Muktamar Khilafah 2013_ Perubahan Besar Dunia Menuju Khilafah

  • Published on
    22-Apr-2015

  • View
    507

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Muktamar Khilafah 2013_ Perubahan Besar Dunia Menuju Khilafah

Transcript

  • 1. 19/07/13 [105] Muktamar Khilafah 2013: Perubahan Besar Dunia Menuju Khilafah www.mediaumat.com/editorial/4715-105-muktamar-khilafah-2013-perubahan-besar-dunia-menuju-khilafah.html 1/2 [105] Muktamar Khilafah 2013: Perubahan Besar Dunia Menuju Khilafah Tuesday, 09 July 2013 14:40 Khilafah adalah kepemimpinan umum bagi seluruh kaum Muslimin di dunia untuk menegakkan syariat Islam dan mengemban dakwah ke segenap penjuru dunia. Selama lebih dari 1300 tahun, khilafah telah berhasil menaungi dunia Islam, menyatukan umat Islam seluruh dunia dan menerapkan syariah Islam secara kaffah. Dengan itu, Islam sebagai rahmat benar-benar dapat diwujudkan. Will Durant, dalam The Story of Civilization, vol. XIII, menulis: Para khalifah telah memberikan keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa besarnya bagi kehidupan dan kerja keras mereka. Para khalifah itu juga telah menyediakan berbagai peluang untuk siapa pun yang memerlukannya dan memberikan kesejahteraan selama berabad-abad dalam wilayah yang sangat luas. Fenomena seperti itu belum pernah tercatat (dalam sejarah) setelah zaman mereka. Kegigihan dan kerja keras mereka menjadikan pendidikan tersebar luas, hingga berbagai ilmu, sastra, filsafat dan seni mengalami kemajuan luar biasa, yang menjadikan Asia Barat sebagai bagian dunia yang paling maju peradabannya selama lima abad. Syariah dan khilafah bagaikan dua sisi dari sekeping mata uang. Tepat sekali ketika Imam Ghazali dalam kitab al-Iqtishd fi al-Itiqd menggambarkan eratnya hubungan antara syariah dan khilafah dengan menyatakan : al-dn uss wa al-shulthhris agama (al-dn) adalah pondasi (ussun) dan kekuasaan (as sulthon) adalah penjaga (hrisun). Lebih lanjut ditegaskan Imam Al Ghazali : Wa m l ussa lahu fa mahdm wa m l hrisa lahu fa dhi apa saja yang tidak ada pondasinya akan roboh dan apa saja yang tidak ada penjaganya akan hilang. Tapi sayang sekali, payung dunia Islam itu kini telah tiada. Pada 1924, Musthafa Kemal Pasha keturunan Yahudi dengan dukungan Inggris, secara resmi menghapuskan Khilafah Islamiyyah yang berpusat di Turki. Akibatnya, umat Islam hidup bagaikan anak ayam kehilangan induk, tak punya rumah pula. Maka, berbagai persoalan, penindasan, penjajahan dan penistaan umat terus berlangsung hingga saat ini. Maka, tepat sekali ketika para ulama menyebut hancurnya khilafah sebagai ummul jarim (induk dari segala kejahatan). Menyadari arti pentingnya khilafah dan betapa vitalnya bagi izzul Islam wal muslimin, umat Islam tidak pernah tinggal diam. Sejak keruntuhannya, umat Islam terus berjuang keras untuk menegakkan kembali khilafah Islam hingga sekarang. Di sepanjang bulan Mei Juni 2013, bertepatan dengan bulan Jumadil Akhir Rajab 1434 H, Hizbut Tahrir Indonesia menyelenggarakan Muktamar Khilafah (MK) di 31 kota di seluruh Indonesia. Puncaknya pada 2 Juni di Gelora Bung Karno, Jakarta yang insya Allah akan diikuti sekitar 100 ribu peserta. Acara ini diselenggarakan sebagai medium untuk mengokohkan visi dan misi perjuangan umat untuk tegaknya kembali kehidupan Islam. Visi dan misi ini penting untuk terus