INOVASI PADI TNI

  • View
    69

  • Download
    1

Embed Size (px)

Transcript

  1. 1. KEMENTERIAN PERTANIAN BALAI PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN JAWA TENGAH 2014 DR. JOKO PRAMONO TEKNOLOGI UNTUK PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PADI SAWAH
  2. 2. TANTANGAN PENINGKATAN PRODUKSI BERAS NASIONAL 2 Degradasi kesuburan lahan C organik rendah < 2 % Tanah SAKIT Pelandaian PRODUKSI kejenuhan teknologi (technology fatique) padi sawah (Bimas PTT) Konversi lahan pertanian SUBUR Non pertanian (100.000 ha/th) ????? GLOBAL WARMING Anomali Iklim (Elnino, Lanina), ancaman OPT keseimbangan Ekologi terganggu Kebutuhan beras yg terus meningkat pertambahan penduduk tantangan swasembada berkelanjutan
  3. 3. TEKNOLOGI PADI UNTUK MENDUKUNG P2BN
  4. 4. VARIETAS UNGGUL Manfaat : alternatif pilihan varietas unggul yang sesuai kondisi agroekosistem, pasar, kendala cekaman biotik,dan abiotik (antisipasi DPI) 1
  5. 5. Potensi/Daya Hasil PH (Hipa5: Jete; Hipa6: Ceva), PTB Gilirang, Cimelati, Ciapus, Mekongga, Inpari 6 Mutu beras premium Memberamo, Ciherang, Cigeulis, Cibogo, Konawe Perbaikan Ketahanan Cekaman Biotik Tahan tungro (Tukad Balian, T. Unda, T. Petanu ) Tahan WBC biotipe 1,2,3 dan blast (Inpari 13), Inpari 31, Inpari 33 Perbaikan Ketahanan Cekaman Abiotik (Fisika & Kimia) Toleran genangan 14 hr (Inpara 4, Inpara 5) Toleran keracunan Fe (Inpara1,6) Umur genjah Inpari 1, 12 dan 13 pola tanam Sifat spesifik 4 VUB aromatik (Sintanur, Batang Gadis, Situ Patenggang, Gilirang) Keunggulan Spesifik Beberapa VUB
  6. 6. Wilayah rawan banjir: (Inpara 3,Inpara 4, Inpara 5, Inpari 29, Inpari 30, Batanghari, Banyuasin, Siak Raya, Lambur) Wilayah rawan kekeringan Inpari 10, Inpari 18, Inpari 19, Situbagendit, Inpago 6, Inpago 7, Inpago 8) Wilayah rawan tungro Inpari 5, Inpari 7, Inpari 21, Tukad Balian, T. Unda, T. Petanu ) Wilayah rawan WBC Inpari 13, Inpari 18, Konawe, Inpari 31, Inpari 33 Wilayah rawan Blast Inpari 11, Inpari 12, Inpari17, batang Piaman, Batutegi, Inpari 32 HDB Rawan kresek Inpari 1, Inpari 4, Inpari 17,Inpari 18, Conde, Angke dan Inpari 32 HDB Reekomendasi VU Padi
  7. 7. SELEKSI BENIH PADI Benih bermutu akan sangat menentukan pertumbuhan dan produktivitas tanaman, benih yg diseleski sehat, isi bernas, dll 2
  8. 8. Perlakuan benih dengan pestisida fipronil diperlukan terutama untuk daerah endemik penggerek batang PHT Seleksi benih bermutu dengan larutan garam 3% (10 lt air + 300 gr garam) benih bernas tenggelam, benih hampa dibuang Perendaman dengan larut ZA (20 gr ZA/liter air) Perlakuan Benih (sortasi, seed treatment)
  9. 9. PENGATURAN POPULASI TANAMAN pengaturan populasi tanaman optimal, meningkatkan aktivitas fotosintesis, memanfaatkan efek tanaman tepi (border effect) JARWO 3
  10. 10. PENGERTIAN CARA TANAM PADI SAWAH DENGAN POLA BEBERAPA BARISAN TANAMAN, KEMUDIAN DISELINGI OLEH SATU BARISAN KOSONG
  11. 11. PRINSIP SISTEM JAJAR LEGOWO MENINGKATKAN POPULASI PERTANAMAN DENGAN PENGATURAN JARAK TANAM
  12. 12. 2. MEMANIPULASI BARISAN TANAM YANG BERADA DI PINGGIR DENGAN MENYISIPKAN TANAMAN KE DALAM BARISAN SISIPAN TANAMAN
  13. 13. TIPE JAJAR LEGOWO YANG DITERAPKAN PETANI 2:1 3:1 4:1
  14. 14. PENERAPAN YANG DISARANKAN LEGOWO 2:1 ATAU 4:1 (JARAK TANAM 25x12,5x50 atau 20x15x40)
