Jelajah Batas edisi 1 April-May 2016

  • View
    182

  • Download
    6

Embed Size (px)

Transcript

  • JELA AH BatasEdisi 1 April - Mei 2016

    Program Pemetaan dan Perencanaan Partisipatif

    #1

    Bukit Kalumpang

    Pelibatan MasyarakatSolusi Pemetaan Partisipatif

    PertaruhanDi Ujung Temaram

    MENAPAK CADAS

    J

  • Jelajah Batas - Program Pemetaan dan Perencanaan Partisipatif Edisi 1 l April - Mei 2016 2 l

    Daftar Isi Dari RedaksiPropinsi Sulawesi Barat merupakan salah satu propinsi masa orde baru yang terbentuk pada tahun 2005 pemekaran dari propinsi Sulawesi Selatan. Sampai saat ini Sulawesi Barat terdiri dari 6 Kabupaten antara lain, Kabupaten Mamuju, Majene, Polewali, Mamasa, Mamuju Utara dan Mamuju tengah.

    Tahun 2015 Pemerintah Kabupaten Mamuju melakukan penandatanganan kerja sama dalam rangka pelaksanaan bagian dari kerja sama pe-merintah kabupaten Mamuju dengan Millenium Challenge Account Indonesia (MCA-I) dalam rangka pelaksanaan program Pemetaan dan Perencanaan Partisipatif (Participatory Mapping and Planning) yang dituangkan dalam Peraturan Bupati Mamuju Nomor 3 Tahun 2015 tentang Panduan Penegasan dan Penetapan Batas Desa di Kecamatan Bonehau dan Kalumpang.

    Berbagai kegiatan terus dilakukan untuk meng-koordinasikan, memperluas dan mengeksplorasi infomasi, serta menjaring aspirasi dan partisipasi masyarakat baik yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam bingkai Program Pemetaan dan Perencanaan Partisipatif

    Edisi jelajah batas kali ini merupakan edisi perta-ma untuk memberikan informasi perkembangan pelaksanaan program Pemetaan dan Perencanaan Partisipatif yang merangkum seluruh kegiatan pendampingan penetapan dan penegasan batas desa di Kecamatan Kalumpang.

    Diharapkan pelaksanaan kegiatan ini menjadi pondasi dasar dalam perencanaan pembangu-nan partisipatif yang dilakukan oleh masyarakat untuk membangun komunitasnya.

    Supported By :

    Abt Associates

    Jelajah Batas merupakan wahana penyebaran informa-si kegiatan Program Pemetaan dan Perencanaan Parti-sipatif yang di inisiasi oleh tenaga pendamping teknis Kecamatan Kalumpang di Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat. Adapun kegiatan ini merupakan kerjasama dari Pemerintah Kabupaten Mamuju dengan Millennium Challenge Account Indonesia (MCA-I).

    Jelajah batas diterbitkan 2 bulan sekali untuk mem-berikan informasi terbaru hasil kegiatan. Jelajah ba-tas ditujukan untuk masyarakat, Pemerintah Daerah, Lembaga Mitra, Media, dan seluruh pihak yang terli-bat baik secara langsung maupun tidak langsung dalam program pendampingan dan pengembangan kapasitas masyarakat khususnya dalam upaya pemetaan dan pe rencanaan partisipatif

    Pelindung............................

    Penanggung Jawab...........................

    Pemimpin RedaksiAldito

    KontributorTeam Teknis Kec. Kalumpang

    Layout GrafisAL

    Menapak Cadas Bukit Kalumpang

    Pelibatan MasyarakatSolusi Pemetaan Partisipatif

    PertaruhanDi Ujung Temaram

    3

    7

    9Lensa PMaP 11

    JELA AH BatasProgram Pemetaan dan Perencanaan Partisipatif

    J

    abtassociates.comabtsrbi.com I abtjta.com.auabtassociates.com/careers

    Tim Kalumpang - Mamuju - Sulawesi Barat

  • Jelajah Batas - Program Pemetaan dan Perencanaan Partisipatif Edisi 1 l April - Mei 2016 l 3

    Kalumpang adalah salah satu wilayah Kecamatan terpencil di Kabupaten Mamuju yang ber-batasan langsung dengan dua Kabupaten yaitu Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Luwu. Jarak Dari kota Mamuju ke kalumpang kurang lebih 90 Ki-lometer dari kota Mamuju, namun waktu tempuh yang diperlukan untuk menjangkau Kecamatan Kalumpang biasanya lebih dari 5 jam perjalanan, itu pun jika tidak ada hambatan.

