Portofolio Asuransi

  • Published on
    20-Nov-2014

  • View
    1.562

  • Download
    12

Embed Size (px)

DESCRIPTION

 

Transcript

<ul><li> 1. Abdul Hadi ( 20213019 ) Adilah Layung Santini ( 20213201 ) Aji Asmoro Putro ( 20213524 ) Aldi Nur Pratama ( 29213961 ) Andini Predita Sari ( 20213898 ) Annisa Hidayati Amal ( 21213136 ) Asiska Setia Hastuti ( 21213438 ) Aris Setiawan ( 21213364 ) Bella Rizki ( 21213697 ) Budi Setianto ( 21213808 ) Kelas : 1EB18 Mata Kuliah : Perekonomian Indonesia Tugas : Softskill (Portofolio Asuransi ) </li></ul><p> 2. ASURANSI PORTOFOLIO PERUSAHAAN 3. PENDAHULUAN ASURANSI JIWA ASURANSI KECELAKAAN PENUMPANG ASURANSI KEBAKARAN ASURANSI KECELAKAAN DIRI ASURANSI KREDIT ASURANSI PENEGANKUTAN DARAT ASURANSI REKAYASA ASURANSI PERUSAHAAN 4. ASURANSI SOSIAL PENUTUPAN ASURANSI 5. PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG PT. Asuransi Jasa Indonesia 6. Pengertian Asuransi (Insurance) Asuransi dalam Undang-Undang No.2 Th 1992 tentang usaha perasuransian adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan atau tanggung jawab hukum pihak ke tiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan. Pihak yang menyalurkan risiko disebut "tertanggung", sedangkan pihak yang menerima resiko disebut "penanggung". Perjanjian antara kedua pihak ini disebut kebijakan: ini adalah sebuah kontrak legal yang menjelaskan setiap istilah dan kondisi yang dilindungi. Biaya yang dibayar oleh "tertanggung" kepada "penanggung" untuk risiko yang ditanggung, selanjutnya disebut "premi". Ini biasanya ditentukan oleh "penanggung" untuk dana yang bisa diklaim 7. Pentingnya Asuransi Dalam Financial Planning, asuransi memegang peranan yang sangat penting bagi kita untuk mencapai tujuan keuangan (Financial Objectives) kita. Asuransi juga melindungi kita dalam mengumpulkan kekayaan untuk mencapai financial independent, oleh karenanya asuransi dalam financial planning disebut sebagai Wealth Protection (pelindung kekayaan). Tiga resiko utama dalam kehidupan kita sebagai manusia adalah : 1.Mati terlalu muda 2.Hidup terlalu lama dan 3.Mati tidak - Hidup tidak (sakit/disabilities). 8. Kenapa kita perlu dilindungi oleh asuransi? Jawabannya karena anda sebagai orang yang memberikan penghasilan bagi keluarga anda, untuk itu anda harus menyadari penghasilan anda sangat berarti bagi kehidupan anda dan keluarga anda, bukan juga berarti menggantikan jiwa anda dengan suatu nilai ekonomis, karena jiwa anda tak ternilai harganya tetapi lebih kepada apresiasi terhadap diri anda sebagai kepala rumah tangga yang memiliki tanggungan istri dan anak. Apakah anda sudah yakin bahwa nilai pertanggungan asuransi anda sudah mencukupi apabila anda mengalami salah satu resiko utama di atas? Kita tidak dapat mengatakan bahwa nilai pertanggungan asuransi kita belum mencukupi (under insure) atau sebaliknya mungkin saja kita sudah melebihi kebutuhan (over insure), sehingga premi asuransi yang kita bayarkan sudah tidak efisien. 9. Cukup tidaknya asuransi kita sangat tergantung dengan rencana keuangan kita, dengan melakukan perencanaan keuangan keluarga yang komprehensif (comprehensive Financial Planning) kita dapat mengetahui berapa jumlah nilai pertanggungan yang dibutuhkan dalam perencanaan asuransi (Insurance Planning). Secara umum Asuransi terbagi dalam 3 jenis, yaitu : Asuransi jangka waktu (term life insurance) Asuransi seumur hidup (whole life insurance) Asuransi multi guna (endowment life insurance) Selain asuransi di atas asuransi yang kita butuhkan dalam perencanaan keuangan, asuransi kesehatan juga sangat dibutuhkan terutama dalam perencanaan pensiun (retirement planning). Pentingnya asuransi dalam perencanaan keuangan dapat juga