Hukum Pengangkutan Tanggung Jawab Pengusaha

  • View
    448

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

MakalahDiajukan sebagai salah satu Tugas Mata Kuliah Hukum PengangkutanDosen : Apip Nur, S.H.,M.H.

Zainal Abidin430.200.12.2868

KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya, tak lupa sholawat serta salam terlimpah curahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW kepada keluarganya, sahabatnya serta kita selaku umatnya yang taat kepada ajarannya sampai akhir zaman, sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan tepat waktu untuk memenuhi salah satu tugas Hukum Pengangkutan. Makalah ini berisikan tentang Tanggung Jawab Pengusaha Pengangkutan, saya berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca pada umumnya dan rekan Sekolah Tinggi Hukum Galunggung Tasikmalaya pada khususnya. Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendoakan Saya dalam proses penyusunan makalah ini, sehingga saya dapat menyelesaikannya dengan tepat waktu. Saran dan kritik yang sifatnya membangun sangat diharapkan untuk kesempurnaan penulisan makalah ini.

Tasikmalaya, 21 Desember 2014

Penyusun

Kata Pengantar.........................................................................................................................iDaftar isi...................................................................................................................................iiBAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang.................................................................................................................1B. Identifikasi Masalah.........................................................................................................2BAB II TINJAUAN MATERITanggung Jawab Pengangkutan dan Pengiriman BarangA. Pengertian Pengangkutan................................................................................................3B. Perjanjian Pengangkutan Barang.....................................................................................4C. Tanggung Jawab Pengusaha Pengangkutan.....................................................................5D. Ganti Rugi........................................................................................................................6BAB III Analisis KasusKecelakaan Travel Cipaganti yang Terjadi pada Tanggal Enam Maret 2011..............................7BAB IV Kesimpulan.................................................................................................................................8DAFTAR PUSTAKA.....................................................................................................................10

BAB I PENDAHULUANA. Latar BelakangMenurut arti katanya pengangkutan berasal dari kata dasar angkut yang berarti angkat dan bawa, muat dan bawa atau kirimkan. Mengangkut artinya mengangkat dan membawa, memuat dan membawa atau mengirimkan. Pengangkutan artinya pengangkatan dan pembawaan barang atau orang, pemuatan dan pengiriman barang atau orang, barang atau orang yang diangkut. Jadi, dalam pengertian pengangkutan itu tersimpul suatu proses kegiatan atau gerakan dari satu tempat ke tempat lain.[footnoteRef:2] [2: Abdul Kadir Muhammad, SH, 1991, Hukum Pengangkutan Darat, Laut, dan Udara, Penerbit PT. Citra Aditya Bakti, Bandung, hlm 19]

Dengan demikian, Pengangkutan adalah proses kegiatan memuat barang atau penumpang ke dalam alat pengangkutan, membawa barang atau penumpang dari tempat pemuatan ke tempat tujuan, dan menurunkan barang atau penumpang dari alat pengangkutan ke tempat yang ditentukan.Pengangkutan adalah salah satu bidang kegiatan yang sangat vital dalam kehidupan masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari berbagai faktor seperti diuraikan berikut ini : 1. Keadaan geografis IndonesiaKeadaan geografis Indonesia yang terdiri dari beribu-ribu pulau besar dan kecil serta sebagian besar lautan memungkinkan pengangkutan dilakukan melalui Negara dapat dijangkau. Adanya tiga jalur pengangkutan ini mendorong penggunaan alat pengangkutan modern yang digerakkan secara mekanik.2. Menunjang pembangunan berbagai sektorKemajuan bidang pengangkutan terutama yang digerakkan secara mekanik akan menunjang pembangunan di berbagai sektor, misalnya :Sektor Perhubungan, pengangkutan memperlancar arus manusia, barang, jasa, informasi ke seluruh penjuru tanah air ; Sektor Pariwisata, pengangkutan memungkinkan para wisatawan men-jangkau berbagai objek wisata yang berarti pemasukan devisa bagi Negara ; sektor perdagangan, pengangkutan mempercepat penyeberangan perdagangan barang kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan pembangunan sampai ke seluruh pelosok tanah air ; Sektor Pendidikan, pengangkutan menunjang penyebaran sarana pendidikan dan tenaga kependidikan ke seluruh daerah dan mobilitas penyeleng-garaan pendidikan ; dan demikian juga sektor-sektor lainnya.

3. Keselarasan antara kehidupan kota dan desaBanyaknya penggunaan jasa pengangkutan oleh masyarakat memberi dampak pada pembangunan pedesaan berupa keselarasan antara kehidupan kota dan desa. Keselarasan tersebut dapat terjadi karena arus informasi timbal balik antara kota dan desa, sehingga perkembangan tingkat berfikir dan kemauan meningkatkan keahlian dan keterampilan warga desa dapat tumbuh lebih cepat. Kemajuan bidang pengangkutan memungkinkan penyediaan lapangan kerja berkembang dari kota dan desa. Hal ini akan mencegah terjadi arus urbanisasi karena untuk mencari kerja warga desa tidak harus pindah ke kota.4. Pengembangan ilmu dan teknologiKemajuan bidang pengangkutan mendorong pengembangan ilmu hukum baik perundang-undangan maupun kebiasaan pengangkutan. Sesuai tidaknya undang-undang pengangkutan yang berlaku sekarang dengan kebutuhan masyarakat tergantung dari penyelenggaraan pengangkutan. Demikian juga perkembangan hukum kebiasaan, seberapa banyak perilaku yang diciptakan sebagai kebiasaan dalam pengangkutan. Pengembangan teknologi pengangkutan tergantung juga dari kemajuan bidang pengangkutan yang digerakkan secara mekanik.Perkembangan hukum pengangkutan dapat ditelaah dengan baik melalui pendidikan hukum dengan cara melakukan penelitian dan pengkajian bahan-bahan hukum pengangkutan yang bersumber pada masyarakat pengguna jasa pengangkutan dan peraturan hukum pengangkutan di bidang keperdataan.[footnoteRef:3] [3: Ibid, hlm 1]

