Manajemen Transportasi Materi 8

  • Published on
    30-Jun-2015

  • View
    479

  • Download
    12

Transcript

  • 1. Manajemen Transportasi Kelompok 2 Arin Laurina Agustin Evanto Rizky Primaningrum

2. Fungsi Jasa Angkutan Kereta Api di IndonesiaPerkembangan Perkeretaapian di Indonesia 3. Fungsi jasa angkutan kereta api di Indonesia sebagai penyedia jasa transportasi di atas rel untuk membawa penumpang sebagai penyedia jasa transportasi di atas rel untuk membawa barang 4. sebagai penyedia jasa transportasi di atas rel untuk membawa barang dan penumpang memberikan pelayanan keselamatan, nyaman, dan aman bagi para penumpang 5. memperlancar kegiatan bisnis memperlancar kegiatan industri 6. Perkembangan kereta api di Indonesia Perkembangan umum Perkembangan infrastruktur 7. Perkembangan perkeretaapian di Indonesia (umum) Kereta api mulai diperkenalkan di Indonesia pada masa penjajahan belanda oleh sebuah perusahaan swasta yang lebih dikenal dengan nama Nederlandsch Indische Spoorweg Mij (NISM) pada tahun 1864. 8. Kehadiran kereta api di Indonesia ditandai dengan pencangkulan pertama pembangunan jalan KA di desa Kemijen, pada tanggal 17 Juni 1864 NV. NISM membangun jalan KA antara Kemijen Tanggung, yang kemudian pada tanggal 10 Februari 1870 dapat menghubungkan kota Semarang - Surakarta 9. pembangunan jalan KA juga dilakukan di Aceh pada tahun 1874, Sumatera Utara pada tahun 1886, Sumatera Barat pada tahun 1891, Sumatera Selatan pada tahun 1914, dan tahun 1922 di Sulawesi karyawan KA yang tergabung dalam Angkatan Moeda Kereta Api (AMKA) mengambil alih kekuasaan perkeretaapian dari pihak Jepang. Peristiwa bersejarah tersebut terjadi pada tanggal 28 September 1945 10. Inilah yang melandasi ditetapkannya 28 September 1945 sebagai Hari Kereta Api di Indonesia, serta dibentuknya Djawatan Kereta Api Republik Indonesia (DKARI). 11. Perkembangan perkeretaapian di Indonesia (infrastruktur) a. Panjang rel b. jalur kereta api c. stasiun d. jumlah stasiun e. jumlah lokomotif 12. A Panjang Rel Dalam periode 2004-2008 total penjang rel KA di Indonesia mengalami pertumbuhan rata-rata 1,6% yaitu menjadi 4,813,000 km dibandingkan 4.517.197 km pada 2004. Semakin meningkatnya panjang rel selama periode waktu 5 tahun ini karena banyaknya peremajaan dan pembangunan rel. 13. Menurut Dirjen Perkeretaapian Departemen Perhubungan anggaran program revitalisasi berupa perbaikan dan pergantian bantalan rel kereta api (KA) dari kayu ke beton pada 2008 mencapai Rp19 triliun. 14. Pada 2009 Departemen Perhubungan menyediakan anggaran perbaikan sarana jalur kereta api, mulai dari Tanjung Priok sampai Stasiun Kota, di Jakarta sebesar Rp 20 miliar. 15. B Jalur kereta api Sepanjang 2009 sejumlah jalur rel yang baru bertambah diantaranya jalur ganda Patuguran-Purwokerto (Jawa Tengah) sepanjang 34,9 km, serta jalur Petarukan Larangan (Jawa Tengah) sepanjang 30,5 km. 16. Pada 2009 Departemen Perhubungan menyediakan anggaran perbaikan sarana jalur kereta api, mulai dari Tanjung Priok sampai Stasiun Kota, di Jakarta sebesar Rp 20 miliar. 17. C Stasiun Di dalam stasiun dilengkapi dengan peron yaitu tempat naik-turun para penumpang di stasiun, jadi peron adalah lantai pelataran tempat para penumpang naikturun dan jalur rel melintas di stasiun. 18. Kereta produksi sebelum 1920 umumnya mempunyai tangga untuk turun ke bawah. Sedangkan kereta buatan sebelum tahun 1941 mempunyai tangga di dalam. Karena pada umumnya stasiun didirikan sebelum Perang Dunia II, maka lantai peron sama dengan lantai stasiun. 19. D Jumlah stasiun Pada 2004 jumlah stasiun tercatat sebanyak 571 unit, yang tersebar di daerah operasi Jawa 437 unit (76,5%) divisi regional Sumatera 134 unit (23,5%). Sedangkan pada 2008, jumlah stasiun berkurang 1 unit menjadi 570 unit yang terdiri dari 441 unit (77,4%) di Jawa dan sisanya 129 unit (26,4%) Di Jawa terdapat penambahan stasiun dari 437 unit menjadi 441 unit sebaliknya di Sumatera terjadi penutupan stasiun dari 134 unit menjadi 129 unit. 20. E Jumlah Lokomotif Pertumbuhan jumlah lokomotif Dalam periode lima tahun terakhir 2004-2008 pertumbuhan rata-rata jumlah lokomotif yang dioperasikan sangat minim yaitu - 0,9% per tahun. Pada 2004 jumlah lokomotif masih 354 unit, namun dalam tahun-tahun berikutnya terus mengalami penurunan sehingga berkurang menjadi hanya 341 unit pada 2008. 21. Penurunan jumlah lokomotif disebabkan karena sebagian besar sudah tua. Selain itu juga kurang ketersediaan suku cadang dari luar negeri karena tidak diproduksi lagi. Disamping itu PT. KAI sebagai operator kereta api belum mempunyai dana yang cukup untuk membeli kereta api baru. Menurunnya kondisi sarana seperti lokomotif dan kereta api merupakan problem berat yang dihadapi oleh PT KAI, sebab berpengaruh terhadap kualitas pelayanan kepada masyarakat. 22. Pelayanan KAI Tahun 2012 diterapkan sistem boarding pass yang mengharuskan nama penumpang yang akan berangkat harus sesuai dengan kartu identitas milik mereka. Dengan terobosan layanan ini, PT KAI bisa meningkatkan kenyamanan para pemudik yang akan pulang ke kampung. 23. dengan layanan boarding pass yang mengharuskan nama pada tiket sesuai dengan identitas yang berlaku serta pembatasan jumlah penumpang sebesar 100 persen bisa meningkatkan layanan dan kenyamanan kepada pemudik. Pada angkutan Lebaran tahun ini pun, PT KAI bisa menerapkan zero accident. 24. Pada tahun ini, PT KAI mengoperasikan 239 KA Reguler, 18 KA tambahan kelas komersial, 14 KA tambahan kelas ekonomi dan 14 KA baru. Dengan jumlah total tempat duduk 164.759 per hari nya. 25. Terima Kasih