supporter conflict

  • Published on
    13-Jul-2015

  • View
    1.290

  • Download
    3

Embed Size (px)

Transcript

<ul><li><p>Oleh:FEBRIANA MURYANTO(07413244032)PROGRAM PENDIDIKAN SOSIOLOGIJURUSAN PENDIDIKAN SEJARAHFAKULTAS ILMU SOSIAL DAN EKONOMIUNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA2011IDENTIFIKASI MASALAHBATASAN MASALAHRUMUSAN MASALAHTUJUANMANFAATKAJIAN TEORIPENELITIAN RELEVANMETODOLOGILATAR BELAKANG AKAR KONFLIK SLEMANIA DAN BRAJAMUSTI DALAM PERSEPAKBOLAAN DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTAKERANGKA PIKIRPEMBAHASAN</p></li><li><p>Konflik merupakan bagian dari realitas sosial.Konflik merupakan fenomena yang pasti ada di dalam sebuah masyarakat, baik itu masyarakat tradisional maupun modern. Itulah kenapa konflik penting untuk dikaji.Konflik pun merambah ke dunia olah raga, yakni sepakbola.Kompetisi dalam sepakbola merupakan bagian dari pada konflik, tetapi konflik ini merupakan konflik atas kontrol sumber daya yang dikehendaki oleh pihak lain.Konflik tidak perlu dipermasalahkan manakala tidak menimbulkan suatu permasalahan, tetapi konflik dalam sepakbola telah merambah ke konflik antar suporter sepakbola serta menimbulkan berbagai dampak bagi mereka. Di DIY konflik antar suporter yang terkenal adalah konflik antara Slemania (PSS)dan Brajamusti (PSIM).</p><p>LATAR BELAKANGIDENTIFIKASI MASALAHBATASAN MASALAHRUMUSAN MASALAHTUJUANMANFAATKONSEP RANCANGANPENGUJIAN ALATLATAR BELAKANG KESIMPULANPEMBAHASANKAJIAN TEORIPENELITIAN RELEVANMETODOLOGIKERANGKA PIKIRPEMBAHASAN</p></li><li><p>IDENTIFIKASI MASALAHBATASAN MASALAHRUMUSAN MASALAHTUJUANMANFAATKONSEP RANCANGANPENGUJIAN ALATLATAR BELAKANG KESIMPULANPEMBAHASANLATAR BELAKANGSlemania dan Brajamusti sering disebut dengan derbi Yogyakarta, karena mereka berada dalam satu daerahkonflik antara Slemania dan Brajamusti sudah ditanggapi secara serius oleh Pemerintahan DIY, yakni dengan diadakannya Sarasehan Suporter Sepakbola DIY pada 20 April 2010 di Joglo Kedaulatan Rakyat. Meskipun sudah ada penanganan dari Pemerintahan DIY, tetapi konflik (destruktif) tersebut tetap saja terjadi sampai sekarang.Hal ini merupakan alasan logis bagi setiap peneliti, khususnya saya untuk mengkaji lebih dalam mengenai akar konflik Slemania dan Brajamusti.</p><p>KAJIAN TEORIPENELITIAN RELEVANMETODOLOGIKERANGKA PIKIRPEMBAHASAN</p></li><li><p>Sifat animal power manusia dapat menimbulkan luapan emosi yang berlebihan, hal tersebut dapat menyebabkan konflik jika individu atau kelompok lain mempunyai kepentingan yang berbeda.Fanatisme suporter terhadap timnya, hingga melalaikan perbedaan kepentingan, serta sulit untuk menerima keadaanSering terjadi konflik antara Slemania dan Brajamusti baik dalam lapangan maupun dalam lapanganSportivitas yang belum membudaya pada kalangan suporter, baik Slemania dan Brajamusti menyebabkan konflik terus berkepanjangan antara merekaKurang tanggapnya panitia penyelenggara pertandingan terhadap terjadinya konflik Slemania dan Brajamusti</p><p>IDENTIFIKASI MASALAHIDENTIFIKASI MASALAHBATASAN MASALAHRUMUSAN MASALAHTUJUANMANFAATKONSEP RANCANGANPENGUJIAN ALATLATAR BELAKANG KESIMPULANPEMBAHASANKAJIAN