Mengingatkan pemimpin

  • Published on
    02-Jul-2015

  • View
    87

  • Download
    2

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Etika berjamaah

Transcript

<ul><li> 1. ETIKA MENGINGATKAN PEMIMPINPurnama.p41@gmail.com </li></ul> <p> 2. Agama itu nasehat. Kami bertanya: Bagi siapa? Beliau menjawab: Bagi Allah, kitab-Nya.Rasul-Nya, dan bagi para pemimpin kaum muslimin dan keumuman kaum muslimin. (HR. BUKHARI, MUSLIM) 3. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar- benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS AN-NISA : 59) 4. IMAMDari Ibnu Umar ra. berkata: Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:Wajib atas seorang muslim (untuk) mendengar dan taat (kepada pemimpin) pada apa yang ia sukai ataupun yang ia benci, kecuali kalau ia diperintah (untuk) berbuat maksiat, maka tidak ada mendengar dan taat.(HR. Bukhari dan Muslim)Abu bakar Ash Shidiq radhiallahu anhu berkata pasca pengangkatannya menjadi khalifah, Taatlah kalian kepadaku selama aku taat kepada Allah dan RasulNya, apabila aku melanggar Allah dan RasulNya, maka jangan taat kepadaku. (Al Bidayah wa An Nihayah, 5/248) Khalifah Umar al Faruq radhiallahu anhu juga berkata dalam salah satu khutbahnya, Sesungguhnya tidak ada hak untuk ditaati bagi orang yang melanggar perintah Allah. Ringkasnya, Al Quran, As Sunnah, atsar sahabat, mufasirin dan fuqaha, semua sepakat bahwa taat kepada pemimpin hanya jika ia di atas kebenaran, jika dalam pelanggaran maka tidak boleh ditaati.Imam Ibnu Katsir berkata, tentang makna Ulil Amri, Ahli fiqh dan Ahli Agama, demikian juga pendapat Mujahid, Atha, Hasan al Bashri, dan Abul Aliyah. Ibnu Katisr juga mengatakan Ulil Amri bisa bermakna umara. 5. Rasulullah Saw bersabda : Sebaik baik pemimpin adalah mereka yang kalian mencintai mereka, dan mereka mencintai kalian, kalian mendoakan mereka dan mereka mendoakan kalian. Sejelek jelek pemimpin kalian adalah kalian membenci mereka dan mereka membenci kalian serta kalian melaknat mereka. 6. MENASEHATI PEMIMPINShalat Jamaah ketika imam melakukan salah melakukan bacaan Qurannya maka makmum mengingatkan dengan membenarkan bacaan tersebut. Jika imam melakukan kesalahan gerakan maka makmum laki dengan membaca subhanallah dan perempuan dengan bertepuk tangan. Adapun kalau sampai imam tidak menghiraukan segala peringatan tadi maka makmum tetap berkewajiban untuk mengikuti imam."Barangsiapa yang hendak menasehati penguasa pada suatu perkara maka janganlah dia tampakkan kepadanya secara terang-terangan, melainkan hendaklah dia pegang tangannya dan menyendiri dengannya, kalau dia (penguasa) menerima maka itu bagus, dan kalau tidak maka dia telah menunaikan kewajibannya memberikan nasehat." (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya: 3/403 dan Ibnu Abi Ashim dalam as-Sunnah hlm. 507, dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Zhilalul-Jannah: 1096)Umar bin Khaththab radhiyallahu 'anhu berkata: "Wahai para rakyat, sesungguhnya kalian memiliki kewajiban kepada kami: Nasehat dengan cara sembunyi-sembunyi dan saling membantu dalam kebaikan." (Diriwayatkan oleh Hannad bin Sari dalam az- Zuhd: 2/602) Ketika Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu ditanya tentang cara amar ma'ruf nahi munkar kepada penguasa maka beliau mengatakan: "Jika kamu harus melakukannya maka antara dia dan dirimu saja." (Mihnatul-Imam Ahmad oleh Hanbal bin Ishaq hlm. 84 dan Jami'ul-Ulum wal-Hikam: I/225) Ada seseorang yang berkata kepada Usamah bin Zaid radhiyallahu 'anhu: "Seandainya kamu datang kepadanya (yaitu Utsman bin affan radhiyallahu 'anhu) kemudian kamu nasehati dia." Maka Usamah menjawab: "Sesungguhnya kalian memandang bahwa aku tidak berbicara dengannya kecuali aku perdengarkan kepada kalian?! Sesungguhnya aku telah berbicara dengannya secara sembunyi-sembunyi tanpa aku membuka pintu, agar aku bukanlah yang pertama kali membukanya." (HR. Bukhari no. 3267 dan Muslim no. 2989). 