Kenapa Orang Putus Hubungan Keluarga

  • Published on
    21-May-2015

  • View
    1.379

  • Download
    1

Embed Size (px)

Transcript

  • 1. Kenapa Sih OrangMutusin HubunganKeluargaKira-kira kenapa ya?

2. Saya dedikasikan tulisan ini untuk semua orang yang punya keberanian untuk memutuskan hubungan keluarga ketika hubungan itu sudah beracun**(ternyata jumlah orang yang putus hubungan keluarga itu banyaknya minta ampun dan anda sadar tidak sadar bagian darijumlah tersebut) 3. !Karya ini dibuat hari Kamis, 18 Maret 2010, dari jam 13.37 siang sampaijam 15.29 sore oleh Aidil Rizali. Segera karya ini saya jadikan public domain yang berarti Anda bisa mengaksesnya tanpa memperdulikan hak-haksaya sebagai penulis dan berarti karya ini sama sekali tidak dilindungiundang-undang negara manapun. Saya mendukung Copyleft. dan Knowledge Should Be Free Movement sepertiyang diadvokasikan oleh Komisi Eropa. 4. Pembuka Kita semua pasti pernah putus, mutusin atau diputusin, hubungan keluarga. Serius. Kalau ditelusuri pohon keluarga kebanyakan dari kita paling cuma bisa nyampe ke nama kakek, atau nama dari ayahnya kakek. Yang tahu sejarah siapa kakeknya kakek sangat jarang. Apalagi yang bisa menelusuri sampai siapa kakek dari kakek dari kakek dari kakek dari kakek dari kakek sampai 1000 tahun. Mungkin hanya keturunan Ratu Inggris, Kaisar Jepang, dan Konfusius yang bisa (mereka beneran ada pohon keluarga sampai seribu tahun lebih lengkap dengan siapa sepupu dari sepupu dari sepupu atau siapa anak dari tante dari keponakan dari ibu dari adik saya dst). Maka dari itu saya katakan kebanyakan dari kita memang sudah terbiasa dengan pemutusan hubungan keluarga. Kadang karena kita mau, kadang karena mereka yang mau, kadang karena situasi seperti perang, kadang karena kesibukan.Tetapi memang sebaiknya hubungan keluarga dibatasi sampai suatu jumlah tertentu, karena kalau kebanyakan pasti kelabakan sendiri. Tidak selamanya sesuatu yang kalau cukup enak, kalau banyak juga enak. Ibarat makan daging atau jeroan kalau kebanyakan malah bisa bikin semaput. Orang Batak yang masih mengadakan pertemuan akbar suatu marga misalnya marga Sayajitak, yang datang bisa ratusan atau mungkin bisa ribuan. Tetapi lihat deh kualitas interaksinya, kebanyakan pasti nggak terlalu saling kenal dan akhirnya cuma interaksi basa-basi. Kecuali bila ada maunya, misal ada yang jadi selebritis atau kerja di deplu atau kepolisian atau apalah, baru didekati. Pada intinya, orang seperti semut maunya mencari gula dan menghindar dari kotoran. Maka dalam pertemuan seperti 5. itu hampir bisa dipastikan kalau ada yang baru keluar dari penjara karena membunuh, sudah pasti orang bakal menghindar.Kenapa Orang Putus Hubungan Keluarga mencoba memaparkan secara singkat tentang topik PHK ini. Biar anda kalau anda mau memutuskan hubungan keluarga anda sudah tahu kisi-kisinya. Jangan sampai salah memutuskan hubungan. Semoga bermanfaat. Penulis 6. Daftar Isi Pembuka PHK dengan Keluarga Inti PHK dengan Keluarga Besar PHK dengan Keluarga Ekspansi PHK dengan Keluarga Pasangan PHK dengan Keluarga Mertua PHK dengan Keluarga Menantu PHK dengan Keluarga Besan PHK dengan Keluarga Ipar PHK dengan Keluarga Angkat PHK dengan Keluarga Tiri PHK dengan Keluarga Acara PHK Total atau Portal? Penutup 7. 