TEORIPENELITIAN RELEVANMETODOLOGIKERANGKA PIKIRPEMBAHASAN</p></li><li><p>Permasalahan pada penelitian ini difokuskan pada akar konflik Slemania dan Brajamusti dalam persepakbolaan di Daerah Istimewa Yogyakarta. BATASAN MASALAHIDENTIFIKASI MASALAHBATASAN MASALAHRUMUSAN MASALAHTUJUANMANFAATKONSEP RANCANGANPENGUJIAN ALATLATAR BELAKANG KESIMPULANPEMBAHASANKAJIAN TEORIPENELITIAN RELEVANMETODOLOGIKERANGKA PIKIRPEMBAHASAN</p></li><li><p>Bagaimana faktor penyebab konflik Slemania dan Brajamusti ?</p><p>Apa saja bentuk-bentuk konflik yang terjadi antara Slemania dan Brajamusti ?</p><p>Bagaimana dampak konflik antara Slemania dan Brajamusti terhadap suporter tersebut ?</p><p>RUMUSAN MASALAHIDENTIFIKASI MASALAHBATASAN MASALAHRUMUSAN MASALAHTUJUANMANFAATKONSEP RANCANGANPENGUJIAN ALATLATAR BELAKANG KESIMPULANPEMBAHASANKAJIAN TEORIPENELITIAN RELEVANMETODOLOGIKERANGKA PIKIRPEMBAHASAN</p></li><li><p>Untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya konflik antara Slemania dan Brajamusti.</p><p>Untuk mendeskripsikan apa saja bentuk-bentuk konflik antara Slemania dan Brajamusti.</p><p>Untuk mendeskripsikan apa dampak konflik tersebut terhadap Slemania dan Brajamusti.</p><p>TUJUANIDENTIFIKASI MASALAHBATASAN MASALAHRUMUSAN MASALAHTUJUANMANFAATKONSEP RANCANGANPENGUJIAN ALATLATAR BELAKANG KESIMPULANPEMBAHASANKAJIAN TEORIPENELITIAN RELEVANMETODOLOGIKERANGKA PIKIRPEMBAHASAN</p></li><li><p>Hasil penelitian ini diharapkan akan membawa manfaat yang secara umum dapat diklasifikasikan dalam dua manfaatMANFAATIDENTIFIKASI MASALAHBATASAN MASALAHRUMUSAN MASALAHTUJUANMANFAATKONSEP RANCANGANPENGUJIAN ALATLATAR BELAKANG KESIMPULANPEMBAHASANKAJIAN TEORIPENELITIAN RELEVANMETODOLOGIKERANGKA PIKIRPEMBAHASAN</p></li><li><p>MANFAATMANFAAT TEORITISTEORITISSebagai hasil karya ilmiah, hasil karya ini diharapkan dapat berguna untuk menambah referensi atau informasi yang berkaitan dengan Sosiologi Olah RagaHasil penelitiaan ini diharapkan mampu memberi kontribusi bagi pengembang ilmu Sosiologi terutama mengenai konflikPRAKTISIDENTIFIKASI MASALAHBATASAN MASALAHRUMUSAN MASALAHTUJUANLATAR BELAKANG KAJIAN TEORIPENELITIAN RELEVANMETODOLOGIKERANGKA PIKIR</p></li><li><p>MANFAAT PRAKTISBagi Universitas Negeri Yogyakarta, hasil ini diharapkan menambah koleksi bacaan sehingga dapat digunakan sebagai sasaran acuan dalam meningkatkan dan menambah wawasanBagi dosen, diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi para dosen yang ingin mengkaji lebih lanjut hal yang berkaitan dengan konflik. Hasil ini diharapkan mampu menjawab berbagai pertanyaan tentang konflik Slemania dan Brajamusti, serta diharapkan mampu membantu dosen untuk bahan pembelajaranBagi mahasiswa, hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan informasi dan menambah wawasan tentang konflikBagi peneliti, penelitian ini digunakan sebagai syarat menyelesaikan studi S1, memberikan bekal pengalaman serta mengetahui permasalahan tentang konflik Slemania dan BrajamustiMANFAATTEORITISPRAKTISIDENTIFIKASI MASALAHBATASAN MASALAHRUMUSAN MASALAHTUJUANLATAR BELAKANG KAJIAN TEORIKAJIAN TEORIPENELITIAN RELEVANMETODOLOGIKERANGKA