dilihat dari sudut yang berbeda bahwa asuransi adalah pihak yang melanjutkan rencana keuangan kita apabila salah satu resiko menimpa diri kita. Asuransi akan menghidupi keluarga kita termasuk anak-istri kita dari nilai pertanggungan yang diterima, asuransi juga akan membayar semua biaya pendidikan anak-anak kita. 10. Dalam dunia asuransi yang dimaksud risiko adalah, apabila risiko tersebut diartikan sebagai ketidak pastian yang menimbulkan kerugian (Uncertainty of loss), yang dimaksud disini kerugian daIam arti financial (financial risk), dimana kerugian tersebut dapat dinilai secara financial atau dinilai dengan KLASIFIKASI RISIKO Speculative Risks (Risiko Spekulatif) Risiko spekulatif adalah risiko yang memberikan kemungkinan untung (gain) atau rugi (loss) atau tidak untung dan tidak rugi (break even). Risiko Spekulatif disebut juga risiko dinamis (dynamic risk). Contoh: - Risiko dalam dunia perdagangan (kemungkinan untung atau rugi) 11. Pure Risks (Risiko murni) Risiko yang hanya mempunyai satu akibat yaitu kerugian. Sehingga tidak ada orang yang akan menarik keuntungan dari risiko ini. Contoh: - Kebakaran Fundamental Risk - (Risiko fundamental) Risiko yang sebab maupun akibatnya impersonal (tidak menyangkut seseorang). dimana kerugian yang timbul dari risiko yang bersifat fundamental biasanya tidak hanya menimpa seorang individu melainkan menimpa banyak orang. Contoh : - Gempa bumi - perang - Inflasi - dll Risiko yang sifatnya fundamental dapat timbul misalnya dari : 1. Sifat masyarakat dimana kita hidup. 2. Dari peristiwa-peristiwa phisik tertentu yang terjadi 12. Particular Risks (Risiko khusus) Risiko khusus dimana risiko ini disebabkan oleh peristiwa-peristiwa individual dan akibatnya terbatas. Contoh: - Pencurian Guna Klasifikasi Risiko Klasifikasi risiko berguna dalam rangka menetapkan apakah suatu risiko dapat diasuransikan atau tidak dan untuk menentukan apakah suatu risiko lebih tepat ditangani oleh pemerintah atau diserahkan kepada lembaga asuransi komersial. Risiko yang dapat diasuransikan dan risiko yang tidak dapat diasuransikan Risiko spekulaif tidak dapat diasuransikan karena pada risiko ini terdapat kemungkinan untuk mendapatkan keuntungan. Risiko murni dapat diasuransikan karena hanya mempunyai satu kemungkinan yaitu mendatangkan kerugian, tetapi berdasarkan pertimbangan secara yuridis maupun komersial tidak semua risiko murni dapat diasuransikan. Risiko fundamental; biasanya asuransinya dikelola oleh pemerintah, hal ini dikarenakan akibat dari risiko ini dalam jumlah dan area yang luas. 13. Hubungan Risiko dan Asuransi Risiko adalah bahaya, akibat atau konsekuensi yang dapat terjadi akibat sebuah proses yang sedang berlangsung atau kejadian yang akan datang. Dalam bidang asuransi, risiko dapat diartikan sebagai suatu keadaan ketidakpastian, di mana jika terjadi suatu keadaan yang tidak dikehendaki dan dapat menimbulkan suatu kerugian atau lebih singkatnya risiko adalah kemungkinan kejadian yang merugikan. Risiko itu sangat dekat dengan hidup kita sehari-hari. Ada 5 jenis risiko yang paling sering terjadi : 1. Kematian 2. Kecelakaan 3. Sakit 4. Musibah pada Properti (rumah dan kendaraan, barang-barang dagangan, dll) 5. PHK (kalau Anda karyawan), dan Kebangkrutan (kalau Anda pengusaha) 14. Prinsip-Prinsip Asuransi (Insurance Principles) Dalam menyeleksi dan menerima calon pelanggan yang ingin membeli produk asuransi, Perusahaan asuransi menggunakan 6 (enam) prinsip dasar untuk memutuskan apakah pelanggan tersebut layak untuk diasuransikan. Kepentingan yang dipertanggungkan (Insurable Interest) Adalah berarti pelanggan mempunyai suatu kepentingan yang dapat diasuransikan. Hal ini timbul dari hubungan finansial yang diakui hukum. Itikad terbaik (Utmost Good Faith) Adalah merupakan prinsip bahwa setiap tertanggung berkewajiban memberitahukan secara jelas dan teliti mengenai segala fakta penting yang berkaitan dengan obyek yang diasuransikan serta tidak mengambil untung dari asuransi. Prinsip ini juga berlaku bagi perusahaan asuransi, yaitu kewajiban menjelaskan risiko yang dijamin maupun yang dikecualikan secara jelas dan teliti. 