Ilmu ekonomi dan pembangunan

  • Published on
    09-Aug-2015

  • View
    71

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

  1. 1. 0 MAKALAH ILMU SOSIAL DASAR ILMU EKONOMI DAN PEMBANGUNAN DISUSUN OLEH KELOMPOK 8 1. Putra Saparingga (2113010) 2. Desva Ariasanti (2113039) 3. Ratna Sari (2112040) 4. Ameliana (2113048) DOSEN PENGAMPU: Jamiludin M.Pd SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENGETAHUAN PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA STKIP-PGRI LUBUKLINGGAU TAHUN AKADEMIK 2015
  2. 2. 1 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami selaku penulis panjatkan kehadirat Tuhan yang maha Esa, karena berkat Rahmat dan Hidayah-nya lah sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Di dalam makalah ini penulis membahas mengenai ILMU EKONOMI DAN PEMBANGUNAN. Penyusunan makalah ini bertujuan untuk memahami lebih dalam mengenai ilmu ekonomi dan pembangunan sehingga dapat membantu pembaca dalam menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan ilmu ekonomi dan pembangunan. Melalui kata pengantar ini penulis ingin memohon maaf apabila dalam penyusunan makalah ini masih terdapat banyak kekurangan atau penulisan yang kurang tepat pada isi makalah. Dengan ini penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada pembaca dan semoga makalah ini dapat memberikan manfaat pada kita semua. Lubuk Linggau, April 2015 Penulis
  3. 3. 2 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR.. DAFTAR ISI. BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang. 2. Rumusan Masalah 3. Tujuan Penulisan. BAB II PEMBAHASAN A. Sistem Ekonomi dan Sosial. 1. Sistem Ekonomi.. 2. Sistem Sosial... B. Ilmu Ekonomi Pembanguan... 1. Ilmu Ekonomi. 2. Ilmu Ekonomi Pembangunan... 3. Masalah Ekonomi Pembangunan dan Cara Mengatasinya... C. Sistem Ekonomi Pancasila... BAB III PENUTUP 1. Kesimpulan... 2. Saran DAFTAR PUSTAKA.. 1 2 3 3 4 5 5 10 12 12 13 13 17 18 18 19
  4. 4. 3 BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Pembangunan ekonomi merupakan suatu proses mutlak yang dilakukan oleh suatu bangsa dalam meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan seluruh bangsa tersebut. Hal ini di Indonesia yang salah satunya sebagai negara yang berkembang masih mengalami ketertinggalan dibandingkan dengan negara-negara industri maju dalam pembagunan ekonominya yang masih mengharuskan pemerintah untuk mengambil peranan sebagai motor penggerak pembagunan ekonomi nasional. Pembangunan ekonomi di negara berkembang memiliki kesamaan dengan negara-negara maju yang dimana membutuhkan beberapa faktor yang menjadi modal pembangunan, yaitu sumber daya manusia, sumber daya alam, pembentukan modal, dan tingkat teknologi. Tetapi kenyataannya di negara-negara berkembang faktor dari pertambahan penduduk menjadi faktor tambahan pertumbuhan ekonomi. Pertambahan jumlah penduduk yang bertambah dari waktu ke waktu dapat menjadi pendorong maupun penghambat kepada perkembangan ekonomi. Apabila laju pertumbuhan sama dengan tingkat pertambahan penduduk maka akan terjadi stagnasi ekonomi. Dan apabila pertumbuhan lebih lambat dari pertambahan penduduk maka akan terjadi kemunduran dalam ekonomi. Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis merasa tertarik untuk membahas lebih lanjut mengenai ilmu ekonomi dan pembangunan. 2. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat dirumuskan beberapa rumusan masalah sebagai berikut: 1) Apa yang dimaksud dengan sistem ekonomi dan sosial? 2) Apa yang dimaksud dengan ilmu ekonomi dan pembangunan serta masalah yang mengikutinya?