PIKIR</p></li><li><p>IDENTIFIKASI MASALAHBATASAN MASALAHRUMUSAN MASALAHTUJUANMANFAATLATAR BELAKANGKAJIAN TEORIKAJIAN TEORIKelompok Sosial</p><p>Konflik</p><p>Konflik fungsionalPENELITIAN RELEVANMETODOLOGIKERANGKA PIKIRPEMBAHASAN</p></li><li><p>KAJIAN TEORIIDENTIFIKASI MASALAHBATASAN MASALAHRUMUSAN MASALAHTUJUANMANFAATKAJIAN TEORIKELOMPOK SOSIALKONFLIKKONFLIK FUNGSIONALLATAR BELAKANG</p><p>Kelompok sosialFenomena kelompok sosial berhubungan erat dengan adanya sosiasi. Sosiasi adalah bentuk (yang dinyatakan dalam berbagai cara yang begitu banyak) para individu tumbuh bersama dalam kesatuan kepentingan-kepentingan mereka yang terealisasi. Individu yang mempunyai sosiasi-sosiasi tadi kemudian berkumpul hingga menjadi satu kesatuan kelompok masyarakat, ini lah yang disebut dengan asosiasi (kelompok sosial). Sosiasi melihat proses interaksi sebagai tindakan timbal balik.PENELITIAN RELEVANMETODOLOGIKERANGKA PIKIRPEMBAHASAN</p></li><li><p>IDENTIFIKASI MASALAHBATASAN MASALAHRUMUSAN MASALAHTUJUANMANFAATKAJIAN TEORIKELOMPOK SOSIALKONFLIKKONFLIK FUNGSIONALLATAR BELAKANGKAJIAN TEORIJika melihat dengan adanya kelompok suporter, maka dapat diasumsikan bahwa didalamnya terdapat berbagai kepentingan-kepentingan dan motivasi-motivasi yang sama dan terealisasi.Fenomena konflik pun dapat dipandang dengan proses sosiasi. Sosiasi dapat meciptakan asosiasi, sebaliknya sosiasi dapat menciptakan disasosiasi, yaitu para individu mengalami interaksi saling bermusuhan karena adanya felling hostility (kebencian) secara alamiah. Simmel menyatakan bahwa; The actuallly dissociating elements are the cause of the conflic-hatred and envy, want and desire (unsur-unsur yang sesungguhnya dari dissasosiasi adalah sebab-sebab konflk-kebencian dan kecemburuan, keinginan dan nafsu).PENELITIAN RELEVANMETODOLOGIKERANGKA PIKIRPEMBAHASAN</p></li><li><p>IDENTIFIKASI MASALAHBATASAN MASALAHRUMUSAN MASALAHTUJUANMANFAATKAJIAN TEORIKELOMPOK SOSIALKONFLIKKONFLIK FUNGSIONALLATAR BELAKANGKAJIAN TEORIKonflikPerseteruan atas nilai atau klaim status, kekuasaan, dan sumber daya yang langka, dimana tujuan dari pihak yang berkonflik bukan hanya ingin mendapat apa yang diinginkannya tetapi juga menetralkan, melukai atau menghilangkan lawannya.Suatu proses dimana individu atau kelompok berusaha untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan yang disertai dengan ancaman atau kekerasan.Sebab-sebab dari konflik; perbedaan antar individu, perbedaan kebudayaan, kepentingan dan perubahan sosial.Akibat dari konflik; tambahnya in-group, retaknya kelompok, perub. Kepribadian, hancurnya harta, akomodasi.PENELITIAN RELEVANMETODOLOGIKERANGKA PIKIRPEMBAHASAN</p></li><li><p>IDENTIFIKASI MASALAHBATASAN MASALAHRUMUSAN MASALAHTUJUANMANFAATKAJIAN TEORIKELOMPOK SOSIALKONFLIKKONFLIK FUNGSIONALLATAR BELAKANGKAJIAN TEORIKonflik fungsional (Ibn Khaldun)Menurut Ibn Khaldun, watak psikologis manusia merupakan faktor yang penting untuk memperhitungkan fenomena konflik. Manusia pada dasarnya mempunyai sifat agresif dalam dirinya (animal power)Potensi lain yang dipunyai manusia adalah potensi cinta dengan kelompoknya (ashobiyah).Ashobiyah ada 5 macam, yakni; ashobiyah kekerabatan, kesetiaan, penggabungan dan perbudakan.Manusia tidak akan rela jika salah satu anggota kelompoknya terhinakan dengan segala daya upaya mereka akan membela dan mengembalikan kehormatan kelompok mereka.Tetapi teori ini kemudian disempurnakan oleh ilmuan lain, yang menyatakan bahwa agresifitas bukan hanya karena animal power, tetapi juga didukung oleh unsur frustasi.