PEMASARAN PRODUK AGROFORESTRY

  • Published on
    30-Jun-2015

  • View
    1.104

  • Download
    10

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Pemasaran produk agroforesti

Transcript

<ul><li> 1. Editor :Leti SundawatiDodik R. NurrochmatPEMASARANPRODUK-PRODUK AGROFORESTRYdraft ke 4d'sainku adv</li></ul><p> 2. PEMASARAN PRODUK-PRODUK AGROFORESTRYPenyusun :Leti SundawatiDodik R NurrochmatLuluk SetyaningsihHerien PuspitawatiSoni TrisonEditor 4:draft Leti ke Sundawatid'sainku advDodik R NurrochmatISBN:ISBN 978- 979-9261-65-6Cetakan PertamaTahun 2008KerjasamaFakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor(IPB)World Agroforestry Centre(ICRAF) 3. KATA PENGANTARSelama ini, kurikulum pengajaran mata kuliah agroforestry terkesan hanyamemperhatikan aspek silvikultur dan sangat kurang dalam memberikanpengetahuan tentang aspek pemasaran. Padahal, keberhasilan sistemagroforestry tidak hanya ditentukan oleh besarnya volume produksi tetapijuga seberapa jauh produk agroforestry yang dihasilkan dapat dipasarkan.Untuk lebih memahami sistem agroforestry secara utuh, pengajar danmahasiswa perlu memiliki kompetensi yang baik tidak hanya dalam aspekhulu (silvikultur) tetapi juga aspek hilir (pemasaran dan bisnis produkagroforestry). Southeast Asian Network for Agroforestry Education(SEANAFE) bekerjasama dengan Jaringan Pendidikan AgroforestryIndonesia (PAFI) dan Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor (IPB)berinisiatif untuk menerbitkan buku Pemasaran Produk Agroforestry.Buku ini dapat digunakan untuk mendukung perkuliahan agroforestry,khususnya dari aspek teori pemasaran, yang melengkapi dua seri ModulTraining of Trainer (ToT) yang diterbitkan SEANAFE dan IPB (2007) yangberjudul Markets for Agroforestry Tree Products yang berisi kasus-kasuspemasaran produk agroforestry di beberapa negara Asia Tenggara danpanduan untuk pengajar.Secara garis besar susunan buku serta penulisnya disajikan dalam tabelberikut ini:draft ke 4d'sainku advTema, Sub Tema, Bab Penjelasan Singkat PenulisTema 1 (BAB 1):Agroforestry di KawasanAsia Tenggara : Kondisidan Trend PengembanganGambaran umum tentang kondisi agroforestry dikawasan Asia Tenggara pada saat ini,peranannya dalam pengembangan ekonomi,serta kesempatan dan tantangannya dalamkaitan dengan pembangunan globalLeti SundawatiTema 2:Kelestarian Agroforestry, Produksi, Perdagangan dan KonsumsiSub Tema 2.1(BAB 2)Pengembangan danKelestarian AgroforestryGambaran umum tentang agroforestry sebagaisuatu sektor pembangunan, konsep kelestarianagroforestry, peranan dan tanggung jawab parapelaku dalam mempertahankan kelestarianagroforestryLeti SundawatiSub Tema 2.2(BAB 3)Konsep dan ProsesPemasaran ProdukAgroforestryPengenalan terhadap dasar-dasar konseppemasaran dan relevansinya denganagroforestry, perubahan skenario agroforestrydan dampaknya terhadap kehidupan petani kecildan masyarakat.Soni TrisonTabel LanjutanKata Pengantar Editor i 4. Tema, Sub Tema, Bab Penjelasan Singkat PenulisTema 3Analisis rantai pemasaran dan pengembangan usaha agroforestrySub Tema 3.1(BAB 