Resensi sepatu dahlan

  • Published on
    23-Jul-2015

  • View
    237

  • Download
    10

Embed Size (px)

Transcript

<p>Assalamualaikum</p> <p>AssalamualaikumNAMA KELOMPOK : (01) Abdul Aziz(24) Nita Dewi Mardiana (28) Rahayu Ningtias (33) Risa Eka Ichwanah (34) Shabrina FirliRESENSI NOVEL</p> <p>SEPATU DAHLANMenjalani Hidup Dengan Apa AdanyaJudul : Sepatu DahlanPenulis: Khrisna PabicharaPenerbit : Noura Books, JakartaTahun Terbit : Mei 2012Tebal : 369 HalamanHarga Novel: Rp. 62.500,- Ukuran : 14 x 21 cmNovel berjudulSepatu Dahlankarya Khrisna Pabichara, menceritakan kisah nyata perjalanan hidup salah seorang tokoh Menteri BUMN semasa kecil dan remajanya, Dahlan Iskandar. Bagaimana perjuangan Dahlan kecil demi mendapatkan pendidikan, susah payah yang ia dapatkan semasa sekolah hingga perjuangannya mendapatkan sepasang sepatu untuk digunakannya saat bersekolah. Kisah di buku ini membangkitkan semangat setiap orang yang membacanya karena berisi pesan moral yang sangat kuat. Salah satunya, setiap orang berhak atas keberhasilan dalam hidupnya. Tidak peduli dia lahir dari keluarga miskin sekalipun. Ditulis dengan jelas dan cerita terasa hidup dari berbagai gambaran lingkungan serta penonjolan karakter-karakter tokoh yang ada pada novel ini. Alurnya sederhana, cerita bermula dari seorang pria paruh baya yang bersiap-siap menjalani operasi liver. Pria ini, Dahlan Iskan kemudian teringat bahwa dulu almarhumah ibunya juga meninggal karena penyakit yang sama. Kisah mengalami flashback ke Kebon Dalem, sebuah desa terpencil tempat Dahlan kecil dibesarkan. Di sini, Dahlan menjalani kehidupan yang sangat keras hingga membentuknya menjadi pribadi yang tegar dan pantang menyerah. Selain keprihatinan demi keprihatinan yang menjadi teman hidup Dahlan, cerita tetap menjadi logis dengan penceritaan masa kanak-kanak Dahlan yang menyenangkan bersama sahabat-sahabatnya di kampung kecil itu, masa-masa sekolahnya di pesantren sampai saat pertama kali Dahlan merasakan cinta. </p> <p>Ada bagian yang terjadi missing link. Semisal antara bab 6 ke bab 7, dari membahas mengenai tim voli sekolahan berubah ke kehidupan Dahlan kecil, sehingga agak susah mencerna bagian tersebut. Namun satu yang pasti, kita akan sepakat bahwa novel ini sangat inspiratif.Secara keseluruhan Khrisna Pabichara telah berhasil menjadikan kisah ini sebanding dengan Laskar pelangi ataupun Negeri Lima Menara. Bukan tak mungkin buku ini nantinya berpotensi difilmkan juga. Sikap menjunjung harga diri yang hakiki sering di ulas dalam berbagai dialog dalam novel ini, seperti nasihat dari tokoh Kiyai Irsjad untuk anak didiknya di Pesantren Takeran, bahwa syarat untuk menjadi pemimpin itu tak perlu menjadi orang kaya atau berada dahulu, cukuptahu diri, harus pandai menakar diri, mengukur kemampuan dan pandai bekerjasama. Bukan hanya cerita seorang Dahlan yang memimpikan punya sepatu dan sepeda, lebih dari itu. Cerita dalam novel ini sangat banyak inspirasi yang bisa dipetik dan cocok dibaca untuk semua kalangan. Cara pandang hidup yang sangat bijaksana serta cara mendidik anak yang tepat bisa diambil dari kisah ini. PenjabaranIDENTITAS BUKUJudul : Sepatu DahlanPenulis: Khrisna PabicharaPenerbit : Noura Books, JakartaTahun Terbit : 2012Tebal : 369 HalamanHarga Novel: Rp. 62.500,- Ukuran : 14 x 21 cmTUJUAN RESENSIMenceritakan kisah nyata perjalanan hidup salah seorang tokoh Menteri BUMN semasa kecil dan remajanya, Dahlan Iskandar. Berhasil menjadikan kisah ini sebanding dengan Laskar pelangi ataupun Negeri Lima Menara. TUJUAN RESENSATOR Kisah di buku ini membangkitkan semangat setiap orang yang membacanya karena berisi pesan moral yang sangat kuat. KELEMAHAN DAN KEUNGGULANKeunggulan : Pada setting dan penokohan. Cerita terasa hidup dari berbagai gambaran lingkungan serta penonjolan karakter-karakter tokoh yang ada pada novel ini.Kelemahan : Pada alur. Ada bagian yang terjadi missing link. Semisal antara bab 6 ke bab 7, dari membahas mengenai tim voli sekolahan berubah ke kehidupan Dahlan kecil, sehingga agak susah mencerna bagian tersebut. </p> <p>NILAI BUKUBuku ini cocok dibaca untuk semua kalangan. Wassalamualaikum</p>