  15. 15. LEGOWO 2 :1 SEMUA BARISAN PERTANAMAN DISISIPKAN POPULASI 213.300 RUMPUN/ HA (PENINGKATAN POPULASI 33,31%) 50cm 12,5cm 25cm SISIPAN 25cm
  16. 16. LEGOWO 4 :1 (TIPE 2) 1. SISIPAN HANYA DIBERIKAN PADA KEDUA BARISAN TANAMAN PINGGIR 2. JUMLAH POPULASI 170.667 RUMPUN/ HA (POP ME 6,6%) 3. COCOK DITERAPKAN PADA KONDISI LAHAN YANG SUBUR 25cm 50cm 12,5cm 25cm SISIPAN
  17. 17. KEUNTUNGAN JAJAR LEGOWO Memudahkan aplikasi pupuk, pengendalian OPT dan Gulma Efek tanaman tepi -Turbulensi udara - Peningkatan CO2 - Peningkatan fotosintesa 20 cm 40 cm 1. 2.
  18. 18. 3. Meningkatkan populasi tanaman/ha 5. Dapat digunakan untuk produksi padi ikan (mina padi) atau Parlebek 4. Meningkatkan produktivitas padi mencapai 15%
  19. 19. Roda papan kayu As roda / klakher Kayu reng PENGEMBANGAN ALSIN JARWO
  20. 20. SCIENCE. INNOVATION. NETWORKS
  21. 21. GAMBAR DESAIN MESIN TANAM PADI LEGOWO Gambar Isometrik Mesin Tanam Padi Jajar legowo 2 : 1, 30 40 cm
  22. 22. Pengkajian JARWO Lokasi Produktivitas (t/ha) Peningkatan (kg) Persentase (%) Jajar Legowo Non Jajar Legowo Karanganyar 7,95 6,70 1.250 18.66 Blora 6,54 5,37 1.170 21.79 Brebes 6,30 5,70 600 10.53 Klaten 7,30 5,90 1.400 23.73 Temanggung 6,57 5,27 1.300 24.67 Pekalongan 6,30 5,30 1000 18.87 Tegal 6,48 5,14 1.340 26.07 Magelang 6,13 5,75 380 6.61 Purworejo 7,15 6,50 650 10.00 Rembang 7,60 6,70 900 13.43 Boyolali 6,72 5,60 1.120 20.00 Pati 7,09 6,34 750 11.83 Banyumas 7,00 6,50 500 7.69 Purbalingga 6,52 5,40 1.120 20.74 Cilacap 6,20 5,80 400 6.90 Rerata 6.74 5.89 0.93 16.10
  23. 23. PERMASALAHAN PENERAPAN JAJAR LEGOWO 1. Penanaman sistem legowo sangat tergantung dengan pihak lain (regu tanam) sehingga keputusan penanaman legowo tidak serta merta oleh petani itu sendiri. 2. Regu tanam sendiri merasa sulit menerapkan jajar legowo, karena selain membutuhkan waktu yang lama juga belum terbiasa 3. Biaya yang dikeluarkan petani lebih tinggi dari model tanam biasa (selisihnya berkisar Rp 150.000,- s/d Rp 400.000,-) 4. Peningkatan hasil akibat penerapan sistem tanam legowo tidak dinikmati petani karena umumnya petani menebaskan hasil panennya.
  24. 24. PEMUPUKAN SPESIFIK LOKASI Meningkatkan efisiensi pemupukan Dasar: kemampuan tanah menyediakan hara, kebutuhan tanaman, target produksi 4
  25. 25. Peraturan Menteri Pertanian No. 40/OT.140/ 4/2007 rekomendasi pemupukan N,P,K padi sawah spesifik lokasi Pemupukan Urea berdasarkan Bagan Warna Daun (BWD) Berdasarkan hasil petak omisi, analisa tanah, PUTS http:webapps .irri.org Pemupukan Efisien Spesifik Lokasi Nilai BWD Takaran Urea (kg/ha) pada setiap potensi hasil (ton/ha) GKG 5 6 7 8 < 3 75 100 125 150 3,5 50 75 100 125 > 4 0 0-50 50 50
  26. 26. Rekomendasi Pemupukan PADI, JAGUNG dan KEDELAI melalui ONLINE dan SMS A. Melalui Website KATAM dan http://webapps.irri.org/nm/id atau www.irri.org/nmrice B. Melalui Smartphone basis Android C. Melalui SMS ke No 082123456500 atau 081235651111 untuk padi, jagung dan kedelai D. Info pupuk padi/jagung/kedelai tunggal/phonska/pelangi nama wilayah administrasi (kecamatan) Contoh sms : info pupuk padi phonska nogosari info katam patebon
