Workshop Perencanaan Skenario NTB_Summary Bali Workshop Untuk Workshop Integrasi Kecamatan Terara

  • Published on
    20-Oct-2015

  • View
    5

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

Workshop Perencanaan Skenario NTB 1. Latar belakang Tipologi 5 Padi dan Tembakau1.1 Lokasi Tipologi 5 Padi dan Tembakau

1.2 Produk dan pelayanan ekosistem pada Tipologi 5 Padi dan Tembakau

2. Lokasi studi Tipologi 5 Padi dan Tembakau di Kecamatan Janapria 2.1 Lokasi studi

2.2 Lokasi desa di Kecamatan Janaparia

2.3 Produk dan pelayanan ekosistem di Kecamatan Janapria

2.4 Penduduk2.4.1 Kepadatan penduduk di Kecamatan Janapria tahun 2010

2.4.2 Proyeksi penduduk untuk Kabupaten Lombok Tengah

2.5 Iklim dan perubahan iklim2.5.1 Perubahan curah hujan di NTB tahun 2030

2.5.2 Perubahan curah hujan di Kecamatan Janapria tahun 2030

3. Hasil-hasil workshop perencanaan skenario NTB3.1 Apa sajakah faktor faktor pendorong bagi penghidupan pedesaan di NTB? Pembangunan sumberdaya manusia (17 suara) dan perubahan iklim (11 suara) diidentifikasi sebagai dua faktor pendorong terpenting.

3.2 Apakah sajakah masa depan yang diinginkan dan yang mungkin bagi penghidupan di NTB?3.2.1 Visi masa depan yang diinginkan bagi penghidupan pedesaan di NTB tahun 2090 Indikator kesejahteraan masyarakatVisi masa depan yang diinginkan

Pendapatan Tercapainya pendapatan per kapita masyarakat yang dapat memenuhi kebutuhan dasarnya, perumahan, kesehatan, pendidikan dan dapat menabung

KesehatanTercapainya masyarakat NTB yang lebih sehat melalui peningkatan pelayanan kesehatan secara terus menerus

Ketahanan panganPemenuhan ketersediaan, distribusi dan konsumsi pangan baik kualitas maupun kuantitasnya

Kerukunan sosial Tercapainya masyarakat yang memiliki karakteristik sebagai berikut : gotong royong, toleransi dan menghormati keragaman masyarakat

Kebebasan memilihTercapainya masyarakat NTB yang memiliki kebebasan memilih penghidupan (politik, kepercayaan, sosial, budaya dan pertanahan)

3.2.2 Skenario masa depan bagi penghidupan di NTB Business as Usual: Hukum Rimba

Dalam skenario ini dunia berada di dalam the business as usual, dengan perubahan iklim yang ekstrim dan pembangunan sumberdaya manusia yang rendah. Skenario ini ditandai dengan lambatnya langkah-langkah inovasi, tidak dapat mencapai pasar global dan pembangunan yang tidak ramah lingkungan. Skenario berfokus pada potensi sosial yang tidak dikelola dengan baik dan permasalahan degradasi lingkungan, serta tumbuhnya kesenjangan antara miskin dan kaya. Materialisme dan komsumerisme adalah hal yang biasa. Memungkinkan terjadinya peningkatan kekuasaan birokrasi dan perusahaan/korporasi besar. Berjuta-juta orang akan berada dalam kemiskinan dan perebutan hak. Gejolak sosial tersebar luas, meningkatnya konflik dan peluang terjadinya kekerasan dan kekacauan. Skenario ini merupakan gambaran tingginya pertumbuhan penduduk dengan tingkat pendidikan dan kesehatan yang rendah. Indikator kesejahteraan menurun dari tahun 2030 sampai 2090 yang menunjukkan keadaan yang semakin memburuk, tetapi indikator kerukunan sosial mungkin meningkat karena ketergantungan satu dengan lainnya bertambah. Diasumsikan bahwa akan dicapai ambang batas ketersediaan air sebesar 4 juta m3 per tahun di Lombok. Dalam skenario ini pertumbuhan penduduk akan menyebabkan ketersediaan air minimum sebesar 1,000 m3 per kapita per tahun akan terlampaui pada tahun 2030 (berdasarkan World Health Organisation Indeks Ketersediaan Air). Hal ini akan mendorong upaya relokasi penduduk dari Lombok ke Sumbawa.Indikator Kesejahteraan203020602090

Pendapatan-1-2-3

Kesehatan-4-5-6

Ketahanan pangan-1-2-3

Kerukunan sosial+1+2+3

Kebebasan berpendapat-1-2-3

Skenario terbaik : Desaku Sejahtera

Skenario ini merupakan visi yang optimis terhadap masa depan NTB, yang mana perbaikan ekonomi, sosial dan politik menciptakan kehidupan yang lebih baik. Skenario menggambarkan seimbangnya pertumbuhan penduduk dengan tingginya tingkat pendidikan dan kesehatan yang ditandai dengan peningkatan substansial pada indikator kesejahteraan masyarakat. Ini adalah skenario yang ditandai dengan perkembangan pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran, yang menghasilkan bertambahnya perhatian pada isu-isu sosial dan lingkungan. Penekanan diberikan kepada tindakan pemecahan masalah ekonomi dan infrastruktur regional, dan termasuk meningkatkan kesetaraan sosial namun tanpa kebutuhan akan adaptasi terhadap perubahan iklim yang ekstrim.Indikator kesejahteraan203020602090

