Ulama sunniy dan khilafah

  • Published on
    23-Jun-2015

  • View
    828

  • Download
    6

Embed Size (px)

DESCRIPTION

ini adalah pernyataan pernyataan dari para ulama' ternama mengenai khilafah. materi ini sangat bermanfaat bagi antum yang ingin mengenal lebih jauh, apa itu khilafah, dan bagaiana penerapannya.

Transcript

<ul><li> 1. Imam al-Lughah al-Fairus Abadi dalam Qamus al-Muhiith: : ( ) : ) ( : . Secara bahasa imamah merupakan masdar dari kata kerja amma, (maka) anda menyatakan: ammahum dan amma bihim artinya adalah taqaddamahum (yang mendahului (memimpin) mereka; yakni, imamah (kepemimpinan). Sedangkan imam adalah setiap orang yang harus diikuti baik pemimpin maupun yang lain.[al-Fairuz Abadi, al-Qaamus al- Muhith, juz IV hal 78] </li></ul> <p> 2. Imam Ibnu Mandzur, dalam Lisaan al-Arab menyatakan; : .. : . Imam adalah setiap orang yang diikuti oleh suatu kaum baik mereka berada di atas jalan yang lurus maupun sesat Bentuk jamanya adalah aimmah. Dan imam itu adalah setiap hal yang meluruskan dan yang memperbaiki dirinya, (maka) al-Quran adalah imam bagi kaum Muslim; Sayyidina Muhammad Rasulullah SAW adalah imamnya para imam. Khalifah adalah imamnya rakyat. Anda mengimami suatu kaum dalam shalat sebagai imam; maknanya adalah itamma bihi: memberi contoh di dalamnya. [Imam Ibn Mandzur, Jamaluddin Muhammad 3. Pengarang kitab Tajul Arusy min Jawahir al-Qamus, Al-Allamah Muhammad Murtadlo Az-Zabidiy menyatakan: : : ) ( ( ( 79) : ) : : : : : : ) : ( : . . ( .. Imamah adalah jalan yang lapang. Pengertian tersebut ditafsirkan dari firman-Nya Taala: ( ( ( 79) Maksudnya pada jalan yang dituju (yuammu), sehingga menjadi lebih jelas (spesifik). (Orang) berkata: Khalifah adalah imamnya rakyat. Abu Bakar berkata: (kalau) fulan dikatakan sebagai imam suatu kaum artinya ia adalah orang yang terkemuka dari kaum tersebut. Imam itu adalah raais (kepala), sebagaimana pernyataan anda: imamnya kaum Muslim. Selanjutnya (dia) berkata: buktinya adalah: imam safar; dan al-haadiy : imamnya 4. Dalam al-Shihah al-Jauhari berkata: ) : ( Al-ammu, dengan fathah (maksudnya) adalah tujuan. Maka dikatakan ammahu, wa ammamahu, wa taammamahu apabila ia menujunya. [Imam Ismail bin Hamad al- Jauhari, Taaj al-Lughah wa Shihah al-Arabiyyah, Juz 5 hal 1865] 5. Tentang Imamah Imam Al Mawardi Asy-Syafii menyatakan: ) . . ( Imamah itu menduduki posisi untuk khilafah nubuwwah dalam menjaga agama serta politik yang sifatnya duniawi.[Imam Al Mawardi, Ali bin Muhammad, Al- Ahkaam Al Sulthaniyyah, hal 5] 6. Imam Al-Haramain berkata:[1] ) . ( . Imamah itu adalah kepemimpinan yang sifatnya utuh, dan kepemimpinan yang berkaitan dengan hal-hal yang bersifat umum dan khusus dalam urusan-urusan agama maupun dunia. [Imam Al Haramain, Abu Al Maali Al Juwaini, Ghiyatsul Umam fil Tiyatsi Adz-dzulam hal 15] 7. Shahib Al Mawaqif menyatakan:[1] ) ( . Imamah adalah merupakan khilafah Rasul SAW dalam menegakkan agama, dimana seluruh umat wajib mengikutinya. Itulah sebagian penjelasan para Ulama tentang imamah. [Idhuddin Abdurrahman bin Ahmad Al Aiji, Al-Mawaaqif, juz III, hal 574] 8. Pada bagian yang lain Imam Al Aijiy dalam kitab Al-Mawaqif menyatakan: Sebagaian kelompok dari shahabat kami menyatakan bahwa imamah itu adalah kepemimpinan umum dalam berbagai urusan agama dan dunia.[Idem, Juz III hal 578] 9. Imam Al Ramli menyatakan: , , Khalifah itu adalah imam agung yang menduduki jabatan khilafah nubuwwah dalam melindungi agama serta pengaturan urusan dunia.[Imam Al Ramli Muhammad bin Ahmad bin Hamzah, Nihayat al-Muhtaaj ila Syarh al-Minhaj fil Fiqhi ala Madzhab Al Imam Al Syafii, Juz 7, hal 289] 10. Syeikh Musthafa Shabari, Syeikhul Islam Khilafah Ustmaniyyah, menyatakan: </p>