Laju Reaksi

  • Published on
    24-Jan-2015

  • View
    2.912

  • Download
    2

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Kimia Umum: Laju Reaksi Pendidikan Sains Pps. Unesa 2013

Transcript

<ul><li> 1. KIMIA UMUM LAJU REAKSIKelompok VIII (Delapan) No.Nama1.Sumarni2.Gigih Y. A3.Budiman</li></ul> <p> 2. KemolaranPenerapan konsep laju reaksiKonsep Laju Reaksi PembahasanTeori tumbukanFaktor yang mempengaruhi laju reaksi 3. Kemolaran 1. PengertianKemolaran adalah salah satu cara menyatakan kepekaan larutan. Kemolaran menyatakan jumlah zat terlarut dalam setiap larutan (setiap liter larutan, bukan pelarut). Kemolaran dinyatakan dengan lambang M dan satuannya mol L-1. Contoh : Larutan HCL 1 M artinya, tiap liter larutan mengandung 1 mol HCL yang terlarut. 4. 2. RumusM= M= M= KeteranganM Kemolaran x1000 10 1 x1 = 2 x2 =1 x1 + 2 x2 + 1 +2 + N Jumlah mol zat PPersen fase larutanVvolume larutanMassa jenis larutanM Massa molekul Mr Massa molekul relatif 5. Contoh Soal: Sebanyak 16,4 g Ca(NO3)2 dilarutkan dalam air hingga volumenya menjadi 250 mL. Jika diketahui Ar; Ca=40, N=14 dan O=16, konsentrasi larutan tersebut adalah JawabMr Ca(NO3)2 = (Ar Ca) + 2(Ar N) + 6(ArO) = 40 + 2(14)+ 6(16)= 140M= M= 1000 16,4 1000 164 250= 0,4M 6. Konsep Laju Reaksi 1. Pengertian Laju Reaksi Gambar 1Gambar 2Gambar: 1. Perkaratan besi merupakan contoh reaksi lambat. 2. Ledakan merupakan contoh reaksi cepat. Laju atau kecepatan reaksi didefinisikan sebagai laju berkurangnya konsentrasi zat pereaksi (reaktan) atau laju betambahnya zat hasil reaksi (produk) tiap satu satuan waktu (detik, menit, jam, hari atau tahun). Laju reaksi juga menyatakan seberapa cepat atau seberapa lambat suatu proses dapat berlangung. 7. Secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut:v=berkurangnya molaritas reaktan waktu yang dibutuhkan=-[] tv=bertambahnya molaritas produk waktu yang dibutuhkan=-[produk] tDengan vkecepatan reaksi (Molar detik 1 )[reaktan] molaritas reaktan (Molar) [produk] molaritas produk (Molar) twaktu yang dibutuhkan (detik) 8. 2. Persamaan Laju Reaksi pA + qB rC + sDDimana A dan B adalah pereaksi, C dan D adalah pruduk dan p, q, r, s adalah koefisien penyetaraan reaksi, maka hukum lanjutannya dapat ditulis sebagai berikut: V = k [] [] Dengan Vlaju reaksikkonstanta (ketetapan) laju reaksi[A]konsentrasi zat A (M)[B]konsentrasi zat B (M)xorde reaksi zat Ayorde reaksi zat B 9. 2. Orde Reaksi Orde reaksi menunjukan hubungan antara perubahan konsentrasi pereaksi dengan perubahan laju reaksi. Hubungan antara kedua besaran, lihat di grafik:vv=k[pereaksi]v v = k [pereaksi]1[pereaksi]1. Reaksi orde nol Suatu reaksi kimia dikatakan mempunyai orde nol, jika besar laju reaksi tersebut tidak dipengaruhi oleh konsentrasi pereaksi. Artinya, seberapa peningkatan konsentrasi pereaksi tidak akan mempengaruhi besarnya laju reaksi. 2. Reaksi orde satu Suatu reaksi kimia dikatakan mempunyai orde satu, jika besar laju reaksi berbanding lurus dengan besarnya konsentrasi pereaksi. Artinya, jika konsentrasi pereaksi dinaikkan 2 kali semula, maka laju reaksi juga akan meningkat besarnya sebanyak (2)1 atau 2 kali semula juga. 10. vv = k [pereaksi]2[pereaksi]3. Reaksi orde dua Suatu reaksi kimia dikatakan mempunyai orde dua, jika besar laju reaksi merupakan pangkat dua dari peningkatan konsentrasi pereaksinya. Artinya, jika konsentrasi pereaksi dinaikan 2 kali semula, maka laju reaksi akan meningkat sebesar (2)2 atau 4 kali semula. Apabila konsentrasi pereaksi dinaikkan 3 kali semula, maka laju reaksi akan menjadi (3)2 atau 9 kali semula. 11. Tabel Persamaan Laju Integrasi dari Orde 0, 1, dan 2 OrdePersamaan lajuHukum laju integrasiSlopSatuan0k [] = k[A]t = -kt + [ ]-k. 1k [A]ln [] = -kt + ln [ ]-k 2k [] K. [] kt [] 12. Tabel di bawah ini merupakan data dari reaksi P + QR + S[P]-awal (M)[Q]-awal (M)Laju reaksi (M/s)a 2a 3a a ab b b 2b 3bv 4v 9v v vTentukan: Orde reaksi P Orde reaksi Q Persamaan laju reaksi 13. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU REAKSI Konsentrasi semakin besar konsentrasi makin banyak jumlah partikel, maka semakin cepat laju reaksi. Luas bidang permukaan sentuh makin halus suatu zat makin besar pula luas permukaan bidang sentuhnya, maka makin besar laju raksi. Suhu semakin tinggi suhu, semakin cepat laju reaksi. semakin rendah suhu, semakin lambat laju reaksi. Katalis Zat yang mempercepat suatu reaksi tanpa mengalami perubahan kekal dalam reaksi. 