Makalah Tekanan Darah

  • View
    4.611

  • Download
    5

Embed Size (px)

Transcript

TEKANAN DARAH

Oleh :

Niken Ayu Anggraini (11)Niken Ariesti Pangestika (12)Rachma Dina Firdaus (13)Raditya Karina Sugianto (14)Putri Febriana Syara (15)

TEKANAN DARAH Anatomi tubuh

Anatomi Jantung

Jantung adalah sebuah organ berotot dengan empat ruang yang terletak dirongga dada diantara paru-paru,di bawah perlindungan tulang iga,sedikit ke sebelah kiri sternum.Jantung dibungkus oleh membran perikardium. Membran perikadium tediri dari 3 lapisan yaitu pericardium fibrosa adalah lapisan terluar kemudian pericardium parietalis dan pericardium viseralis (epikardium). Diantara pericardium parietalis dan viseralis terdapat cairan serosa yang berfungsi mencegah gesekan pada saat jantung berdenyutFungsi utama jantung adalah memompa darah melalui arteri,kapiler dan vena. Sirkulasi system kardiovaskuler/sistem sirkulasi darahSisi kiri jantung memompa darah keseluruh sel tubuh disebut sirkulasi sistemik. Sedangkan sisi kanan jantung memompa darah ke paru untuk mendapat oksigen disebut sirklasi paru

Pengertian Tekanan darahTekanan darah merujuk kepada tekanan yang dialami darah ada pembuluh arteri darah ketika darah dipompa oleh jantung ke seluruh anggota tubuh manusia. Tekanan darah dibuat dengan mengambil dua ukuran dan biasanya diukur seperti berikut 120 /80 mmHg. Nomor atas (120) menunjukkan tekanan ke atas pembuluh arteri akibat denyutan jantung, dan disebut tekanan sistolik (tekanan darah pada saat terjadi kontraksi otot jantung). Nomor bawah (80) menunjukkan tekanan saat jantung beristirahat diantara pemompaan, dan disebut tekanan distolik (tekanan darah pada saat jantung tidak sedang berkonstraksi atau beristirahat).

Alat yang diperlukan untuk mengukur tekanan darah dan cara mengukur tekanan darah

2.1. Alat pengukur tekanan darah yang baik untuk dipakaiAlat pengukur tekanan darah atau sfigmomanometer ada 3 jenis: yang menggunakan air raksa, jenis aneroid dan jenis digital. Pengukur yang paling ideal adalah yang menggunakan air raksa. Namun penggunaannya harus benar. Bila tidak terampil menggunakan sebaiknya memakai pengukur tekanan darah jenis digital, namun sebaiknya sering dikalibrasi untuk lebih yakin alat pengukur tekanan darah digital Anda masih berfungsi dengan baik.Macam-macam Tensi

Tensi DigitalTensi Air Raksa

Tensi Manual

Stetoskop

2.2. Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan pemeriksaan tekanan darah

Sebaiknya sebelum dilakukan pemeriksaan pastikan kandung kemih anda kosong dan hindari konsumsi kopi, alkohol dan rokok, karena semua hal tersebut akan meningkatkan tekanan darah dari nilai sebenarnya. Sebaiknya istirahat duduk dengan tenang selama 5 menit sebelum pemeriksaan dan jangan berbicara saat pemeriksaan. Tenangkan pikiran anda, karena pikiran yang tegang dan stress akan meningkatkan tekanan darah.

2.3. Posisi yang baik saat melakukan pengukuran tekanan darah

Pemeriksaan tekanan darah sebaiknya dilakukan dalam posisi duduk dengan siku lengan menekuk di atas meja dengan posisi telapak tangan menghadap ke atas dan posisi lengan sebaiknya setinggi jantung.

2.4. Prosedur pemeriksaan tekanan darah

Setelah memperhatikan beberapa hal di atas, pemeriksaan tekanan darah dapat dilakukan. Beberapa langkah yang dilakukan pada pemeriksaan tekanan darah menggunakan sfigmomanometer air raksa :Pasanglah manset pada lengan atas, dengan batas bawah manset 2-3 cm dari lipat siku dan perhatikan posisi pipa manset yang akan menekan tepat di atas denyutan arteri dilipat siku ( arteri brakialis).Letakkan stetoskop tepat di atas arteri brakialis.Rabalah pulsasi arteri pada pergelangan tangan (arteri radialis).Pompalah manset hingga tekanan manset mencapai 30 mmHg setelah pulsasi arteri radialis menghilang.Bukalah katup manset dan tekanan manset dibiarkan menurun perlahan dengan kecepatan 2-3 mmHg/detik.Bila bunyi pertama terdengar, ingatlah dan catatlah sebagai tekanan sistolik.Bunyi terakhir yang masih terdengar dicatat sebagai tekanan diastolik.Catat nilainya sebagai sistolik-diastolik dalam mmHgTurunkan tekanan manset sampai 0 mmHg, kemudian lepaskan manset.

Penyebab kesalahan pengukuran

2.5. Kesalahan pengukuran dapat terjadi karena:1.Bising2.Bagian telinga dari stetoskop tiak terpasang dengan baik3.Manset tidak terpasang dengan baik.4.Nilai sistolik belum pada nilai maksimal.5.Ukuran manset tidak sesuai.6.Bagian balon terlalu besar/kecil7.Penguragan tekanan manset terlalu cepat

Catatan:

Kadang-kadang lingkungan terlalu berisik atau ada factor penyulit lainya, sehingga pengukuran tekanan darah hanya dilakukan secara palpasi,artinya hanya berdasarkan perabaan nadi radialis saja.Tekanan darah normal: (dewasa)Sistolik: 100 - 140 mmHgDiastolik: 60 90 mmHg

PENUTUP

3.1. KesimpulanKesimpulan yang dapat kita ambil dari karya ilmiah ini antara lain adalah jantung terdiri atas empat ruang, yaitu dua ruang yang berdinding tipis di sebut atrium dan dua ruang yang berdinding tebal di sebut pentrikel dan cara di temuknya sistel dn diastole berawal dari paru-paru mengalirkan darah yang teroksigenasi ke atrium kiri,dari atrium kiri darah akan di tamping ke fentrikum kiri, bila darah dalam fentrikel kiri penuh maka katup autri akan membuka, dan darah fentrikel kiri pertama kali akan menyentuh dinding katup aurtif akan membuka (sistol) dan darah mengalir ke aurta dan langsung ke vena dan artori lebih sempit. Setelah melewati arteri vena,ada mekanisme pembulu vena balik akan mengeluarkan darah kembali ke atrium kanan melalui vena kafa superior dan inferior.

Daftar Pustaka

Google.comdr.Darwis.Alan.dkk.2001.Pedoman Pertolongan Pertama. Jakarta : Kantor Pusat Palang Merah Indonesia