BIOLOGI SMA KELAS 10 ANIMALIA Nematoda

  • Published on
    11-Aug-2015

  • View
    78

  • Download
    2

Embed Size (px)

Transcript

<ol><li> 1. Atika Previanti Nabila (4) Hanna Rosuliyana (12) Shania Indriani (33) X MIPA A </li><li> 2. Nematoda berasal dari kata nematos yang artinya benang, dan oidos yang artinya bentuk. Cacing ini sering disebut cacing gilik. Di antara filum yang lain, filum ini mempunyai anggota yang terbanyak, baik jenis maupun individunya. </li><li> 3. Ciri- Ciri Nemathelminthes Tubuh berbentuk bulat panjang dengan ujung runcing, triploblastik (mempunyai 3 lapisan tubuh yaitu ektoderm, mesoderm dan endoderm) Memiliki rongga tubuh semu (pseudoselomata) Umumnya memiliki ukuran mikroskopis Tidak bersegmen Dalam tubuhnya terdapat cairan tubuh yang mirip dengan darah Kulitnya halus, licin, dan dilapisi kutikula. Kutikula berfungsi melindungi diri dari enzim inangnya. Kutikula akan semakin kuat, keetika cacing gilig hidup di usus inangnya daripada hidup bebas Bersifat kosmopolit di air laut, air tawar, maupun sebagai parasit Sistem pencernaan makanan sudah lengkap dan memiliki cairan pseudoselom yang membantu sirkulasi makanan ke seluruh tubuh. Saluran pencernaan berupa pipa lurus yang dimulai dari kerongkongan (esofagus) dilanjutkan ke usus (insestinum) dan berakhir di anus </li><li> 4. Sistem ekskresi terdiri atas 2 saluran lateral yang bermuara di sebuah lubang di bagian ventral Sistem pernapasan dengan pertukaran gas secara difusi melalui permukaan tubuh Sistem syaraf berupa cincin syaraf yang mengelilingi esofagus yang dihubungkan 6 serabut syaraf ke bagian anterior dan posterior Sistem reproduksi bereproduksi secara seksual. Umumnya cacing betina lebih besar daripada cacing jantan. Perbedaan lain terdapat pada bagian ekor. Pada hewan jantan, di dekat lubang anal terdapat tonjolan yang disebut penial setae yang dgunakan untuk kopulasi, sedangkan pada betina tidak ada. Fertilisasi berlangsung secara internal. </li><li> 5. Klasifikasi Nemathelminthes </li><li> 6. Nematoda dibagi menjadi 2 kelas, antara lain : 1. Adenophorea Anggota kelas Adenophorea tidak memiliki phasmid ( organ kemoreseptor) sehingga disebut Aphasmid. 2. Sechernentea Disebut juga Phasmida, karena anggota spesienya memiliki phasmid. </li><li> 7. Ascaris lumbricoides Dikenal sebagai cacing gelang atau cacing perut. Cacing Ascaris dewasa hidup di dalam usus halus manusia dan menyerap zat-zat makanan dari usus tersebut. Cacing ini dapat keluar dari tubuh bersama feses. Apabila orang tersebut sakit panas maka cacing yang tidak tahan berada dalam usus akan bergerak ke kerongkongan kemudian keluar melalui mulut atau hidung penderita. Ukuran cacing jantan biasanya lebih kecil dengan ekor membentuk kait atau bengkok, sedangkan cacing betina lebih besar dengan ekor lurus. Dalam sehari cacing betina mampu menghasilkan sampai 200.000 telur. </li><li> 8. Ancylostoma duodenale Ancylostoma duodenale disebut juga cacing tambang, banyak ditemukan di daerah pertambangan. Panjang tubuh cacing ini sekitar 1 sampai 1,5 cm. parasit pada usus manusia. Dengan gigi-gigi kaitnya cacing ini menambahkan diri pada dinding usus dan mengisap darah dari inangnya, oleh karena itu cacing ini dapat menyebabkan anemia. Larva cacing ini menginfeksi