15. Insurable Risk Insurable Risks adalah risiko-risiko yang dapat di asuransikan. Maksudnya adalah tidak mungkin bagi para penanggung untuk menutup (mengasuransikan) segala risiko. Risiko yang dapat ditutup oleh para penanggung adalah hanya risiko-risiko yang dapat diasuransikan (insurable risks). Karakteristik dari risiko-risiko yang dapat dipertanggungkan meliputi hal-hal sebagai berikut : Risiko tersebut dapat menimbulkan suatu kerugian yang dapat diukur dengan uang (financial value). Contohnya, kerusakan harta benda dimana tingkat ganti rugi dapat diukur dari biaya perbaikannya. Harus ada sejumlah besar risiko yang sama dengan risiko itu, sehingga perusahaan asuransi dapat menggunakan statistik kerugian yang telah tersedia. Risiko itu adalah risiko murni, sehingga usaha untuk mencari keuntungan dari adanya kerugian dapat dicegah. 16. Fungsi-Fungsi Asuransi Risk Transfer Asuransi adalah suatu mekanisme pengalihan risiko (a risk transfer mechanism), dengan mana seseorang atau perusahaan dapat memindahkan beberapa kepastian hidupnya kepada pihak lain (penanggung). Dengan membayar suatu premi yang telah diketahui jumlahnya (biasanya suatu jumlah yang sangat kecil dibandingkan dengan kerugian potensial), kerugian itu dapat dialihkannya kepada seorang penanggung. Tanpa asuransi, seseorang atau suatu perusahaan akan menghadapi banyak ketidakpastian, baik tentang apakah suatu kerugian akan terjadi, maupun tentang berapa besar kerugiaan itu benar-benar terjadi. The Common Pool Premi-premi yang diterima oleh penanggung dari para tertanggung dihimpun oleh penaggung sebagai suatu dana (fund) atau pool untuk jenis risiko yang sama. Klaim-klaim dibayar dari pool ini. Premi yang Seimbang (Equitable Premiums) Setiap pihak yang ingin mengasuransikan akan membawa kepada fund atau pool tersebut ke tingkat-tingkat risiko yang berbeda-beda antara satu dengan lainnya. Sebuah rumah tinggal dengan konstruksi kayu, misalnya memberikan hazards yang berbeda dari sebuah rumah yang dibangun dengan batu bata. 17. Polis Asuransi Makna dan Fungsi Polis Polis merupakan dokumen yang berisi kesepakatan Perjanjian antara nasabah (pihak tertanggung) dan perusahaan asuransi (penanggung) berkenaan dengan resiko yang akan dipertanggungkan. Fungsi polis bagi nasabah asuransi adalah: Sebagai bukti tertulis atas jaminan penanggungan untuk mengganti kerugian yang mungkin diderita oleh nasabah yang ditanggung oleh polis. Sebagai bukti pembayaran premi kepada pihak asuransi Sebagai bukti otentik untuk menuntut pihak asuransi bila lalai atau tidak memenuhi jaminannya. Fungsi polis bagi perusahaan asuransi adalah: Sebagai bukti atau tanda terima premi asuransi dari nasabah. Sebagai bukti tertulis atas jaminan yang diberikannya kepada nasabah untuk membayar ganti rugi yang mungkin di derita oleh tertanggung. Sebagai bukti otentik, untuk menolak tuntutan ganti rugi atau klaim bila penyebab kerugian tidak memenuhi syarat yang tertera dalam polis. 