AWARENESS ISO 9001:2015

  • Published on
    09-Jan-2017

  • View
    957

  • Download
    1

Embed Size (px)

Transcript

ISO 9001:2015

ISO 9001:2015

ISO 9001:2015Tujuan utama dari ISO 9001 adalah meningkatkan kepuasan pelanggan dan mutu produk.Dipilih kata meningkatkan, bukan memenuhi karena agar ada upaya atau bahkan mindset dari perusahaan untuk melakukan continual improvement atau peningkatan keberlanjutan sehingga perusahaan minimal dapat survive

Manfaat ISO 9001:2015Mampu memberikan produk dan layanan bermutu secara konsistenMeningkatkan kepuasan pelangganMengenal resiko dan peluang dalam pencapaian sasaranDapat membuktikan bahwa sistem manajemen mutunya sesuai dengan persyaratan-persyaratan internasional

Dasar implementasi ISO 90019001:20089001:2015

Konsep Plan Do Check - Action

Implementasi konsep PDCA dalam proses mencapai kepuasan pelanggan.Untuk membuat perencanaan, perusahaan bisa mendapatkan informasi kebutuhan pelanggan dari suara konsumen. Perencanaan yang dibuat didefinisikan dalam kebijakan mutu, sasaran mutu dan perencanaan manajemen mutu. tahap berikutnya berupa penerapan (Do) terkait dengan persyaratan-persyaratan dan standar standar yang ditetapkan dalam perencanaan. Pengendalian terkait implementasi dimana pemeriksaan (Check) yang berupa monitoring dan pengukuran terkait dengan hasil dari penerapan/implementasi perencanaan. Untuk peningkatan kualitas harus dilakukan action dari proses Check/measurement sebagai improvement dengan adanya management review dan Design &Development

Prinsip dasar ISO 9001:2015NoISO 9001:2008ISO 9001:20151Fokus PelangganFokus pelanggan2KepemimpinanKepemimpinan3Keterlibatan KaryawanKeterlibatan Karyawan4Pendekatan ProsesPendekatan Proses5Pendekatan Sistem ke ManajemenPerbaikan terus menerus6Perbaikan Terus-MenerusPendekatan Faktual untuk mengambil keputusan7Pendekatan Faktual untuk Mengambil KeputusanHubungan Manajemen8Hubungan Saling Menguntungkan dengan Pemasok

Prinsip prinsip ISO 9001:2015Fokus pelangganPelanggan ini sangat vital adanya, ekstrimnya karena pelangganlah perusahaan itu ada, tanpa pelanggan maka perusahaan akan mati. Untuk kepuasan mereka harusnya menjadi fokus utama perusahaan atau organisasi dan ini menjadi prinsip pertama dalam Quality Management PrinciplesKepemimpinanUntuk berlangsungnya implementasi SMM, diperlukan komitmen yang kuat dari Top manajemen. Komitmen terkait SMM bisa berupa menetapkan kebijakan mutu, menetapkan sasaran mutu, menjamin tersedianya Sumber daya dsb.

Keterlibatan KaryawanKelangsungan implementasi SMM tidak hanya dibutuhkan komitmen dari Top Manajemen, tetapi karyawan sebagai penggerak operasional perusahaan harus terlibat dalam SMM. Pendekatan ProsesIntinya setiap kegiatan/sumber daya di organisasi harus menyadari bahwa setiap pekerjaannya berkontribusi atau memberikan pengaruh terhadap sistem, jika dia bekerja tidak bagus maka sistem akan terhambat karena dia menjadi bagian atau proses dalam sistem manajemen.