4)Analisis RantaiPemasaran ProdukAgroforestryPengenalan terhadap pengertian tataniagadan fungsinya, serta komponen yang terdapatdidalamnya, konsep efisiensi tataniaga daninstrumen untuk mengukurnya serta contohatas efisiensi tataniaga produk agroforestry dinegara-negara berkembang,permasalahannya serta alternativepemecahannyaSub tema 3.2(BAB 5)Pengembangan UsahaAgroforestryGambaran umum tentang konsep perusahaandan kewirausahaan termasuk pengelolaanusaha agroforestry dan strategipengembangan usaha agroforestrySub Tema 3.3(BAB 6)Pengembangan produkagroforestryGambaran umum tentang karakter produkagroforestry dan hirarki produk, sertapengenalan konsep pengembangan produk,tipe produk baru dan proses pengembanganproduk agroforestry baru, serta kendalapengembangan produk baruPengenalan terhadap konsep konsep genderdan konsep ekologi manusia, pembagiangender dalam produksi, pengolahan danpemasaran produk agroforestry serta analisisgender dalam usaha agroforestrydraft ke 4d'sainku advLulukSetyaningsihSoni TrisonLulukSetyaningsihTema 4(BAB 7)Isu Gender dalamAgroforestryHerienPuspitawatiTema 5:Kondisi Pemungkin untuk Pemasaran AgroforestrySub Tema 5.1(BAB 8)Instrumen ekonomi danperdagangan yangberkaitan dengankebijakan dan peraturanyang mempengaruhipemasaran produkagroforestrySuatu kajian tentang pengaruh instrumentekonomi (tariff, subsidi, dll) dalam menjaringpotensi agroforestry bagi keuntungan sektoryang termarjinalkan, dampak dari kebijakandan peraturan-peratutan dalam mendukungatau menghambat inisiatif agroforestry dalamberbagai level serta isu mengenaiperdagangan yang adil (fair trade).Dodik R.NurrochmatSub Tema 5.2.(BAB 9)Tata Kelola Kelembagaandan Pemasaran ProdukAgroforestryGambaran umum tentang penyebab lemahnyakelembagaan pemasaran produk agroforestry,metode analisis kelembagaan pemasaran,serta beberapa kebijakan pemerintah yangdapat menentukan kesuksesan/kegagalankelembagaan pemasaran agroforestry.Dodik R.NurrochmatBuku ini disusun sebagai bagian dari Mainstreaming of Markets forAgroforestry Tree Products yang merupakan lanjutan dari proyekMarkets for Agroforestry Tree Products tahap II oleh Southeast AsianNetwork for Agroforestry Education (SEANAFE) dengan dukungan danadari Sweden International Development Agency (SIDA) melalui Worldii Kata Pengantar Editor 5. Agroforestry Centre (ICRAF). Untuk itu kami mengucapkan terima kasihkepada SIDA dan ICRAF atas bantuannya sehingga buku ini dapatditerbitkan. Selain itu kami juga mengucapkan terima kasih yang takterhingga kepada Dr. Jesus C. Fernandez sebagai koordinator proyekSEANAFE yang telah mempercayai kami untuk menyusun buku ini.Akhirnya, editor dan penulis berharap buku ini dapat bermanfaat untukmemperkaya bahan ajar agroforestry, khususnya yang berkaitan denganaspek pemasaran.Bogor, Oktober 2008Editordraft ke 4d'sainku advKata Pengantar Editor iii 6. draft ke 4d'sainku adviv Kata Pengantar Editor 7. KATA PENGANTAR DARI TECHNICAL ADVISORTHE SOUTHEAST ASIAN NETWORK FOR AGROFORESTRY EDUCATION(SEANAFE)Agroforestry telah dikenal memiliki peranan yang sangat penting