18. Macam-macam Polis Polis ditaksir Polis ditaksir atau valued policy merupakan polis yang jumlah harga pertanggungannya ditaksir. Di dalam polis dicantumkan syarat valued at atau so valued. Polis ini dapat berupa polis perjalanan atau polis waktu atau polis yang lainnya. Untuk harga pertanggungan Rp 10.000.000,- misalnya, maka di dalam polis dicantumkan valued at Rp. 10.000.000,- atau Rp. 10.000.000,- so valued. Berarti harga pertanggungan yang disetujui oleh penanggung dan tertanggung adalah sebesar Rp. 10.000.000,- tidak menjadi soal apakah harga yang sebenarnya (real value) lebih besar atau lebih kecil dari itu. Bila dialami total loss, maka ganti rugi Rp. 10.000.000,- asalkan total loss diakibatkan oleh resiko (bahaya) yang ditanggung oleh polis. Bila dialami partial loss, maka ganti rugi sesuai dengan kerugian. 19. Polis tidak ditaksir Polis tidak ditaksir atau unvalued policy merupakan kebalikan dari valued policy. Harga pertanggungan yang dicantumkan dalam polis diperlukan sebagi dasar untuk perhitungan premi asuransi dan batas maksimal ganti rugi. Bila harga pertanggungan Rp. 5 juta dan harga yang sebenarnya (real value) hanya Rp. 4 juta maka apabila dialami total loss mka ganti ruginya sesuai dengan real value. Juka dialami partial loss Rp 1 juta, maka ganti rugi Rp 1 juta karena jumlah ini merupakan kerugian yang sebenarnya. Bila barang yang rusak itu masih bias dijual Rp 500.000,- maka ganti rugi Rp. 500.000,-. Bila harga pertanggungan Rp. 5 juta dan harga realnya Rp. 6 juta. Bila dialami total loss, maka yang diganti Rp 5 juta. Kelebihan yang Rp. 1 juta dianggap tidak diasuransikan. 20. Polis Polis Kontrak: Polis Terbuka/ Open Policy, adalah polis yang melindungi atau menanggung suatu jenis barang atau harta milik, tetapi dengan membiarkan barang atau harta milik itu terbuka ( berubah-ubah) jumlahnya yang ditanggung. Polis Penutupan Terbuka/ Open Cover Policy, adalah polis yang melindungi sejumlah barang yang memerlukan beberapa kali pengiriman selama suatu jangka waktu tertentu, biasanya selama 12 bulan. Polis Deklarasi/ Declaration Policy, adalah polis yang menjamin setiap pengiriman barang selama suatu jangka waktu tertentu, biasanya selama satu tahun, tetapi polis ini dapat berlangsung secara otomatis dari tahun ke tahun sehungga polis deklarasi disebut juga polis berjalan atau running policy Polis Pauchal/ Polis Penebusan, adalah polis yang menanggung lebih dari satu macam interest yang berada di tempat umum sekalipun terpisah pisah, selama suatu jangka waktu tertentu. Polis Kontrak Panen, adalah polis yang menanggung risiko atas komoditi hasil pertanian yang diekspor dari Indonesia ke Eropa atau ke Amerika. Pertanggungan mulai berlaku sejak hasilbumi dipungut ( dipanen). Biaya Polis. besarnya biaya polis ditentukan sendiri oleh 21. Definisi premi asuransi Premi asuransi adalah sejumlah uang yang dibayarkan oleh seorang pemegang polis kepada perusahaan asuransi sehubungan dengan adanya perjanjian pertanggungan yang dituangkan dalam polis asuransi. Jenis premi Jenis premi dalam Prulink Assurance Account dibedakan menjadi premi berkala, premi pru saver ( investasi ) dan premi tunggal. Premi berkala dan premi pru saver wajib dibayarkan secara berkala sesuai periode pembayaran yang dipilih apakah bulanan, triwulan atau tahunan. Sedangkan premi tunggal bukan merupakan kewajiban, hal ini merupakan inisiatif nasabah sendiri untuk menginvestasikan sejumlah kas untuk dibelikan dalam unit unit investasi. 22. ASURANSI JIWA Prisip Gotong Royong Salah satu hal yang penting yang terkandung dalam perjanjian asuransi, yaitu adanya prinsip gotong royong. Prinsip gotong royong adalah suatu prinsip yang mendasarkan kepada penyelesaian suatu masalah secara bersama-sama, saling tolong-menolong atau bantu-membantu. Prinsip ini lahir didasarkan pada pemikiran bahwa persoalan akan lebih mudah diselesaikan bersama daripada diselesaikan sendiri. 23. Makna Asuransi Jiwa Asuransi jiwa adalah program perlindungan ter...</p>