Sejarah sistem kepercayaan

Embed Size (px)

Text of Sejarah sistem kepercayaan

  • 1. Nama Kelompok Penutup Sejarah IndonesiaScience and Social (History).

2. Nama Kelompok Penutup Sejarah IndonesiaScience and Social (History). 3. Nama Kelompok Penutup Sejarah IndonesiaScience and Social (History). 4. Nama Kelompok Penutup Sejarah IndonesiaScience and Social (History). 5. Nama Kelompok Penutup Sejarah IndonesiaScience and Social (History). Nama Kelompok Ausy Hawais Monasel Deshinta Bella Devin Giffarry Febrina Sampaguita Ihsan Muhamad Dzaki Albiruni Verrel Al Hafizh P. 6. Nama Kelompok Penutup Sejarah IndonesiaScience and Social (History). Materi: Animisme dan Dinamisme Kesimpulan Sistem Pengembangan Kepercayaan Indonesia Masuknya Agama modern 7. Nama Kelompok Penutup Sejarah IndonesiaScience and Social (History). Sistem Pengembangan Kepercayaan Religi merupakan hasil perkembangan kebudayaan manusia. Religi mulai muncul ketika manusia purba mulai hidup dengan tidak sekedar memenuhi kebutuhan mempertahankan hidupnya. Perkembangan religi dimulai ketika manusia mulai dapat menemukan perbedaan antara hal- hal yang hidup dan hal-hal yang mati. Satu organisme dikatakan hidup ketika dapat bergerak, sedangkan satu organisme dikatakan mati ketika tidak bergerak. Dari perbedaan tersebut kemudian manusia purba mulai sadar atas keberadaan suatu kekuataan yang menggerakan tersebut yaitu jiwa. Jiwa dianggap sebagai penggerak kehidupan manusia. Kepercayaan akan adanya jiwa penggerak inilah bentuk kepercayaan manusia tertua yang kemudian mengalami perubahan perlahan hingga akhirnya membentuk religi atau kepercayaan mutakhir yaitu monoisme. Pada perkembangan mutakhir seiring dengan perkembangan ilmu dan pengetahuan, kepercayaan bahwa penggerak kehidupan adalah jiwa mulai meluntur karena manusia mulai menemukan penjelasan-penjelasan dari ketidaktahuannya tentang penyebab gerak manusia adalah hukum-hukum alam. Dengan demikian, dalam padangan yang pertama ini religi atau kepercayaan akan mulai luntur atau menghilang seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 8. Nama Kelompok Penutup Sejarah IndonesiaScience and Social (History). Sistem kepercayaan awal yang dianut oleh manusia adalah monoisme. Pada perkembangannya monoisme atau monoteisme dianut oleh masyarakat-masyarakat kuno di berbagai belahan dunia kemudian mengalami perubahan secara perlahan-lahan menjadi politeisme, animisme, dinamisme ataupun kepercayaan pada roh nenek moyang. Perkembangan ini dapat dibuktikan dengan adanya dewa tertinggi dalam setiap peradaban manusia kuno, kemudian dewa tertinggi ini diinterpretasikan atau diungkapkan secara berbeda sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan manusia saat itu. 9. Nama Kelompok Penutup Sejarah IndonesiaScience and Social (History). Animisme Setiap benda baik hidup maupun mati mempunyai roh atau jiwa. Roh itu mempunyai kekuatan gaib yang disebut mana. Roh atau jiwa itu pada manusia disebut nyawa. Nyawa itu dapat berpindah-pindah dan mempunyai kekuatan gaib. Oleh karena itu, nyawa dapat hidup di luar badan manusia. Nyawa dapat meninggalkan badan manusia pada waktu tidur dan dapat berjalan kemana-mana (itulah merupakan mimpi). Akan tetapi apabila manusia itu mati, maka roh tersebut meninggalkan badan untuk selamanya. Roh yang meninggalkan badan manusia untuk selama-lamanya