Yesus mengajarkan asuransi

  • Published on
    17-Jul-2015

  • View
    45

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

<p>Slide 1</p> <p>Yesus Kristus mengajarkan asuransiArti asuransiMenurut kamus bahasa Indonesia : 1pertanggungan (perjanjian antara dua pihak, pihak yg satu berkewajiban membayar iuran dan pihak yg lain berkewajiban memberikan jaminan sepenuhnya kpd pembayar iuran apabila terjadi sesuatu yg menimpa pihak pertama atau barang miliknya sesuai dng perjanjian yg dibuat);2cakuang yg dibayarkan oleh perusahaan asuransi yg memberi pertanggungan</p> <p>Arti asuransiMenurut webster : an agreement in which a person makes REGULAR payments to a company and the company promises to PAY money if the person is injured or dies, or to pay money equal to the value of something (such as a house or car) if it is damaged, lost, or stolenthe amount of money a person REGULARLY pays an insurance company as part of an insurance agreementthe amount of money that a person RECEIVES from an insurance companyArti asuransiMenurut bahasa sehari-hari : menabung pada saat saudara mampu untuk masa dimana saat saudara tidak mampu</p> <p>Pada masa dulu, saya dengar bahwa saya tidak boleh ikut asuransi, pada saat mengerti apa arti asuransi sebenarnya, saya menganjurkan semua orang untuk ikut asuransi</p> <p>Berapa banyak disini ikut BPJS ?Apakah saudara telah ikut asuransi ?Pertanyaan ini sangat penting dijawab karena ini yang akan menentukan hidup saudara di masa tidak mampuTidak mampu itu diartikan keadaan dimana saudara tidak bisa lagi produktif secara penuhAsuransi melindungi saudara pada saat saudara dalam keadaan tidak mampu</p> <p>Yesus mengajarkan asuransiReferensi kej 41-50Dalam kejadian yusuf, dituliskan bahwa firaun mendapatkan sebuah mimpi, yang diartikan bahwa ada tujuh tahun masa kelimpahan dan ada tujuh tahun masa kelaparanJadi apa yang dilakukan yusuf ?Yusuf Pada masa kelimpahan yusuf meminta kepada semua hasil panen menyerahkan seperlima dan dibuatkan gudang untuk menampungnyaHasil dari tujuh tahun itu, cukup untuk tujuh tahun kelaparan dan dunia sekitarnya yang sedang menghadapi kelaparanDari cerita ini, yang bisa kita ambil dalam masa produktif, kita menyisihkan untuk masa tidak produktif</p> <p>Menata kehidupanPendapatan setiap bulan, dialokasikan untuk perpuluhan, asuransi, biaya hidup, biaya sekolah, tabungan, atau alokasi menurut saudaraBagaimana kalau tidak cukup ? Ada prioritas yang harus dilakukan dan ada yang harus dihemat. Mari kita mencobanyaSimulasi Pendapatan per bulan rp.2.700.000 (UMP)Biaya hidup : rp.5000 x 3 sehari x 4 org x 30hari = 1.800.000 (dianggap membeli makanan)Kalau pendapatan saya kurang dari itu, berarti biaya hidupnya dibuat lebih rendah lagiKarena keadaan ini, maka pada saat mau punya anak dipikirkan dengan matang. Karena ini berhubungan dengan pendapatan saudaraBerarti alokasi 1.800.000 jika dibuat sendiri, untuk menghemat makanan selama sebulan</p> <p>SimulasiPerpuluhan = 270.000Asuransi = bpjs 4 x 60.000 = 240.000Lebih = 390.000 (bisa buat alokasi lainnya)Komposisi ini bisa berubah sesuai dengan alokasi yang saudara inginkanYang saya ingin fokuskan adalah kita harus mengalokasikan pendapatan yang saudara dapat setiap bulan atau setiap hari, sama seperti yusuf</p> <p>Kenyataan hidupBanyak orang mengeluh bahwa gajinya tidak cukup untuk hidup, kenyataannya : bohong. Dengan gaya hidup yang sederhana pasti cukup untuk makan dan pakaianBiaya tinggal di jakarta, memang tinggi. Jadi selama gaji cukup tinggal di jakarta, jika tidak cukup, pindah ke daerah lain (keputusan yang radikal)Jika dirasakan pendapatan setiap bulan kurang, lakukanlah yang namanya ekstra kerja tambahanKenyataan hidupBanyak orang yang mengejar gengsi (pendapat orang lain), bukan pendapat sendiriKenyataannya hidup itu adalah jangka panjangJika setiap orang diberi kesempatan hidup masing-masing tujuh puluh tahun, maka mulai dari kecil sudah diajarkan untuk menabung, untuk hari tua, karena semakin lama menabung, semakin baikKesimpulannya : berasuransilah sekarang atau menabunglah</p> <p>Masih ada pertanyaan ?Silahkan untuk berkorespondensi</p> <p>Facebook : henry jaya teddyWordpress : henry jaya teddyBlogger : henry jaya teddyEmail : henry.f41th@gmail.com</p>