ditegaskan dan dikokohkan terlebih di tengah arus perubahan besar yang tengah terjadi di berbagai belahan dunia. Lihatlah apa yang tengah terjadi di Timur Tengah, juga di kawasan Asia Tengah, Asia Selatan, juga Eropa dan Amerika Serikat (AS). Tema Perubahan Besar dunia Menuju Khilafah itu diambil untuk mengingatkan bahwa perubahan sesungguhnya adalah sebuah keniscayaan. Akan tetapi, perubahan tanpa arah yang benar tidak akan memberi manfaat, seperti yang selama ini terjadi, termasuk di negeri ini. Melalui muktamar itu, HTI ingin menunjukkan arah perubahan yang semestinya adalah menuju tegaknya khilafah. Pesan utama yang ingin disampaikan adalah bahwa umat harus turut serta dan semestinya menjadi motor penggerak utama perubahan politik dimanapun ia berada, termasuk di negeri ini. Perubahan memuju tegaknya khilafah. Berkenaan dengan acara tersebut, Hizbut Tahrir Indonesia melalui Juru bicara Ismail Yusanto, dalam pernyataan pers (05 Mei 2013/24 Jumadil Akhir 1434 H) menyerukan beberapa poin penting. Pertama, menyerukan kepada seluruh umat Islam, khususnya para pimpinan ormas, orpol, ulama, wakil rakyat, anggota TNI/Polri, wartawan, cendekiawan, para pengusaha, para pekerja serta para pemuda dan mahasiswa untuk secara sungguh-sungguh mengamalkan syariah dan berjuang bagi tegaknya syariah di negeri ini. Juga menjadikan perjuangan penegakan syariah sebagai agenda utamanya. Sesungguhnya mengamalkan syariah dalam kehidupan pribadi dan menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara merupakan kewajiban setiap Muslim dan merupakan realisasi dari ibadah kepada Allah SWT. Kedua, mengundang masyarakat untuk hadir dalam acara itu. Jadilah saksi bagi bergeloranya keinginan umat membawa perubahan yang saat ini terjadi menuju terwujudnya kembali kehidupan Islam di bawah naungan khilafah yang akan menerapkan syariah secara kaffah. Ketiga, menyerukan kepada pemerintah untuk memandang acara ini sebagai bagian dari ekspresi dan aspirasi umat Islam yang dijamin oleh undang-undang serta mengajak aparat keamanan untuk mengamankan acara ini hingga bisa berlangsung dengan aman dan tertib. Hasbunallah wa nimal wakiil, SEARCH SEBARKANARTIKELINI: RUBRIKMEDIAUMAT search... Search Anjangsana Aspirasi Bisnis Syariah Cermin Editorial Ekonomi Fokus Headline News Hikmah Konsultasi Kristologi Mancanegara Media Daerah Media Nasional Media Utama Mercusuar Muslimah News Dalam Negeri News Luar Negeri Opini Salam Redaksi Siyasah Syariyyah Sosok Telaah Wahyu Ustadz Menjawab Wawancara Home Tentang Kami Daftar Agen Kontak Download
  • 2. 19/07/13 [105] Muktamar Khilafah 2013: Perubahan Besar Dunia Menuju Khilafah www.mediaumat.com/editorial/4715-105-muktamar-khilafah-2013-perubahan-besar-dunia-menuju-khilafah.html 2/2 mengamankan acara ini hingga bisa berlangsung dengan aman dan tertib. Hasbunallah wa nimal wakiil, nimal maula wa niman nashiir. [] Farid Wadjdi Anjangsana Aspirasi Bisnis Syariah Ekonomi Editorial Cermin Fokus Headline News Hikmah Konsultasi Kristologi Mancanegara Media Daerah Media Nasional Media Utama Mercusuar Muslimah News Dalam Negeri News Luar Negeri Opini Salam Redaksi Siyasah Syariyyah Sosok Untuk menambah keberkahan, disarankan untuk menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya. Developed by SmileBizMedia. All rights reserved Telaah Wahyu Ustadz Menjawab Wawancara