itu disebut arwah. Menurut kepercayaan, arwah tersebut hidup terus di negeri arwah serupa dengan hidup manusia. Mereka dianggap pula dapat berdiam di dalam kubur, sehingga mereka ditakuti. Bagi arwah orang-orang terkemuka seperti kepala suku, dan sebagainya itu dianggap suci. Oleh karena itu, mereka dihormati; demikian pula nenek moyang kita. Dengan demikian timbullah kepercayaan yang memuja arwah dari nenek moyang yang disebut Animisme. Karena arwah itu tinggal di dunia arwah (kahyangan) yang letaknya di atas gunung, maka tempat pemujaan arwah pada zaman Megalitikum, juga dibangun di atas gunung/bukit. Hubungannya dengan arwah tersebut tidak diputuskan melainkan justru dipelihara sebaik-baiknya dengan mengadakan upacara-upacara selamatan tertentu. Oleh karena itu, agar hubungannya dengan arwah nenek moyang terpelihara dengan baik, maka dibuatlah patung-patung nenek moyang untuk pemujaan. 10. Nama Kelompok Penutup Sejarah IndonesiaScience and Social (History). Animisme dalam Kebudayaan Indonesia Animisme dapat diartikan sebagai kepercayaan manusia pada roh leluhur. Dalam keyakinan masyarakat yang menganut paham animisme mereka meyakini bahwa orang yang telah meninggal dianggap sebagai yang maha tinggi, menentukan nasib dan mengontrol perbuatan manusia. Kemudian pemujaan semacam ini lalu berkembang menjadi penyembahan roh-roh. Roh orang yang meninggal dianggap dan dipercayai mereka sebagai makluk kuat yang menentukan, segala kehendak serta kemauan yang harus dilayani. Dan mereka juga beranggapan roh tersebut juga dapat merasuk kedalam benda-benda tertentu. Roh yang masuk kesebuah benda akan menyebabkan kesaktian atau kesakralan benda tersebut. Maka dari itu masyarakat tadi menyembah pada roh-roh tersebut supaya selamat dari bahaya. Masyarakat percaya bahwa roh itu bukan hanya menempati makluk hidup tetapi juga benda- benda mati, sehingga roh itu terdapat dalam batu-batuan, pohon-pohon besar, tombak, kepal manusia yang dimumi. Karena adanya kepercayaan pad roh dan hantu, timbullah pemujaan pada tempat/benda yang dianggapnya dihuni roh. Dan yang dipuja agar memba;as kebaikan, ada pula yang dipuja agar roh itu tidak mengganggu. Agar terhindar dari kemarahan roh/hantu biasanya diadakan ritual yang dipimpin oleh para pendeta. Adakalanya mereka membujuk roh- roh dengan mengadakan penguburan hewan/manusia yang dikubur hidup-hidup atau diambil kepalanya dan dilempar kedalam gunung manakala sebuah gunung meletus. Mereka beranggapan bahwa jika ada bencana alam berarti roh-roh alam sedang marah. 11. Nama Kelompok Penutup Sejarah IndonesiaScience and Social (History). Istilah dinamisme berasal dari kata dinamo artinya kekuatan. Dinamisme adalah paham / kepercayaan bahwa pada benda-benda tertentu baik benda hidup atau mati bahkan juga benda-benda ciptaan (seperti tombak dan keris) mempunyai kekuatan gaib dan dianggap bersifat suci. Benda suci itu mempunyai sifat yang luar biasa (karena kebaikan atau keburukannya) sehingga dapat memancarkan pengaruh baik atau buruk kepada manusia dan dunia sekitarnya. Dengan demikian, di dalam masyarakat terdapat orang, binatang, tumbuh-tumbuhan, benda-benda, dan sebagainya yang dianggap mempunyai pengaruh baik dan buruk dan ada yang tidak. Benda-benda yang berisi mana disebut fetisyen yang berarti benda sihir. Benda-benda yang dinggap suci ini, misalnya