1PHK dengan Keluaga Inti Inti suatu keluarga adalah seorang bapak, ibu, dan anak. PHK terjadi ketika si bapak atau ibu atau anak pergi dari rumah dengan niat tidak kembali lagi. Alasannya macam-macam. Karena keluarga itu tidak semuanya bahagia lho. Ada bapak yang suka memukul istri dan anaknya. Ada istri yang terlalu matre dan suka menggoda orang lain. Ada anak yang karena pergaulan jadi kriminal. Bagi kita yang keluarganya baik-baik saja sulit membayangkan kok ada orang yang mau putus hubungan dengan bapak atau ibu atau anaknya sendiri. Tetapi bila bapak anda adalah pelaku pelecehan seksual seperti bapak Precious, atau ibu anda abusif seperti ibu Precious (di film nominasi Academy Awards Precious si bapak memerkosa anaknya dua kali hingga anaknya hamil dua kali, dan ibunya suka memukuli dan menghina Precious) mungkin anda tidak berpikir dua kali untuk segera kabur ketika ada kesempatan. Atau bila anak anda berusaha membunuh anda karena ia ikut suatu sekte sesat macam sekte Charles Manson, ya pastinya lebih baik bagi anda kalau dia pergi (karena susah merubah pola pikir anak seperti itu).Tetapi kebanyakan PHK Keluarga Inti terjadi karena perceraian (yang akhirnya hilang kontak antara satu orangtua dengan anak seperti George Carlin yang setelah ibunya cerai dengan bapaknya ketika dia baru bayi berusia dua bulan tidak pernah ketemu bapaknya lagi sampai dia meninggal) atau kematian (kalau kedua orangtua anda mati karena kecelakaan dan anda jadi tinggal di rumah yatim piatu atau panti asuhan) atau pemaksaan (seperti 8. anak-anak Aborigin yang diambil dari orangtuanya dan dijadikan anak orang kulit putih). Jadi PHK itu kadang ya bukan kemauan kita, bukan kemauan siapapun, tapi nasib. 9. 2 PHK dengan Keluarga Besar Keluarga besar adalah keluarga inti bapak bertemu dengan keluarga inti anak. PHK dengan Keluarga Besar jarang terjadi karena biasanya ini masih dianggap bagian integral dari suatu keluarga. Keluarga besar pucuknya adalah dua orangtua (kakek dan nenek) lalu anak dan cucu mereka. Jadi tanda suatu keluarga adalah keluarga besar kalau sebutan sepupu, keponakan, paman (uncle, om) dan bibi (auntie, tante) sudah digunakan. Walaupun ada juga keluarga besar yang semua paman dan bibinya disebut bapak dan ibu juga, tetapi anda mengertilah bahwa mereka paman dan bibi. Keluarga besar ini tergantung dari perspektif orang yang diajak bicara. Misal nama kakek A, nama bapak B, nama anak/cucu C. Bagi A, ini adalah keluarga besarnya yang pertama kali dia menjadi pucuk referensi (Keluarga Besar A). Bagi B, ini adalah keluarga besar A. Bagi C, ini adalah keluarga besar B tapi B bukan kepalanya.Tetapi bila kemudian C mempunyai anak yaitu D, maka definisi keluarga besar berubah bagi semua orang. Jika A masih hidup, ia tergeser, ia bukan lagi pucuk referensi bagi si C, ia sudah diatas referensi (diluar nalar C). B kini menjadi kakek dan dialah pucuk referensi dari keluarga besar B yang beranggotakan anak-anaknya dan cucu-cucunya. C melihat ini adalah keluarga besar B, dan D melihat ini adalah keluarga besar C tapi C bukan kepalanya. 