B. Identifikasi MasalahJika Pengangkut mengalami kecelakaan (kelalaian karyawan bawahan), siapa yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut? Siapakah yang akan bertanggung jawab? pemimpin perusahaan atau Pengangkut itu sendiri (Pengemudi)?Menurut ketentuan pasal 1367 KUH Perdata, bahwa pengusaha pengangkutan bertanggung jawab atas akibat dari perbuatan buruk/karyawannya, misalnya :Pengemudi kendaraan truk umum/pembantunya, sebuah PT. Transport ordemer dalam mengemudikan kendaraanya teledor mengantuk hingga kendaraan yg dikemudikan membentur kendaraan lain dan masuk selokan atau jurang, kemudian cacat yang diderita, meninggalkan penumpang lain Pasal 1365 KUH Perdata, sebagai analogi Pasal 1602 Ayat 2 KUH Perdata yang berbunyi :Apabila majikan tidak memenuhi kewajiban dan kelalaian yang mengakibatkan kerugian bagi buruh, maka majikan wajib memberi ganti rugi, terkecuali bilamana majikan dapat membuktikan, bahwa kerugian itu merupakan akibat langsung dari wanprestasi majikan sebagai pengusaha angkutan yaitu dalam hal :1. Tidak menyiapkan kendaraan yang layak angkut, dalam arti:Kendaraan siap melayani reute (regular service) dalam cukup peralatan perwatan, memenuhi syarat ketentuan 2 peraturan lalu lintas jalan antara lain :a. Keadaan alat mekanis penggerak (mesin) dalam keadaan baik, mampu melayani rute yang ditempuh dalam segala macam cuaca.b. Cukup mempunyai bahan bakar dan minyak 2 untuk mesin dan onderdel penggerak.c. Tersedia alat-alat cadangan beserta perlengkapannya termasuk persediaan PPPK.d. Mempunyai surat-surat kendaraan lengkap, termasuk surat uji kendaraan.

Terkecuali kerugian akibat kecelakaan itu kelalaian dari pihak buruh sendiri dalam arti tidak siap mengahadapi tugas mengemudi karena terlalu lelah (mengantuk) dan dalam hal ini menjadi beban-beban pembuktian pengangkut.[footnoteRef:4] [4: Soegijatna Tjakranegara, S.H., 1995, Hukum Pengangkutan Barang dan Penumpang, PT. Rineka Cipta, Jakarta, Hlm. 81]

BAB II TINJAUAN MATERITanggung Jawab Pengangkutan dan Pengiriman Barang

A. Pengertian PengangkutanBaik di dalam KUH Perdata maupun KUHD (baik yang sudah dikodifikasikan maupun yang belum, yng berdasarkan atas dan bertujuan untuk mengatur hubungan-hubungan yang terbit karena keperluan pemindahan barang-barang dan atau orang-orang dari suatu ke lain tempat untuk memenuhi perikatan-perikatan yang lahir dan perjanjian-perjanjian tertentu, termasuk didalamnya perjanjian-perjanjian untuk memberikan perantaraan mendapatkan pengangkutan/ekspedisi.[footnoteRef:5] [5: Sution Usman Adji, S.H., Djoko Prakoso, S.H., Hari Pramono., 1991, Hukum Pengangkutan Di Indonesia, PT. Rinka Cipta, Jakarta, Hlm. 5]

Secara umum pengangkut adalah barang siapa yang baik dnegan persetujuan charter menurut waktu (time charter) atau charter menurut perjalanan baik dengan suatu persetujuan lain mengikatkan diri untuk menyelenggarakann pengangkutan barang yagn seluruhnya maupun sebagian melalui pengangkutan.Pengangkutan Suatu proses kegiatan memuat barang/penumpang ke dalam alat pengangkutan membawa barang/ penumpang dari pemuatan ke tempat tujuan dan dan menurunkan barnag/penumpang dari alat pengangkutan ke tempat yang ditentukan. Disini sering menimbulkan tanggungjawab dari pengangkut.B. Perjanjian Pengangkutan BarangPerjanjian Pengangkutan ini, adalah Consensuil (timbal balik) dimana pihak pengangkut mengikatkan diri untuk menyelenggarakan pengangkutan barang dari dan ke tempat tujuan tertentu, dan pengirim barang (pemberi order) membayar biaya/ongkos angkutan sebagaimana yang disetujui bersama, di sini dapat anda lihat ke dua belah piahk