Unsur unsur hadis

  • Published on
    18-Jul-2015

  • View
    657

  • Download
    2

Embed Size (px)

Transcript

<p>Slide 1</p> <p>TUGAS HADITS</p> <p>KELOMpOK 2 :CITRA GUSMELA ( 12140002 )INDRA PRADITYA ( 12140008 )DIAH INTAN PITALOKA ( 12140015 )UIN SUNAN KALIJAGAYOGYAKARTA 2012 UNSUR-UNSUR HADITSUnsur-unsur hadits sendiri ada 3 macam:sanadmatanriwayat, takhrij, istikhraj. Sanad menurut bahasa : sandaran dan yang dapat dipegangi,dipercayai. Maka surat hutang juga dinamai sanad. Kaki bukit atau gunung juga disebut sanad. Sedangkan menurut istilah ahli al-hadits,sanad ialah jalan yang menyampaikan kita kepada mataan hadits . SANADAda beberapa istilah tentang sanad:Isnad artinya menerangkan sanad hadis (jalan menerima hadis) Musnid artinya orang yang menerangkan hadis dengan menyebut sanadnya.Musnad artinya hadis yang diterangkan sanadnya sampai kepada nabi saw.Contoh sanad :Berkata Imam Al-Bukhari rahimahullaahu: : : : : : : Sanad hadits yaitu perkataan Imam Al-Bukhari rahimahullhu sampai perkataan beliau </p> <p>MATAN Matan menurut bahasa: punggung jalan(muka jalan),tanah yang keras dan tinggi.matan kitab ialah bagian kitab yang tidak bersifat komentar dan bukan tambahan penjelasan . kata matan dalam ilmu hadis ialah penghujung sanad yakni sabda nabi saw yang disebut sesudah disebutkan sanad.</p> <p>Contoh matan: Berkata Imam Al-Bukhari rahimahullaahu: : : : : : : Matan hadits yaitu sabda Nabi shallallaahu alaihi wa sallam dari sampai sabda beliau </p> <p>Riwayat , takhrij , dan istikhrajRiwayat Menurut bahasa riwayat ialah memindahkan dan menukilkan berita dari seseorang kepada orang lain. Menurut ilmu hadis ialah memindahkan hadis dari seorang guru kepada orang lain. Pemindah hadis itu dinamai rawi. Rawi pertama ialah shahaby dan rawi terakhir ialah yang memdewankan ( membukukan ) misalnya bukhary. Beliau adalah perawi terakhir bagi kita.</p> <p>Takhrij dan istikhrajTakhrij menurut bahasa ialah mengeluarkan sesuatu dari suatu tempat.Menurut istilah : Mengambil suatu hadis dari suatu kitab lalu mencari sanad dari sanad penyusun kitab. Orang yang mengerjakan hal ini dinamai mukharij dan mustakhrij. Pekerjanya ( mengambil suatu hadis dari suatu kitab ) dinamai istikhraj</p> <p>Berkata Imam Al-Bukhari rahimahullaahu: : : : : : : Perawi hadits, mereka adalah: Al-Humaidi Abdullah bin Az-Zubair, Sufyan, Yahya bin Said Al-Anshari, Muhammad bin Ibrahim At-Taimi, Alqamah bin Waqqash Al-Laitsi, dan Umar bin Al-Khaththab radhiyallaahu anhu.Shahabat yang meriwayatkan hadits tersebut adalah Umar bin Al-Khaththab radhiyallaahu anhu.Penulis hadits (yakni yang mengeluarkan hadits tersebut adalah Imam Al-Bukhari rahimahullaahu.</p> <p>BENTUK-BENTUKHADITSBentuk-bentuk hadits sendiri ada tiga:Hadist QouliHadist FiliHadist TaqririHadist qouli adalah segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi, baik berupa perkataan atau ucapan yang memuat berbagai maksud syara, peristiwa, dan keadaan, yang berkaitan dengan aqidah, syariah, akhlak, atau lainnya. Adapun contohnya adalah:Hadist QouliContoh hadits qauli (perkataan):Dari Umar bin Khaththab radhiyallaahu anhu, ia berkata:: : Aku mendengan Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya amalan itu tergantung dari niatnya dan setiap orang akan mendapatkan balasan sesuai dengan niatnya, barangsiapa yang hijrahnya untuk mendapatkan dunia yang ingin dicapainya atau untuk wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya sesuai dengan apa yang ia niatkan.8Hadist Fili adalah hadist yang menyebutkan perbuatan Nabi yang sampai kepada kita. Dan biasanya hadist Fili dalam permulaan Hadist diawali dengan kata (). Adapun contoh Hadist fili sebagai berikut:</p> <p>Contoh hadits fili (perbuatan): : Dari Hudzaifah bin Al-Yaman radhiyallaahu anhuma, ia berkata: Dahulu Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam apabila bangun malam untuk shalat, menggosok giginya dengan siwak.Hadist FiliHadist Taqriri adalah hadist yang menyebutkan ketetapan nabi terhadap yang datang dari sahabatnya. Nabi membiarkan suatu perbuatan yang dilakukan oleh para sahabat apabila memenuhi beberapa syarat, baik mengenai pelakunya maupun perbuatannya.Contoh Hadist Taqriri: : Dari Ibnu Abbasradhiyallaahu anhuma berkata: Bibiku Ummu Hufaid pernah memberikan hadiah kepada Nabi shallallaahu alaihi wa sallam berupa mentega, keju dan daging dhabb (sejenis biawak). Beliau makan keju dan menteganya, dan beliau meninggalkan daging biawak karena merasa jijik, kemudian makanan yang dihidangkan kepada Rasulullah shallallhu alaihi wa sallam dimakan (oleh para shahabat). Jika (dhabb itu) haram, niscaya kami tidak akan makan hidangan Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam.Hadist TaqririMuhammad, Ahmad, Drs, et All Ulumul Hadits Pustaka Setia, Bandung 1998 </p> <p>Mudtsir, Drs, H. Ilmu Hadits Pustaka Setia Pustaka Setia, Bandung, 2005</p> <p>Alhadist, koleksi muslimah</p> <p>Teungku Muhammad Hasbi Ash-shiddieqy, Prof.Dr Ilmu hadis Pustaka rizki putra,Semarang,2011</p> <p>ASH SHIDDIEQY, Muhammad hasby, Sejarah dan pengantar ilmu hadis PT Bulan Bintang, Jakarta ,1993REFERENSI</p>