Karakteristik budaya politik Indonesia

  • Published on
    10-Aug-2015

  • View
    61

  • Download
    13

Embed Size (px)

Transcript

  1. 1. KARAKTERISTIK BUDAYA POLITIK MASYARAKAT INDONESIA
  2. 2. Budaya politik Indonesia sampai saat ini belum mengalami perubahan -Rusadi Kantaprawira (Sistem Politik Indonesia, 2004)
  3. 3. Budaya politik Indonesia sampai saat ini belum mengalami perubahan. Hal ini dapat dimengerti, karena menurut hukum-hukum perkembangan masyarakat, perubahan yang menyangkut kebudayaan cenderung berjalan lambat.
  4. 4. Sedangkan di sisi lain, sistem politik Indonesia sudah beberapa kali berubah, yaitu dari sistem politik demokrasi liberal ke sistem politik terpimpin dan terakhir beralih ke sistem politik demokrasi Pancasila.
  5. 5. Budaya politik yang berlaku dalam ketiga sistem politik ini cenderung tetap. Untuk lebih jelasnya, berikut ini dipaparkan kesimpulan sementara tentang budaya politik Indonesia.
  6. 6. Masih bersifat parokialkaula, dan budaya politik partisipan di lain pihak. 1
  7. 7. Di satu sisi rakyat Indonesia masih ketinggalan dalam menggunakan hak dan menjalankan tanggung jawabnya, hal ini mungkin disebabkan oleh ketertutupan dari kebudayaan luar, pengaruh penjajahan, pengaruh feodalisme, bapakisme, dan primordialisme.
  8. 8. Sedangkan di sisi lain, para elit politik menunjukan partisipasi aktifnya dalam kegiatan politik. Dengan demikian jelas terlihat bahwa budaya politik Indonesia merupakan budaya politik campuran yang diwarnai oleh besarnya pengaruh budaya politik parokial-kaula.
  9. 9. Sifat ikatan primordial masih berakar kuat dalam masyarakat 2
  10. 10. Hal ini dapat dilihat melalui indikatornya berupa sikap mementingkan kepentingan daerah, suku, dan agamanya. Misalnya, pada proses pemilihan kepala daerah, masyarakat cenderung memilih calon kepala daerah yang berasal dari daerahnya (putra asli daerah) daripada calon yang berasal dari luar daerahnya, tanpa melihat kualitas atau kemampuan yang dimilikinya
  11. 11. Kecenderungan budaya politik Indonesia masih memegang kuat paternalisme. 3
  12. 12. Salah satu indikatornya adalah munculnya sifat bapakisme atau sikap asal bapak senang dalam setiap hal. Budaya tersebut saat ini sudah mulai berkurang untuk birokrasi tingkat pusat, akan tetapi di tingkatan lebih bawah budaya tersebut masih berkembang. Misalnya, sebagian masyarakat cenderung memilih partai politik yang sesuai dengan pilihan atasanya dengan pertimbangan supaya mendapat perhatian lebih
  13. 13. Uraian tadi merupakan gambaran nyata budaya politik masyarakat Indonesia saat ini. Meskipun tingkat partisipasi politik sudah mulai meningkat, tidak berarti budaya partisipan secara murni telah terwujud, melainkan budaya tersebut merupakan campuran budaya politik partisipan dengan parokial kaula.
  14. 14. TERIMA KASIH perhatiannyaatas
  15. 15. SESI PERTANYAAN