Zaman megalithikum

  • Published on
    22-Jun-2015

  • View
    61.475

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

this is made by me and my friends ^^ follow me @mrsflamingchoi

Transcript

  • 1. ZAMAN MEGALITHIKUM

2. Anggota Kelompok Herdiningrum Kurnia Rizqi (08) Lidya Khanza Desita (10) Rossa Hening W. (20) Salsabila Wijdan Mafaza (21) Zaneta Attalia Nugraha(29) 3. MENU MegalithikumArtefakSosial Ciri ciriBudaya Latar IPTEKBelakang Kepercayaan Penyebaran 4. Apa itu zaman Megalithikum? Kata Megalithikum berasal dariMegalitik yang berasal dari kata megayang berarti besar, dan lithos yangberarti batu. Zaman Megalitikum biasa disebutdengan zaman batu besar, karenapada zaman ini manusia sudah dapatmembuatdanmeningkatkankebudayaan yang terbuat dari batu- 5. Ciri-ciri- Manusia sudah dapat menghasilkankebudayaan yang terbuat dari batu-batu besar- Manusiasudahmengenalkepercayaanutamanya yaituanimisme 6. Latar belakang munculnyakebudayaan megalitikum Pemahaman tentang kehidupansesudah mati dan pemujaan roh Anggapan benda-benda atauperalatan diyakini sebagai bekalseseorang setelah mati, sehinggadikubur bersama jenazah dalam kuburbatu Upacara kematian yang kompleks danhubungan antara manusia di duniadengan leluhur yang sudah mati 7. Kepercayaan yang dianut padazaman Megalithikum DinamismeKepercayaan kepada kekuatan gaibyang terdapat pada benda-bendatertentu, misalnya pada pohon, batubesar, gunung, gua, azimat danbenda-benda lain yang dianggapkeramat. 8. Contoh dinamisme : Menyembah batu 9. AnimismeKepercayaan kepada roh nenekmoyang atauleluhur.Merekapercaya, manusia setelah meninggalrohnya tetap ada dan tinggal ditempat-tempat tertentu dan harus diberisesajen pada waktu-waktu tertentu. 10. Contoh Animisme : ritualmemanggil roh 11. Artefak peninggalan zamanmegalithikum1.MenhirMenhir adalah bangunanyang berupa tugu batuyang didirikan untukupacara menghormatiroh nenek moyang.Lokasi tempatditemukannya menhir diIndonesia adalahPasemah (SumateraSelatan), SulawesiTengah dan Kalimantan. 12. Fungsi Menhir adalah sebagai berikut: Sarana pemujaan terhadap arwah nenekmoyang Tempat memperingati seseorang (kepalasuku) yang telah meninggal Tempat menampung kedatangan roh 13. 2. Punden Berundak-undak Punden berundak-undak adalah bangunan dari batu yang bertingkat- tingkat dan fungsinya sebagai tempat pemujaan terhadap roh nenek moyang yang telah meninggal. Lokasi tempat penemuannya adalah Lebak Sibedug/Banten Selatan dan Lereng Bukit Hyang di Jawa Timur 14. Punden Berundak 15. 3.DolmenDolmen merupakanmeja dari batu yangberfungsi sebagaitempat meletakkansaji-sajian untukpemujaan.Lokasi penemuandolmen antara lainCupari Kuningan /JawaBarat, Bondowoso /JawaTimur, Merawan, Jemb 16. Dolmen 17. 4.SarkofagusSarkofagus adalahkeranda batu atau petimayat yang terbuat daribatu. Bentuknyamenyerupai lesung daribatu utuh yang diberitutup. Daerah tempatditemukannya sarkofagusadalah Bali. 18. Proses penguburan di zamanMegalithikum 19. 5.Peti kuburPeti kubur adalah peti mayat yangterbuat dari batu-batu besar. Kuburbatu dibuat dari lempengan/papanbatu yang disusun persegi empatberbentuk peti mayat yang dilengkapidengan alas dan bidang atasnya jugaberasal dari papan batu.Daerah penemuan peti kubur adalahCepari Kuningan, Cirebon (JawaBarat), Wonosari (Yogyakarta) danCepu (Jawa Timur). 20. Peti Kubur 21. 6.Arca batuArca / patung-patung dari batu yangberbentuk binatang atau manusia. Bentukbinatang yang digambarkan adalahgajah, kerbau, harimau dan moyet.Sedangkan bentuk arca manusia yangditemukan bersifat dinamis.Maksudnya, wujudnya manusia denganpenampilan yang dinamis seperti arca batugajah. Fungsi untuk Penghormatan terhadaptokoh yang disukai. Daerah-daerah sebagai tempat penemuan arca batu antara lain Lampung, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Arca batu juga di temukan di Sumatra Selatan dan di teliti oleh Von Heine Geldern. 22. Arca Batu 23. 