14. Teori Tumbukan 1. Pengertian teori tumbukan Teori tumbukan adalah teori yang menjelaskan pengaruh faktor terhadap laju reaksi. Menurut teori tumbukan, suatu reaksi berlangsung sebagai hasil tumbukan antar partikel pereaksi yang memiliki energi cukup dan arah tumbukan yagn tepatBerdasarkan teori tumbukan, laju reaksi bergantung pada 3 hal: 1) Frekuensi tumbukan 2) Energi partikel reaktan 3) Arah tumbukan 15. 2. Syarat-syarat terjadinya suatu reaksi a. Tumbukan efektifGambar: Tumbukan yang efektif terjadi bila atom K bertumbukan dengan atom I, karean ukuran atomnya sama.Gambar: makin banyak molekul yang bereaksi, makin banyak kemungkinan terjadi tumbukan untuk menghasilkan molekul hasil reaksi. 16. b. Energi tumbukan yang cukup Energi aktivasi/pengaktifan Energi aktivasi yaitu energi minimum yang harus dimiliki reaktan, yang digunakan untuk mengaktifkan kemampuan reaksi sehingga reaktan dapat bereaksi. Makna energi aktivasi: a. Jika bernilai rendah, berarti reaksi dapat terjadi pada suhu rendah b. Jika bernilai tinggi, bererti reaksi dapat terjadi pada suhu tinggi Energi aktivasi disebut juga energi penghalang, karena reaktan harus didorong menuruni bukit energi aktivasi sehingga dapat berubah menjadi produk. 17. 3. Faktor-faktor yang mempengaruhi teori tumbukan Konsentrasi Makin besar konsentrasi reaktan, makin banyak jumlah partikel, sehingga partikel yang saling bertumbukan makin banyak. Luas permukaan Makin luas permukaan bidang, maka makin luas pula bidang sentuh tumbukan, sehingga akan terjadi tumbukan yang lebih banyak. Pengaruh suhu Suhu berbanding lurus dengan energi kinetik rata-rata pertikel reaktan. Peningkatan suhu meningkatkan energi kinetik rata-rata molekul, sehingga jumlah molekul yang mencapai energi aktivasi (bertumbukan) bertambah. Katalis Zat yang dapat mempercepat laju reaksi. Katalis memperbanyak jumlah tumbukan karena menurunkan energi aktivasi. 18. Penerapan Konsep Laju Reaksi Dalam proses pembuatan bubur kacang, gula merahnya harus diiris terlebih dahulu, begitu juga juka kita makan , makanan di mulut harus dikunyah dulu tidak langsung ditelan. Itu semua ada hubungan dengan konsep laju reaksi. Gula merah yang diiris dahulu atau makanan yang kita makan harus dikunyah dahulu berhubungan dengan penerapan luas permukaan bidang sentuh. Dengan diiris kecil-kecil luas permukaan bidang sentuh gula merah lebih besar dibandingkan dalam bentuk bongkahan, sehingga menyebabkan proses pelarutan akan semakin cepat, makanan yang dikunyahpun prinsipnya sama supaya makanan tersebut mudah larut dan enzim-enzim mudah bekerja dalam proses metabolisme selanjutnya. 19. Konsep luas permukaan bidang sentuh juga diterapkan dalam bidang industri, misalnya dalam industri kertas : Dalam pembuatan kertas, bahan baku kertas yakni jerami, kulit batang pisang, batang alang-alang atau kertas bekas, digelus atau dihaluskan terlebih dahulu untuk dijadikan bubuk kertas. Penggerusan atau penghalusan bertujuan memperluas permukaan bidang sentuh sehinga campuran menjadi homogen dan reaksi akan lebih cepat. Penggunaan katalis dalam bidang industri, penerapannya dapat dilakukan dalam industri pembuatan amonia melalui proses Haber. Amonia merupakan zat kimia yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan pupuk dan bahan peledak. 20. Persiapan Pertanyaan: 1. Bagaimana menyatakan laju dari suatu reaksi? Jawab: 21. 2.Apa hubungan antara molaritas dan konsentrasi dengan laju reaksi? Jawab: Molaritas adalah banyaknya mol zat terlarut tiap satuan volum zat pelarut. Hubungannya dengan laju reaksi adalah bahwa semakin besar molaritas suatu zat, maka semakin cepat suatu reaksi berlangsung. Dengan demikian pada molaritas yang rendah suatu reaksi akan berjalan lebih lambat daripada molaritas yang tinggi. Konsentrasi. Karena persamaan laju reaksi didefinisikan dalam bentuk konsentrsi reaktan maka dengan naiknya konsentrasi maka naik pula kecepatan reaksinya. Artinya semakin tinggi konsentrasi maka semakin banyak molekul reaktan yang tersedia dengan demikian kemungkinan bertumbukan akan semakin banyak juga sehingga kecepatan reaksi meningkat. Jadi semakin tinggi konsentrasi, semakin cepat pula laju reaksinya.3.Apa maksud penulisan tanda minus (negatif) pada persamaan laju reaksi :-[] ?Jawab: Tanda minus perlu diberikan karena setiap saat molaritas reaktan berkurang sehingga selisih () menjadi negatif. </p>