Perbaikan terus menerusPoint penting untuk tercapainya sasaran mutu yang direncanakan yaitu adanya monitoring/pengukuran terhadap kemampuan organisasi untuk mencapainya. Hasil dari monitoring/pengukuran akan digunakan sebagai perbaikan secara berkelanjutan untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Pendekatan factual untuk mengambil keputusanKeputusan yang efektif adalah keputusan yang didasarkan pada analisa data dan informasiHubungan ManajemenIntegrasi dengan sistem manajemen lain dilakukan dengan penggunaan 3 konsep: proses approach, PDCA dan risk based thinking. - ISO-9000 diterbitkan untuk membantu pemahaman tentang ISO-9001 - ISO-9004 diterbitkan untuk menjadi panduan dalam menerapkan ISO-9001

Ciri ciri ISO 9001:2015

Ciri ciri ISO 9001:2015Forward LookingCiri ini tertuang dalam klausul 4, yaitu Context of the organization, pada intinya klausul ini menjelaskan mengapa perusahaan/organisasi harus ada visi atau ingin jadi seperti apa nantinya. Setelah menetapkan tujuan atau visi, maka organisai melakukan identifikasi dan analisa terhadap faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi keberlangsungan hidup perusahaan/organisasi. Faktor internal, misalnya kebijakan, strategi, sumber daya, sasaran, nilai-nilai, dan informasi. Faktor eksternal, perilaku pelanggan, ekonomi, sosial dan kultural, teknologi, persaingan, dan regulasi.

Ciri ciri ISO 9001:2015Risk Based thinkingPerusahaan atau organisasi harus mengelola risiko sehingga di ISO 9001:2015 tidak ada lagi klausul tentang preventive action, karena semua proses yang didesain, dikembangkan dan diterapkan harus memperhitungkan risiko. Minimal ada tiga risiko yang harus dikelola, yaitu Kegagalan produk (barang dan jasa). Kerugian pelanggan (keselamatan dan ekonomis).Kerugian organisasi . Persyaratan ini tertuang dalam klausul 6 tentang Planning artinya risiko harus dianalisa atau dideterminasi sedemikian hingga pada saat membuat perencanaan.

Ciri ciri ISO 9001:2015Compentency BasedSecara rinci tertuang dalam klausul 7.2 tentang competence. Kompetensi SDM menjadi fokus dalam ISO 9001 karena kinerja organisasi/perusahaan ditentukan oleh kinerja pegawainya. Untuk itu perlu langkah-langkah untuk mengelolanya :Melakukan identifikasi dan determinasi kompetensi yang dibutuhkan.Memastikan bahwa personil yang mempengaruhi kepuasan pelanggan dan mutu produk adalah kompeten.Melakukan pengembangan (melalui training atau pembinaan - misal coaching, supervisi) jika terjadi gap kompetensi. Bukti efektive dari kompetensi terkini (tidak cukup dan bukan hanya sertifikat, perlu diperagakan).

Ciri ciri ISO 9001:2015Improvement driven bermutu dan memuaskan pelanggan hari ini, belum tentu bermutu dan memuaskan pelanggan esok hariKepuasan pelanggan dan mutu produk adalah sesuatu yang dinamis. Untuk itu, dalam ISO 9001 ada 3 komponen besar, yaitu Quality management principlesQuality management processControl system berbasis PDCA (Plan-Do-Check-Action) cycle. Ketiga-tiganya harus ditetapkan dan diterapkan.

Hal hal baru dalam ISO 9001:2015Interested parties (selain pelanggan itu sendiri, terdapat pihak lain yang berkepentingan, misal lembaga sertifikasi, regulasi, dlsb).Change (di klausul 6-planning)Social and psychological (di klausul 7.1.4 - process environment)Knowledge (di klausul 6. - planning dan 7.1 resources)Outsourcing (selection and control)Performance indicator (planning and evaluation) Sistem dokumentasinya, di standar ISO 9001:2015 istilah quality manual akan dihapuskan dan diganti dengan istilah Documented Information. Hal ini ditujukan agar sistem dokumentasi di standar ini disusun sesuai dengan kebutuhan perusahaan atau organisasi

Klausul-klausul ISO 9001:2015PendahuluanLingkupAcuan NormatifIstilah dan DefinisiKonteks OrganisasiKepemimpinan