dalam membantumengurangi kemiskinan di daerah pedesaan. Kayu bakar, buah-buahan, kacang-kacangan,tanaman obat, bahan baku untuk kerajinan seperti rotan dan bambu, danberbagai produk agroforestry lainnya diproduksi maupun dikumpulkan oleh petani kecildan dijual di pasar-pasar tradisional. Pendapatan yang diperoleh dari produk-produkagroforestry tersebut biasanya menjadi suatu jaring pengaman bagi keluarga-keluargapetani miskin. Namun, masih banyak petani di Asia Tenggara, termasuk dari Indonesia,yang belum memaksimumkan seluruh potensi dari kapasitas produksi mereka karenamereka kurang memiliki akses dan informasi tentang pemasaran, atau karena merekakurang memiliki keahlian atau modal yang dibutuhkan untuk menciptakan pendapatantambahan melalui pengolahan pasca panen dan penambahan nilai.draft ke 4d'sainku advPada sisi lain, hampir sebagian besar program pendidikan dan perkuliahan agroforestrydi Asia Tenggara menempatkan tekanan yang rendah terhadap aspek pemasaranagroforestry, khususnya kaitan antara produsen dan konsumen, pasar, pengolahanpasca panen dan sistem penghidupan skala kecil. Dalam sebagian besar kasus,pendidikan agroforestry di kawasan ini masih bisa ke arah produksi atau sisi penawarandari produksi. Aspek-aspek permintaan, jika pun dibahas, hanya secara singkat paling-palingmerupakan sebuah topik saja. Untuk lebih memahami dan mempromosikanbagaimana agroforestry dapat berkontribusi terhadap pengentasan kemiskinan,pengajar dan mahasiswa perlu meningkatkan kompetensi mereka berkaitan denganaspek-aspek bisnis.Dalam konteks tersebut di atas the World Agroforestry Centre (ICRAF)-Kantor RegionalAsia Tenggara dan the Southeast Asian Network for Agroforestry Education (SEANAFE)melakukan suatu proyek tentang Markets for Agroforestry Tree Products (MAFTP) daritahun 2005 sampai tahun 2007. Secara umum proyek ini bertujuan untuk memperkuatkonten program pendidikan agroforestry diantara 88 lembaga yang menjadi anggotaSEANAFE di Indonesia, Laos, Phillipine, Thailand dan Vietnam melalui pengembangankerangka kurikulum dan bahan pengajaran berbasis pemasaran. Proyek ini juga didesainuntuk meningkatkan kapasitas pengajar dan kualitas lulusan dalam bidang ini. Untukmencapai tujuan tersebut, SEANAFE membentuk tim-tim pengajar multi disiplin dariv Kata Pengantar Technical Advisor 8. lembaga pendidikan yang menjadi anggota SEANAFE untuk melaksanakan kegiatan-kegiatansebagai berikut: (a) pelatihan tingkat ASEAN untuk menyamakan kondisipengetahuan terkini tentang dua macam topik (agroforestry dan pemasaran), (b)melakukan studi kasus di masing-masing negara (Indonesia, Laos, Phillipine, Thailand,Vietnam), (c) workshop untuk menyusun kerangka kurilulum dan bahan ajarberdasarkan hasil-hasil dari studi kasus, (d) menterjemahkan hasil-hasil proyek ke dalambahasa nasional masing-masing negara anggota, (e) melaksanakan training di dalamnegeri untuk 100 pengajar dalam menggunakan kerangka kurikulum dan bahan-bahandari studi kasus, dan (f) pengarus utamaan hasil-hasil proyek.Buku Pemasaran Produk-produk Agroforestry ini