7. Bagaimana dengan pemimpin dhalim 8. PEMIMPIN DHALIMAllah Tabaaraka wa Taala kepada Musa dan Harun untuk berdawah memperingati Firaun: Pergilah kamu berdua kepada Firaun, sesungguhnya dia telah melampaui batas. Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut. *QS. Thaahaa: 43-44].Beliau bersabda: Siapa saja yang tidak menyukai sesuatu dari pemimpinnya maka hendaklah ia bersabar terhadapnya. Sebab, tidaklah seorang manusia keluar dari penguasa lalu ia mati di atasnya, melainkan ia mati dengan kematian jahiliyyah. (HR. Muslim *no. 1849 [56]]).Dari Hudzaifah bin Yaman berkata: Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:Akan ada sepeninggalku nanti para pemimpin yang tidak mengambil petunjukku, dan tidak mengambil sunnah dengan sunnahku. Akan muncul (pula) ditengah-tengah kalian orang-orang (dikalangan penguasa) yang hatinya adalah hati syaithan dalam wujud manusia. Aku (Hudzaifah) bertanya: Apa yang harus saya perbuat jika aku mendapatinya? Beliau bersabda: (Hendaknya) kalian mendengar dan taat kepada amir, meskipun dia memukul punggungmu dan merampas hartamu. (Hadits shahih riwayat Muslim dalam Shahihnya no. 1847 (52) 9. Batasan mengikuti "Dan demikianlah, kami jadikan sebahagian orang-orang yang zalim itu menjadi pemimpin bagi sebahagian yang lain disebabkan apa (kezaliman) yang mereka kerjakan." (Al Anaam: 129)Dan janganlah kalian taati orang yang Kami lupakan hatinya untuk mengingat Kami dan ia mengikuti hawa nafsu dan perintahnya yang sangat berlebihan. (QS. Al Kahfi: 28) Taat kepada penguasa yang zalim merupakan bentuk taawun (tolong menolong) dalam dosa dan kesalahan, padahal Allah Taala berfirman: Dan janganlah kalian saling tolong menolong dalam dosa dan kesalahan. (QS. Al Maidah:2)Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (QS. Ar Radu [13] : 11)Dari Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: Dengar dan taat atas seorang muslim dalam hal yang ia sukai dan ia benci, selama ia tidak diperintah untuk maksiat. Jika diperintah untuk maksiat, maka jangan dengar dan jangan taat. (HR. Bukhari. Al Lulu wal Marjan, no. 1205) 10. Rasulullah Saw bersabda : jika kamu melihat umatku takut berkata kepada orang dhalim : Hai Dhalim maka bisa diucapkan selamat tinggal bagi mereka (tidak bisa diharapkan lagi kebaikan mereka). (HR. Ahmad, Baihaqi dan Hakim). 11. SIKAPTIDAK TAATAbu Bakar Umar Ibnu Umar Ibnu Katsiir Hasan al Basri Imam Ar-Rozi Abu Ala al MaududiDan janganlah kamu taati orang- orang yang melampoi batas.(yaitu) mereka yang membuat kerusakan di bumi dan tidak mengadakan perbaikan. (QS. Asy Syuara: 151- 152)MENCOPOT MGANTIMenurut ibnu Khaldun, meminta copot pemimpin yang zalim bukanlah termasuk pemberontakan dan pembangkangan (bughat) apalagi disebut khawarij seperti tuduhan sebagian kalangan,Imam at Taftazani dalam Syarah al Aqaid an Nafsiyah meriwayatkan bahwa Imam Asy Syafii radhiallahu anhu berpendapat bahwa Imam bisa dicopot karena kefasikan dan pelanggarannya, begitu juga setiap hakim dan pemimpin lainnya.Imam al Ghazali berkata, Seorang penguasa yang zalim hendaknya dicopot dari kekuasaannya; baik dengan cara ia mengundurkan diri atau diwajibkan untuk dicopot. Dengan itu ia tidak dapat berkuasaIbnu Hazm, , A.qahir al baghdadi, imam Syahruskani 12. Bagaimana dengan ini ???? 13. UKHUWAH ISLAMIYAH 14. Lain lain </p>