    Untuk menjangkau kecamatan kalumpang bukanlah perkara gampang, jalan aspal berakhir Dusun Salubatu Desa Buttuada Kecamatan Bonehau, selanjutnya untuk menuju Kecamatan Kalumpang sebenarnya 50 kilome-ter lagi, namun harus ditempuh selama 3-4 jam per-jalanan. Kendaraan harus Melintas di atas kerikil dan tanah merah bercampur lumpur yang diantaranya ter-dapat belasan anak sungai yang memotong jalan, dua sungai diantaranya adalah sungai besar yang sewaktu waktu tidak dapat di lintasi apabila arus sedang deras. Cuaca cerah bukan berarti perjalanan anda mulus, di

    beberapa titik jalur sungai atau jalan memiliki rin-tangan yang berbahaya. Tidak jarang untuk melintasi sungai harus bermalam menunggu hingga air sungai surut yang diakibatkan oleh hujan di daerah bukit pegunungan sekitar Kalumpang.

    Beruntung pada awal tahun 2016, listrik sudah masuk sampai ke Kecamatan Kalumpang. Sebelumnya mas-yarakat hanya menggunakan alat penerangan dengan tenaga surya, gas ataupun genset. Karena beberapa turbin tenaga Micro Hydro sisa bantuan dari program pemberdayaan sejak tahun 2009 sudah banyak yang tidak berfungsi.

    Oh iya, Selama di Kalumpang, anda perlu menyam-paikan pesan kepada keluarga dan kerabat bahwa anda tidak bisa dihubungi melalui telepon/handphone kare-na akses komunikasi belum menjangkau Kalumpang dan 13 desa sekitarnya. Anda harus berkompromi dengan kondisi alam dan akses yang terbatas, selamat datang di Kalumpang.

    Menapak Cadas BukitKalumpang

    Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari beribu-ribu pulau membentang sepanjang nusantara. Namun setelah 70 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, tidak sedikit pemukiman di nusantara yang masih me

    rajut ketertinggalan karena akses yang terbatas. Salah satunya adalah Kecamatan Kalumpang, sebuah elegi pembangunan yang terlupakan. Inilah realita hidup masyarakat Kalumpang.

  • Jelajah Batas - Program Pemetaan dan Perencanaan Partisipatif Edisi 1 l April - Mei 2016 4 l

    AKSES TRANSPORTASI DI KALUMPANG

    Jejeran bukit tinggi menjulang dibalut lukisan hutan tropis dan percik air sungai Bone Karama pertanda anda telah sampai ke Kecamatan Kalumpang. Tidak lengkap rasanya ke Kalumpang tanpa mengunjungi de-sa-desa sekitar Kecamatan Kalumpang. Beberapa desa diantaranya adalah desa tua dengan beberapa pening-galan situs budaya yang tidak pernah dijamah atau di publikasikan ke dunia luar.

    Kalumpang terdiri dari 13 desa yang hanya bisa ditem-puh dengan dua pilihan alat transportasi yang dapat digunakan. Anda dapat memilih menggunakan trans-portasi darat Ojek Gunung atau transportasi sungai menggunakan Kalotok (Perahu Motor Tradisional). Keduanya sudah menjadi bagian penting bagi mas-yarakat kalumpang, kurang lebih dua puluh ribuan penduduk yang bermukim di Kecamatan Kalumpang, tinggal di aliran sungai Bone Karama.