merupakan salah satu hasil proyekpada tingkat nasional dari Tim Indonesia sebagai bagian dari kegiatan pengarusutamaan hasil-hasil proyek. Materi ini merupakan suatu konsolidasi pengalaman TimIndonesia dari mengajarkan berbagai tema dari kerangka kurikulum MAFTP pada saatpelaksanaan pelatihan MAFTP pada bulan Juli 2007.draft ke 4d'sainku advSEANFE mengucapkan selamat kepada Tim Indonesia untuk hasil yang sangat relevanini dan diharapkan buku tersebut dapat membantu para pengajar dari lembaga yangmenjadi anggota Indonesian Network on Agroforestry Education (INAFE) atau JaringanPendidikan Agroforestry Indonesia (PAFI) agar dapat secara mudah dan efektifmengajarkan MAFTP kepada mahasiswa mereka. Buku tersebut merupakan bahan ajartambahan yang sesuai sekali dengan the Teachers Guide on Markets for AgroforestryTree Products: Curricular Framework and Case Studies yang dibuat SEANAFE padatahun 2007.SEANAFE berbagi harapan dengan INAFE/PAFI bahwa buku ini dapat mendorongdiskusi-diskusi lebih lanjut diantara para pengajar di Indonesia dalam bidangagroforestry dan yang berkaitan dengan hal tersebut dan pada akhirnya memperkayakonten dan penyampaian pengajaran.Jesus C. FernandezSEANAFE Technical AdvisorKata Pengantar Technical Advisor vi 9. DAFTAR ISIPengantar dari Direktur World Agroforestry Center. iPengantar dari Editor. iiDaftar Isi iiiDaftar Tabel. ivDaftar Gambar v1 Agroforestry di Asia Tenggara: Kondisi dan Trend PengembanganOleh: Leti Sundawati 1-12 Pengembangan dan Kelestarian AgroforestryOleh: Leti Sundawati 2-13 Konsep dan Proses Pemasaran Produk AgroforestryOleh: Soni Trison.. 3-14 Analisis Rantai Nilai Pemasaran AgroforestryOleh: Luluk Setyaningsih.. 4-15 Pengembangan Usaha Agroforestrydraft ke 4d'sainku advOleh: Soni Trison.. 5-16 Pengembangan Produk AgroforestryOleh: Luluk Setyaningsih.. 6-17 Isu Gender Di Rumah tangga Dalam AgroforestryOleh: Herien Puspitawati.. 7-18 Kebijakan Ekonomi dan Perdagangan Produk agroforestry.Oleh: Dodik Ridho Nurrochmat. 8-19 Tatakelola Kelembagaan Pemasaran AgroforestryOleh: Dodik Ridho Nurrochmat. 9-1vii Daftar Isi 10. DAFTAR TABEL3-1 Pendapatan Kotor Rata-Rata Kebun Campuran per ha per tahun.... 3-154-1 Pelaku pasar kelapa dan peranya di Propinsi Quezon Phillipina....... 4-74-2 Biaya usaha tani mete (Rp/ha/rotasi) pada luasan lahan berbeda... 4-104-3 Biaya usaha tani dan biaya produksi Mete (Rp/kg)........................ 4-114-4 Hasil Analisis Margin Pemasaran (Marketing Margin)... 4-174-5 Hasil Analisis Margin Keuntungan (Profit Margin) 4-184-6 Hasil Analisa Efisiensi Operasional (Mark-up on selling).. 4-194-7 Margin Pemasaran, Share Produsen, Distribusi Keuntungan,dan Volume Penjualan Buah Manggis di Kecamatan Lingsar,Lombok Barat,2004.. 4-196-1 Contoh Indikator Penilaian Gagasan.. 6-97-1 Perbedaan Konsep Jenis Kelamin (Seks) dan Gender..................... 7-37-2 Stereotipe Sifat Perempuan dan Laki-laki..................................... 7-47-3 Sebaran Responden Berdasarkan Peran Gender Dalamdraft ke 4d'sainku advKegiatan Domestik dan Sosial di Desa Rejosari, Wonogiri(n=28) (Hutagaol,dkk, 2007). 