PerencanaanPendukungOperasiEvaluasi KinerjaPeningkatan

Klausul-klausul ISO 9001:20150. Pendahuluan Klausul 0 dalam ISO-9001:2015 tidak berisi persyaratan, tetapi penjelasan tentang tujuan, prinsip-prinsip yang mendasari ISO-9001:2015 dan hubungan ISO-9001:2015 dengan standar lain. 0.1 UmumUraian tentang manfaat yang akan diperoleh organisasi dengan menerapkan ISO-9001 2015; Apa yang tidak disyaratkan; ISO-9001:2015 tidak dimaksudkan untuk menyeragamkan sistem manajemen mutu yang berbeda. ISO-9001:2015 tidak mensyaratkan agar agar organisasi membuat dokumentasi dengan struktur yang sama dengan struktur klausul ISO-9001:2015. ISO-9001:2015 tidak mensyaratkan agar organisasi menggunakan istilah-istilah yang ditentukan oleh ISO-9001:2015.

Pernyataan bahwa ISO-9001 menggunakan secara terpadau pendekatan proses, siklus PDCA dan risk based thinking serta penjelasan dari ketiga konsep tersebut dan manfaatnya. Penjelasan tentang tingkat keharusan dalam ISO-9001:2015; Shall berarti wajib Should berarti rekomendasi May berarti diizinkan Can berarti bisa saja dilakukan

0.2 Prinsip prinsip Manajemen Mutu

0.3 Pendekatan ProsesMeskipun klausul ini berjudul pendekatan proses, isinya menerangkan tiga konsep dasar yaitu pendekatan proses, PDCA dan risk based thinking dan pertalian antar ketiganya;Pengaturan proses dilakukan dengan menerapkan siklus PDCA yang berfokus pada resiko-resiko dan peluang yang ada. Penggunaan pendekatan proses dalam sistem manajemen mutu menjaminRisk based thinking adalah apa yang disebut sebagai preventive action pada ISO-9001 edisi sebelumnya Organisasi perlu merencanakan bagaimana mencari resiko-resiko dan peluang yang ada dalam setiap proses dan sistem manajemen mutu-nya

0.4 Hubungan dengan Manajemen Standart lainKlausul ini menerangkan beberapa hal tentang pertalian dengan standar manajemen lain; Integrasi dengan sistem manajemen lain dilakukan dengan penggunaan 3 konsep: proses approach, PDCA dan risk based thinking. ISO-9000 diterbitkan untuk membantu pemahaman tentang ISO-9001 ISO-9004 diterbitkan untuk menjadi panduan dalam menerapkan ISO-9001

1. Lingkup

Klausul ini menerangkan tentang organisasi apa saja yang dapat menerapkan ISO-9001:2015; Organisasi yang dapat menerapkan ISO-9001: Organisasi yang ingin menunjukkan kemampuannya untuk secara konsisten memberikan produk atau layanan yang memenuhi persyaratan pelanggan dan persyaratan regulasi dan perundangan yang berlaku. Organisasi yang Ingin meningkatkan kepuasan pelanggan melalui penerapan sistem yang efektif, termasuk penerapan proses-proses untuk peningkatan sistem secara berkelanjutan dan penjaminan kesesuaian dengan persyaratan pelanggan, regulasi dan perundangan yang berlaku. ISO-9001 bersifat umum, jadi dapat diterapkan oleh berbagai jenis organisasi tanpa memandang ukuran, produk dan layanannya.

4. Konteks OrganisasiKlausul ini berisi persyaratan umum tentang dasar-dasar yang harus dilakukan organsiasi untuk membangun sistem manajemen mutu yang dibagi dalam 4 sub-klausulMemahami organisasi dan konteksnyaMemahami kebutuhan dan harapan pihak-pihak terkaitMenentukan lingkup sistem manajemen mutuSistem manajemen mutu dan proses - prosesnya

5. Kepemimp