Ibuku Sayang

  • Published on
    13-Aug-2015

  • View
    1.786

  • Download
    3

Embed Size (px)

Transcript

<ol><li> 2. <ul><li>Pada saat ini Yaa Allah.Kami tafakur merenungi masa silam kami yang penuh kisah. Dan ini adalah sepenggal kisah dari salah satu episode perjalanan kehidupan kami, </li></ul></li><li> 3. <ul><li>Suatu ketika seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia. Menjelang diturunkan dia bertanya kepada Tuhan. </li></ul></li><li> 5. Si bayipun bertanya kembali, "Dan apa yang dapat saya lakukan saat saya ingin berbicara kepada-Mu? </li><li> 6. Sekali lagi Tuhan menjawab, "Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa kepadaKu." </li><li> 8. Si bayipun tetap belum puas dan melanjutkan pertanyaannya, "Tapi saya akan bersedih karena tidak melihat Engkau lagi. Dan Tuhanpun menjawab, "Malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku, dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepada-Ku, walaupun sesungguhnya Aku selalu berada di sisimu." </li><li> 9. Si bayipun masih belum puas, ia pun bertanya lagi, "Saya mendengar bahwa di bumi banyak orang jahat, siapa yang akan melindungi saya? Dengan penuh kesabaran Tuhanpun menjawab, "Malaikatmu akan melindungimu, dengan taruhan jiwanya sekalipun." </li><li> 10. Saat itu surga begitu tenangnya, sehingga suara dari bumi dapat terdengar dan sang anak dengan suara lirih bertanya, "Tuhan, jika saya harus pergi sekarang, bisakah engkau memberitahu siapa nama malaikat di rumahku nanti?" </li><li> 11. Tuhan pun menjawab, "Kamu dapat memanggil malaikatmu...IBU..." </li><li> 12. Kenanglah Ibuyangmenyayangimu Untuk ibu yang selalu meneteskan air mata ketika aku pergi ..... Ingatkah engkau, ketika ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu, tidur nyenyak dengan dua selimut membalut tubuhmu ..? </li><li> 13. Ingatkah engkau ketika jemari ibu mengusap lembut kepalamu disaat engakau berbaring? .... dan ingatkah engkau ketika air mata menetes dari mata ibumu ketika ia melihatmu terbaring sakit? </li><li> 14. Jangan biarkan engkau kehilangan saat-saat yang akan kau rindukan di masa datang. ketika ibu telah tiada </li><li> 15. Tak ada lagi yang berdiri di depan pintu menyambut kita Tak ada lagi senyuman indah ... tanda bahagia. Yang ada hanyalah kamar yang kosong tiada penghuninya, </li><li> 16. Tak ada lagi yang menyiapkan sarapan pagi untukmu makan, </li><li> 17. Tak ada lagi yang rela merawatmu sampai larut malam ketika engkau sakit... </li><li> 18. Tak ada lagi dan tak akan ada lagi yang meneteskan air mata mendo'akanmu disetiap hembusan nafasnya. </li><li> 19. Kembalilahmemohon maafpada ibumu yang selalu rindu akan senyumanmu. </li><li> 20. Kembalilah segera .. peluklah ibu yang selalu menyayangimu .. Ciumlah kaki ibu yang selalu merindukanmu dan berikanlah yang terbaik diakhir hayatnya. Kawan berdo'alah untuk kesehatannya dan rasakanlah pelukan cinta dan kasih sayangnya Jangan biarkan engkau menyesal di masa datang kembalilah pada ibu yang selalu menyayangimu .. Kenanglah semua cinta dan kasih sayangnya ... </li><li> 21. Ibu ..maafkan aku .. Sampai kapanpun jasamu tak akan terbalas </li></ol>