10. Itu sebabnya bila hari Lebaran tiba, orang jarang pergi sampai ke rumah buyut apalagi kakak dan adik dari buyutnya. Kenapa? Karena orang capek kalau kebanyakan musti mengunjungi keluarga eskpansi. PHK dengan keluarga besar dapat terjadi apabila kita sudah merasa tidak ada kecocokan lagi, atau merasa tidak ada kehangatan lagi, atau justru karena suatu hal jadi sering konflik, nah ini saatnya ucapkan selamat tinggal. Hal yang menyebabkan konflik bisa sangat banyak, namun umumnya karena masalah harta atau pilihan pasangan yang beda agama (baik pindah agama atau tidak) atau beda suku bangsa bahkan beda partai politik pun bisa jadi alasan atau bila ada yang terlalu mendominasi atau ada yang sombong karena lebih banyak uang atau prestasi atau reputasi. 11. 3PHK dengan Keluarga Ekspansi Keluarga ekspansi adalah keluarga besar kakek atau nenek ditambah keluarga besar saudara kakek atau nenek. Untuk gampangnya, keluarga inti anda adalah orang-orang yang anda panggil ayah, ibu, kakak, adik, dan anak. Keluarga besar adalah orang-orang yang anda panggil kakek, nenek, paman, bibi, dan sepupu. Nah keluarga ekspansi memang diluar nalar kebanyakan dari kita, itu sebabnya kita nggak punya nama untuk mereka. Dalam bahasa Inggris pun tidak ada sebutan grand uncle atau grand auntie, atau kalau ada jadi panjang seperti uncle once removed atau cousin once removed. Orang udah mulai pusing. Jadi untunglah biasanya keluarga eskpansi ini sangat amat jarang saling bertemu dan biasanya bahkan kalau ada yang meninggal, berita itu lama nyampainya. Tapi itu dulu, sekarang dengan adanya media seperti Facebook bisa jadi kita lihat perubahan. Namun naluri kekeluargaan tetap tidak sekuat keluarga besar, misalnya di foto resmi keluarga besar, orang-orang ini biasanya tidak diikutsertakan walaupun mereka ada disana. Mereka pun mengerti. Keluarga ekspansi ini adalah anak dari sepupu orangtua anda, atau bapak atau ibu dari sepupu orangtua anda, atau anak atau cucu dari saudara kandung kakek nenek anda. Mereka tetap diundang dan ada di pernikahan anda karena, nah ini dia yang agak jelimet, semua keluarga ekspansi anda adalah keluarga besar orangtua anda, dan semua keluarga ekspansi orangtua anda adalah keluarga besar kakek nenek anda, dan kelak semua keluarga besar anda adalah keluarga ekspansi anak anda, dan nanti keluarga besar anak anda adalah keluarga eskpansi cucu anda. 12. Keluarga ekspansi adalah keluarga besar untuk satu generasi sebelum anda. Bagi anda mereka adalah orang-orang asing, kecuali bila keluarga anda sangat dekat atau ada yang tidak punya keturunan (biasanya ini memudahkan interaksi). Jadi A punya adik B. A menikah lalu punya anak lalu punya cucu. B tidak menikah tidak beranak tidak bercucu. Nah si B ini tinggal atau minimal nemplok terus ke A, jadilah ia tetap dekat dengan anak cucu A. Bahkan bisa jadi cucu si A merasa si B ini juga neneknya juga. Walaupun dimata umum sebenarnya si B ini keluarga ekspansi bagi cucu si A. Kalau PHK dengan keluarga inti, lukanya bisa besar. Kalau PHK dengan keluarga besar, lukanya bisa jadi cukup besar. Tetapi tidak ada orang yang merasa terluka apabila PHK dengan keluarga ekspansi karena hubungan keluarga seluas ini memang sadar tidak sadar tidak begitu diharapkan bisa bertahan kuat (anda tidak terlalu perduli terhadap nasib sepupu dari orangtua anda atau anak dari sepupu ibu anda dan mereka juga merasa begitu ke anda). Kecuali bila setiap anggota keluarga hanya melahirkan satu atau dua anak. Bisa juga dekat terus. Jadi A punya anak B punya anak C punya anak D, masing-masing berpasangan dengan orang yang juga anak-anak tunggal semua, ya itu pasti lengket karena total mereka hanya 18 orang. Tetapi kalau A berasal dari keluarga dengan delapan anak lalu