</p><p>IBN KHALDUNGEORG SIMMEL DAN COSERPENELITIAN RELEVANKERANGKA PIKIR</p></li><li><p>IDENTIFIKASI MASALAHBATASAN MASALAHRUMUSAN MASALAHTUJUANMANFAATKAJIAN TEORIKELOMPOK SOSIALKONFLIKKONFLIK FUNGSIONALLATAR BELAKANGKAJIAN TEORIKonflik fungsional (Simmel dan Coser)Simmel memandang konflik merupakan suatu hal yang tidak mungkin dihindari. Struktur sosial mencakup proses asosiatif dan disasosiatif. Kebencian, kecemburuan memang faktor dari konflik. Konflik dapat mengatasi dualisme yang berbeda, walaupun meniakan salah satu.Si vis pacem para bellum (kalau menghendaki kedamaian bersiaplah untuk perang). Oposisi bukan hanya untuk mempertahankan hubungan, tetapi juga fungsi kongret dari hubungan tersebut.Konflik menciptakan batas-batas antar kelompok dengan memperkuat kesadaran intern sehingga terbedakan. Oleh karena itu muncul reciprocal antagonism (permusuhan timbal balik).Coser membahas tentang konflik fungsional dan disfungsional</p><p>IBN KHALDUNGEORG SIMMEL DAN COSERPENELITIAN YANG RELEVANKERANGKA PIKIR</p></li><li><p>PENELITIAN YANG RELEVANIDENTIFIKASI MASALAHBATASAN MASALAHRUMUSAN MASALAHTUJUANLATAR BELAKANG TUJUANMANFAATKAJIAN TEORIKERANGKA PIKIRPENELITIAN YANG RELEVANKonflik dalam Perspektif Pengetahuan (Konflik Agama Masyarakat Ambon Maluku Sebagai Kontruksi Sosial), oleh Novri Susan pada tahun 2003 (UGM). Kesamaannya mencakup konflik horizontal, perbedaannya pada subyek penelitian (Agama dan Suporter).Konflik Penggunaan Lahan dan Kebijakan Tata Ruang Kota, oleh RA. Maria Pudyastuti K. pada 2003 di Selokan Mataram. Perbedaan yang mendasar dengan penelitian tersebut adalah pada subyek penelitian dan kajiaanya (Kelompok Pedagang dan Suporter).</p><p>METODOLOGIPEMBAHASAN</p></li><li><p>PENELITIAN YANG RELEVANIDENTIFIKASI MASALAHBATASAN MASALAHRUMUSAN MASALAHTUJUANLATAR BELAKANG TUJUANMANFAATKAJIAN TEORIKERANGKA PIKIRKERANGKA PIKIRSEPAKBOLA DIGEMARI OLEH MASYARAKATTINGGINYA ANTUSIAME SUPORTERFAKTOR PENYEBAB KONFLIKKONFLIK SUPORTERDAMPAK TERHADAP SUPORTERSLEMANIABRAJAMUSTIDERBI YOGYAKARTAMETODOLOGIPEMBAHASAN</p></li><li><p>PENELITIAN YANG RELEVANIDENTIFIKASI MASALAHBATASAN MASALAHRUMUSAN MASALAHTUJUANLATAR BELAKANG TUJUANMANFAATKAJIAN TEORIKERANGKA PIKIRMETODOLOGI PENELITIANLOKASI PENELITIANLokasi penelitian ini mengambil di DIYWAKTU PENELITIANBulan Februari sampai dengan April 2011 (Liga Ti-Phone)BENTUK PENELITIANKualitatif Deskriptif yang mengedepankan meaning. Sumber data Primer dan SekunderTEKNIK PENGUMPULAN DATAObservasi Moderat, Intervew semi terstruktur, dokumentasiTeknik SamplingPurposive sampling, dengan teknik snow ball sampling Validitas DataMemperpanjang masa observasi, triangulasi, Ketekunan Pengamatan, pemeriksaan melalui diskusi dengan rekan</p><p>PEMBAHASAN</p></li><li><p>PENELITIAN