    KALOTOK

    Terdapat 6 desa diantaranya yang bisa dijangkau melalui transportasi sungai yaitu : Desa Karama, Lim-bong, Tumonga, Sandapang, Batumakada dan Polio. Perahu ini digunakan masyarakat sudah sejak lama, namun tidak mudah untuk menyusuri derasnya sungai Bone Karama, Perjalanan di atas sungai melaju mela-wan arus sungai yang sangat deras.

    Setiap angkutan kalotok biasanya dilengkapi lebih dari dua mesin motor. Hal ini diakui untuk mence-gah apabila salah satu mesin tidak berfungsi keti-ka sedang dalam perjalanan, bisa mengakibatkan perahu kalotok terbawa arus bahkan tidak jarang hanyut dan tenggelam oleh derasnya arus sungai Bone Karama.

    Kami menggunakan dua mesin motor penggerak kapal untuk membantu keseimbangan kapal dan menghindari satu mesin tidak berfungsi yang bisa mengakibatkan kapal tenggelam terbawa arus, Ung kap Yusak (45 Th) Pengemudi Kalotok yang telah 10 tahun mengarungi sungai Bone Karama.

    Alat transportasi sungai biasanya digunakan untuk mengangkut barang (jerigen bensin, tabung gas, dll) yang akan di distribusikan kepada 6 desa yang terletak di daerah aliran sungai. Yusak Mengakui bahwa sehari-hari dia bisa mengangkut barang dua sampai tiga trip untuk mengangkut barang menuju Desa Tumonga dan desa desa lain sekitarnya.

    Jelajah Batas - Program Pemetaan dan Perencanaan Partisipatif Edisi 1 l April - Mei 2016 4 l

  • Jelajah Batas - Program Pemetaan dan Perencanaan Partisipatif Edisi 1 l April - Mei 2016 l 5

    OJEK GUNUNG

    Alat transportasi yang kedua adalah menggunakan Ojek Gunung. Berjalan menyusuri lereng terjal ber-batu yang terkadang bercampur dengan lumpur harus dilakukan. Bukan hanya itu, untuk menjangkau desa desa daerah pegunungan anda harus melewati lereng gunung dengan jalan yang sangat beresiko. Keseim-bangan badan harus dijaga, karena terkadang posisi jalan tepat di tepi jurang. Lengah sedikit saja, jurang terjal siap menelan korban di depan mata. Tidak bisa dipungkiri, hanya ojek ojek berpengalaman saja yang mampu melewati jalan menuju desa-desa pegunungan di Kalumpang.

    Namun anda akan terperangah ketika melihat ken daraan ojek yang digunakan, sebagian besar tidak menggunakan rem belakang, dengan kondisi motor yang sudah tidak lengkap dan suara motor yang me raung-raung memekakkan telinga.

    Lalo (35 Th) salah satu pengemudi Ojek yang sudah lebih 10 tahun berprofesi mengakui bahwa pedal rem belakang tidak digunakan di kalumpang karena akan menghalangi pengemudi motor untuk melintasi jala-nan lubang yang berlumpur.

    Kalo mau naik ojek, Jangan ki takut pak liat motornya, me-mang begini motor di Kalumpang, Ujar Lalo dalam dialek khas Sulawesi.

    Lalo berkisah pada tahun 2003, dia dan kawan kawan pemu-da desa di Kalum pang pernah me rintis jalan menuju Desa Salumakki yang sebelumnya tidak pernah dilalui oleh Kendaraan Motor. Desa Salumakki terletak kurang lebih 40 km dari Ke-camatan Kalumpang, namun untuk menempuh per-jalanan ke Desa Salumakki diperlukan waktu sekitar 5 jam.

    Ketika motor sampai di Desa Salumakki, penduduk seakan tak percaya dengan masuknya kendaraan yang mereka sebut Kuda Besi. Beberapa penduduk secara

  • Jelajah Batas - Program Pemetaan dan Perencanaan Partisipatif Edisi 1 l April - Mei 2016 6 l

    spontan bergiliran ingin di antarkan mengendarai kuda besi tersebut.

    Saya diminta mengantar penduduk mengelilingi lapangan de