PendapatanTerpenuhinya pendapatan per kapitaPendapatan perkapita yang memuaskanTercapainya kesejahteraan masyarakat

KesehatanTersedianya layanan kesehatan masyarakat yang memadai dan kondisi kesehatan masyarakat yang baikTersedianya layanan kesehatan masyarakat yang optimal dan kondisi kesehatan masyarakat yang sangat baikTersedianya layanan kesehatan masyarakat yang optimal dan kondisi kesehatan masyarakat yang memuaskan

Ketahanan panganKetersediaan, akses dan pemanfaatan pangan berada pada keadaan yang baikKetersediaan, akses dan pemanfaatan pangan berada dalam keadaan yang memuaskanTercapainya kesejahteraan masyarakat

Kerukunan sosialGotong royong, toleransi dan perbedaan dalam keadaan yang kondusifTerpeliharanya kerukunan sosial Tercapainya kehidupan bermasyarakat yang harmonis

Kebebasan memilihTerjaminnya pekerjaan, ideologi, politik, ekonomi, sosial dan keamanan dapat dicapai. Keadaan yang demokratis.Keadaan yang demokratisTercapainya kondisi demokrasi yang diinginkan

3.3 Apakah dampak dari skenario Hukum Rimba terhadap kesejahteraan masyarakat pada Tipologi 5 Padi dan Tembakau tahun 2030?

3.4 Bagaimana kemampuan adaptasi masyarakat saat ini pada Tipologi 5 Padi dan Tembakau?3.4.1 Indikator-indikator kemampuan adaptasi Modal Alam (seperti lahan, air bersih, hutan, keanekaragaman hayati) Modal Manusia (seperti pendidikan, kesehatan, keterampilan) Modal Fisik (seperti jalan, listrik, sistem irigasi) Modal Finansial (seperti keuangan, tabungan, pinjaman) Modal Politik (seperti kekuasaan politik, kekuatan agama) Modal Sosial (seperti kepemimpinan, jaringan sosial, institusi)3.4.2 Penilaian kemampuan adaptasi masyarakat pada Tipologi 5 Padi dan Tembakau

3.5 Apa sajakah strategi adaptasi prioritas yang dibutuhkan untuk meningkatkan penghidupan pada Tipologi 5 Padi dan Tembakau? Produk dan pelayanan ekosistem yang terpenting adalah padi lahan basah, dan sangat terkena dampak, terutama karena pembangunan gedung dan infrastruktur terkait tingginya kepadatan penduduk dan proyeksi pertumbuhan penduduk sebesar 26%. Sebagai perbandingan PPE lain yang jauh kurang penting, ternak dan tembakau memiliki tingat kepentingan sedang, namun juga sangat dipengaruhi oleh ancaman-ancaman tersebut. Walaupun dianggap kurang penting, produk dan pelayanan ekosistem berupa mata air dan air tanah untuk irigasi dan air minum juga sangat terkena dampak oleh meningkatnya penggunaan sumberdaya terkait dengan pertumbuhan penduduk. Penilaian terhadap kemampuan adaptasi menunjukkan bahwa tipologi ini memiliki tingkat modal manusia, alam dan politik yang rendah.

Strategi AdaptasiPPE yang terdampak dan ancaman yang ditangani atau alternatif PPEModal yang dibutuhkanSumberdaya yang dibutuhkan untuk implementasi strategiStakeholder yang dibutuhkan untuk implementasi strategi

1.Informasi iklim untuk meningkatkan kesadaran masyarakat petani

Produksi padi dan tembakau terganggu oleh iklim yang tidak menentu1. Manusia2. Sosial3. Alam4. Fisik5. PolitikSumberdaya manusia1. BMKG

2. UNRAM dan peneliti lainnya3. BPTP

2. Meningkatkan pola tanam dan varietas

Produksi pertanian padi dan tembakau terganggu oleh iklim yang tidak menentu dan penggunaan lahan 1. Manusia2. Sosial3. Alam4. Fisik5. PolitikSumberdaya alam dan manusia1. Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura NTB2. UNRAM dan peneliti lainnya3. Dianas Tanaman Perkebunan4. BPTP

3. Penerapan pembayaran jasa lingkunganIrigasi dan mata air, penghijauan daerah tangkapan, pertanian dan tanaman perkebunan terkena damapak oleh penggunaan sumberdaya1. Finansial2. Fisik3. Manusia4. Alam5. Sosial6. PolitikMata air dan hutan1. Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura NTB

2. Dinas Pekerjaan Umum NTB3. Tokoh agama dan tokoh masyarakat4. Petani5. UNRAM6. LSM7. Pengelola air8. Dinas kesehatan NTB

4. Diversifikasi produksi pangan bukan berasDampak dari penggunaan lahan dan iklim terhadap ketahanan pangan1. Manusia2. Alam3. SosialSumberdaya manusia dan sumberdaya alam1. Badan Ketahanan Pangan NTB2. Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura NTB

3. World Food Program4. Dinas Kesehatan NTB

1