Teori motivasi maslow dan derfer

  • Published on
    19-Jun-2015

  • View
    427

  • Download
    5

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Teori motivasi Abraham Maslow dan Alderfer, Psikologi Umum 2

Transcript

<ul><li> 1. Michel J. Jucius menyebutkan motivasi sebagai kegiatan memberikan dorongan kepada seseorang atau diri sendiri untuk mengambil suatu tindakan yang dikehendaki Motivasi mempunyai peranan strategis dalam aktivitas seseorang, tidak ada satu pun aktivitas yang dapat dilakukan oleh seseorang tanpa adanya motivasi </li></ul> <p> 2. Sifat Motivasi 3. Psikolog ternama Abraham Maslow lahir pada tanggal 1 April 1908, Brooklyn, New York. Seorang praktisi psikologi humanistik, ia dikenal karena teorinya tentang "aktualisasi diri." Dalam buku Motivation and Personality dan Toward a Psychology of Being, Maslow berpendapat bahwa setiap orang memiliki hierarki kebutuhan yang harus dipenuhi. Dia meninggal di Menlo Park, California, pada tanggal 8 Juni 1970. 4. Apabila kebutuhan kebutuhan fisiologis telah dipuaskan, maka muncul kebutuhan kebutuhan akan rasa aman. Kebutuhan ini juga berperan dan dominan tetapi tidak begitu kuat jika dibandingkan dengan kebutuhan fisiologis. Pentingnya memuaskan kebutuhan akan rasa aman dapat terlihat dengan jelas pada anak daripada orang dewasa. 5. Kebutuhan akan kasih sayang , sampai pada memberikan rasa memiliki untuk mengatasi perasaan kesepian dan keterasingan. Kebutuhan bersahabat (kerjasama) , kebutuhan akan diikutsertakan, meningkatkan relasi dengan pihak-pihak yang diperlukan dan tumbuhnya rasa kebersamaan. 6. Adalah suatu kebutuhan akan tetap bisa hidup sesuai dengan tingkat kebutuhan tingkat rendah dari Maslow yaitu meliputi kebutuhan fisiologis dan kebutuhan akan rasa aman. 1 2 7. 3 8. 4 5 9. Alderfer mengemukakan beberapa dalil tentang mekanisme kebutuhan- kebutuhan tersebut : Semakin sedikit suatu kebutuhan dipenuhi, akan semakin kuat kebutuhan tersebut diinginkan Kuatnya keinginan memuaskan kebutuhan yang lebih tinggi semakin besar apabila kebutuhan yang lebih rendah telah dipuaskan; Sebaliknya, semakin sulit memuaskan kebutuhan yang tingkatnya lebih tinggi, semakin besar keinginan untuk memuasakan kebutuhan yang lebih mendasar. </p>