Johanes ms santi presentasi

  • Published on
    25-Jun-2015

  • View
    386

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

POLA KOMUNITAS SEJATI

Transcript

<ul><li> 1. Judul Skripsi POLA KOMUNITAS SEJATI(Suatu Tinjauan Teologis Tentang PolaKomunitas Sejati Dalam Jemaat Mula-Mula)Oleh: Johanes Santi</li></ul> <p> 2. BAB IPendahuluan 3. 1.1 Alasan Pemilihan Judul / Latar Belakang1. Allah Tritunggal memiliki gaya hidup berkomunitas.2. Komunitas merupakan kebutuhan orang percaya sebagai makhluk social yang hidup saling membutuhkan.3. Gereja Tuhan masa kini belum bisa memahami akan pentingnya hidup berkomunitas.4. Komunitas Gereja mula-mula berdampak begitu besar bagi perkembangan Gereja Tuhan. 4. 1.2 Pokok PermasalahanBerdasarkan perkembangan fakta dan datamengenai komunitas, serta latahnya gereja-gerejamenjalankan kehidupan komunitas tanpa mengertimakna komunitas itu sendiri, merupakan bahasanyang menarik untuk menjelaskan dalam karya ilmiahini tentang Pola Komunitas Sejati yang diterapkandalam jemaat mula-mula berdasarkan kebenaranFirman Tuhan. 5. 1.3 Pembatasan MasalahAgar penulisan skripsi ini tidak meluas dan menjadisulit untuk dipahami, maka penulis membatasimasalah yang dikupas, dengan membahasmengenai pola komunitas sejati dengan melakukansuatu tinjauan teologis terhadap pola komunitas yangterjadi pada jemaat mula-mula berdasarkankebenaran Firman Tuhan. 6. 1.4 HipotesaJika pola komunitas yang ada dalam jemaat mula-mula merupakan dasar dari kebenaran Firman Tuhan,maka komunitas yang ada pada jemaat mula-muladapat menjadi pola komunitas orang percaya disegalazaman. 7. 1.5 Tujuan Penulisan1. Menjelaskan kepada pembaca mengenai Pola Komunitas Sejati berdasarkan kebenaran Alkitab dalam Perjanjian Baru dengan melakukan tinjauan teologis2. Menjelaskan kepada pembaca mengenai pentingnya kehidupan komunitas dalam gereja Tuhan3. Sebagai syarat memperoleh gelar Sarjana Teologia di STT LETS. 8. 1.6 Rumusan Istilah1. Pola artinya gambar yang dipakai sebagai contoh. Dalam hal ini, gambaran komunitas gereja mula- mula dijadikan teladan bagi komunitas gereja di segala zaman2. Komunitas artinya komunitas yang hidup saling berinteraksi dalam daerah tertentu. Dalam hal ini, komunitas adalah komunitas yang ada pada jemaat mula-mula 9. 1.6 Rumusan Istilah3. Sejati artinya sebenarnya (asli, murni) Dalam hal ini, komunitas sejati adalah komunitas yang terjadi dalam jemaat mula-mula. 10. 1.7 Metode Penelitian1. Metode Kepustakaan2. Metode Pencarian di Internet. 11. BAB IIOrientasi Komunitas 12. 2.1 Terminologi Komunitas sekelompok kecil orang yang hidup salingberinteraksi satu dengan lainnya 2.1.1 Arti Komunitas dalam Bahasa Ibrani dan Yunani: Di gambarkan sebagai keluarga yang hidup saling mengasihi 2.1.2 Komunitas Menurut Pakar Kristen Kumpulan orang percaya yang berinteraksi mengikuti gaya hidup Allah 13. 