Paradigma Tauhid

  • Published on
    23-Jan-2017

  • View
    512

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

<p>Slide 1</p> <p>9/27/2015pasumardi@yahoo.co.id1</p> <p>2288150032</p> <p>LINDA FALASIFAHPendidikan Sejarah</p> <p>PENDIDIKAN AGAMA</p> <p>PARADIGMA TAUHIDUNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA</p> <p>1</p> <p>2</p> <p>TUHAN YANGMAHA ESALOGIKA TAUHIDMISI PEMBEBASAN TAUHID ULUHIYAHVISIKEMAKMURANTAUHIDRUBUBIYAHPERADABAN TAUHID MULKIYAH</p> <p>PARADIGMA TAUHIDBAB III</p> <p>SPIRITUALITAS MASYARAKAT BERADAB</p> <p>2</p> <p>MATERI Inti ajaran agama Islam adalah tauhid : mengesakan Allah dengan menegaskan sifat wahdaniah: tiada sekutu bagi-Nya, dan tiada sesuatu yang semisal dengan-Nya.Tauhid mengajarkan kita tentang kesatuan akidah dengan ikrar yang sama: aku rela Allah Tuhanku, Islam agamaku, Muhammad Nabiku, Al-Quran pedomanku, dan Kabah kiblatku.</p> <p>3</p> <p>Manusia kedudukannya sangat terhormat dibanding makhluk lainnya maka, manusia harus melihat keatas hanya kepada Allah. Menyembah hanya kepada Allah, taat dan patuh hanya kepada syariat Allah yang tertulis, yaitu Al-Kitab. Dan kepada alam semesta, manusia harus melihat kebawah. Manusia tidak seharusnya menafsirkan gejala alam secara magis-mitologis yang pada akhirnya mengantarkan manusia dalam lembah kemusyrikanLogika Tauhid</p> <p>Manusia dilahirkan untuk menjadi khalifah di muka bumi ini. Peran kekhalifahan mengelola bumi demi kemakmuran umat manusia hanya bisa dilakukan oleh orang beriman. Iman yang benar dapat mengantarkan manusia pada paradigma pembangunan yang benar, yakni mengelola sumber daya alam sesuai hukum keseimbangan yang tetapkan Allah Taala, tidak mengeramatkan alam, tetapi juga tidak merusaknya. Sebaliknya, orang musyrik yang mengerematkan alam telah gagal memahami hukum-hukum alam. Pikiran mereka tebelenggu oleh tradisi leluhur, sehingga mereka tidak mampu berpikir kritis, logis dan koheran. Dalam posisi ini mereka melorot lebih rendah dari binatangLogika Tauhid</p> <p>6TUHAN YANG MAHA ESA</p> <p>Menurut Ibn Taimiyah Ilah (Tuhan) adalah yang dipuja penuh kecintaan hati, tunduk kepadanya, merendahkan diri dihadapan-nya, takut dan mengharapkannya, kepadanya tempat berpasrah ketika berada dalam kesulitan, berdoa dan bertawakkal kepadanya untuk kemaslahatan diri, meminta perlindungan diri padanya, dan menimbulkan ketenangan di saat mengingatnya dan terpaut cinta padanya</p> <p>6</p> <p>7TUHAN YANG MAHA ESA</p> <p>Berdasarkan definisi yang tadi dapat dipahami bahwa tuhan itu bisa berbentuk apa saja yang dipentingkan oleh manusia, seperti tahta, harta, dan popularitas. Tanpa disadari atau tidak manusia dapat terjerumus mempertuhankan diri dalam bentuk sifat ria, egoisme, takut dan bimbang, zhalim, hasad atau dengki. Hal inilah yang terrjadi pada Firaun, Qorun, dan Haman.Sesungguhnya telah datang kepada mereka Musa dengan (membawa bukti-bukti) keterangan-keterangan yang nyata. Akan tetapi mereka berlaku sombong di (muka) bumi, dan tiadalah mereka orang-orang yang luput dari kehancuran itu (QS. Al-Ankabut (29): 39) </p> <p>7</p> <p>9/27/20158Konsep tauhid</p> <p>9</p> <p>VISI KEMAKMURANTAUHID RUBUBIYAHTauhid Rububiyah berintikan pada penegasan atas keesaan Allah dalam afal-Nya, dalam penciptaan dan pemeliharaan semesta.Tauhid Rububiyah merupakan suatu pandangan umum tentang realitas kebenaran, ruang, waktu, dunia dan sejarah.Tauhid Rububiyah mengantarkan manusia pada visi misi kemakmuran berupa keyakinan bahwa Allah Yang Maha Pemurah menciptakan bumi yang bisa menopang segala kebutuhan ciptaan-Nya. Allah juga memilih manusia sebagai mandataris Tuhan (Khalifatullah) di bumi untuk mengisi dan memakmurkan bumi.