Sejarah Singkat tentang Muhammadiyah

  • Published on
    25-May-2015

  • View
    3.560

  • Download
    3

Embed Size (px)

Transcript

<ul><li> 1. MUHAMMADIYAHPada Mulanya... Munawwar KhalilS</li></ul> <p> 2. SS 3. Dari Sebuah Ayat SS Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umatyang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. 4. Inspirasi Al-Quran Surat Ali Imran 104 S Muhammadiyah ingin menghadirkan Islam bukan sekadar sebagaiajaran transendensi yang mengajak pada kesadaran iman dalam bingkai tauhid semata. S Bukan sekadar Islam yang murni, tetapi tidak hirau terhadap kehidupan,apalagi Islam yang murni itu sekadar dipahami secara parsial. S Namun, lebih jauh lagi Islam ditampilkan sebagai kekuatan dinamis untuktransformasi sosial dalam dunia nyata kemanusiaan melalui gerakan humanisasi (mengajak pada serba kebaikan) dan emanisipasi atau liberasi (pembebasan dari segala kemunkaran), sehingga Islam diaktualisasikan sebagai agama langit yang membumi, yang menandai terbitnya fajar baru reformisme atau modernisme Islam di Indonesia. 5. Maksud dan Tujuan Muhammadiyah S Menyebarkan pengajaran Igama Kangjeng Nabi MuhammadShallalahu Alaihi Wassalam kepada penduduk Bumiputra di dalam residensi Yogyakarta, dan memajukan hal Igama kepada anggautaanggautanya. S Terdapat hal menarik, bahwa kata memajukan (dan sejak tahun 1914ditambah dengan kata menggembirakan) dalam pasal maksud dan tujuan Muhammadiyah merupakan kata-kunci yang selalu dicantumkan dalam Statuten Muhammadiyah pada periode Kyai Dahlan hingga tahun 1946 . 6. S 7. Faktor-Faktor Pendorong Lahirnya Muhammadiyah Umat Islam tidak memegang teguh tuntunan Al-Quran dan Sunnah Nabi, sehingga menyebabkan merajalelanya syirik, bidah, dan khurafat, Islam tidak memancarkan sinar kemurniannya lagi; Ketiadaan persatuan dan kesatuan di antara umat Islam serta ketiadaan suatu organisasi yang kuat; Kegagalan dari sebagian lembaga-lembaga pendidikan Islam dalam memprodusir kader-kader Islam, karena tidak lagi dapat memenuhi tuntutan zaman; Umat Islam kebanyakan hidup dalam alam fanatisme yang sempit, bertaklid buta serta berpikir secara dogmatis, berada dalam konservatisme, formalisme, dan tradisionalisme; Keinsyafan akan bahaya yang mengancam kehidupan dan pengaruh agama Islam, serta berhubung dengan kegiatan misi dan zending Kristen di Indonesia yang semakin menanamkan pengaruhnya di kalangan rakyat (Junus Salam, 1968: 33) 8. BACKGROUND Membersihkan Islam di Indonesia dari pengaruh dan kebiasaan yang bukan IslamReformulasi doktrin Islam dengan pandangan alam pikiran modernMempertahankan Islam dari pengaruh dan serangan luarReformulasi ajaran dan pendidikan Islam(H.A. Mukti Ali, dalam Sujarwanto &amp; Haedar Nashir, 1990: 332). 9. Langkah Pembaharuan Kyai Dahlan Membersihkan aqidah Islam dari segala macam syirik Membersihkan cara-cara ibadah dari bidahTauhidPemahaman IslamAdaby Darban : 2000 Merombak taklid &amp; memberikan kebebasan dalam ber-ijtihadIbadahMuamalah Membersihkan kepercayaan dari khurafat 10. Langkah Reformasi Kyai Dahlan S Memadukan pelajaran agama dan umum. S Merupakan pembaruan karena mampu mengintegrasikan aspekiman dan kemajuan, sehingga dihasilkan sosok generasi muslim terpelajar yang mampu hidup di zaman modern tanpa terpecah kepribadiannya . S Lembaga pendidikan Islam modern bahkan