2.2 Komunitas dan Hubungan Dengan Gereja Kehidupan berkomunitas mengembalikan jati diri gereja yang sesungguhnya.2.3 Esensi dan Tujuan Komunitas 2.3.1 Esensi Komunitas Kristus ada di tengah-tengah komunitas (Kol1:26-27) 2.3.2 Tujuan KomunitasA. Tempat Praktek Gaya Hidup AllahB. Tempat Allah Menyatakan DiriC. Tempat Allah Melipat Gandakan Gaya Hidup-Nya 14. BAB IIIKomunitas Sejati Dalam Alkitab 15. 3.1 Komunitas Sejati Dalam Perjanjian Lama Dalam Perjanjian Lama prinsip komunitas telah ada. Walaupun istilah komunitas tidak pernah dipakai dalam penyebutanya, tetapi esensi dari komunitas bisa ditemukan didalamnya.3.1.1 Komunitas Daud3.1.2 Komunitas Musa 16. 3.2 Komunitas Sejati Dalam Perjanjian BaruDalam Perjanjian Baru, komunitas di prakarsai oleh Yesussendiri yang datang ke dalam dunia. Komunitas Yesus bersamakedua belas murid-Nya merupakan model gereja yang pertama.Model ini kemudian diduplikasikan para murid untukmembangun komunitas dalam jemaat mula-mula3.2.1 Komunitas Yesus3.2.2 Komunitas Para Rasul bersama Jemaat Mula-Mula 17. BAB IVPola Komunitas Sejati 18. 4.1 Pola Penggembalaan Dalam Jemaat Mula-MulaMembuat Orang Mengalami KristusPara rasul menggembalakan jemaat mula-mula denganmodel yang Yesus ajarkan kepada mereka. berikut adalahpenggembalaan yang dilakukan para rasul kepada jemaatmula-mula:4.1.1 Persekutuan Yang KuatPersekutuan merupakan gaya hidup dan salah satubagian terpenting di dalam kehidupan komunitas mula-mula. Mereka sering berkumpul bersekutu dan salingmenjawab kebutuhan (Kis 2:42) 19. 4.1.2 Saling MengasihiDalam kehidupan komunitas mula-mula, prinsip salingmengasihi begitu melekat didalam setiap pribadi masing-masing anggotanya. Segala kepunyaan mereka adalahkepunyaan bersama (Kis. 2:44), ada yang menjual hartanyauntuk dibagikan kepada sesamanya sehingga mereka tidakada yang berkekurangan (Kis. 2:45). Yang berkelebihantidak merasa kelebihan, begitu juga yang kekurangan tidakmerasa kekurangan. Mereka saling berbagi menikmatikeindahan hidup didalam komunitas, dan mereka juga salingmendukung dalam doa (Kis. 4:25-31) 20. 4.1.3 Prinsip Hubungan Kasih Salah satu kunci keberhasilan sehingga jemaat mula-mulahidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah adalahmereka mengerti bagaimana membangun hubungan dalamkomunitas. Alkitab berkata; mereka sehati, sejiwa, dan selaluberkumpul dalam persekutuan yang erat (Kis. 4:32; 5:12).4.1.4 Berfungsi Dalam Pelayanan 5 Jawatan Tujuan pelayanan 5 jawatan adalah memperlengkapianggota-anggota komunitas, agar mereka mampu melakukanpekerjaan pelayanan untuk membangun Tubuh Kristus,seperti yang di katakan rasul Paulus kepada jemaat di Efesus(Ef. 4:11-12). 21. 4.1.5 Peran Gembala Dalam KomunitasPeran gembala dalam komunitas yaitu menggembalakan orangyang dipimpinnya. Gambaran kepemimpinan didalam jemaatmula-mula adalah pelayanan para pemimpin secara jamak yangdisebut penatua. Para penatua ini di tetapkan oleh para rasuldengan kuasa Roh Kudus (Kis. 14:23). Para penatua ini bukanlahorang yang baru bertobat tetapi orang yang berkarakter, menjaditeladan bagi komunitas, memiliki hati bapa, hati gembala dan hatimisi (1 Tim. 3:1-7 ; Tit. 1:5-9). 22. 