  5. 5. 4 3) Apa yang dimaksud dengan sistem ekonomi pancasila? 3. Tujuan Penulisan Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat dirumuskan beberapa tujuan penulisan sebagai berikut: 1) Untuk memahami dan menghayati sistem ekonomi dan sosial. 2) Untuk memahami dan menghayati ilmu ekonomi dan pembanguan serta masalah pembanguan ekonomi. 3) Memahami dan menghayati sistem ekonomi pancasila.
  6. 6. 5 BAB II ILMU EKONOMI DAN PEMBANGUNAN A. SISTEM EKONOMI DAN SOSIAL 1. Sistem Ekonomi 1) Pengertian Sistem Ekonomi Sistem ekonomi dapat diartikan sebagai suatu cara untuk mengatur dan mengorganisasi segala aktivitas ekonomi dalam masyarakat baik yang dilakukan oleh pemerintah atau swasta berdasarkan prinsip tertentu dalam rangka mencapai kemakmuran atau kesejahteraan. Menurut Gilarso (1992:486) sistem ekonomi adalah keseluruhan tata cara untuk mengoordinasikan perilaku masyarakat (para konsumen, produsen, pemerintah, bank, dan sebagainya) dalam menjalankan kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi, investasi, dan sebagainya) sehingga menjadi satu kesatuan yang teratur dan dinamis, dan kekacauan dapat dihindari. Sedangan McEachern berpendapat bahwa sistem ekonomi dapat diartikan sebagai seperangkat mekanisme dan institusi untuk menjawab pertanyaan apa, bagaimana, dan untuk siapa barang dan jasa diproduksi (what, how, dan for whom). Pembedaan sistem ekonomi suatu negara dapat dilihat dari beberapa hal, yaitu: Sistem pemilikan sumber daya Derajat kompetisi dan penerimaan imbalan atas kerja Peran pemerintah dalam mengatur, mengarahkan dan merencanakan perekonomian 2) Macam-Macam Sistem Ekonomi. Ada berbagai macam sistem ekonomi di dunia ini yang saling berbeda satu sama lain. Tumbulnya berbagai macam sistem ekonomi yang berbeda tersebt dalam suatu negara disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut:
  7. 7. 6 a. Ada tidaknya campur tangan pemerintah dalam kegiatan ekonomi. b. Sistem pemerintahan yang dianut suatu negara. c. Kepemilikan negara terhadap faktor-faktor produksi. d. Sumber daya yang ada dalam suatu negara, baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam yang dimiliki. Dari ke-empat faktor tersebut, timbul lah berbagai macam sistem ekonomi, diantaranya: a) Sistem Ekonomi Tradisional Sistem ekonomi tradisional adalah suatu sistem ekonomi di mana organisasi kehidupan ekonomi dijalankan menurut kebiasaan, tradisi masyarakat secara turun-temurun dengan mengandalkan faktor produksi apa adanya. Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional Belum adanya pembagian kerja yang jelas. Ketergantungan pada sektor pertanian/agraris. Ikatan tradisi bersifat kekeluargaan sehingga kurang dinamis. Teknologi produksi sederhana. Kelebihanan sistem ekonomi tradisonal Menimbulkan rasa kekeluargaan dan kegotongroyongan masing- masing individu dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Pertukaran secara barter dilandasi rasa kejujuran daripada mencari keuntungan. Kekurangan sistem ekonomi tradisional Pola pikir masyarakat secara umum yang masih statis. Hasil produksi terbatas sebab hanya menggantungkan faktor produksi alam dan tenaga kerja secara apa adanya. b) Sistem Ekonomi Terpusat/Komando (Sosialis) Sistem ekonomi terpusat adalah sistem ekonomi di mana pemerintah memegang peranan paling penting atau dominan dalam pengaturan kegiatan ekonomi. Dominasi dilakukan melalui pembatasan-pembatasan terhadap kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh anggota masyarakat. Negara yang menganut sistem