7.WarugaWaruga adalah petijenazah kecil ygberbentuk kubus danditutup dengan batulain yg berbentuk ataprumah dan merupakanpeninggalan budayaminahasa. Banyakditemukan diMinahasa. 24. Fungsi utama waruga adalah sebagaikuburan. Di samping tulang belulangatau mayat, alat-alat perang sepertiwengkow (tombak), kelung (parang danperisai) disimpan juga di dalam waruga.Yang menempati waruga biasanyaadalah tokoh, panglima perang atau paradotu-dotu, pemimpin (yang merintispemukiman baru). Jadi mereka yangdituakan atau dihormati sebagai tokoh dinegeri tersebut. Jadi tidak semua orangbisa dikuburkan di dalam waruga.Menurut sejarah Minahasa, diperkirakanbahwa waruga-waruga ini telah adasejak abad ke 4 sampai abad ke 6. 25. Waruga 26. Sosial Budaya Kebudayaan megalithikum adalah kebudayaan yang menghasilkan bangunan-bangunan dari batu besar yang muncul sejak zaman Neolithikum. Kehidupan dalam masyarakatmasa perundagianmemperlihatkanrasa solidaritas yang kuat. Peranan solidaritas ini tertanam dalam hati setiap orang sebagai warisan yang telah berlaku sejak nenek moyang. 27. Adatkebiasaandan kepercayaanmerupakan pengikat yang kuat dalammewujudkan sifat itu.Akibatnya, kebebasan individu agakterbatas karena adanya aturan-atauranyang apabiladilanggar akanmembahayakan masyarakat. Pada masa ini sudah ada kepemimpinandan pemujaan kepada sesuatu yang sucidiluar diri manusia yang tidak mungkindisaingiserta berada diluar bataskemampuan manusia. 28. Budaya megalitikum diIndonesia Pasemah merupakan wilayah dariPropinsi Sumatera Selatan. Tinggalanmegalitik Pasemah muncul dalam bentukyang begitu unik, patung-patung dipahatdengan begitu dinamis dan monumental,yang mencirikan kebebasan sangseniman dalam memahat. Nias. Etnik Nias masih menerapkanbeberapa elemen megalitik dalamkehidupannya. Contohnya Rangkaiankegiatan mendirikan batu besar (dolmen)untuk memperingati kematian seorangpenting di Nias. 29. Sumba. Etnik Sumba di NusaTenggara Timur juga masih kentalmenerapkan beberapa elemenmegalitik dalam kegiatan sehari-hari.Kubur batu masih ditemukan disejumlah perkampungan. Meja batujuga dipakai sebagai tempatpertemuan adat. 30. IPTEK Pada bidang teknologi, di sampingberusaha menciptakan perkakas untukkeperluansehari-hari, kemudianmengalami kemajuan dengan mulaidiciptakannya benda-benda yangbernilaiestitika dan ekonomis. Pada teknologi pembuatan gerabahmisalnya, ternyata di samping membuatuntuk keperluan sehari-hari, mulaidilakukan juga pembuatan gerabah yangbernilai seni dan ekonomis. 31. Keragaman bentuk dan motif hiasgerabah Indonesia ini kemudianmemunculkan beberapa komplekspembuatan gerabah yang sangatmenonjol, antara lain kompleksgerabah Buni, (Bekasi), komplekgerabah Gilimanuk (Bali), dankompleksgerabah Kalumpang(Sulawesi Selatan). 32. Penyebaran KebudayaanMegalithikum di Indonesia Menurut Von HeineGeldern, kebudayaan Megalithikummenyebar ke Indonesia melalui 2gelombang yaitu : Megalith Tua menyebar ke Indonesia padazaman Neolithikum (2500-1500 SM) dibawaoleh pendukung Kebudayaan Kapak Persegi(Proto Melayu). Contoh bangunanMegalithikum adalah menhir, pundenberundak-undak, Arca-arca.Ciri-ciri :Peninggalannya bersifat monumental(bersifat menimbulkan kesan Peringatan 33. Megalith Muda menyebar keIndonesiapada zaman perunggu(1000-100 SM)dibawa oleh pendukung KebudayaanDongson(Deutro Melayu). Contohbangunan megalithnya adalah peti kuburbatu, dolmen, waruga, Sarkofagus danarca-arca dinamis. 34. Matur nuwun (^0^)/ 35. Ritual memanggil roh : menurut kebudayaanNias. Mereka menggunakan sebuah tarianyang bernama Mandau Lumelume untukmemanggil roh. Famadaya Hasijimate (Siulu) Adalah sebuah upacara pemakaman bagiketurunan raja di Nias Selatan. Di dalamupacara ini, tarian Maluaya ditarikan dibawahpimpinan desa Shaman, peti mati diukir daribatang kayu pohon dan ukiran kepalanyadihiasi dengan sebuah batang kayu untukmemperlihatkan dasarnya setelah itu jenazahtersebut dikuburkan. 36. Waruga berfungsi untuk menguburbeberapa individu atau sebagaikuburan keluarga