manusia melalui kulit telapak kaki yang tidak beralas. </li><li> 9. Enterobios vermicularis Enterobios vermicularis dikenal dengan cacing kremi. Cacing ini dapat menyebabkan rasa gatal di sekitar dubur, terutama pada anak-anak. Cacing ini dapat menyebabkan rasa gatal karena cacing betina biasanya bertelur di sekitar dubur, dan pada waktu bertelur cacing betina mengeluarkan zat yang dapat mengakibatkan rasa gatal sehingga penderita akan menggaruknya. Akibatnya, telur cacing dapat menempel pada kuku penderita sehingga bila penderita makan tanpa mencuci tangan terlebih dahulu maka telur cacing ini akan ikut tertelan. Di usus, telur akan menetas kemudian menjadi dewasa. Jadi, cacing ini dapat menular secara autoinfeksi. Selain itu, cacing ini juga dapat menular melalui makanan yang tidak dibungkus sehingga tercemar cacing. </li><li> 10. Trichinella spiralis Trichinella spiralis parasit pada manusia dan hewan (tikus, anjing, babi). Nemathelminthes bersifat triploblastik pseudoselomata, tubuh gilig, tidak bersegmen. Jenis kelaminnya gonochoris. Cacing ini mempunyai sistem pencernaan sempurna. Sistem pernapasannya secara difusi melalui permukaan tubuh. Alat ekskresi berupa nefridium sistem saraf tangga tali. Di dalam usus, cacing betina dewasa menghasilkan larva yang dapat menembus dinding usus sehingga masuk ke aliran darah. Di dalam aliran darah, cacing kemudian menuju otot. Di otot larva membentuk sista dan dapat melanjutkan daur hidupnya bila otot termakan hewan atau manusia. Penyakit yang disebabkan oleh cacing ini disebut trichinosis. </li><li> 11. Wuchereria bancrofti Wuchereria bancrofti disebut juga Filaria bancrofti (cacing filaria). Cacing ini menyebabkan penyakit kaki gajah (filariasis, elefantiasis), yang ditandai dengan pembengkakan di daerah kaki (dapat juga di organ lain, misalnya skrotum). Banyaknya populasi cacing ini dalam saluran getah bening mengakibatkan penyumbatan pada saluran kelenjar getah bening. Dengan adanya penyumbatan ini menyebabkan penumpukan cairan getah bening di suatu organ. Jika penumpukan terjadi di daerah kaki maka kaki membengkak sehingga menyerupai kaki gajah. </li><li> 12. Selain cacing-cacing yang bersifat parasit, ternyata nematoda juga memiliki anggota yang memiliki peran penting pada proses pembusukan dan daur ulang nutrien. Cacing ini umumnya hidup di tanah yang lembab dan di dalam bahan organik yang membusuk di dasar danau atau lautan. Contohnya, Caenorhabitis elegans yang telah dibudidayakan secara luas dan merupakan organisme untuk riset. </li><li> 13. Struktur Nemathelminthes </li><li> 14. Peranan Nemathelminthes 1. Acaris lumbricoides (cacing gelang) penyakit ascariasis 2. Ancylostoma duodenale &amp; Necator americanus (cacing tambang) penyakit anemia 3. Enterobius vermicularis (cacing kremi) keremian 4. Wucheria brancofti (cacing filaria) penyakit kaki gajah </li><li> 15. Globodera rostochiensis parasit pada tanaman kentang dan tomat, sebagai vektor virus pada beberapa tanaman pertanian Caenorhabditis elegans organisme model untuk penelitian mengenai perkembangan hewan, termasuk perkembangan saraf, untuk meneliti dampak gravitasi nol pada perkembangan otot dan fisiologinya dengan mengirm sampel cacing tersebut keluar angkasa selama 2 minggu </li></ol>