  8. 8. 7 ini antara lain : Rusia, RRC, dan negara-negara Eropa Timur (bekas negara Uni Soviet). Ciri-ciri sistem ekonomi terpusat Kegiatan perekonomian dari produksi, distribusi, dan konsumsi serta harga ditetapkan pemerintah dengan peraturan negara. Hak milik perorangan atau swasta tidak diakui, sehingga kebebasan individu dalam berusaha tidak ada. Alat-alat produksi dikuasai oleh negara. Kelebihan sistem ekonomi terpusat Pemerintah lebih mudah dalam mengadakan pengawasan dan pengendalian. Pemerintah bertanggung jawab sepenuhnya terhadap seluruh kegiatan ekonomi. Kemakmuran masyarakat merata. Perencanaan pembangunan lebih cepat direalisasikan. Kekurangan sistem ekonomi terpusat Adanya pemasungan daya kreasi masyarakat sehingga hampir semua inisiatif, inovasi diprakarsai oleh pemerintah. Adanya pasar gelap yang diakibatkan adanya pembatasan yang terlalu ketat oleh pemerintah. Anggota masyarakat tidak dijamin untuk memilih dan menentukan jenis pekerjaan serta memilih barang konsumsi yang dikehendaki. Pemerintah bersifat paternalistis, artinya apa yang telah diatur/ditetapkan oleh pemerintah adalah benar dan harus dipatuhi. c) Sistem Ekonomi Liberal (Kapitalis) Sistem ekonomi liberal adalah suatu sistem ekonomi yang menghendaki kebebasan yang seluas-luasnya bagi setiap individu untuk melakukan tindakan ekonomi tanpa campur tangan dari pemerintah. Suatu kondisi di mana pemerintah benar-benar lepas tangan dalam pengambilan keputusan ekonomi dalam istilah ekonomi disebut laissez-faire.
  9. 9. 8 Negara-negara yang menganut sistem ekonomi liberal adalah Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Belgia, Irlandia, Swiss, Kanada, dan Indonesia yang pernah menganut sistem ekonomi liberal pada tahun 1950-an. Ciri-ciri sistem ekonomi liberal Diakuinya kebebasan pihak swasta/masyarakat untuk melakukan tindakantindakan ekonomi. Diakuinya kebebasan memiliki barang modal (barang kapital). Dalam melakukan tindakan ekonomi dilandasi semangat untuk mencari keuntungan sendiri. Kelebihan sistem ekonomi liberal Adanya persaingan sehingga mendorong kemajuan usaha. Campur tangan pemerintah dalam bidang ekonomi kecil sehingga mendorong kesempatan lebih luas bagi pihak swasta. Produksi didasarkan pada permintaan pasar atau kebutuhan masyarakat. Pengakuan hak milik oleh negara mendorong semangat usaha masyarakat. Kelebihan sistem ekonomi liberal Adanya praktik persaingan tidak sehat, yaitu penindasan pihak yang lemah. Persaingan tidak sehat dapat menimbulkan monopoli yang merugikan masyarakat. Timbulnya praktik yang tidak jujur yang didasari mengejar keuntungan yang sebesar-besarnya, sehingga kepentingan umum dikesampingkan. d) Sistem Ekonomi Campuran Sistem ekonomi campuran yaitu suatu sistem ekonomi di mana di satu sisi pemerintah memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk berusaha dalam melakukan kegiatan ekonomi, tetapi disisi lain pemerintah ikut campur tangan dalam perekonomian yang bertujuan menghindari penguasaan secara penuh dari segolongan masyarakat terhadap sumber daya ekonomi. Ciri-ciri sistem ekonomi campuran
  10. 10. 9 Adanya pembatasan pihak swasta oleh negara pada bidang-bidang yang menguasai hajat hid

Recommended

View more >