4.2 Pola Pemuridan Dalam Jemaat Mula-Mula MembuatOrang Menjadi Radikal Pola pemuridan yang dilakukan para rasul dalam komunitas mula-mula menggunakan beberapa metode, yaitu:1. Metodel Modeling I do You watch I do You help You do I help You do I watch Metode ini merupakan pembelajaran lewat contoh atau teladan hidup yang diberikan para rasul bagi jemaat mula- mula.2. Metode Experiental Learning Metode ini merupakan pembelajaran lewat pengalaman hidup 23. 4.3 Pola Penginjilan Penginjilan yang dilakukan jemaat mula-mula adalahpenginjilan tubuh Kristus, yaitu dengan melibatkankomunitas. Contohnya; Petrus bersama Yohanes (Kis. 4:1),Petrus bersama orang-orang dari Yope (Kis. 10:23),Barnabas bersama Paulus (Kis. 11:25-26; 13:2-3), Paulusbersama Timotius (Kis. 16;1-3), Paulus bersama Silas (Kis.17:10).Penginjilan melibatkan komunitas merupakan cara yangpaling efektif untuk menjangkau orang yang belum percayakepada Yesus. 24. BAB VKesimpulan dan Saran 25. 5.1 Kesimpulan Komunitas dalam jemaat mula-mula ini meninggalkan suatu teladan yaitu sebuah pola komunitas yang berdampak positif bagi perkembangan jemaat mula-mula baik secara kualitas maupun secara kuantitas. Adapun pola komunitas yang disimpulkan sebagai berikut:1. Pola Penggembalaan Persekutuan yang kuat, hidup saling mengasihi, prinsip hubungan, berfungsi dalam pelayanan 5 jawatan, dan mengenai peran gembala dalam komunitas 26. 5.1 Kesimpulan2. Pola PemuridanMenggunakan metode: A. Metode ModelingYaitu pembelajaran melalui teladan hidup para rasul B. Metode Experiental LearningYaitu pembelajaran melalui pengalaman hidup para rasul3. Pola Penginjilan Penginjilan yang melibatkan tubuh Kristus, yaitu dengan melibatkan komunitas 27. 5.2 Saran-saran1. Kepada hamba-hamba dan pelayan-pelayan Tuhan: A. Sebaiknya menyadari bahwa komunitas bukanlah programatau acara gereja, tetapi adalah gaya hidup Allah dan begitupenting untuk dilakukan karena sesuai dengan kebenaranFirman Tuhan. B. Di dalam penggembalaan sebaiknya ada persekutuan yangkuat, saling mengasihi antar anggota komunitas,mengutamakan hubungan dalam pelayanan, dan masing-masing anggota berfungsi dengan pelayanan lima jawatan,seperti yang terjadi dalam komunitas mula-mula. 28. 5.2 Saran-saranC. Dalam komunitas sebaiknya ada pola pemuridan seperti pola pemuridan dalam jemaat mula-mula dengan menggunakan beberapa metode:1. Metode Modeling (I do you watch, I do you help, you do I help dan you do I watch) yaitu pembelajaran dengan memberi contoh atau dengan teladan hidup.2. Metode Experiental Learning, yaitu pembelajaran lewat pengalaman hidup. 29. 5.2 Saran-saranD. Dalam komunitas sebaiknya ada pola penginjilan seperti yang terjadi dalam komunitas mula-mula, dimana penginjilan yang di lakukan adalah penginjilan tubuh Kristus, yaitu penginjilan yang melibatkan komunitas. Penginjilan melibatkan komunitas merupakan cara yang paling efektif untuk menjangkau orang yang belum percaya kepada Yesus2. Bagi setiap orang percaya; hendaklah menghidupi prinsip- prinsip yang telah jemaat mula-mula lakukan dalam komunitas, agar kehidupan berkomunitas orang percaya terus bertumbuh, berbuah dan bermultiplikasi</p>