pusaka, lambang kerajaan, tombak, keris, gamelan, dan sebagainya akan membawa pengaruh baik bagi masyarakat; misalnya suburnya tanah, hilangnya wabah penyakit, menolak malapetaka, dan sebagainya. Antara fetisyen dan jimat tidak terdapat perbedaan yang tegas. Keduanya dapat berpengaruh baik dan buruk tergantung kepada siapa pengaruh itu hendak ditujukan. Perbedaannya, jika jimat pada umumnya dipergunakan/dipakai di badan dan bentuknya lebih kecil dari pada fetisyen. Dinamisme 12. Nama Kelompok Penutup Sejarah IndonesiaScience and Social (History). Dinamisme dalam Kebudayaan Indonesia Dinamisme disebut juga dengan nama preanimisme, yang mengajarkan bahwa tiap-tiap benda atau makhluk mempunyai daya dan kekuatan. Maksud dari arti tadi adalah kesaktian dan kekuatan yang berada dalam zat suatu benda dan diyakini mampu memberikan manfaat atau marabahaya. Kesaktian itu bisa berasal dari api, batu-batuan, air, pepohonan, binatang, atau bahkan manusia sendiri. Dinamisme lahir dari rasa kebergantungan manusia terhadap daya dan kekuatan lain yang berada di luar dirinya. Setiap manusia akan selalu merasa butuh dan harap kepada zat lain yang dianggapnya mampu memberikan pertolongan dengan kekuatan yang dimilikinya. Manusia tersebut mencari zat lain yang akan ia sembah yang dengannya ia merasa tenang jika ia selalu berada di samping zat itu. Kebudayaan Nasional Indonesia yang sekarang masih dipertahankan oleh masyarakat Indonesia tidak semata-mata muncul apalagi kebudayaan yang dianggap memiliki unsur mistisme didalamnya. Warisan masa lalu juga mempunyai peran dalam perkembangan kebudayaan yang memiliki unsur mistisme, hal-hal mistis ini diceritakan secara turun temurun oleh nenek moyang karena adanya suatu kepercayaan bahwa hal mistis itu benar-benar terjadi dan merupakan hal yang dipercayai hingga generasi-generasi berikutnya. 13. Nama Kelompok Penutup Sejarah IndonesiaScience and Social (History). 14. Nama Kelompok Penutup Sejarah IndonesiaScience and Social (History). Masuknya Agama di Era Modern Awal abad Masehi, jalur perdagangan tidak lagi melewati jalur darat (jalur sutera) tetapi beralih kejalur laut, sehingga secara tidak langsung perdagangan antara Cina dan India melewati selat Malaka. Untuk itu Indonesia ikut berperan aktif dalam perdagangan tersebut. Akibat hubungan dagang tersebut, maka terjadilah kontak/hubungan antara Indonesia dengan India, dan Indonesia dengan Cina. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab masuknya budaya India ataupun budaya Cina ke Indonesia HINDU Ada beberapa teori mengenai proses masuknya agama hindu di Indonesia, yaitu Teori Kesatria (Prof.Dr.Ir.J.L.Moens): Agama Hindu dibawa ke Indonesia oleh kaum ksatria atau golongan prajurit, karena adanya kekacauan politik/peperangan di India abad 4 - 5 M, maka prajurit yang kalah perang terdesak dan menyingkir ke Indonesia, bahkan diduga mendirikan kerajaan di Indonesia. Teori Waisya (Dr.N.J.Krom): Agama Hindu masuk ke Indonesia dibawa oleh kaum pedagang yang datang untuk berdagang ke Indonesia, bahkan diduga ada yang menetap karena menikah dengan orang Indonesia 15. Nama Kelompok Penutup Sejarah IndonesiaScience and Social (History). Masuknya Agama di Era Modern HINDU Teori Brahmana (J.C.Vanleur ): Agama Hindu masuk ke Indonesia dibawa oleh kaum Brahmana karena hanyalah kaum Brahmana yang berhak mempel