menjadi ciri utamakelahiran dan perkembangan Muhammadiyah, yang membedakannya dari lembaga pondok pesantren kala itu. Pendidikan Islam modern itulah yang di belakang hari diadopsi dan menjadi lembaga pendidikan umat Islam secara umum. Kuntowijoyo : 1985 11. Teologi Amal Kyai Dahlan S Gagasan dan pelajaran tentang Surat Al-Maun, merupakan contohlain yang paling monumental dari pembaruan yang berorientasi pada amal sosial-kesejahteraan, yang kemudian melahirkan lembaga Penolong Kesengsaraan Oemoem (PKU). Langkah momumental ini dalam wacana Islam kontemporer disebut dengan teologi transformatif, karena Islam tidak sekadar menjadi seperangkat ajaran ritual-ibadah dan hablu minallah (hubungan dengan Allah) semata, tetapi justru peduli dan terlibat dalam memecahkan masalah-masalah konkret yang dihadapi manusia. 12. Sikap Kyai Dahlan terhadap Non-Muslim S Kyai mengajak diskusi dan debat secara langsung dan terbuka dengansejumlah pendeta di sekitar Yogyakarta. S Kyai Dahlan juga menganjurkan atau mendorong umat Islam untukmengkaji semua agama secara rasional untuk menemukan kebenaran yang inheren dalam ajaran-ajarannya, sehingga Kyai pendiri Muhammadiyah ini misalnya beranggapan bahwa diskusi-diskusi tentang Kristen boleh dilakukan di masjid (Jainuri, 2002: 78) 13. Kyai Dahlan &amp; Gerakan Perempuan S Kepeloporan pembaruan Kyai Dahlan juga ditunjukkan dengan merintisgerakan perempuan Aisyiyah tahun 1917, S Ide dasarnya agar perempuan muslim tidak hanya berada di dalam rumah,tetapi harus giat di masyarakat dan secara khusus menanamkan ajaran Islam serta memajukan kehidupan kaum perempuan. S Langkah pembaruan ini yang membedakan Kyai Dahlan dari pembaruIslam lain, yang tidak dilakukan oleh Afghani, Abduh, Ahmad Khan, dan lainlain (mukti Ali, 2000: 349-353). S Ini juga menunjukkan sikap dan visi Islamnya yang luas, cerdas danbersemangat tajdid, padahal Kyai dari Kauman ini tidak bersentuhan dengan ide atau gerakan feminisme seperti berkembang sekarang ini, 14. James Peacock (1986: 26), Seorang Antropolog dari AmerikaS Dalam setengah abad sejak berkembangnya pembaharuan di Asia Tenggara,pergerakan itu tumbuh dengan cara yang berbeda di bermacam-macam daerah. Hanya di Indonesia saja gerakan pembaharuan Muslimin itu menjadi kekuatan yang besar dan teratur. S Dengan beratus-ratus cabang di seluruh kepulauan dan berjuta-juta anggota yangtersebar di seluruh negeri, Muhammadiyah memang merupakan pergerakan Islam yang terkuat yang pernah ada di Asia Tenggara.S Pendek kata Muhammadiyah merupakan suatuorganisasi yang utama dan terkuat di negara terbesar kelima di dunia. 15. KhazanahTAJDID Muhammadiyah 16. Posisi Muhammadiyah ... Pembaruan Muhammadiyah terletak pada kemampuannya memahami ajaran agama Islam secara rasional dan kontekstual serta mampu mengaktualisasikannya dalam gerakan sosial yang nyata. 17. Rasional Tercermin dalam usaha Muhammadiyah untuk memberantas unsur-unsur tahayul, bidah dan khurafat . Dibarengi dengan pencerahan pemikiran melalui penyelenggraan pendidikan modern. 18. Kontekstual Terlihat dalam suatu pemahaman bahwa agama yang benar bukan semata tindakan ritual dan pencarian jalan ilahi secara monastik dan mengasingkan diri dari realitas kehidupan riil, melainkan sebaliknya tercermin dalam pergulatan riil membangun masyarakat. 