  27. 27. TEKNIK PENGELOLAAN AIR IRIGASI UNTUK BUDIDAYA PADI Lahan Kering pembuatan embung memanen air hujan, penggunaan mulsa organic untuk menjaga RH tanah, pembangunan DAM parit, pemberiaan bahan organik Lahan sawah irigasi macak-macak, metode gilir giring, alternate wetting and drying (AWD) atau pengairan basah kering (PBK). 5
  28. 28. Metode Basah-kering Tujuan : Untuk mengatur pemberian air sesuai kebutuhan tanaman padi Prinsip: Metode ini dipraktekkan mulai tanam s/d seminggu sebelum tanaman berbunga. Sawah baru diairi bila kedalaman muka air tanah mencapai 15 cm
  29. 29. Air pengairan cukup PENGAIRAN BERSELANG Air pengairan perlu ditambahkan Pada saat pembungaan, pertahankan ketinggian air sekitar 3-5 cm. Pada saat pemupukan air dibuat macak-macak.
  30. 30. Manfaat : 1. Meningkatkan efisiensi pemupukan (terutama N) 2. Menekan keracunan besi (Fe) tergenang Fe3+ jadi Fe2+ Jika Fe2+ = >350 ppm padi keracunan 3. Menghambat akumulasi CO2, H2S, asam2 organik 4. Menghambat perkembangan OPT (penggerek batang, WBC, keong mas), dan penyakit (busuk batang dan busuk pelepah) 5. Menghemat air 20-40 %
  31. 31. Gambar Penampang Paralon Kontrol
  32. 32. Pemasangan Pralon Kontrol Air
  33. 33. Pengaturan air SRI 29/05/2015 Joko Pramono, BPTP Jateng 2012 36 Prof. Dr. Norman Uphoff Menyarankan : 1. Selama pertumbuhan vegetatif dan periode anakan, sebaiknya : a. Berikan air sedikit hanya untuk menjaga kelembaban tanah, tidak sampai jenuh (mengenang). b. Selama fase anakan lahan perlu dikeringkan untukperiode singkat (2-6 hari)hingga permukaan tanah terlihat retak, c. Mengatur kondisi lahan Basah/Kering untuk periode 3-6 hari, selama fase vegetatif. 2. Setelah inisiasi malai pertahankan lapisan tipis air dilapangan (1-2 cm) hingga 10-15 hari sebelum panen dan 10- 15 hari menjelang panen lahan dikeringkan
  34. 34. Sistem Rice intensification
  35. 35. 6 Prinsip Dasar SRI 1. Jarak tanam yang lebar, bibit tunggal (efek kompetisi) 2. Menghindari trauma bibit terutama Tanam bibit muda (10- 15 hss) 3. perakaran, tanam cepat 4. Menjaga kelembaban (RH) tanah, kondisi aerobik, tidak selalu tergenang 5. Menjaga aerasi tanah, dan 6. Penambahan Bahan Organik29/05/2015 Joko Pramono, BPTP Jateng 2012 38 6
  36. 36. Prinsip dasar 1-3 : merupakan kultur teknis untuk menstimulasi pertumbuhan tanaman Prinsip dasar 4-6 : merupakan kultur teknis meningkatkan pertumbuhan dan kesehatan akar dan biota tanah 29/05/2015 Joko Pramono, BPTP Jateng 2012 39
  37. 37. Tanam bibit muda Umur bibit 8-15 hari Sistem semai DAPOK Tabela (optional) Manfaat : 1. Mengurangi stagnasi pertumbuhan setelah tapin 2. Pertumbuhan akar cepat/dalam tahan rebah 3. Umur panen lebih cepat 4. Tanaman lebih sehat hasil meningkat 29/05/2015 40 1
  38. 38. Tanam umur bibit 25 hari 29/05/2015 Joko Pramono, BPTP Jateng 2012 41 Tanam bibit muda 15 hr
  39. 39. Jarak Tanam Lebar Jarak tanam (25 x 25 cm s/d 50 x 50 cm Tanam tunggal Manfaat : 1. Mengurangi kompetisi antar individu tanaman (intra/inter specific competition) 2. Memberi ruang yg cukup agar tan.mampu mengekpresikan kemampuan genetisnya 29/05/2015 42 2
  40. 40. Penanaman 1 bibit/ rumpun 29/05/2015 Joko Pramono, BPTP Jateng 2012 43
  41. 41. Menghindari trauma bibit Jangan ada pembalikan (inversion) pada ujung bibit menghambat pertumbuhan Segera lakukan pindah tanam (15 menit sd 30 menit) lebih cepat lebih baik. Tana