</p> <p>9</p> <p>VISI KEMAKMURANTAUHID RUBUBIYAHDisisi lain, tauhid Rububiyah juga mengarahkan umat beriman kepada takdir Allah yang berlaku pada alam semesta dan pada alam manusia. Ketetapan Allah telah berlaku kepada setiap manusia. Misalnya, manusia lahir di alam ini dengan tidak diberi hak pilih siapa ayah dan ibunya, dimana tempat kelahirannya, dan seterusnya. Kemudian semua kisah kehidupan pun berakhir. Akhir kehidupan manusia berupa kematian, dan akhir kehidupan semesta berupa kiamat dan kebangkitan kembali di Akhirat untuk pertanggungjawaban.</p> <p>10</p> <p>11Sebagai contoh..Manusia lahir di alam ini dengan tidak diberi hak pilih siapa ayah dan ibunya, dimana tempat kelahirannya, dan seterusnya. Kemudian semua kisah kehidupan pun berakhir. Akhir kehidupan manusia berupa kematian, dan akhir kehidupan semesta berupa kiamat dan kebangkitan kembali di Akhirat untuk pertanggungjawaban.</p> <p>MISI PEMBEBASANTAUHID ULUHIYAH</p> <p>Tauhid Uluhiyah berintikan pada penagasan atas keesaan Allah dalam Dzat-Nya, terutama dalam aktivitas ibadah, doa nadzar, korban, berharap (raja) , takut (khauf), dan tawakkal. Umat Islam senantiasa berusaha menghindarkan diri dari segala bentuk penghambaan kepada selain Allah dengan berikrar.</p> <p>12</p> <p>MISI PEMBEBASANTAUHID ULUHIYAH</p> <p>Tauhid uluhiyah menjadi landasan perlawanan terhadap segala bentuk perbudakan manusia (mustakbirin) terhadap manusia lainnya (mustadhafin). Semua orang sama kedudukannya di hadapan Allah, sama di depan hukum, wajib berhukum dengan hukum Allah, dan taat dengan kontrak sosial yang disusun dan disepakati bersama.Dari segi spiritual, tauhid uluhiyah membebaskan manusia dari tipudaya setan yang menggoda ke arah syirik. Kita maklumi bahwa kita percaya tentang adanya makhluk spiritual, seperti Malaikat, Jin dan Syaitan.</p> <p>13</p> <p>14PERADABAN TAUHID MULKIYAH</p> <p>Tauhid Mulkiyah berintikan pada ke-Esaan Allah dalam kekuasaan dan hukumnya. Seorang yang beriman bertekad untuk senantiasa menyelaraskan segala gerak langkah dan keinginannya sesuai dengan kehendak Allah sebagaimana termaktub dalam kitab suci, al-Quran. Ia juga berjanji untuk berhukum dengan hukum Allah, sebagaimana termaktub dalam al-Quran. Usaha sungguh-sungguh untuk menegakkan syariat Allah di muka bumi dalam rangka mewujudkan keadilan sosial dan kemakmuran universal.</p> <p>14</p> <p>15PERADABAN TAUHID MULKIYAH</p> <p>Kewajiban berhukum sesuai hukum Allah merupakan wujud konkret dari iman kepada kitab Allah. Iman kepada kitab Allah berarti percaya bahwa kitabullah adalah kalam Allah yang diturunkan kepada para Rasulullah yang didalamnya menerangkan perintah dan larangan, janji dan ancaman.Tauhid mulkiyah merupakan landasan pembentukan tatanan sosial (masyarakat) Islam. Dalam tatanan sosial Islam, syariat Islam harus tetap tegak walaupun tanpa negara. Meskipun disadar bahwa negara diperlukan dalam menegakkan syariat.</p> <p>15</p> <p>16Sebagai contoh..Kewajiban zakat tetap berlaku dan harus ditunaikan oleh seorang muslim yang kaya walaupun tidak ada Negara Islam dengan perundang-undangan yang mengatur hal tersebut.</p> <p>Spiritualitas Masyarakat Beradab</p> <p>Kaum muslimin sepakat bahwa Allah Maha Esa, dan tidak ada sesuatupun yang semisal dengan-Nya. Kemudian manusia wajib berakhlak sesuai dengan akhlak Allah sebagaimana tercermin dalam sifat dan nama-namanya yang indah.Asma Allah yang indah sebagai bagian dari kepercayaan tauhid merupakan landasan etis umat Islam. Umat Islam harus berhias akhlak dengan akhlak Allah sebagaimana tergambar dalam asma-Nya.</p> <p>Wassalamualaikum Warrohmatullahi WabarrokatuhTerimakasih Atas Perhatiannya Dan Kerjasamanya</p> <p>Mari Belajar, Mari Mencoba, Dan Mari BerdoaKarena Sebuah Hasil Tak Akan Pernah Menghianati Sebuah Usaha.</p> <p>EXITSleep AwayBob AcriBob Acri, track 32004Jazz200511.4eng - Blujazz Productions - Blujazz Productions</p>