19. PemurnianTAJDID DinamisasiPutusan Tarjih di Klaten tahun 1980 Pemeliharaan matan ajaran Islam sesuai dengan al-Quran dan as-Sunnah, dalam hal ini menyangkut ibadah dan pokokpokok akidah;Dinamisasi kehidupan sosial dan peradaban berlandaskan penemuan kembali substansi agama yang diwujudkan dengan pembangunan sikap hidup yang dinamis, kreatif, progresif, dan berwawasan masa depan, serta dengan pengembangan kepemimpinan organisasi dan etos kerja dalam Persyarikatan Muhammadiyah. 20. Khazanah Tajdid Muhammadiyah Tajdid Muhammadiyah dapat dikelompokkan ke dalam tiga aspek:Aspek keagamaan, Aspek pendidikan, danAspek sosial kemasyarakatan. 21. Tajdid Muhammadiyah : Aspek Keagamaan Penentuan arah kiblat yang tepat bagi pelaksanaan salat dengan menggunakan ilmu hisab, sebagai kebalikan dari kebiasaan sebelumnya yang menghadap ke barat. Penggunaan perhitungan astronomi (ilmu falak) untuk menentukan awal bulan kamariah, sebagai kebalikan dari kebiasaan lama yang berdasarkan kepada rukyat . Menyelenggarakan salat Id di lapangan terbuka sebagai perubahan dari praktik sebelumnya yang melakukannya di mesjid. Pengumpulan dana zakat melalui suatu panitia pengumpul (amil) sebagai perubahan dari praktik sebelumnya yang dilakukan secara individual atau menyerahkan uang zakat kepada pemuka agama seperti modin atau kiyai. 22. Penyampaian khutbah dalam bahasa daerah sehingga dimengerti oleh jamaah akan pesan-pesan yang terkandung di dalam khutbah itu dan agar khutbah itu juga merupakan wahana pembinaan umat; sementara sebelumnya dipakai bahasa Arab yang tidak dimengerti oleh jamaah. Penyederhanaan pelaksanaan upacara lingkaran hidup (life circle) seperti kelahiran, khitanan, perkawinan dan kematian. Penyederhanaan makam yang semula dihiasi secara berlebih-lebihan. Menghilangkan kebiasaan berziarah ke makam orang yang dianggap suci (wali) untuk minta syafaat. Membersihkan anggapan adanya berkah yang bersifat gaib, yang dimiliki oleh kiyai/ulama tertentu. 23. Rasionalisasi pemahaman keagamaan seperti pelarangan penanaman kepala kerbau di bawah suatu bangunan dengan alasan perbuatan tersebut lebih merupakan perbuatan mubazir. Melaksanakan salat tarwih 11 rakaat sesuai dengan hadis-hadis yang sahih. Membolehkan perempuan menjadi pemimpin meskipun dalam warisan kultural Islam dan dalam hadis Nabi saw dilarang. 24. Tajdid Muhammadiyah : Aspek Pendidikan Di bidang pendidikan Muhammadiyah melakukan pembaruan dan inovasi sistem pendidikan Islam tradisional di Indonesia dengan membangun suatu sistem pendidikan yang mengadopsi sistem pendidikan Eropa (Belanda) dengan mendirikan sekolah-sekolah dan mengajarkan ilmu-ilmu sekuler dan keagamaan secara sekaligus. 25. Tajdid Muhammadiyah : Aspek Kemasyarakatan Di bidang kemasyarakatan pembaruan dilakukan dengan meningkatan pelayanan kesehatan dan penyantunan sosial sebagai ekspresi pemahaman agama yang kontekstual. Usaha tersebut tampak dalam wujud pendirian pusat-pusat kesehatan, rumah sakit, rumah yatim piatu, panti asuhan, rumah singgah,dll. 26. Tajdid sebagai Identitas Gerakan Muhammadiyah Secara normatif Muhammadiyah merupakan sebuah gerakan tajdid. Hal ini ditegaskan dalam pasal 4 ayat (1) Anggaran Dasar Muhammadiyah tentang identitas gerakan yang berbunyi, Muhammadiyah adalah gerakan dakwah Islam amar makruf nahi munkar dan tajdid, bersumber kepada al-Quran dan as-Sunnah.</p>