YANG RELEVANIDENTIFIKASI MASALAHBATASAN MASALAHRUMUSAN MASALAHTUJUANLATAR BELAKANG TUJUANMANFAATKAJIAN TEORIKERANGKA PIKIRMETODOLOGI PENELITIANPEMBAHASANTINJAUAN GEOGRAFISDaerah Istimewa YogyakartaProvinsi DIY terletak di bagian selatan tengah Pulau JawaBatas-batas DIY antara lain :Ut- Kab. Magelang, Boyolali dan Prov. J. TengahTi- Kab. Klaten, Prov. J. TengahSe- Samudera HindiaBa- Kab. Purworejo dan Prov. J. TengahWilayah DIY ; Yogyakarta, Kab. Sleman, Kab. Bantul, Kab. Kulon Progo, dan Kab. Gunung Kidul.</p><p>TINJAUAN GEOGRAFISPERSEPAKBOLAAN DIY</p></li><li><p>PENELITIAN YANG RELEVANIDENTIFIKASI MASALAHBATASAN MASALAHRUMUSAN MASALAHTUJUANLATAR BELAKANG TUJUANMANFAATKAJIAN TEORIKERANGKA PIKIRMETODOLOGI PENELITIANPEMBAHASANTINJAUAN GEOGRAFISPERSEPAKBOLAAN DIY</p><p>PERSEPAKBOLAAN DI DIYProvinsi DIY merupakan daerah otonom yang terdiri dari 1 kotamadya dan 4 kabupaten (Sleman, Bantul, Gunung kidul, dan Kulon Progo). Daerah DIY mempunyai prestasi tersendiri di bidang sepakbola, 3 diantara wilayahnya sudah masuk ke Divisi Utama ; yakni Sleman (PSS), Yogyakarta (PSIM), dan Bantul (Persiba).Pada awalnya Kesebelasan di DIY hanya 1 yaitu PSIM (Yogyakarta).Persepakbolaan di DIY yang mempunyai hubungan dengan adanya konflik adalah PSS (Slemania) dan PSIM (Brajamusti).</p></li><li><p>PEMBAHASANTINJAUAN GEOGRAFISPERSEPAKBOLAAN DIYPSIMPSSPSIM (YOGYAKARTA)PSIM (Perserikatan Sepakbola Indonesia Mataram)PSIM lahir pada 5 September 1929 pada waktu itu masih bernama PSM (Perserikatan Sepak Raga Mataram) pada 27 Juli 1930. perubahan nama ini berkaitan dengan pergerakan kemerdekaan pada saat itu. Pada saat itu semua kesebelasan menggunakan nama Belanda, hanya PSIM lah yang menggunakan nama Indonesia.PSIM merupakan salah satu pelopor terbentuknya PSSI. Pada t19 April 1930, PSIM bersama VIJ Jakarta, BIVB Bandung, MIVB (yang sekarang menjadi PPSM Magelang), MVB (Madiun), SIVB (Persebaya), VVB (Persis Solo) mengadalakan pertemuan. Pertemuan tersebut menghasilkan PSSI sebagai organisasi Induk Sepakbola Indonesia.PSIM terdegradasi dari divisi I ke II pada tahun 1994/1995, 1999/2000. kemudian tahun 2006, PSIM masuk ke Divisi Utama.</p><p>SLEMANIABRAJAMUSTIKONFLIK SAUDARAFAKTOR PENYEBABDAMPAK KONFLIKBENTUK KONFLIK</p></li><li><p>TINJAUAN GEOGRAFISPERSEPAKBOLAAN DIYPSIMPSSPEMBAHASANPSS (Perserikatan Sepakbola Sleman), lahir pada 20 Mei 1976. memulai debutnya di Divisi II Liga Indonesia pada tahun 1979. kemudian PSS masuk ke Divisi I pada tahun 1995/1996, selama di Divisi II, PSS tidak mendapat dana dari daerah, tetapi dana mereka dapat dari sumbangan masyarakat Sleman yang suka dengan sepakbola. pada tahun 1999/2000, PSS masuk ke Divisi Utama Liga Indonesia. PSS merupakan kesebelasan yang belum pernah terdegradasi. PSS dan PSIM pernah mengundurkan diri dari kompetisi pada tahun 2006, kala itu DIY sedang dilanda musibah Gempa Bumi.PSS (Sleman)SLEMANIABRAJAMUSTIKONFLIK SAUDARAFAKTOR PENYEBABDAMPAK KONFLIKBENTUK KONFLIK</p></li><li><p>TINJAUAN GEOGRAFISPERSEPAKBOLAAN DIYPSIMPSSPEMBAHASANSLEMANIASlemania merupakan wadah suporter resmi dari PSS (Sleman). Sekretariatnya di lantai 2 saya...</p></li></ul>