IPS SEJARAH LITAS MINAT - PRESENTASI ZAMAN PALEOLITIKUM KELAS X

  • Published on
    29-Jul-2015

  • View
    66

  • Download
    9

Embed Size (px)

Transcript

1. NUSANTARA 2. Zaman Paleolitikum 3. Pengertian Peninggalan Budaya Palaeolithic atau Paleolitikum adalah Periode zaman yang berada sekitar tahun 50.000 SM - 10.000 SM. Zaman batu ini berlangsung pada kala Pleistosen. Pada zaman ini, manusia Peking dan manusia Jawa telah ada di Afrika, Eropa dan Asia. Peninggalan budaya adalah alat alat yang ditinggalkan pada jaman tersebut. Alat alat batu yang digunakan pada zaman ini masih sangat kasar sebab teknik pembuatanya masih sangat sederhana. Alat alat batu dibuat dengan cara dibenturkan satu sama lain. Berdasarkan tempat penemuanya, hasil hasil kebudayaan batu di Indonesia dibagi menjadi dia, yaitu kebudayaan Pacitan dan kebudayaan Ngandong. Kehidupan Sosial Berdasarkan volume otak dan penemuan yang ada dapat disimpulkan bahwa pada zaman ini manusia pendukung hidup dengan cara berburu dan mengumpulkan makanan. Mereka berburu kerbau, banteng, kuda, monyet, dan lain lain. Sedangkan untuk kebutuhan vitamin mereka mengumpulkan buah buahan dan umbi umbian. Selain itu mereka juga makan ikan karena mereka hidup di dekat sungai. Pada masa ini manusia purba masih hidup secara nomaden karena mereka masih bergantung kepada alam. Oleh karena berpindah pindah mereka hidup dalam kelompok kelompok kecil sehingga bisa berpindah pindah dengan cepat dan bisa melawan jika ada binatang buas. Diperkirakan ada sekita 500 Pithecanthropus Erectus di Pulau Jawa. Menuruk Teuku Jacob, bahasa sebagai alat komunikasi pada jaman ini sudah mulai terbentuk dengan menggunakan gerakan badan. Berburu dan Mengumpulkan Makanan Kepercayaan Di Afrika, Eropa, dan Asia kecil pada zaman Batu Tua yang menghasilkan alat alat serpih, alat tuland dan tanduk sudah ditemukan bukti bukti kepercayaan manusia terhadap kekuatan kekuatan alam. Tapi di Asia Timur termasuk di Indonesia belum ditemukan kepercayaan. Demikian juga penguburan mayat belum dilakukan oleh Pithecanthropus. 4. Zaman Glasial Zaman Interglasial Pleistosen pada masa ini mulai muncul kehidupan manusia purba. Keadaan alam kala ini masih liar dan labil karena silih bergantinya dua zaman. Pada masa ini hanya hewan hewan yang berbulu tebal yang mampu bertahan hidup. Salah satunya adalah Mammouth. Hewan berbulu tipis pindah ke daerah tropis. Zaman Glasial adalah zaman meluasnya lapisan es di kutub utara sehingga Eropa dan Amerika bagian Utara tertutup es, sedangkan daerah yang jauh dari kutub terjadi hujan lebat bertahun tahun. Permukaan air laut turun disertai dengan naiknya daratan di berbagai tempat . Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Malaysia barat bergabung menjadi satu dengan benua asia. Kalimatan Utara bergabung dengan Filipina dan Formosa(Taiwan) hingga menjadi satu juga denga benua Asia.Antara Jawa Timur dan Sulawesi Selatan bergabung melalui Nusa Tenggara Zaman Interglasial adalah kebalikan dari Zaman Glasial. Tempratur di bumi naik sehingga lapisan es di kutub utara mencair, akibatnya permukaan air laut naik dan terjadi banjir besar besaran di berbagai tempat, hal ini menyebabkan daratan terpisah pisah oleh lautan dan selat. 5. Kebudayaan Pacitan Kebudayaan Ngandong Alat alat batu dari Pacitan ditemukan oleh Von Koenigswald pada tahun 1935 di kali Baksoso, desa Punung, Pacitan,Jawa Timur. Alat alat batu dari Pacitan berupa kapak genggam,yaitu kapak tak bertangkai, kapak perimbas, kapak penetak, dan yang paling banyak merupakan alat alat kecil yang disebut alat serpih(flake). Alat alat batu terasal dari lapisan Pleistosen Tengah. Selain di pacitan, alat alat batu tersebut ditemukan juga di Sukabumi, Tambangsawah (Bengkulu), Maumere(Flores), dan Atambua Timor. Alat alat Zaman Batu Tua dari Ngandong dekat Ngawi, Jawa Timur berupa kapak kapak genggam dari batu dan alat alat kecil(flake).Flake juga ditemukan di Sangiran, Jawa Timur dan di Cabenge, Sulawesi Selatan. Selain itu ditemukan pula alat alat dari tulang dan tanduk. Alat alat dari tulang dan tanduk digunakan untuk menusuk dan digunakan juga sebagai mata tombak. 6. Manusia Pendukung Kebudayaan Pacitan Manusia Pendukung Kebudayaan Ngandong Berdasarkan penemuan yang ada dapat disimpulkan bahwa manusia pendukung kebudayaan Pacitan adalah Pithecanthropus Erectus, dengan alasan: 1.Alat alat dari Pacitan ditemukan pada lapisan yang sama dengan Pithecanthropus Erectus, yaitu pada Pleistosen Tengah 2.Di Chou-Kou-Tien, Cina, ditemukan sejumlah fosil sejenis Pithecanthropus Erectus, yaitu: Sinanthropus Pekinensis. Berdasarkan penemuan yand ada dapat disimpulkan bahwa manusia pendukung kebudayaan Ngandong adalah Homo Soloensis dan Homo Wajakensis, dengan alasan: 1. Di Ngadirejo, Sambung Macan(Sragen) ditemukan kapak genggam bersama tulang tulang binatang dan atap tengkoran Homo Soloensis. 2. Alat alat dari Ngandong berasal dari lapisan yang sama dengan Homo Wajakensis, yaitu Pleistosen Atas. 7. Kebudayaan Zaman Paleolithikum 8. THANKS FOR LISTENING