Karakter Inward Looking

  • Published on
    21-Jun-2015

  • View
    1.335

  • Download
    1

Embed Size (px)

Transcript

  • 1. Dampak Negatif Paradigma Inward Looking terhadap perkembangan budaya dan bangsa. Dr. Krishnahari Pribadi M.D., Pembahas

2. Karakter Bangsa Yang Terpasung Tidak berani merantau Kurang jiwa enterpreunership Defensif, Defensif, reaktif dan pasif Kecemburuan sosial tinggi Mudah dipecah Cendrung saling menyalahkan Tidak bisa menerima kritik Parochial, segmental dan birokratik Cendrung untuk kolusi, korupsi kolusi, & kekuasaan. kekuasaan.Terikat lokalitas 3. Administrasi & Hukum Negara Yang Represif Sektorial, Sektorial, parochial Birokratis dan tidak efisien Struktur administrasi feodal Tidak orientasi pada pelayanan publik Mementingkan hegemoni, kekuasaanhegemoni, dan keuntungan oknum Peraturan dan prosedur timpang tindih Hukum yang punitif dan represif dan tidak konstruktif atau rehabilitatif Hukum tidak realistis & praktis: lebih praktis: merupakan alat kekuasaan 4. Paradigma Pencekalan: Perbankan dan kredit: deposito & jaminan dicekal dan dirampas. Penggunaan preman dan intimidasi untuk pemerasan pembayaran Pendidikan: pencekalan hak didik anak untuk memeras pembayaran, pendidikan nasional membelenggu pengembangan pendidikan kreatif dan variatif Pembatasan ruang gerak profesi dan usaha oleh pemerintah 5. Paradigma Pencekalan: Kepolisian: pencekalan guna penyidikan, azas praduga bersalah, pemaksaan pengakuan, pencekalan dokumen legal tmsk STNK, SIM, Perpajakan: pajak fiskal Keimigrasian: pencekalan pada tersangka untuk penyidikan Rumah sakit: pencekalan pasien atau bayi untuk memeras pembayaran kontan, penolakan pengobatan UGD pada orang miskin Pelanggaran HAM 6. Iklim Busines Represif &Non-ekspansif Fokus kepada agrikultur lokal Konsentrasi agrikultur di pulau Jawa Kualitas yang asal2an untukasal2kepentingan lokal Tidak ada daya saing R & D yang buruk Sumber daya alam dikelola secaralokal, tidak strategik dengan orientasipenggunaan konsumer lokal Tidak ada kebanggan terhadap produknasional Kompetisi tidak sehat, dan salingmenjatuhkan antara pengusaha 7. KTP sebagai alat pembelengguan & pembatasan ruang gerak warganegara: KTP hanya berlaku lokal tidak nasional KTP luar tidak bisa dipakai untuk keperluan administrasi, hukum, usahaadministrasi, hukum, didaerah otonom lain KTP lokal sebagai syarat mutlak untuk buka usaha, kepemilikan, transaksi, usaha, kepemilikan, transaksi, perbankan, perbankan, ijin profesi, perkawinan, profesi, perkawinan, pendidikan dll untuk setiapdaerah otonom Pemaksaan untuk tinggal didaerah lokal untuk berusaha, profesi, berusaha, profesi, pendidikan . dll.dll. Alat diskriminatif dalam pendidikan,pendidikan, usaha, kepemilikan, dll. usaha, kepemilikan, dll. 8. Prosedur Berbelit Dalam Perijinan Usaha dan Profesional Sebagai UpayaPembatasan dan Pembelengguan dan Praktek Monopoli Dept Hukum & HAM Dept Keuangan & Perpajakan Dept Perdagangan & Perindustrian UKM Dept Kesehatan Pusat & Lokal Badan POM Dept Pertanian. Hak Cipta & HAKI Imigrasi dan Bea CukaiGubernur Walikota Tata Kota Kepolisian Kecamatan, Kelurahan RW RT Tetangga Organsasi Profesi Lembaga & Yayasan seperti MUI, LembagaKonsumer dll. 9. BPOM: PEMBELENGGU DAN PENCEKALAN PRODUK MAKANANSEHAT DAN INDUSTRI MAKANAN TRADISIONAL RAKYAT Setiap produk makanan dan minuman harus punya nomor registrasi Prosedur berbelit berorientasi kimia, mahal dan berkepanjangan untuk registrasi produk Sumber pemerasan dan korupsi Percaloan dalam registrasi Peraturan- Peraturan-peraturan yang selalu berubah. Tak ada jaminan keamanan dan efektifitas BPOM tidak dapat diklaim apabila produk ternyata tidak sesuai dengan registrasi atau ternyata tidak aman. 10. INFRASTRUKTUR SEBAGAI ALAT PEMBATASAN RUANG GERAK Jalan yang semrawut dan menghambat trafik daripada melancarkan Aturan lalu lintas yang menghambat, menjebak dan menyulitkan Design kota yang mengukung, menjebak dan mencekal Tidak ada kerja sama pusat dan regional dan lokal dalam penanganan dan pengelolaan sistem transportasi Jalur strategis yang rusak, berlubang tidak pernah dibenahkan Pemerintah tidak peduli terhadap korban maut atu kecelakaan akibat kondisi jalan yang buruk Nomor rumah yang tidak sistematis, berurutan dan ganda 11. Ekonomi Monopoli dan Anti Ekonomi Kerakyatan Monopoli oleh pengusaha besar: pemerintah dan perusahaan swasta dalam dan luar Pengebirian ruang gerak usaha rakyat dan UKM Merangsang konsumerisme dan trading dan brokerage Pemersan dan pencekalan usaha kecil oleh usaha besar Distribusi berdasarkan profit dan bukan kebutuhan manusia Kebijakan moneter & fiskal yang mencekal guna kepentingan kelompok dan pemerintah 12. Pertahanan Konsentrasi Darat & Fragmentatif: Pertahanan maritim yang lemah Angkatan Laut paling tidak mendapatkan peralatan yang memadai dan modern Mobilisasi pertahanan yang buruk Infrastruktur pertahanan cendrung untuk kepentingan strategis darat dan bukan maritim Pertahanan berrsifat defensive, reaktif dan represif Perkembangan dan riset ( R& D) yang buruk dll 13. Seni & Budaya Konsumerisme Eksploitasi seni & budaya untuk nilai ekonomis saja Perkembangan seni & budaya komersial Penghargaan yang kurang terhadap karya seniman Moralisasi dari produk seni dan budaya Pengunaan seni & budaya untuk pengembangan kekuasan dan politik Pencekalan terhadap kreasi yang original, universal, kreatif dan ekspansif dengan alasan moralitas, agama, politik dan keamanaan Pencekalan para artis oleh figur politik & moralis 14. APAKAH KITA AKAN BIARKAN BANGSA DIBELENGGU OLEHKEKUATAN MASA LAMPAU ? 15. Mari Kita Bangkitkan Heroisme PatriotikNasional 16. SELAMAT BERJUANG