7-117-4 Sebaran Responden Berdasarkan Peran Gender DalamKegiatan Keuangan Usaha Ekonomi dan Usaha Mete(n=28) (Hutagaol, dkk, 2007) 7-177-5 Sebaran Responden Berdasarkan Pemrakarsa StrategiUsahatani Marketing Mete (Hutagaol,dkk, 2007) 7-187-6 Analisis Gender Terhadap Kegiatan Usaha Mete(Hutagaol, dkk, 2007)............................................................... 7-217-7 Analisis Gender Terhadap Dampak, Kesempatan dan KendalaKegiatan Sosial- Ekonomi dan Budaya serta LingkunganAlam (Hutagaol, dkk, 2007) 7-227-8 Sebaran Responden Berdasarkan Prospek dan Harapan KomoditiMete (Hutagaol, dkk, 2007) 7-237-9 Sebaran Responden Berdasarkan Tingkat KepuasaanTerhadap Keadaan Kehidupan dan Gaya ManajemenSaat ini (Hutagaol, dkk, 2007).. 7-249-1 Data Perekonomian yang Diperlukan Dalam RangkaAnalisis Kelembagaan Pemasaran Produk Agroforestry.................. 9-11Daftar Isi viii 11. DAFTAR GAMBAR2-1 Posisi agroforestry dalam kebijakan pembangunan vs kenyataandi lapangan (Sumber: van Noordwijk, 2004) 2-22-2 Tiga Pilar Kelestarian Menurut the World Summit 2005(Sumber: Wikipedia).. 2-32-3 Skema ancaman kelestarian pertanian, lingkaran dalamadalah bersifat agronomis dan lingkaran luar lebih fokus kepadaisu lingkungan dan pasar (Sumber: Hairiah dan vanNoordwijk, 2004) 2-52-4 Pelaku agroforestry dan hubungan antar pelaku.. 2-93-1 Konsep Pemasaran. 3-23-2 Bauran Pemasaran. 3-43-3 Pola Umum Saluran Pemasaran Produk-produk Pertaniandi Indonesia 3-83-4 Saluran Pemasaran Pisang dari Desa 4Sekitar HPGW.. 3-83-5 Saluran Pemasaran Kelapa dari Desa Sekitar 3-6 Saluran Pemasaran draft ke d'sainku Kapulaga dari Desa Sekitar advHPGW.. 3-9HPGW. 3-93-7 Saluran Pemasaran Ubi Kayu dari Desa Sekitar HPGW. 3-103-8 Saluran Pemasaran Daun Aren dari Desa Sekitar HPGW.. 3-103-9 Saluran Pemasaran Batang Aren dari Desa Sekitar HPGW.. 3-103-10 Saluran Pemasaran Rambutan dari Desa Sekitar HPGW 3-113-11 Saluran Pemasaran Bambu dari Desa Sekitar HPGW.. 3-113-12 Saluran Pemasaran Kayu Rakyat dari Desa Sekitar HPGW.. 3-113-13 Saluran Pemasaran Getah Damar (Damar Batu) dari Desa SekitarHPGW 3-123-14 Saluran Pemasaran Buah Manggis Desa Pangradin,Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor Tahun 1999(Shausan, 2000). 3-123-15 Jalur Pemasaran Jahe di Desa Kalapanunggal,Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi(Assary, 2001). 3-133-16 Saluran Pemasaran Cabai Merah Keriting di Desa Cisarua,Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor (Pertiwi, 2000). 3-133-17 Saluran Pemasaran Hasil Hutan Rakyat (Kayu) DesaSumberejo, Kecamatan Batuwarno, Kabupaten Wonogiriix Daftar Isi 12. (Prabowo, 1999 dalam Suharjito, 2000).. 3-133-18 Pendapatan Kotor Rata-Rata Kebun Campuran per ha per tahun..... 3-153-19 Pendapatan Bersih Rata-rata Antara Kebun Campuran danMonokultur per ha per tahun 3-164-1 Diagram Komponen-Komponen dalam Saluran Pemasaran(Roshetk,J.M. dan Yuliyanti.2001).............................................. 4-34-2 Jumlah kontak yang terjadi pada sistem distribusi produk...</p>

Recommended

View more >