboration among a wide range of stakeholders including local communities, government officials, non-government organizations, scientists and funding agencies. Its ecological success is measured in terms of increased biological diversity, biomass, primary productivity, soil organic matter and water-holding capacity, as well as the return of rare and keystone species, characteristic of the target ecosystem. Economic indices of success include the value of forest products and ecological services generated (e.g. watershed protection, carbon storage etc.), which ultimately contribute towards poverty reduction. Payments for such ecological services (PES) and forest products can provide strong incentives for local people to implement restoration projects.

Diunduh dari: .. 28/12/2012

.

Where is forest restoration appropriate?

Forest restoration is appropriate wherever biodiversity recovery is one of the main goals of reforestation, such as for wildlife conservation, environmental protection, eco-tourism or to supply a wide variety of forest products to local communities. Forests can be restored in a wide range of circumstances, but degraded sites within protected areas are a high priority, especially where some climax forest remains as a seed source within the landscape. Even in protected areas, there are often large deforested sites: logged over areas or sites formerly cleared for agriculture. If protected areas are to act as Earths last wildlife refuges, restoration of such areas will be needed.[6][7]

Many restoration projects are now being implemented under the umbrella of forest landscape restoration (FLR),[8] defined as a planned process to regain ecological integrity and enhance human well-being in deforested or degraded landscapes. FLR recognizes that forest restoration has social and economic functions. It aims to achieve the best possible compromise between meeting both conservation goals and the needs of rural communities.[9] As human pressure on landscapes increases, forest restoration will most commonly be practiced within a mosaic of other forms of forest management, to meet the economic needs of local people.

8.Mansourian, S., D. Vallauri, and N. Dudley (eds.) (in co-operation with WWF International), 2005. Forest Restoration in Landscapes: Beyond Planting Trees. Springer, New York

9.Reitbergen-McCraken, J., S. Maginnis A. Sarre, 2007. The Forest Landscape Restoration Handbook. Earthscan, London, 175 pp.

Diunduh dari: .. 28/12/2012

.

Is tree planting essential to restore forest ecosystems?

Not always. A lot can be achieved by studying how forests regenerate naturally, identifying the factors...